Anda di halaman 1dari 58

Dr.M.

Syafei Hamzah, SpKK


1

POKOK BAHASAN
1. GONORE 2. SIFILIS 3. HERPES SIMPLEK 4. ULKUS MOLLE 5. HIV/ AIDS

GONORE
DEFINISI : = semua infeksi yang disebabkan oleh Neisesseria Gonorrhoeae EPIDEMIOLOGI : - Merupakan penyakit IMS terbanyak kedua di 13 RS Pendidikan di Indonesia Di Indonesia. - Insiden di negara maju cendrung menurun - Strain yg resisten & PPNG cendrung meningkat - Resiko terinfeksi HIV meningkat INFECTION 3-5 X 3

ETIOLOGI
NEISSERIA GONORRHOEAE (1879) ALBERT NEISSER

GENUS
SPECIES

NEISSERIA
N. GONORRHOEAE N. MENINGITIDIS N. CATARRHALIS N. PHARINGIS SICCA
4

KARAKTERISTIK N.GONORRHOEAE
DIPLOKOKUS GRAM NEGATIF DENGAN LEUKOSIT PMN Bentuk seperti biji kopi dg ukuran : 0.8X1.6 u REAKSI FERMENTASI HANYA DIJUMPAI PADA GLUCOSE Tidak tahan lama di udara bebas Cepat mati dalam keadaan kering Tidak tahan suhu > 39 C, Tidak tahan desinfektan

ADA 4 TYPE N.GONORRHOEAE - TYPE I AND II : PILI + -> VIRULEN - TYPE II AND III : PILI - -> NON VIRULEN PREDILEKSI : EPITEL KOLUMNAR - LAKI-LAKI : ANTERIOR URETHRA COWPER,LITTRE, PROSTATIC GL. LACUNAE OF MORGAGNI
- WANITA : BARTTHOLIN, SKENE GL. CERVICAL CANAL FALLOPIAN TUBE IMMATURE EPITHELIUM
6

CARA INFEKSI
1. HUBUNGAN SEKSUAL 2. KONTAK TIDAK LANGSUNG : - KONTAMINASI DENGAN JARI - MELALUI HANDUK. - TEMPAT DUDUK TOILET DLL - MELALUI JALAN LAHIR

KLASIFIKASI
GENITAL GONORRHOEA EXTRA GENITAL GONORRHOEA GONOCOCCAL PROCTITIS GONOCOCCAL PHARINGITIS GONOCOCCAL CONYUNCTIVITIS

GEJALA KLINIK
Masa Inkubasi : 2 5 hari laki-laki : gatal dan panas pada oue dan uretra kmd disuria, polakisuri sekret semipurulen -> purulen edema oue -> ektropion pembesaran kel. Getah bening wanita : sulit diketahui krn asimptomatis , laten, berkaitan dengan anatomi dan fisiologi alat kelamin
9

KOMPLIKASI PADA LAKI-LAKI


Infeksi I URETRITIS

- LOCAL

: TYSONITIS
PARAURETRITIS LITRITIS COWPERITIS

- ASCENDENS : PROSTATITIS VESICULITIS DIFFERENTITIS FUNICULITIS EPIDIDIMITIS TRIGONITIS

10

KOMPLIKASI PADA WANITA


Infeksi I Uretritis - LOCAL : PARAURETHRITIS BARTHOLINITIS CERVICITIS

- ASCENDENS : SALPINGITIS PID


11

INFEKSI GONORE PADA WANITA


KLASIFIKASI : 1. GONORE BAGIAN BAWAH SERVIX DAN GENITALIA EKSTERNA 2. GONORE TRANSITORIK ENDOMETRIUM 3. GONORE BAGIAN ATAS ENDOMETRIUM Bag. Proksimal

12

INFEKSI GENITAL BAGIAN BAWAH


Manifestasi -> CERVICITIS Biasanya gejala MINIMAL -> SOURCE OF INFECTION DISCHARGE Vagina sering dianggap Fisiologis DIAGNOSIS sukar DIAGNOSIS sering ditegakkan karena : - Infeksi pada pasangannya - Adanya PID - Pemeriksaan PRENATAL - Adanya OPTHALMIA NEONATORUM 13

GEJALA KLINIK
SERVISITIS AKUT GEJALA SUBJECTIF - Sering ASYMPTOMATIS - Ada keluhan nyeri pinggang, Abdominal

Discomfort,
- Vaginal Discharge tidak ada - banyak

GEJALA OBJECTIVE (IN SPECULO)


- Eritema dan kadang Erosi sekitarnya - Sekret servix : Mucoid, Mucopurulent Or Purulent 14

GEJALA KLINIK
CHRONIC CERVICITIS Vague Subjective Symptom And Objective Finding Kadang dijumpai Retention Cyst (Ovula Nabothi) URETRITIS GEJALA SUBJECTIVE - tidak ada - disuri ringan GEJALA OBJECTIVE - Oue Kadang Eritem, Edema And Ectropion Sekret Mucopurulen - Purulen
15

GEJALA KLINIK
VAGINITIS PREDILESI Infeksi dari N. GONORRHOEAE - COLLUMNAR EPITHELIUM - IMATURE EPITHELIUM - EPITHELIUM WITH LOW ESTROGEN CONTENT - ALKALINE VAGINAL SECRETION VAGINITIS > Usia PREPUBERTAL MENOPAUSE G/ SUBJECTIVE : - Gatal - VAGINAL DISCHARGE G/ OBJECTIVE :- ERITEM & EDEMA VULVA & VAGINA - MUCOID VAGINAL DISCHARGE JARANG MUCOPURULEN
16

GONORE PADA LAKI-LAKI DAN WANITA


INFEKSI GONORE PADA PHARYNX AKIBAT -> ORAL SEX, DEEP KISSING G/ SUBJECTIVE : - bisa tidak ada sakit menelan yg berat G/ OBJECTIVE : - bisa tidak ada pus di tonsil dengan ERiTEMA DAN EDEMA INFEKSI GONORE PADA REKTUM AKIBAT -> ANAL SEX BIASANYA -> Infeksi awal pada HOMOSEXUALS G/ SUBJECTIVE : - TIDAK ADA NYERI RINGAN DAN PERDARAHAN G/ OBJECTIVE : - Kadang MILD SECRETION

17

DIAGNOSIS
1. ANAMNESIS 2. PEMERIKSAAN 3. LABORATORIUM

18

LABORATORIUM
BAHAN : LAKI-LAKI : URETHRA PROSTATIC MASSAGE JIKA PERLU PHARYNX DAN RECTUM

WANITA

: URETHRA
KANALIS CERVICALIS VAGINA (PREPUBERTY/MENOPAUSE)

JIKA PERLU : MUARA KEL. BARTHOLINE DAN DUCTUS SKENE PHARYNX AND RECTUM
19

PEMERIKSAAN :

- LANGSUNG : GRAM - KULTURE (MEDIA THAYER MARTIN) - REAKSI PERMENTASI (CABOHYDRATE DEGRADATION TEST) - TES PPNG : - ACIDOMETRIC METHOD - IODOMETRIC TEST
20

GRAM : 1. GONOCCOCUS INTRA ATAU EXTRA SELULAR 2. JUMLAH LEUKOSIT PER/LPB 3. EPITHELIAL CELLS 4. MUCOUS THREADS

21

TES KARBOHYDRAT
SPECIES N.GONORRHOEAE N. MENINGITIDIS N.PHARINGIS SICCA N. CATARRHALIS GLUCOSE + + + MALTOSE + + LACTOSE SUCROSE + -

22

SENSITIVITY AND SPECIFICITY OF SOME LABORATORY EXAMINATIONS


No. LABORATORY EXAMINATION
GRAM STAINED SMEAR MALE URETHRA ENDOCERVIX CULTURE MALE URETHRA ENDICERVIX

SENSITIVITY %

SPECIFICITY %

1.

40-95 45-65

95-99 90-99

2.

94-98 85-95

>99 >99

23

KRITERIA PEMILIHAN ANTIBIOTIK


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. EFFEKTIVITAS TINGGI (>95%) HARGA MURAH EFEK SAMPING MINIMAL TIDAK TERJADI RESISTAN SINGLE DOSE PEMBERIAN SECARA ORAL AMAN UNTUK WANITA DAN MENYUSUI

24

PENGOBATAN GONORE
DAPAT DIPILIH SALAH SATU ANTIBIOTICS CEFTRIAXONE 250 MG, IM SINGLE DOSE CIPROFLOXACIN 500 MG, SINGLE ORAL DOSE OFLOSACIN 400 MG, SINGLE ORAL DOSE THIAMPHENICOL 3.5 G, SINGLE ORAL DOSE SPECTINOMYCINE 2 G, IM SINGLE DOSE KANAMYCIN 2 G, SINGLE ORAL DOSE
25

PENGOBATAN ALTERNATIF GONORE


1. PENISILIN PROCAIN DALAM AQUA 3 JUTA IU IM + 1 G PROBENECID 2. AMPICILLIN 3.5 G SINGLE DOSE + 1 G PROBENECID 3. AMOXYCILLIN 3 G, SINGLE DOSE + 1 G PROBENECID 4. AMOXICILLIN + CLAVULANIC ACID 3 G, SINGLE DOSE
26

CDC CENTERS FOR DISEASES CONTROL


TERDAPAT INFEKSI N. GONORRHOEAE BERSAMAAN Dg C.TRACHOMATIS (25-50%) KOMPLIKASI MENINGKAT DETEKSI C.TRACHOMATIS SUKAR DAN MAHAL STRAINS PPNG MENINGKAT PENGOBATAN GONORE DILANJUTKAN DENGAN PENGOBATAN CHLAMYDIA
27

Doksisiklin 2 x 100 mg Tetrasiklin 4 x 500 mg Eritromicin 4 x 500 mg selama 7 hari

28

URETRITIS NON GONORE


= peradangan di uretra yang disebabkan oleh kuman selain gonokok Etiologi : - Chlamydia trachomatis - Ureaplasma urealytikum - Mycoplasma hominis Chlamydia trachomatis -> 50%> penyebab UNG -> parasit intraobligat, ~ bakteri gram negatip
29

Gejala klinik
Lk : gejala > 1-3 mg kontak tidak seberat gonore - disuri ringan - polakisuri - perasaan tidak enak di uretra - duh tubuh sero purulen Pr : infeksi > di serviks dp vagina, uretra ~ gonore : asimtomatis Sebagian kecil ada keluhan : -> duh tubuh vagina, disuri ringan, polakisuri, nyeri di pelvis, disparenia.

30

Diagnosis
Gejala klinis Pemeriksaan Laboratorium - singkirkan kuman spesifik -> gonokok, t. vaginalis, candida albican dan G. vaginalis - fasilitas lengkap -> = biakan Mc Coy cell = biakan sel Hela 229 = imunofluoresensi -> serotipe = Elisa
31

Pengobatan
Tetrasiklin : 4 x 500 mg/hr selama 1 minggu Eritromisin : 4 x 500 mg/r selama 1 minggu Doksisiklin : 2 x 100 mg/hr selama 1 minggu Azitromycin : 1 gram single dose Ofloksasin : 2 x 200 mg/hari selama 10 hari

32

SIFILIS
Definisi : = penyakit infeksi -> Treponema pallidum, sangat kronik, sistemik, menyerang hampir semua alat tubuh dapat menyerupai banyak penyakit, mempunyai masa laten dan dapat ditularkan dari ibu ke janin
33

ETIOLOGI
Treponema pallidum bentuk : spiral teratur panjang 6 -15 um, lebar 0,15 um terdiri 9 24 lekukan, gerakan seperti skrup membiak -> pembelahan melintang - diluar tubuh cepat mati, - tidak tahan panas, kering, antiseptik dalam darah -> hidup 72 jam
34

PATOGENESIS
Stadium dini : T.palidum -> mikrolesi/mukosa->HS kuman membiak, jar. -> infiltrat -> sel limfosit & plasma di perivaskular p.darah kecil berproliferasi -> treponema & sel radang, Endarteritis -> perubahan hipertrofik endotelium -> obliterasi lumen -> erosi. - kuman -> kgb regional limfogen & > hematogen -> menyebar ~jar - multiplikasi ~ reaksi jar S II -> 6-8mg > SI SI akan sembuh plahan -> kuman < -> fibroblas -> sembuh

35

Stadium Lanjut dapat bertahun -> kuman dorman ttp AB tetap ada dlm serum Keseimbangan Tr. & jar dpt b.ubah tiba2 -> S III guma. Tr -> sistem KV & syaraf waktu dini -> kerusakan ->p.lahan2 ->waktu > GK/

36

GEJALA KLINIS
Stadium I M I : 9 90 hari -> 3 mg Lesi I -> chancre, di anogenital, soliter. - papel -> erosi -> ulkus, dangkal & bersih, dinding tak bgaung, sekitar tanda rad. akut (-). khas -> ulkus keras & tidak sakit -> ulkus durum lokasi : lk -> sulkus koronarius pr -> labium majur, minus, klitoris lesi primer sembuh sendiri. -> laten, lanjut
37

Stadium II - timbul ruam : 6-8 mg (3 mg >S I) - fase sangat menular - Gk/ bervariasi & bermacam -> penyebaran T.p. melalui jar. & reaksi imunologis - G/konstitusi : anoreksia,malaise, sakit kepala, BB<, demam. - kel. Kulit -> great imitator : papula, pustulosa mukosa -> mucous patch, ulkus kelenjar getah bening : supefisial > rambut -> rontok: difus & tidak khas (alopesia difusa), S II lanjut -> rontok setempat (alpesia areolaris) kuku -> rapuh ,ujung retak & tidak rata, - khas -> tidak gatal, limadenitis generalisata - S II dini -> generalisata, simetris,cepat hilang 38 - S II lanjut -> tdk generalisata, asimetrik,lbh lama bertahan

Sifilis laten : -> sifilis tersembunyi, gk/ (-) tes serologis (+) Sifilis lanjut : - sangat destruktif, - menyerang semua jaringan - Tr.p. sukar ditemukan - tidak infeksius - STS bervariasi. - lesi -> guma : infiltrat yg bts tegas yg mengalami perkijuan, kronis. Dijumpai seluruh tubuh & organ dalam. 39 -ulkus gummossum.

Klasifikasi Sifilis lanjut


1. Neurosifilis asimtomatis 2. Neurosifilis simtomatis 3. Sifilis kardiovaskular 4. Sifilis lanjut benigna

40

1. Neurosifilis Asimtomatis
- D/ -> CSS tanpa GK/ - ~ S laten + CSS (+) a.l pleocitosis jumlah protein > - pemeriksaan -> VDRL dan kolmer

41

2. Neurosifilis simtomatis
-> Tr.palidum ke SSP -> - kelainan saraf & kejiwaan - darah reaktif - CSS -> jumlah sel abnormal protein abnormal selalu reaktif - klinis -> paresis tabes dorsalis meningo vaskular NS

42

3. Sifilis Kardiovaskular
Sangat sulit didiagnose. -> TSS reaktif dg titer rendah tp dapat non reaktif CSS normal dan nonreaktif Kelainan yg sering : 1. Insufisiensi aorta 2. aneurisma aorta
43

4. Sifilis lanjut benigna


Guma -> bereaksi sensitif thd tr. lesi dapat terjadi dimana saja: a.l. kulit - tulang - hati - gaster Biopsi -> granulomatus TSS reaktif dg titer tinggi
44

Sifilis sewaktu kehamilan


Tergantung lamanya infeksi & umur kehamilan : - bila terjadi pada masa konsepsi -> tanda sifilis dini pada ibu & ditularkan pada janin yg dikandung - bila terjadi pada kehamilan lanjut -> GK/ sesudah melahirkan, bayi yg dilahirkan bisa dg sedikit atau tanpa tanda-tanda

45

Sifilis kongenital dini


Kel.kulit pada bayi saat lahir : - bula bergerombol -> simetris pd tangan & kaki. cairan bula mengandung Tr.p. - bayi tampak sakit Beberapa minggu : - papel , papuloskuamosa -> simetris dan generalisata, pada tempat lembab -> erosi ~ kondiloma lata - regades -> sudut mulut, lubang hidung, anus - bayi ~ orang tua krn BB < , kulit keriput - mukosa mulut,tenggorok -> plaques muqueuses ~ S II - r.hidung -> rinitis -> Syphilitics snuffles - hati dan limpa membesar -> fibrosis yang difus - tulang -> osteokondritis, ujung tulang nyeri dan bengkak shg tidak dapat digerakkan ~ paralisis -> 46 Pseudo paralisis Parrot

Sifilis kongenital lanjut


Terjadi umur 7 15 tahun Guma -> kulit, tulang, mukosa, alat dalam Khas guma pada hidung & mulut jika terjadi kerusakan septum nasi -> perforasi, jika meluas -> destruksi seluruhnya -> hidung kolaps dg deformitas Guma pada palatum mole & durum-> perforasi pada palatum Periostitis sifilitika pada tibia -> penebalan: sabre tibia Osteoperiostitis pd tengkorak -> tumor bulat : Parrot nodus 47 Keratitis interstitial >>, 3-30 th -> kebutaan

PEMBANTU DIAGNOSIS
1. Pemeriksaan Treponema pallidum
2. Tes Serologi Sifilis ( TSS) 3. Pemeriksaan lain

48

1. Pemeriksaan Treponema pallidum


1. mikroskop lapangan gelap -> bentuk dan pergerakannya. Treponema -> putih pd latar blkg gelap 2. pewarnaan Burri -> bentuk treponema yang mati

49

II. Tes Serologi Sifilis (TSS)


- pem.pembantu yg penting -> sifilis - prognosis hasil pengobatan Os sifilis -> antibodi ->-tidak spesifik -spesifik TSS ada 2 macam 1. Tes non treponemal 2. Tes treponemal
50

1. Tes non treponemal


Ag -> cardiolipin -> mendeteksi Ab yg tidak spesifik Zat -> serum penderita 1-3 minggu > chancre atau 4 -6 minggu> infeksi

Ada 2 jenis : - Tes flokulasi: VDRL, RPR,Kahn,ART, RST - Tes Komplemen fiksasi : Wasserman, Kolmer
VDRL -> sering dipakai, -> menilai hasil pengobatan
51

2. Tes Treponemal
Tes spesifik -> Ag : treponema (ekstrak) Ada 4 kelompok : - Tes imobilisasi : TPI - Tes fiksasi komplemen : RPCP - Tes imunofluoresen : FTA-Abs : IgM & IgG - Tes hemoglutinasi : TPHA, IgSIgM SPHA TPI paling spesifik, tetapi mahal, tehnis sulit TPHA dianjurkan -> tehnis & pembacaan mudah, spesifik dan sensitif -> reaktif cukup dini FTA Abs paling sensitif -> sangat reaktif sifilis 52 dini

3. Pemeriksaan lain
Radiologi -> kelainan tulang : S II, S III, S. kongenital, S. kardiovaskular

CSS : - jumlah sel - protein total -> tanda inflamasi

53

PENGOBATAN : WHO (1982)


1. S I dan S II - pen G benzathin : 2,4 juta i.u/mg dosis total 4,8 juta i.u - pen prokain aqua : 600 ribu i.u/hr dosis total 6 juta i.u. - pen prokain minyak dg Al stearat (PAM) : 1,2 juta i.u./x 2x seminggu dosis total 4,8 juta i.u.

Bila alergi penisilin : - Eritromisin 4x500 mg/hari selama 15 hari - Tetrasiklin HCl 4x500 mg/hari selama 15 hari

54

2. Sifilis laten lanjut : - pen G benzathin : 2,4 juta i.u/mg dosis total 7,2 juta i.u - pen prokain aqua : 600 ribu i.u/hr dosis total 12 juta i.u. selama 20 hari - pen prokain minyak dg Al stearat (PAM) : 1,2 juta i.u./x -> 2x seminggu dosis total 7,2 juta i.u.

55

3. S III ( Kardiovaskular & Neuro Sifilis) : - pen G benzathin : 2,4 juta i.u/mg dosis total 9,6 juta i.u - pen prokain aqua : 600 ribu i.u/hr dosis total 18 juta i.u. selama 30 hari - pen prokain minyak dg Al stearat (PAM) : 1,2 juta i.u./x 2x seminggu dosis total 9,6 juta i.u. Bila alergi penisilin : - Eritromisin 4 x 500 mg/hari selama 30 hari - Tetrasiklin HCl 4 x 500 mg/hari selama 30 hari
4. Sifilis Kongenital ( ~ 2 tahun) Pen prokain aqua 50.000 mg/kg BB / hari selama 10 hari

56

PENGAWASAN
Penting untuk mendapatkan hasil pengobatan yang sempurna. S I dan S II : - setiap bulan 3 bln >Th/ - setiap 3 bln setahun > Th/ - Kmd bulan ke 18 dan 24 Sifilis laten : - setiap bulan selama 3 bulan - setiap 3 bulan selama 9 bulan - setiap 6 bulan selama 1 tahun - seterusnya sekali setahun

57

THE COMPLETE TREATMENT OF STI


EDUCATION COUNSELLING EFFECTIVE TREATMENT CONTACT TRACING TREATMENT OF SEXUAL PARTNER
58