Anda di halaman 1dari 15

Penelitian Termodinamika dan Termofisika Penggunaan Hydrokarbon Dalam Mesin Pendingin Rumah Tangga

Thermodynamic and Thermophysical Assessment Of Hydrocarbons Application In Househould Refrigerator @journal Thermal Engineering December 2010.

Dibuat Oleh Novarini Amrullah Ariyanto P2201211409 P2201211002 P2201211402

Latar Belakang Refrigeran adalah media utama dalam Mesin Pendingin Adanya Perjanjian International (Protokol Montreal) : Mengatur dan melarang penggunaan zat perusak ozon pada tahun 1987 Adanya Perjanjian International (Protokol Kyoto) : Mengatur pembatasan dan pengurangan gas penyebab efek rumah kaca (Global Warming) pada tahun 1997 Efisiensi Pada Mesin Pendingin Berdasarkan hal tersebut di atas maka kami memaparkan prestasi mesin pendingin dengan menggunakan beberapa jenis refrigeran.
www.ariyanto-eng.com

Tujuan Penulisan

Untuk menganalisis dan mengembangkan R134a, dan

pemilihan campuran (R290/R600a, 60% / 40%, R290/R600a/R134a,


40% / 30% / 30%,dan R600a/R290, 50% / 50%) dalam siklus refrigerasi standard ASHRAE, dengan menggunakan sifat-sifat termodinamika dan termofisika yang disediakan oleh software REFPROP 6.0. Batasan Masalah Pembahasan hanya dilakukan untuk jenis refrigeran R134a, R290, dan R600a Beserta Campuran dari Ketiga Refrigeran. Menentukan sifat-sifat Termodinamika dengan menggunakan Sowtware REFROP 6.0 . Tidak menganalisa penggunaan refrigeran terhadap kerusakan lingkungan. Tidak menganalisis reaksi kimia pada refrigeran.
www.ariyanto-eng.com

Landasan Teori
Untuk analisis ini kami menggunakan perangkat lunak khusus, yaitu REFPROP 6.0 (McLinden et al., 1998), untuk evaluasi sifat termodinamika dan termofisika dari refrigeran. Analisis teoretis diterapkan pada R134a,R290,R600a dan campurannya. Campuran yang dipilih R290/R600a (50%/50%) R290/R600a (60%/40%) R290/R600a/R134a (40% /% 30% / 30%) dengan menggunakan sifat-sifat termodinamika REFPROP 6.0, seperti yang direkomendasikan oleh Kim et al. (1998).
www.ariyanto-eng.com

Untuk simulasi pada siklus refrigerasi lemari es, beberapa asumsi yang diperlukan : Kondisi Operasi Steady Tidak terjadi kehilangan tekanan pada pipa, perubahan tekanan terjadi hanya pada kompresor dan tabung kapiler Keuntungan atau kerugian panas diabaikan Kompresor menyediakan efisiensi volumetrik yang ideal dan efisiensi isentropik ideal 75% (Fatouh dan El Kafafy, 2006).
Gambar 1 menunjukkan model siklus termodinamika yang digunakan dalam analisis teoritis dan komputasi.
www.ariyanto-eng.com

Gambar. 1

Skema Instalasi

www.ariyanto-eng.com

Refrigeran harus memiliki karakter sebagai berikut :


1. Tekanan penguapannya harus cukup tinggi.

2. Tekanan pengembunan yang tidak terlampau tinggi.


3. Kalor laten penguapan harus tinggi.

4. Volume spsifik (terutama dalam fasa gas) yang cukup kecil.


5. Koefisien prestasi harus tinggi.

6. Konduktifitas termal yang tinggi .

7. 8.

Viskositas yang rendah dalam fasa cair maupun fasa gas. Refrigeran hendaknya tidak menyebabkan korosi

9.

Refrigeran tidak boleh beracun dan berbau

10. Refrigeran tidak mudah terbakar dan meledak

11. Refrigeran harus mudah dideteksi, jika terjadi kebocoran


12. Harganya tidak mahal dan mudah diperoleh 13. Ramah lingkungan.

www.ariyanto-eng.com

Persamaan keseimbangan energi kapasitas pendinginan evaporator :

Qevap = mr . ( h5 - h4)
Persamaan Daya yang diperlukan untuk menggerakkan kompresor :

Pcomp = mr . ( h2 - h1)
Enthalpy spesifik refrigerant uap superheated meninggalkan kompresor :

Laju aliran massa refrigeran :

Vapour Density (kg/m3)

40 35 30 25 20 15 10 5 0

Temperature vs Vapour Density

-40 -35 -30 -25 -20 -15 -10 -5

10 15 20 25 30

Temperature (oC)
R-134a R290/R600a (50/50) R290/R600a/R134a (40/30/30) R290/R600a (60/40)

Grafik diatas menunjukkan bahwa densitas uap dari R290/R600a (50:50) adalah lebih rendah untuk semua temperature dan diharapkan adanya penurunan temperature pada kebutuhan kompresi. Penurunan pada densitas adalah faktor yang lebih penting daripada kalor laten penguapan fluida (Poggi et al., 2008).

1450 1350 1250 1150 1050 950 850 750 650 550 450

Temperature vs Liquid Density

Liquid Dnsity (kg/m3)

-40 -35 -30 -25 -20 -15 -10 -5

10 15 20 25 30

Temperature (oC)
R-134a R290/R600a (50/50) R290/R600a/R134a (40/30/30) R290/R600a (60/40)

Berdasarkan grafik diatas, R290/R600a (50:50) dan R290/R600a (60:40) memberikan densitas cairan yang paling rendah, dengan demikian memberikan pengurangan gesekan pada system (Sekhar et al.,2004)

Selanjutnya Simulasi refrop 6,0

Journal Asli dan Translate Beserta Power Point Dapat Di download di Website Pribadi Ariyanto www.ariyanto-eng.com