Anda di halaman 1dari 14

DOSEN : A.

EJAH UMRAENI

Mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan berbagai metode matematik dalam analisa sistem khususnya sistem Linier

I. PENGENALAN SISTEM LINIER A. Defenisi sistem B. Representasi sistem C. Macam-macam Sistem D. Sistem Linier dan Tak Linier E. Sistem Kontinyu dan Diskrit F. Linierisasi II. MID-TEST

III. PEMODELAN SISTEM LINIER


A. PEMODELAN WATAK ALIH (TRANSFER KARAKTERISTIK) B. PEMODELAN NISBAH ALIH (TRANSFER FUNCTION) - TRANSFORMASI LAPLACE - KONSEP IMPEDANSI
C. PEMODELAN RUANG KEADAAN - MODULASI - PENAPISAN (FILTER)

IV. FINAL-TEST

Mampu memahami defenisi sistem linier Mampu mempresentasikan sistem dalam bentuk diagram kotak Mampu membedakan macam-macam sistem khususnya sistem Linier dan tak linier Mampu menggunakan cara Linierisasi Mengetahui dan menggunakan jenis-jenis pemodelan sistem. Mengetahui kasus-kasus analisa sistem linier

ABSEN : 10% (kehadiran) QUIST : 10% (tidak terjadwal) TUGAS : 10% (ditentukan) UTS : 30% (terjadwal) UAS : 40% (terjadwal) TOTAL : 100%

(NILAI A, A-, B+,B ,B-, C +, C, D dan E)

A.

Defenisi Sistem
Sistem adalah model matematika atau abstraksi proses fisika yang menghubungkan isyarat/sinyal masukan dengan keluaran berupa tanggapan system.

masukan input

SISTEM

keluaran output

II. REPRESENTASI SISTEM DALAM DIAGRAM KOTAK


Untuk memudahkan dalam menjelaskan atau menganalisis suatu sistem dalam model matematika dibuatkan dalam diagram kotak. Jadi

tidak hanya terbatas pada sistem kontrol, sistem apapun akan lebih
mudah penganalisaannya jika dibuat dalam diagram kotak

A.

Penggambaran Signal dalam Diagram Kotak


Signal digambarkan dengan anak-panah yang menunjukkan
sumber dari signal itu adalah pangkal anak panah dan kemana signal itu menuju dengan ujung anak panah.

Ada 2 macam anak panah yaitu :


Anak panah menunjukkan signal tunggal Anak panah menunjukkan signal majemuk

Untuk menamai signal tersebut diberikan notasi-notasi tertentu yang

menggambarkan variable peubah bebas misalnya waktu (t), peubah


Laplace (s), urutan (k), frekuensi sudut (w) dan lain-lain. Selain itu notasi bisa juga diberi nama yang sesuai seperti signal masukan, signal keluaran, kecepatan sudut dan lain-lain Dalam diagram kotak signal bisa bercabang. Ketika signal bercabang maka cabang-cabang signal itu tetap sama seperti semula. Contoh

x(t)
x(t) u(k)

u(k) u(k) u(k)

Y(s) Y(s) Y(s)

x(t)

u(k)

Signal-signal yang bertemu dalam diagram kotak, digambarkan pada

suatu pertemuan yang disebut junction. Ketika signal signal tersebut


bertemu maka signal tsb dapat saling menjumlah atau saling mengurangi dan digambarkan dengan Lingkaran. Contoh
x1(t)

+ +
x2(t) Y(t) = x1 (t)+ x2(t)- x3(t)

x3(t) x1(t) x4(t)

x2(t)

+ + x3(t)

+ +
x5(t)

Y(t) = x1 (t)+ x2(t)- x3(t)-x4(t+x5(t)

B. Penggambaran Sistem dalam Diagram Kotak


Sistem digambarkan dengan kotak, bentuk tersebut sama sekali tidak menggambarkaan bentuk fisik dari sistem yang

dipresentasikannya. Suatu sistem sering didefinisikan dengan


hubungan antara signal masukan dan signal keluaran disebut model masukan-keluaran. Isyarat masukan yang tidak dikehendaki disebut gangguan (disturbance) sedangkan signal keluaran yang tidak dikehendaki dan bersifat acak disebut derau (noise)

C. Interkoneksi sistem (Penggunaan diagram kotak)


Banyak sistem riil dibuat sebagai interkoneksi dari beberapa subsistem. Seperti pada sistem tata suara, yang melibatkan interkoneksi komponen-komponennya diantaranya penerima radio,

cd player/tape dengan amplifier dan beberapa speaker.


Sehingga untuk memudahkan dalam menganalisis kerja dan perilaku sistem keseluruhan digambarkan dengan blok diagram sederhana. Ada beberapa interkoneksi sistem yaitu

1. Hubungan Seri
Misal ada sebuah sistem 1 dimana keluaran sistem 1 menjadi masukan pada sistem 2 dan sistem keseluruhan mentransformasikan masukan dengan memproses masukan tersebut pertama oleh sistem 1 dan kemudian oleh sistem 2 . Contoh : Pada penerima radio yang dilengkapi dengan amplifier. Masukan Sistem 1 Sistem 2 Keluaran

2. Hubungan Paralel
Dimana jika ada dua sistem maka sinyal masukan yang sama dipakai untuk sistem 1 dan sistem 2 dan keluaran dari interkoneksi ini adalah jumlah dari keluaran sistem 1 dan sistem 2 Sistem 1 masukan Sistem 2 keluaran

3, Hubungan gabungan Seri dan paralel


Sistem 1 masukan Sistem 3 Sistem 2 keluaran

4. Hubungan umpan balik


Dimana keluaran Sistem 1 merupakan masukan Sistem 2, sedangkan keluaran sistem 2 diumpan balik dan ditambahkan pada masukan eksternal untuk menghasilkan masukan yang aktual pada sistem 1. Contoh : pengaturan kecepatan kendaraan mobil dengan mengatur suply aliran bahan bakar untuk menjaga kecepatan pada tingkat yang dikehendaki.

masukan

Sistem 1

keluaran

Sistem 2