Anda di halaman 1dari 6

Teori-teori dan analisa dan disain sistem untuk sistem linier lebih

berkembang dibanding dengan sistem tak linier, karena perilaku dan watak
alih sistem linier mudah digeneralisir daripada perilaku dan watak sistem tak
linier. Padahal secara alamiah hampir semua sistem yang ada di alam,
maupun yang dibuat manusia umumnya adalah sistem tak inier.
Contoh pada penguat yang merupakan sistem tak linier, bahwa kemudian
dianggap linier karena adanya asumsi bahwa penguat itu tidak akan jenuh
sehingga dianggap linier
Jadi linierisasi adalah memandang sistem tak linier seolah-olah sistem
yang linier. Linierisasi tidak mengubah sistem tak linier menjadi sistem
linier tetapi mengubah cara melihat sistem tak linier itu, sehingga pengamat
dapat menganggapnya sebagaI sistem linier.
Ada beberapa sistem tak linier dan ada bermacam-macam metode
linierisasi. Tidak ada metode linierisasi yang dapat melinierisasi semua
sistem tak linier .Demikian juga tak ada sistem tidak linier yang dapat
dilinierisasi oleh semua metode linierisasi.
Teknik linierisasi berlaku untuk melinierkan sistem non linier. Hal ini
penting karena dengan linierisasi persamaan non linier memungkinkan
untuk menerapkan banyak metode analisis linier yang akan
menghasilkan informasi mengenai perilaku sistem nonlinier. Prosedur
linierisasi berdasar pada ekspansi fungsi nonlinier menjadi deret Taylor
(taylor series)di sekitar titik operasi dan mempertahankan hanya bagian
yang linier saja. Karena mengabaikan bagian orde tinggi dari ekspansi
deret taylor, maka bagian ini harus cukup kecil, yaitu variabel tersebut
haya meyimpang sedikit dari keadaan operasi.
Untuk memperoleh model matematika yang linier dari suatu
sistem nonlinier, kita anggap bahwa variabel hanya mengalami deviasi
yang kecil dari titik kerjanya.
Ada juga sistem tdk linier yang tidak dapat diliniersasi dengan metode
linierisasi apapun. Jadi suatu metode linieriasasi umumnya hanya dapat
digunakan pada suatu kasus sistem tak linier tertentu
Tinjau suatu sistem yang mempunyai masukan x(t) dan keluaran y(t).
Hubungan antara y(t) dan x(t) diberikan oleh :
y = f(x) (1)
Dengan menggunakan deret taylor disekitar titik kerja diperoleh :
,
........ ) (
! 2
1
) ( ) (
) (
2
2
+ + + =
=
x x
dx
f d
x x
dx
df
x f
x f y
dengan turunan
dx
df
2
2
dx
f d
,
dihitung pada
x x =
.
Jika variasi
x x
kecil maka dapat diabaikan suku-suku x x berorde tinggi
Selanjutnya persamaan (2) dapat ditulis sebagai berikut :
) ( x x K y y + =
dengan,
x x
dx
df
K
x f y
=
=
= ) (
Persamaan (3) dapat ditulis kembali sebagai
yang menunjukkan bahwa
(2)
.. (3)
(4) ) ( x x K y y =
y y
sebanding dengan
x x
Persamaan (4) memberikan suatu model matematika linier untuk
operasi system nonlinier yang diberikan oleh persamaan (1).
Di sekitar titik operasi
y y x x = = ,
Selanjutnya untuk system yang keluarannya y, dan merupakan fungsi dari
dua buah masukan x
1
dan x
2
sedemikian rupa sehingga
) , (
2 1
x x f y =
Untuk memperoleh pendekatan linier pada system nonlinier ini, maka
dapat diuraikan persamaan (5) menjadi deret Taylor disekitar titik kerja
sehingga menjadi,
... .......... ) (
) ( ) )( ( 2 ) (
! 2
1
) ( ) ( ) , (
2
2 2
2
2
2
2
2 2
2
2
2
2 2 1 1
2 1
2
2
1 1
2
1
2
2 2
2
1 1
1
2 1
+
c
+
(

c
+
c c
c
+
c
+
(

c
+
c
c
+ =
x x
dx
f
x x
dx
f
x x x x
x x
f
x x
dx
f
x x
dx
f
x x
x
f
x x f y

dengan turunan parsial dihitung pada .
Di dekat titik kerja normal, bentuk-bentuk orde tinggi dapat diabaikan.
Model matematika linier dari system nonlinier ini di sekitar kondisi kerja
normal selanjutnya diberikan oleh,
) ( ) (
2 2 2 1 1 1
x x K x x K y y + =
dengan
2 2 1 1
,
1
1
2 1
) , (
x x x x
x
f
K
x x f y
= =
c
c
=
=
2 2 1 1
,
2
2
x x x x
x
f
K
= =
c
c
=
Teknik linierisasi ini berlaku di daerah yang berdekatan dengan keadaan
operasi. Namun jika keadaan operasi berubah-ubah secara luas,
persamaan linierisasi yang ini tidak cukup dan persamaan non linier harus
dikerjakan.
) , (
2 1
x x f y =
2 2 1 1
, x x x x = =
Contoh :
Linierisasi persamaan non linier :
z = xy
Dalam daerah 5 < x < 7, 10 < y < 12.

Penyelesaian