Anda di halaman 1dari 19

DEPARTEMEN AGAMA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG

copyright@2010

DEPARTEMEN AGAMA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG

PENGERTIAN

KEMUNCULAN

GOLONGAN SYIAH AJARAN

TOKOH2

PENYIMPANGAN

copyright@2010

Secara Etimologi: Syiah berasal dari bahasa Arab yang artinya aliran atau mazhab dalam Islam. Bentuk tunggal dari kata adalah yang berarti pengikut, pendukung, partai, atau golongan. Secara Terminologi: Sebagian kaum muslim yang dalam bidang keagamaanya selalu merujuk pada keturunan Nabi Muhammad SAW atau disebut Ahlul al Bait. Dengan kata lain Ali bin Abu Tholib dianggap lebih utama dari kholifah yang lain.

Abu Zahrah: Syiah mulai muncul pada akhir masa pemerintahan Ustman bin Affan kemudian tumbuh dan berkembang dimasa Ali bin Abu Thalib. Watt: Syiah muncul ketika terjadi perang siffin. Pengikut Ali terpecah menjadi 2, kelompok yang tetap dipihak Ali menjadi syiah dan yang keluar dari Ali disebut Khawarij.

(LANJUTAN)

Kaum Syiah: Syiah muncul berkaitan dengan masalah pengganti Nabi Muhammad, mereka menganggap bahwa Ali yang pantas menjadi khalifah pertama dan menolak ketiga kholifah. Al-Qumi, al-Nubakhti dan ar-Raji: Syiah lahir pada masa Nabi masih hidup. Pendapat ini sulit dibuktikan, karena pada masa Abu Bakar dan Umar saja tak dikenal adanya pengikut Syiah.

Perpecahan didalam syiah dipicu masalah doktrin imamah. Sehingga Syiah terbagi menjadi 4 golongan, yang membedakan dari tiap golongan terletak pada masalah imam.
SYIAH

ITSNA ASYARIAH

ZAIDIYAH

ISMAILIYAH

GHULAT

Disebut juga Imamiah atau Dua Belas Imam dinamakan demikian sebab mereka percaya yang berhak memimpin muslimin hanya 12 imam.
Aliran ini adalah yang terbesar di dalam Syiah. Urutan imam mereka yaitu: 1. Ali bin Abi Thalib (600661), disebut Amirul Mukminin 2. Hasan bin Ali (625669), disebut Hasan al-Mujtaba 3. Husain bin Ali (626680), disebut Husain asy-Syahid 4. Ali bin Husain (658713), disebut Ali Zainal Abidin

(LANJUTAN)

5.
6. 7. 8. 9. 10. 11. 12.

Muhammad bin Ali (676743), disebut Muhammad al-Baqir Jafar bin Muhammad (703765), disebut Ja'far ash Shadiq Musa bin Ja'far (745799), disebut Musa al-Kadzim Ali bin Musa (765818), disebut Ali ar-Ridha Muhammad bin Ali (810835), disebut Muhammad al-Jawad atau Muhammad at Taqi Ali bin Muhammad (827868), disebut Ali al-Hadi Hasan bin Ali (846874), disebut Hasan al-Asykari Muhammad bin Hasan (868), disebut Muhammad al-Mahdi.

Disebut juga 5 Imam sebab mereka merupakan pengikut Zaid bin Ali bin Husain bin Ali bin Abi Thalib. Mereka menganggap ketiga khalifah sebelum Ali sah. Urutan imam mereka yaitu: 1. Ali bin Abi Thalib (600661), juga dikenal dengan Amirul Mukminin
2. 3. 4. 5. Hasan bin Ali (625669), juga dikenal dengan Hasan al-Mujtaba Husain bin Ali (626680), juga dikenal dengan Husain asy-Syahid Ali bin Husain (658713), juga dikenal dengan Ali Zainal Abidin Zaid bin Ali (658740), juga dikenal dengan Zaid bin Ali asy-Syahid, adalah anak Ali bin Husain dan saudara tiri Muhammad al-Baqir.

Disebut juga Sabiyah sebab mereka hanya mengakui 7 imam dari Ali bin Abu Thalib, Ismailiyah diambil dari nama Ismail bin Ja'far. urutan imamnya Sbb: 1. Ali bin Abi Thalib (600661), disebut Amirul Mukminin 2. Hasan bin Ali (625669), disebut Hasan al-Mujtaba 3. Husain bin Ali (626680), disebut Husain asy-Syahid 4. Ali bin Husain (658713), disebut Ali Zainal Abidin 5. Muhammad bin Ali (676743), disebut Muhammad al-Baqir 6. Ja'far bin Muhammad (703765), disebut Ja'far ash-Shadiq 7. Ismail bin Ja'far (721 755), adalah anak pertama Ja'far ash-Shadiq dan kakak Musa alKadzim.

Istilah Ghulat berasal dari dari kata ghala-yaghlu-ghuluw yang artinya bertambah dan naik. Syiah Ghulat merupakan kelompok pendukung Ali yang sifatnya berlebihan atau ekstrim dan mengakui Ali bin Abi Thalib sebagai Tuhan dan tak mati terbunuh. Paham ini juga menyatakan Al-Quran seharusnya turun pada Ali Karena kekeliruan malaikat Jibril, diberikan kepada Muhammad saw (Ensiklopedi Juz 6 hal: 3406). Abu Zahrah mengatakan kelompok ini menempatkan Ali pada derajat Ketuhanan, ataupun kenabian, bahkan lebih tinggi dari Muhammad.

Inti ajaran Syiah terletak pada masalah imam yang mereka pusatkan pada tokoh-tokoh Ahlul Bait. Karena itu mereka menentukan 12 Imam. Pihak Syiah meyakini imam-imam ini mashum (terjaga dari salah dan dosa) dan yang paling berhak melaksanakan imamah. Ada empat rujukan utama Syiah untuk membangun madzhabnya, yaitu: 1. Al-Kafi, karangan Muhammad bin Yaqub bin Ishaq al Kulaini, ulama Syiah terbesar di zamannya. Dalam kitab itu terdapat 16199 hadits. Buku ini oleh kalangan Syiah paling terpercaya dari keempat rujukan itu.

(LANJUTAN)

2. Man Laa Yahdhuruhul Faqih karangan Muhammad bin Babawaih al-Qumi. Di dalamnya ada 3913 hadits musnad dan 1050 hadits mursal. 3. At- Tahdzib karangan Muhammad at-Tusi yang dijuluki Lautan Ilmu. 4. Al-Istibshar, mencakup 5001 hadits. (Muhammad Ridha Mudzaffar, al- Aqaidul Imamiyyah, Muhammad Shadiq ash-Shadr, asy-Syiah al-Imamiyah, Kairo, Mathbaatun Najah, th. 1402 H/1982 M, Cet II, hal 130-134).

1. Nashr bin Muzahim 2. Ahmad bin Muhammad bin Isa Al-Asy'ari 3. Ahmad bin Abi Abdillah Al-Barqi 4. Ibrahim bin Hilal Ats-Tsaqafi 5. Muhammad bin Hasan bin Furukh Ash-Shaf 6. Muhammad bin Masud Al-Ayasyi As-Samarqandi 7. Ali bin Babawaeh Al-Qomi 8. Syaikhul Masyayikh, Muhammad Al-Kulaini 9. Ibnu Aqil Al-Ummani 10. Muhammad bin Hamam Al-Iskafi 11. Muhammad bin Umar Al-Kasyi

(LANJUTAN)

12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21.

Ibn Qawlawaeh Al-Qomi Abu Ghalib Az-Zurari Ra`sul Muhadditsn, Syeikh Shaduq Ibnu Junaid Al-Iskafi Sayid Radhi Syaikh Mufid Sayid Murtadha Alamulhuda Syeikh Abu Shalah Al-Halabi Ahmad bin Ali An-Najasyi Syaikh Abu Jafar Ath-Thusi, Pendiri Hauzah Najaf

(LANJUTAN)

22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32.

Ibn Syadzan Al-Qomi Hamzah Bin Abdul Aziz Ad-Dailami Al-Qadhi Abdul Aziz Al-Halabi (Ibn Al-Barraj) Hakim Al-Haskani Muhammad Bin Hasan Al-Fattal An-Nisyaburi Abdul Wahid bin Muhammad At-Tamimi Al-AMu Sayid Fadhlullah Ar-Rawandi Abul Hasan Said bin Ibn Hamzah Imaduddin Ath-Thusi Sayid Abul Makarim Ibn Zuhrah Ibn Syahr Asyub

Secara umum, penyimpangan Syiah ada beberapa hal penting, yaitu: I. Syiah hanya memiliki 5 rukun Iman, yaitu1. Tauhid (keesaan Allah) 2. al-Adl (Keadilan Allah).
3. Nubuwwah (Kenabian) 4. Imamah (Kepemimpinan Imam). 5. Maad atau Hari kebangkitan dan pembalasan. (Muhammad Ridha Mudzaffar, al-Aqaidul Imamiyyah). 2. Syiah tak mencantumkan Syahadatain dalam rukun Islam, yaitu: 1. Shalat 2. Zakat 3. Puasa 4. Haji 5. Wilayah atau Perwalian. (al-Kafi, Juz II, hal 18). 3. Syiah meyakini bahwa Al-quran sekarang ini telah diubah, ditambah atau dikurangi dari yang seharusnya.

(LANJUTAN)

4. Syiah membolehkan Nikah Mutah (Nikah Kontrak) dengan jangka waktu tertentu. (Tafsir Minhajus Shadiqin, Juz II, hal: 493). Padahal, nikah mutah telah diharamkan Rasulullah yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib sendiri. 5. Syiah percaya pada ar-Rajah yaitu kembalinya ruh-ruh ke jasadnya masing-masing di dunia sebelum Kiamat di kala Imam Ghaib mereka keluar dari persembunyiannya dan menghidupkan Ali dan anak-anaknya untuk balas dendam pada lawan-lawannya.

DEPARTEMEN AGAMA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG

MATORRR. SUWOON.!

???!!!!!....