Anda di halaman 1dari 29

20070310055

Stase Ilmu Penyakit Dalam

keluhan gejala klinis yang terdiri dari rasa tidak enak/ sakit perut bagian atas yang menetap atau mengalami kekambuhan.

Dispepsia Organik

Dispepsia Fungsional

Ulkus Peptik kronik Gastro oesofageal refluk disease Kolelitiasis simtomatik Pankreatits kronik Gangguan metabolik Keganasan Nyeri dinding perut

Disfungsi Sensorikmotorik gastroduodenum Gastroparesis idiopatik Disritmia gaster Hipersensitifitas gaster Faktor psikososial Gastritis H.Pylori

Empat tipe dispepsia

-berdasarkan atas gejala yang paling dominan1.


Dispepsia tipe ulkus

Nyeri epigastrium Tempat nyeri dapat ditunjuk Nyeri malam hari (membangunkan tidur) Nyeri berkurang dengan makanan, antasid atau obat-obatan anti sekresi asam

2. Dispesia tipe dismotilitas :


Cepat kenyang Rasa penuh, kembung Sendawa, Mual, muntah

3. Dispepsia tipe refluks : Rasa terbakar didaerah restrosternal (pirosis/heartburn) Regurgitasi asam

4. Dispepsia tipe non spesifik : Gejala berupa campuran dari gejalagejala diatas, serta tidak ada gejala dominan

PEMERIKSAAN PENUNJANG
OMD dengan kontras Ganda Serologi Helicobacter Pylori Endoscopy (baku emas)

Algoritme penatalaksanaan dispepsia pada masyarakat umum


DISPEPSIA
USIA < 55 TH TANPA GEJALA ALARM Usia > 55 tahun dengan gejala alam : - muntah-muntah - demam - hematemesis - ikterus - penurunan berat badan riwayat pemakaian OAINS kronik riwayat kanker lambung pd keluarga pasien sangat khawatir akan penyakitnya

Terapi empiris selama 2 mgg dg : - antasid - H2 antagonis/PPI - Prokinetik Gagal atau segera kambuh lagi Test serologi H.pylori sembuh terapi dihentikan kambuh

Pusat rujukan : ahli gastroenterologi / dokter spesialis penyakit dalam/ dokter spesialis anak dg fasilitas Endoskopi RUJUK

Hasil (-)

hasil (+)

kambuh lagi lebih dari 3 kali

Kasus dispepsia yang sering terjadi

GASTRITIS ULKUS PEPTIKUM TUKAK DUODENI TUKAK STRESS

GASTRITIS
Inflamasi mukosa lambung, difus atau terbatas, bisa akut atau kronik.

GASTRITIS
AKUT (G.Superfisial akut)

ETIOLOGI
H.Pylori melekat pada epitel lambung menghancurkan lapisan mukosa lambung

Obat-obatan (aspirin, AINS), alkohol mengganggu sawar mukosa lambung


MANIFESTASI KLINIS Anoreksia, bersendawa, mual, muntah

Gasritis atrofik kronik

Tipe A (Atrofik atau Fundal) Penyakit autoimun yang tidak lazim berkaitan dengan hilangnya faktor intrinsik dan anemia pernisiosa Tipe B (antral) Berkaitan denga H.pilory

Diagnosis

KOMPLIKASI

Berdasarkan gambaran klinis, gambaran lesi mukosa akut di mukosa lambung berupa erosi atau ulkus dangkal dengan tepi rata pada endoskopi

Perdarahan saluran cerna bagian atas (SCBA) hematemesis dan melena, ulkus, perforasi

Terapi Gastritis
1. Antasida

2. Penyekat reseptor-H2
a.

Dosis : (15-30) cc 3-4 kali sehari 1 jam sesudah makan.


Cimetidin Ranitidin

dosis 2x (200-400) mg tiap hari pagi dan malam atau 800 mg malam hari
b.

dosis 2x (150-300) mg tiap hari pagi dan malam atau (300-600) mg malam hari
c.

Famotidin

dosis 200 mg tiap hari

3. Golongan motilitas

Domperidon 3x1 Cisapride 3x (5-10) mg/hari

4. Golongan prostaglandin E

Misoprostol emprostil

5. Sitoprotektif :
Sukralfat, setraksat, Teprenon

ULKUS PEPTIKUM
Ulkus : Hilangnya sebagian kulit atau membrana mukosa Ulkus peptikum : Ulkus yang disebabkan oleh pengaruh asam dan pepsin di lambung, duodenum, jejenum (post operasi anastomose gastrojejenum)

GEJALA

nyeri daerah epigastrium, kadang seperti rasa lapar. Rasa sakit timbul 1 sampai 3 jam sesudah makan dan juga timbul sakit pada malam hari terbangun dari tidurnya.

rasa tegang/kembung bila penderita mutah menghilang pd penderita dg striktura pilorus (pengerutan & kontraktura) bentuk lambung dg lumen korpus menyempit : Hour-glass stomach.

TUKAK DUODENI Rasa panas didada Mual dan muntah Sendawa Perut kembung

TUKAK DUODENI
Pain-food-relief.

TUKAK VENTRIKULI

Pain-food-pain. Setelah

Nyeri makan nyeri hilang 1.5 sampai 3 jam nyeri lagi

diberi makan 50% penderita hilang rasa sakitnya tetapi 1- 1.5 jam timbul lagi.

Pemeriksaan Penunjang
Radiologi : OMD double contrast
Bentuk bulbus tak teratur spasme & edema

Endoskopi

Endoskopi (Indikasi pemeriksaan)


1.

2.

3.

4.

Pemeriksaan radiologi hasil negatif atau meragukan : ukuran terlalu kecil & letak sangat superfisial Indikasi operasi tukak lambung atau mengesampingkan keganasan Melihat lagi bila pengobatan medik tidak berhasil Menentukan sumber perdarahan

Simpel : bentuk bulat atau lonjong, sedikit menonjol, dengan dasar kelabu atau putih dikelilingi mukosa yang mengalami edema. Lipatanlipatan mukosa berbentuk radien menuju ke tempat ulkus. Ulkus ganas : mengalami perdarahan atau nekrosis didasar ulkus dan infiltrasi noduler di mukosa sekitar ulkus.

Terapi
H2antagonis/PPI + Citoprotektif H.pylori triple/quadriple therapy ppi + amoxicilin + klaritromicin ppi + amoxicilin + metronidazole ppi + klaritromicin + metronidazole Masing2 diberikan selama 7-10 hari

TUKAK STRES (STRESS ULCER)


Kelainan mukosa saluran cerna bagian atas akibat tidak langsung yang berlaku sebagai Stressor

Mekanisme Terjadinya Tukak Stres

Hipergastrinemia Trauma kepala Hiperfungsi kelenjar korteks adrenal hiper kortisolnemia Luka bakar yang berat Trauma kepala stroke Iskemia mukosa lambung faktor terpenting . Pendapat lain : iskemia mukosa harus disertai faktor pencetus lain : HCL, asam empedu, dll

Syok, sepsis, trauma

Iskemia mukosa lambung

Pe permeabilitas mukosa

Pembentukan ulkus

Pelepasan pepsin dr sel chief

Pe difusi balik H +

Kerusakan mukosa

Edema, pe permeabilitas kapiler

Pelepasan histamin lokal

DIAGNOSIS
Endoskopi :

Ringan erosi dibeberapa tempat atau seluruh bagian lambung dan duodenum Berat nekrosis permukaan Lokalisasi erosi : yang tersering di fundus dan corpus. Berbeda dengan gastropatia OAINS di antrum Iskemia mukosa penurunan kadar ATP lebih dominan di korpus dan fundus daripada antrum proses nekrosis seluler

PENANGANAN

UMUM : Oksigenasi Mempertahankan volume intravaskuler yg adekuat dan perfusi jaringan MEDIKAMENTOSA :

Sucralfate garam aluminium dr sucrosa octasulphat

H2-antagonis Cimetidine 200 mg I.v./6 jam Ranitidine 50 mg I.v. /8 jam Penghambat Pompa 20 mg Omeprazole 30 mg Lansoprazole

Mengikat pepsin & garam empedu Efek sitoprotektif. Dosis 1 gr dlm 10 cc air lewat NGT tiap 6 jam

Proton :

Ulkus Duodenum
Patogenesis hiperasiditas Kolonisasi H.Pylori Obat ulcerogenik

Ulkus Peptikum
Kerusakan sawar mukosa Pembentukan HCL normal atau redah

Ulkus Stress
berhubungan dengan stress, trauma, sepsis, CKB (hipersekresi HCL), iskemi mukosa lambung asimptomatik sampai timbul penyulit berat ((perdarahan, perforasi) Biasanya multiple, erosi dffuse (fundus lambung)

Gambaran Klinis

Nyeri hilang saat diberi makan Sering timbul nyeri waktu malam 90% pada bulbus duodeni

Nyeri hilang atau timbul bila diberi mmakanan anrexia 90% pada antrum dan kurvatura minor

Patologi