Anda di halaman 1dari 81

MATERI KULIAH

STUDI GERAK, WAKTU DAN ERGONOMI


(MOTION, TIME STUDY AND ERGONOMICS)

Politeknik Manufaktur Astra

Politeknik Manufaktur Astra

ERGONOMI

DISIPLIN KEILMUAN YANG MEMPELAJARI MANUSIA DALAM KAITANNYA DENGAN PEKERJAANNYA DI AMERIKA BIASANYA DIKENAL DENGAN NAMA HUMAN FACTORS ENGINEERING
Politeknik Manufaktur Astra 3

TUJUAN ERGONOMI

MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA MENINGKATKAN KENYAMANAN KERJA MENINGKATKAN KESEHATAN & KESELAMATAN KERJA
Politeknik Manufaktur Astra 4

CAKUPAN ERGONOMI
STUDI METODE KERJA ANTROPOLOGI FISIK TATA LETAK FASILITAS KERJA BIOMEKANIS & HUMAN CONTROL KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA HUBUNGAN & PERILAKU MANUSIA KONDISI LINGKUNGAN KERJA
Politeknik Manufaktur Astra 5

STUDI METODE KERJA

STUDI TENTANG GERAK (ELEMEN GERAK) STUDI TENTANG WAKTU PETA - PETA KERJA

Politeknik Manufaktur Astra

ANTROPOLOGI FISIK

JUGA BIASA DISEBUT ANTROPOMETRI ANTRO = MANUSIA, METRI = UKURAN ILMU YANG MEMPELAJARI PENGUKURAN KEADAAN DAN CIRI - CIRI FISIK MANUSIA YANG DIHUBUNGKAN DENGAN TEMPAT KERJA MANUSIA

Politeknik Manufaktur Astra

TATA LETAK FASILITAS

BERTUJUAN MERANCANG TATA LETAK FASILITAS TEMPAT KERJA YANG EFEKTIF DAN EFISIEN ; MENGURANGI BACK TRACK DAN MEMBUAT JALUR LURUS MENGURANGI BIAYA MATERIAL HANDLING
Politeknik Manufaktur Astra 8

BIOMEKANIS & HUMAN CONTROL

PERBAIKAN SISTEM KERJA MELALUI PENGUKURAN SECARA BIOLOGIS : DETAK JANTUNG, TEKANAN DARAH, KONSUMSI OKSIGEN, TEMPERATUR TUBUH, KONSUMSI ENERGI DLL PERBAIKAN KERJA MELALUI SISTEM HUMAN CONTROL : SISTEM SYARAF, PANCA INDRA, DISPLAY DLL
Politeknik Manufaktur Astra 9

KESEHATAN & KESELAMATAN KERJA

MENGURANGI RESIKO AKIBAT KECELAKAAN KERJA : PERBUATAN YANG TIDAK SELAMAT DAN KONDISI YANG TIDAK SELAMAT MENINGKATKAN KESEHATAN PARA PEKERJA DAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN KERJA
Politeknik Manufaktur Astra 10

HUBUNGAN DAN PERILAKU MANUSIA


MOTIVASI DALAM BEKERJA HUBUNGAN & KELOMPOK KERJA KEPEMIMPINAN DALAM KERJA KOMPENSASI PELATIHAN DLL
Politeknik Manufaktur Astra 11

LINGKUNGAN KERJA
TEMPERATUR KERJA KELEMBABAN SIRKULASI UDARA PENCAHAYAAN KEBISINGAN GETARAN MEKANIS WARNA DLL
Politeknik Manufaktur Astra 12

PETA PETA KERJA

Politeknik Manufaktur Astra

13

KEGUNAAN PETA KERJA

Mengetahui informasi seluruh proses dari pada Benda Kerja Mempermudah perbaikan suatu metode kerja

Politeknik Manufaktur Astra

14

LAMBANG LAMBANG PETA KERJA


Lambang Proses Operasi Lambang Inspeksi Lambang Transportasi Lambang Menunggu Lambang Penyimpanan
Politeknik Manufaktur Astra 15

Bentuk Peta Kerja


Peta Kerja Keseluruhan: Peta Rakitan Peta Proses Operasi (OPC) Diagram Aliran Peta Aliran Proses Peta Kerja Setempat: Peta Tangan Kiri Tangan Kanan Peta Pekerja Mesin Peta Regu Kerja

Politeknik Manufaktur Astra

16

BIOMEKANIKA KERJA

Politeknik Manufaktur Astra

17

BIOMEKANIKA KERJA
Dalam biomekanika kerja dapat dilakukan pengukuran kerja berdasarkan tenaga yang dikeluarkan pada saat seseorang bekerja. Pengukuran kerja ini pada dasarnya adalah untuk mengukur besarnya usaha /energi yang dikeluarkan oleh seorang pekerja untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.

Politeknik Manufaktur Astra

18

TUJUAN BIOMEKANIS
MENGUKUR KONSUMSI ENERGI YANG DIKELUARKAN MENGUKUR WAKTU ISTIRAHAT YANG DIPERLUKAN MERANCANG ULANG/MENDESAIN PEKERJAAN YANG MENGELUARKAN KONSUMSI ENERGI YANG LEBIH SEDIKIT
Politeknik Manufaktur Astra 19

Standar Pengukuran Kerja Fisik

Pengukuran detak jantung dan denyut nadi Pengukuran terhadap konsumsi oksigen Pengukuran kalori atau panas yang dikeluarkan tubuh

Kerja fisik dapat dikelompokkan menjadi :


Kerja total seluruh tubuh Kerja sebagian otot

Politeknik Manufaktur Astra

20

KONSUMSI ENERGI
ENERGI YANG DIKELUARKAN MANUSIA TERDIRI DARI:
METABOLISME BASAL UNTUK BEKERJA

RATA - RATA MANUSIA MENGELUARKAN 2300 KKAL HINGGA 2500 KKAL PER HARI
Politeknik Manufaktur Astra 21

Konsumsi Energi

Y = 1,8 0,023X + 0,00047 X2 Dimana : Y = energi (kilo kalori per menit ) X = keceptan denyut jantung (denyut per menit )
Politeknik Manufaktur Astra 22

KONSUMSI ENERGI
Studi Kasus 1:

JIKA JUMLAH DENYUT NADI SEORANG PEKERJA 97 BEATS PER MENIT, BERAPAKAH KONSUMSI ENERGI YANG DIKELUARKANNYA !
KE = Et Ei Dimana : Et : pengeluaran energi pada saat waktu kerja tertentu (kilo kalori/menit ) KE: konsumsi energi untuk suatu kegiatan kerja tertentu (kilo kalori/menit ) Ei : pengeluaran energi pada saat istirahat (kilo kalori/menit )
Politeknik Manufaktur Astra 23

Kurva Pemulihan

Kurva pemulihan tingkat denyut jantung menunjukkan :


Tekanan fisiologis Aptitude fisik dari subjek Keberadaan kelelahan fisiologis Kelelahan fisiologis saat rangkaian periode kerja diamati
Politeknik Manufaktur Astra 24

WAKTU PEMULIHAN R = T (K-S) / K - 1,5


DIMANA: R = WAKTU PEMULIHAN (MENIT) T = TOTAL WAKTU KERJA (MENIT) K = RATA - RATA ENERGI YANG DIKONSUMSIKAN (KKAL / MENIT) S = ENERGI STANDAR (KKAL / MENIT) , LAKI - LAKI = 5 KKAL / MENIT & PEREMPUAN = 4 KKAL / MENIT
Politeknik Manufaktur Astra 25

WAKTU PEMULIHAN
KASUS:

JIKA SEORANG PEKERJA LAKI - LAKI PADA MESIN CAT POWDER MENGELUARKAN ENERGI RATA RATA 3,9 KKAL / MENIT. BERAPA WAKTI ISTIRAHAT JIKA IA BEKERJA SELAMA 8 JAM. BERAPA LAMA WAKTU ISTIRAHAT JIKA IA BEKERJA SELAMA 1 JAM.

PERTANYAAN:

Politeknik Manufaktur Astra

26

GIZI & KONSUMSI ENERGI

MANUSIA BERSIFAT KONSERVASI ATAU MEMENUHI HUKUM KEKEKALAN ENERGI YAITU ENERGI YANG MASUK = ENERGI YANG KELUAR

IDEALNYA MANUSIA MENGKONSUMSI GIZI 2300 - 2500 KALORI PER HARI


Politeknik Manufaktur Astra 27

UJI ANOVA
UJI ANALISIS VARIAN DITUJUKAN UNTUK MENGUJI DUA ATAU LEBIH RATA - RATA SUATU POPULASI
ATAU UNTUK PENGUJIAN APAKAH RATA RATA DUA POPULASI NORMAL ATAU LEBIH SAMA ATAU TIDAK

Politeknik Manufaktur Astra

28

CONTOH SOAL ANOVA


DARI TIGA JENIS PEKERJAAN BERIKUT MENGHASILKAN ENERGI DALAM KKAL :
A 1,2 1,4 2,1 B 4,5 5,1 4,9 C 7,8 8,9 7,7

APAKAH ANDA PERCAYA 95 % BAHWA KONSUMSI ENERGI KETIGA PEKERJAAN TERSEBUT BERBEDA !
Politeknik Manufaktur Astra 29

CONTOH SOAL (LANJUTAN 1)

ENERGI :

A B C 1,2 4,5 7,8 1,4 5,1 8,9 2,1 4,9 7,7 4,7 14,5 24,4

JUMLAH = 4,7 +14,5 + 24,7 = 43,6


Politeknik Manufaktur Astra 30

CONTOH SOAL (LANJUTAN 2) HIPOTESIS PENELITIAN

H0 : H1 :

KETIGA POPULASI MEMPUNYAI RATA - RATA SAMA SEKURANG - KURANGNYA DUA RATA - RATA POPULASI BERBEDA

ALPHA = 0,5 WILAYAH KRITIK : V1 = (JUMLAH KOLOM) - 1 = 3 - 1 = 2, V2 = (JUMLAH DATA) - 1 = 9 1=8 SEHINGGA WILAYAH KRITIKNYA: FHITUNG > FTABEL ATAU FHITUNG > 4,46

Politeknik Manufaktur Astra

31

CONTOH SOAL (LANJUTAN 3)

JKT = (1,22 + 4,52 + + 7,72) - 43,62/9 = 277,42 - 211,22 = 66,20


JKP = (4,72 + 14,52 + 24,42)/3 - 43,62/9 = 275,90 - 211,22 = 64,48 JKG = JKT - JKK = 66,20 - 64,68 = 1,52 KTP = JKK / V1 = 64,48 / 2 = 32,24 KTG = JKP / V2 - V1 = 1,52 / 6 =0,25 FHITUNG = KTK / KTP = 32,24 / 0,25 = 128,96

Politeknik Manufaktur Astra

32

SOAL UNTUK ANOVA

HASIL PRODUKSI (DALAM UNIT) ANTARA SHIFT MALAM DAN SIANG SELAMA 5 HARI KERJA SEBAGAI BERIKUT : SIANG MALAM 238 231 256 241 233 208 214 220 247 248

APAKAH ANDA PERCAYA 99 % BAHWA HASIL PRODUKSI SHIFT MALAM DAN SIANG BERBEDA !

Politeknik Manufaktur Astra

33

TEKANAN DARAH / HIPERTENSI

SISTOLIK

DIASTOLIK

KRITERIA H NORMAL H RINGAN H SEDANG H BERAT SANGAT BERAT

130 90 160 100 190 110 210 120 DIATAS 210

Politeknik Manufaktur Astra

34

ANTROPOMETRI
WORKING SMARTER NOT HARDER (Konz, Industrial Ergonomist)

Politeknik Manufaktur Astra

35

ANTROPOMETRI

ANTRO : MANUSIA METRI : UKURAN ANTROPOMETRI : SUATU STUDI YANG BERKAITAN DENGAN PENGUKURAN DIMENSI TUBUH MANUSIA

Politeknik Manufaktur Astra

36

FUNGSI DATA ANTROPOMETRI


PERANCANGAN AREAL KERJA (WORK STATION,TEMPAT DUDUK, MEJA)
PERANCANGAN PERALATAN KERJA (PERKAKAS KERJA, MESIN) PERANCANGAN PRODUK PRODUK KONSUMTIF (BAJU, SEPATU) PERANCANGAN LINGKUNGAN KERJA (GANG, TINGGI SAKLAR LAMPU)
Politeknik Manufaktur Astra 37

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI UKURAN MANUSIA

UMUR JENIS KELAMIN RAS : KAUKASOID, MONGOLOID, NEGROID DAN RAS KHUSUS

POSISI TUBUH (POSTURE)

Politeknik Manufaktur Astra

38

PERBEDAAN TINGGI TUBUH

UNTUK MILITER : PERANCIS (184 cm), ITALIA, TURKI DAN JEPANG

UNTUK WANITA : SWEDIA (175 cm), AMERIKA, INGGRIS DAN JEPANG

Politeknik Manufaktur Astra

39

POSISI TUBUH

DIMENSI STRUKTUR TUBUH : DIUKUR DALAM BERBAGAI POSISI STANDAR DAN TIDAK BERGERAK (STATIC ANTROPOMETRI) DIMENSI FUNGSIONAL TUBUH : DIUKUR KETIKA FUNGSI TUBUH SEDANG BERGERAK UNTUK MELAKUKAN TUGAS TERTENTU (DYNAMIC ANTROPOMETRI)

Politeknik Manufaktur Astra

40

APLIKASI DISTRIBUSI NORMAL DALAM ANTROPOMETRI

PERSENTIL 5 = (RATA - RATA) - (1,645) (SD) PERSENTIL 10 = (RATA - RATA) - (1,280) (SD) PERSENTIL 95 = (RATA - RATA) + (1,645) (SD) SOAL : JIKA RATA - RATA UKURAN TINGGI BURUH PABRIK 169 cm DAN STANDAR DEVIASINYA 7,1 cm. BERAPA PERSENTIL 10 DAN 95 !

Politeknik Manufaktur Astra

41

APLIKASI DATA ANTROPOMETRI

PRINSIP PERANCANGAN PRODUK DENGAN UKURAN EKSTRIM (TINGGI PINTU)

PRINSIP PENGUKURAN PRODUK DENGAN PENYESUAIAN (KURSI MOBIL)


PRINSIP PERANCANGAN PRODUK DENGAN UKURAN RATA RATA (MAINAN, PERKAKAS RUMAH TANGGA)

Politeknik Manufaktur Astra

42

Waktu Baku
Waktu Baku adalah merupakan suatu waktu standar yang dimiliki oleh sebuah pekerjaan tertentu.

Politeknik Manufaktur Astra

43

Menggunakan Jam Henti

Didapatkan WAKTU SIKLUS (Ws) WAKTU NORMAL (Wn) = Ws + (1 + p) WAKTU BAKU = Wn + (a x Wn) Dimana: p = Penyesuaian a = allowance / Kelonggaran

Politeknik Manufaktur Astra

44

BENTUK PENYESUAIAN

MENURUT WESTINGHOUSE : Skill / Ketrampilan Effort / Usaha Conditions / Kondisi Kerja Consistency / Konsistensi

Politeknik Manufaktur Astra

45

ALLOWANCE

Meliputi: TENAGA YG DIKELUARKAN SIKAP KERJA GERAKAN KERJA KELELAHAN MATA TEMPERATUR KEADAAN ATMOSFER

Politeknik Manufaktur Astra

46

WORK SAMPLING

Politeknik Manufaktur Astra

47

WORK SAMPLING

MENGAMBIL SUATU SAMPEL BERUPA DATA PADA SEBUAH PEKERJAAN YANG HENDAK DIUKUR DATA YANG BAIK ADALAH DATA YANG MEMENUHI KRITERIA SEBAGAI BERIKUT : DAPAT MEWAKILI POPULASI BERDISTRIBUSI NORMAL DAN DATA YANG HOMOGEN SECARA STATISTIK UNTUK MEMUDAHKAN PENGHITUNGAN SUATU PENELITIAN TERHADAP PEKERJAAN MAKA PERLU DILAKUKAN PENGAMBILAN SAMPEL

Politeknik Manufaktur Astra

48

TINGKAT KEPERCAYAAN

KARENA JUMLAH SAMPEL YANG KITA AMBIL LEBIH SEDIKIT DARI PADA JUMLAH POPULASI YANG SEBENARNYA MAKA SULIT BAGI KITA UNTUK PERCAYA 100 % BAHWA SAMPEL YANG KITA AMBIL DAPAT MEWAKILI POPULASI KITA MAKSIMAL DAPAT MEMILIKI TINGKAT KEPERCAYAAN 99,999999 % NILAI ALPHA = 1 - TINGKAT KEPERCAYAAN
Politeknik Manufaktur Astra 49

UKURAN - UKURAN STATISTIK


UKURAN PEMUSATAN : NILAI RATA - RATA DARI SEKUMPULAN DATA VARIAN :

s2 = (x - xrata - rata)2 / n 1

STANDAR DEVIASI : JIKA NILAI s2 KITA AKARKAN MAKA DIDAPATKAN NILAI s. NILAI s ITULAH YG DIKATAKAN SEBAGAI STANDAR DEVIASI

Politeknik Manufaktur Astra

50

UKURAN - UKURAN STATISTIK

Soal: DIKETAHUI DATA WAKTU PROSES PERAKITAN (DALAM DETIK) SEBUAH PRODUK SEBAGAI BERIKUT: 4,5 5,1 4,8 5,0 4,9 4,8 COBA CARI : RATA - RATA, VARIAN DAN STANDAR DEVIASINYA

Politeknik Manufaktur Astra

51

NILAI Z

DIGUNAKAN UNTUK MEMBANDINGKAN DUA PENGAMATAN DARI DUA KELOMPOK DATA YANG BERBEDA JUGA DAPAT DIGUNAKAN UNTUK MENGGANTI SUATU NILAI X PADA DISTRIBUSI NORMAL NILAI z :

z = x - xrata - rata / s
dimana : x = nilai yang diamati s = standar deviasi

Politeknik Manufaktur Astra

52

NILAI Z (soal)

OPERATOR JONI KETIKA MERAKIT PRODUK A MEMERLUKAN WAKTU 82 DETIK SEMENTARA DIKETAHUI RATA - RATA MERAKIT PRODUK A ADALAH 70 DETIK DAN STANDAR DEVIASINYA 9 DETIK SEMENTARA ITU OPERATOR BUDI MERAKIT PRODUK B MEMERLUKAN WAKTU 87 DETIK DAN DIKETAHUI RATA RATA MERAKIT PRODUK B ADALAH 79 DETIK DAN STANDAR DEVIASINYA 5 DETIK. APAKAH OPERATOR BUDI LEBIH BAIK DARI PADA OPERATOR JONI ?

Politeknik Manufaktur Astra

53

SEBARAN FREKUENSI

JIKA KITA MEMILIKI SUATU KELOMPOK DATA YANG CUKUP BESAR MAKA KITA DAPAT MEMBAGINYA MENJADI BEBERAPA KELOMPOK DATA YANG DISAJIKAN DALAM BENTUK SEBARAN FREKUENSI DIKATAKAN SEBAGAI DATA YG TELAH DIKELOMPOKAN

Politeknik Manufaktur Astra

54

SEBARAN FREKUENSI
MISALNYA DATA WAKTU PROSES PERAKITAN (DALAM DETIK) SEBAGAI BERIKUT : 2,7 2,9 2,9 2,8 2,7 3,0 3,0 2,6 2,5 2,6 DAPAT DIKELOMPOKAN MENJADI :

BATAS KELAS FREKUENSI 2,45 - 2,65 3 2,65 - 2,85 3 2,85 - 3,05 4

Politeknik Manufaktur Astra

55

SEBARAN FREKUENSI

PADA 20 PENGOPERASIAN MESIN PUNCH PRESS DIDAPAT DATA WAKTU OPERASI (DALAM DETIK) SEBAGAI BERIKUT: 7,8 6,9 7,7 6,9 7,2 7,3 7,3 7,5 8,1 8,3 8,1 7,4 7,6 7,5 8,1 7,4 7,3 8,0 7,5 7,6 COBA DIBUAT SEBARAN FREKUENSINYA !

Politeknik Manufaktur Astra

56

PERSENTIL

ADALAH NILAI - NILAI YANG MEMBAGI SEGUGUS PENGAMATAN MENJADI 100 BAGIAN YANG SAMA MISAL PADA SOAL DI BAWAH BATAS KELAS 2,45 - 2,65 2,65 - 2,85 2,85 - 3,05 FREKUENSI 3 3 4

KITA INGIN MENENTUKAN P75


Politeknik Manufaktur Astra 57

PERSENTIL (LANJUTAN)

BERAPA P75 : JUMLAH PENGAMATAN : 75/100 X 10 = 7,5 PENGAMATAN PADA BATAS KELAS YANG KEDUA HANYA MEMILIKI 6 PENGAMATAN BERARTI KURANG 1,5 PENGAMATAN DARI 4 PENGAMATAN BERIKUTNYA PENGAMATAN SISA = 1,5/4 X 0,2 = 0,075 MAKA P75 = 2,85 +0,075 = 2,925

Politeknik Manufaktur Astra

58

DISTRIBUSI NORMAL

MERUPAKAN SEBARAN YANG PALING PENTING DI DALAM ILMU STATISTIK

GRAFIKNYA DISEBUT KURVA NORMAL


BANYAK SEKALI GUGUSAN DATA YANG TERJADI DI ALAM DAN DI INDUSTRI MENGIKUTI KURVA NORMAL

Politeknik Manufaktur Astra

59

LUAS KURVA NORMAL


JIKA RATA - RATA WAKTU BAKU SUATU KELOMPOK DATA = 50 DETIK DAN STANDAR DEVIASI = 10 DETIK BERAPA PELUANG SEBUAH NILAI DIANTARA WAKTU 45 DAN 62 DETIK !
P (45 < X < 62) = P (-0,5 < z < 1,2) = P (z < 1,2) - P (z < -0,5) = 0,8849 - 0,3085 = 0,5764

Politeknik Manufaktur Astra

60

LUAS KURVA NORMAL (LANJUTAN)


JIKA SUATU WAKTU PENGERJAAN MENGELAS RATA - RATA ADALAH 800 DETIK DAN STD DEVIASINYA = 40 DETIK MAKA PELUANG SESEORANG MENGERJAKANNYA DALAM WAKTU 834 DETIK: P(x = 834) = P (z = 0,85) = 0,8023 = 80,23 %

Politeknik Manufaktur Astra

61

LUAS KURVA NORMAL (soal)

RATA - RATA WAKTU PENGERJAAN MEMFRAIS SEBUAH OBYEK ADALAH 12,7 DETIK DAN STD DEVIASINYA ADALAH 4,3 DETIK. BERAPA PELUANG SESEORANG MENGERJAKANNYA DALAM 10 DETIK DAN BERAPA PULA PELUANGNYA JIKA SESEORANG MENGERJAKANNYA ANTARA 11,01 DAN 11,08 DETIK

Politeknik Manufaktur Astra

62

MENENTUKAN JUMLAH SAMPEL


TEKNIK SLOVIN :
n = N / 1 + N (alpha)2 dengan: n N Alpha SOAL: = Jumlah Sampel = Jumlah Populasi = tingkat kesalahan

Berapa jumlah sampel yang diambil jika jumlah Populasi 5000 dan alpha = 5 %

Politeknik Manufaktur Astra

63

MENENTUKAN JUMLAH SAMPEL (LANJUTAN)


TEORI DALIL LIMIT PUSAT : DAPAT MENGAMBIL SAMPEL MINIMAL 30 DENGAN CATATAN SAMPEL YANG DIAMBIL BERDISTRIBUSI NORMAL TEKNIK PROPORSI : n = (Zalpha/2)2 (p) (q) / (e)2 dimana : p = proporsi pendahuluan q=1-p e = error

Politeknik Manufaktur Astra

64

MENENTUKAN JUMLAH SAMPEL (soal)


DIKETAHUI PADA PENGAMATAN AWAL DARI 500 ORANG HANYA 160 ORANG YANG PRODUKTIF. BERAPA BESAR UKURAN SAMPEL YG DIPERLUKAN JIKA KITA MENGINGINKAN PERCAYA 95 % BAHWA NILAI PROPORSI SAMPEL HANYA BERBEDA 0,02 DENGAN PROPORSI SEBENARNYA DAN BERAPA JIKA KITA HANYA PERCAYA 90 %

TUJUAN UJI KENEORMALAN DATA: BERTUJUAN UNTUK MEGETAHUI APAKAH DATA TERSEBUT BERDISTRIBUSI NORMAL ATAU TIDAK DAPAT DILAKUKAN DENGAN UJI KERTAS NORMAL ATAU DAPAT JUGA DENGAN UJI CHI SQUARE
Politeknik Manufaktur Astra 65

UJI KENORMALAN DATA (LANJUTAN)


ADA 40 SEBARAN DATA DENGAN RATA - RATA = 3,41 DAN STANDAR DEVIASI = 0,703 SEBAGAI BERIKUT:

BATAS KELAS 1,45 - 2,95 2,95 - 3,45 3,45 - 3,95 3,95 - 4,95

FREKUENSI 7 15 10 8

Politeknik Manufaktur Astra

66

UJI KENORMALAN DATA (LANJUTAN)

LALU KITA CARI FREKUENSI HARAPANNYA : MISAL KITA AMBIL KELAS KE DUA!

P (2,95 < X < 3,45) = P (-0,65 < z < 0,06) = P (z < 0,06) - p (z < -0,65) = 0,5239 - 0,2578 = 0,2661
MAKA FREKUENSI HARAPAN BAGI KELAS KEDUA = (0,2661) (40) = 10,6
Politeknik Manufaktur Astra 67

UJI KENORMALAN DATA (LANJUTAN)

SEHINGGA DIDAPATKAN SEBARAN FREKUENSI HARAPANNYA SEBAGAI BERIKUT:

BATAS KELAS 1,45 - 2,95 2,95 - 3,45 3,45 - 3,95 3,95 - 4,95

FREKUENSI F HARAPAN 7 10,4 15 10,6 10 10,2 8 8,8

Politeknik Manufaktur Astra

68

UJI KENORMALAN DATA (LANJUTAN)


UJI HIPOTESIS CHI SQUARE PADA ALPHA = 0,05 H0 : H1 : SEBARAN DATA BERDISTRIBUSI NORMAL SEBARAN DATA TIDAK BERDISTRIBUSI NORMAL

ALPHA = 0,05

WILAYAH KRITIK :
X2hitung > X2alpha (3,841)
Politeknik Manufaktur Astra 69

UJI KENORMALAN DATA (LANJUTAN)


5. PERHITUNGAN:
X2hitung = (7-10,4)2/10,4 + + (8-8,8)2/8,8 = 3,015

6. KESIMPULAN: KARENA TIDAK MASUK KE DALAM WILAYAH KRITIK MAKA TERIMA H0 BAHWA SEBARAN DATA BERDISTRIBUSI NORMAL CATATAN : df = JUMLAH KELAS - 3
Politeknik Manufaktur Astra 70

UJI KENORMALAN DATA (soal)

JIKA TERDAPAT DATA WAKTU PROSES PENGELASAN SEBAGAI BERIKUT:

12,3 12,7 13,1 11,2 10,8 9,7 11,7 9,9 9,6 10,5 11,2 10,8 9,9 10,5 11,9
APAKAH ANDA PERCAYA SEBANYAK 90 % JIKA DATA DI ATAS BERDISTRIBUSI NORMAL !

Politeknik Manufaktur Astra

71

UJI KENORMALAN DATA (soal)


JIKA ADA SEBARAN SEPERTI DI BAWAH INI: BATAS KELAS 10 - 19 20 - 29 30 - 39 40 - 49 50 - 59 FREKUENSI 8 21 37 19 11

APAKAH DATA DIATAS BERDISTRIBUSI NORMAL ATAU TIDAK ! (GUNAKAN KERTAS NORMAL)
Politeknik Manufaktur Astra 72

UJI HOMOGENITAS DATA

UNTUK MENGUJI SEBUAH DATA HOMOGEN SECARA STATISTIK ATAU TIDAK UJI HOMOGENITAS DATA ADA 2 YAITU : UNTUK DATA YANG BERSIFAT KONTINYU DAN DATA YANG BERSIFAT DISKRIT UNTUK DATA YANG KONTINYU DAPAT MENGGUNAKAN PETA X - R ATAU X - R MOVING DAN UNTUK DATA YANG DISKRIT DAPAT MENGGUNAKAN PETA pn UNTUK JUMLAH PENGAMATAN TETAP DAN PETA p UNTUK JUMLAH PENGAMATAN BERUBAH

Politeknik Manufaktur Astra

73

UJI HOMOGENITAS DATA (LANJUTAN)


CONTOH PETA X - R DALAM PENGAMATAN WAKTU BAKU: W1 4,8 4,7 4,8 W2 4,7 4,9 4,9 W 3 RATA2 RANGE 4,9 4,8 0,2 4,6 4,73 0,3 4,9 4,87 0,1 = 14,397/3 = 4,8 = 0,2+0,3+0,1/3 = 0,2
Politeknik Manufaktur Astra 74

RATA - RATA TOTAL

RATA - RATA RANGE

UJI HOMOGENITAS DATA (LANJUTAN)


PETA KENDALI X: GARIS PUSAT UCL = = CL = RATA -RATA TOTAL RATA - RATA TOTAL + (A2) (RATA - RATA RANGE)

PETA KENDALI R: CL UCL LCL = RATA - RATA RANGE = (D4) (RATA - RATA RANGE) = (D3) (RATA - RATA RANGE)

Politeknik Manufaktur Astra

75

UJI HOMOGENITAS DATA (soal 1)


DIDAPATKAN WAKTU OPERASI SEBAGAI BERIKUT: W1 2,6 3,2 2,8 3,0 W2 2,3 1,9 2,3 2,6 W3 3,8 2,5 2,1 2,8 W4 2,9 2,7 2,9 2,8

MENURUT ANDA APAKAH DATA DI ATAS HOMOGEN SECARA STATISTIK !


Politeknik Manufaktur Astra 76

UJI HOMOGENITAS DATA (LANJUTAN)


CONTOH UJI PETA KENDALI pn: JUMLAH PENGAMATAN 100 100 100 100 100 TOTAL 500
Politeknik Manufaktur Astra

PRODUKTIF 75 81 93 84 86 419
77

UJI HOMOGENITAS DATA (LANJUTAN)


RATA - RATA p = 419 / 500 = 0,838 RATA - RATA pn = 419 / 5 = 83,8 CENTRAL LIMIT = RATA - RATA pn UCL = 83,8 + 3 83,8 (1- 0,838) = 87,49 LCL = TANDA + DIGANTI MINUS

Politeknik Manufaktur Astra

78

UJI HOMOGENITAS DATA (soal 2)


BERIKUT DATA PENGAMATAN: JUMLAH PENGAMATAN PRODUKTIFITAS 150 99 150 111 150 121 150 97 150 131

MENURUT ANDA APAKAH DATA PRODUKTIFITAS DI ATAS HOMOGEN SECARA STATISTIK ATAU TIDAK !

Politeknik Manufaktur Astra

79

UJI HOMOGENITAS DATA (LANJUTAN)


CONTOH UJI PETA p: JUMLAH PENGAMATAN 125 131 152 147 138 TOTAL 693 RATA - RATA p = 419 / 693 = 0,61 PRODUKTIF 75 81 93 84 86 419

Politeknik Manufaktur Astra

80

UJI HOMOGENITAS DATA (LANJUTAN)


CENTRAL LIMIT = 0,605

UCL = 0,605 + 3

0,605(1-0,605)/n

LCL = TANDA PLUS DIGANTI MINUS n = UKURAN PENGAMATAN SUB GRUP

Politeknik Manufaktur Astra

81