Anda di halaman 1dari 25

Emile Durkheim

Teori Sosiologi Klasik

Riwayat Singkat
Lahir 1858 di Epinal (perkampungan kecil Yahudi di bagian timur Prancis yang agak terpencil) Keluarga rahib, tapi dia masuk Katolik, tapi kemudian menjadi orang yang tak mau tahu dengan agama (agnostik), tetapi masalahmasalah dasar tentang moralitas & usaha meningkatkan moralitas masyarakat merupakan perhatian pokok selama hidupnya. Usia 21 masuk Ecole Normale Superieure

Karya Utama
The Division of Labour in Society Suicide The Elementary Form of Religious Life

Yang mempengaruhi pemikirannya :


Fustel de Coulanges, ahli sejarah, penulis The Ancient City belajar nilai ilmiah yang kuat dalam penelitian sejarah Juga tekanannya pada konsensus intelektual & agama sebagai dasar solidaritas sosial sangat mengesankan Durkheim Saat Durkheim mulai berkecimpung dalam karirnya tentang masalah bagaimana tuntutan moral masyarakat diendapkan dalam kesadaran subyektif individu, ia kembali memperhatikan agama & sumbangannya dalam mempertahankan integrasi masyarakat.

Yang mempengaruhi pemikirannya :


Boutroux ahli filsafat. Durkheim belajar pentingnya untuk mengakui bahwa ada tingkatan-tingkatan kenyataan yang berbeda dan tingkatan-tingkatan kenyataan yang lebih tinggi dapat memperlihatkan sifat-sifat yang muncul yang tak dapat dijelaskan hanya dalam hubungannya dengan gejala sosial yang lebih rendah tingkatannya. Fakta sosial ada pada tingkatannya sendiri yang beda dengan fakta individual argumen melawan reduksionisme psikologis

KENYATAAN FAKTA SOSIAL


Asumsi umum yang paling fundamental yang mendasari pendekatan Durkheim terhadap sosiologi adalah bahwa gejala sosial itu riil & mempengaruhi kesadaran individu serta perilakunya yang berbeda dari karakteristik psikologis, biologis, atau karakteristik individu lain-lainnya Lebih lagi karena gejala sosial merupakan fakta yang riil, gejala-gejala itu dapat dipelajari dengan metode-metode empirik yang memungkinkan satu ilmu sejati tentang masyarakat dapat dikembangkan.

FAKTA SOSIAL
Fakta sosial tak dapat direduksikan ke fakta individu, tapi memiliki eksistensi yang independen pada tingkat sosial. Karakteristik fakta sosial bersifat : eksternal, memaksa individu (koersif), bersifat umum/tersebar secara meluas dalam satu masyarakat.

Fakta Sosial
Fakta sosial : Cara bertindak, berpikir, & berperasaan yang memperlihatkan sifat patut dilihat sebagai sesuatu yang berada di luar kesadaran individu

Fakta Sosial
Prinsip Dasar Pertama : Bahwa fakta sosial harus dijelaskan dalam hubungannya dengan fakta sosial lainnya asas pokok yang mutlak. Kemungkinan lain yang paling besar untuk menjelaskan fakta sosial : adalah menghubungkannya dengan gejala individu (kemauan,kesadaran,kepentingan pribadi individu,dst) mereduksi ke tingkat psikologis (atau biologis).

Fakta Sosial
Prinsip Dasar yang Kedua : Bahwa asal-usul suatu gejala sosial & fungsi-fungsinya merupakan dua masalah yang terpisah. Misal motivasi menikah menghasilkan akibat sosial tertentu misal ada angka perkawinan tertentu (tidak melihat alasan pribadi kenapa dia menikah)

SOLIDARITAS & TIPE STRUKTUR SOSIAL Solidaritas fakta sosial yang paling sentral dibahas Durkheim. Solidaritas menunjuk pada satu keadaan hubungan antara individu dan atau kelompok yang didasarkan pada perasaan moral dan kepercayaan yang dianut bersama yang diperkuat oleh pengalaman emosional bersama.

Solidaritas dan Struktur Sosial


Sumber utama Durkheim bicara tipe-tipe yang berbeda dalam solidaritas & sumber-sumber struktur sosialnya : The Division of Labor dan The Rules of Sociological Methods Tujuan dari karya klasik ini : untuk menganalisa pengaruh (fungsi) kompleksitas dan spesialisasi pembagian kerja dalam struktur sosial dan perubahan-perubahan yang diakibatkannya dalam bentuk-bentuk pokok solidaritas sosial.

Solidaritas dan Struktur Sosial


Pertumbuhan pembagian kerja meningkatkan suatu perubahan dalam struktur sosial dari solidaritas mekanik ke organis

Tipe Solidaritas
Solidaritas Mekanis
Pembagian Kerja Rendah Kesadaran kolektif kuat Hukum Represif dominan Individualitas rendah Konsensus terhadap pola-pola normatif penting

Solidaritas Organis
Pembagian Kerja Tinggi Kesadaran Kolektif Rendah Hukum Restitutif Dominan Individualitas Tinggi Konsensus pada nilai-nilai abstrak dan umum itu penting Saling ketergantungan tinggi Bersifat industrial-perkotaan

Secara relatif ketergantungan rendah Bersifat primitif/pedesaan

Integrasi Sosial dan Angka Bunuh Diri


Pokok monografi SUICIDE pertanyaan umum tentang bagaimana perubahan dalam angka bunuh diri mencerminkan keadaan solidaritas dalam masyarakat (fakta sosial harus dijelaskan dengan fakta sosial lainnya).

Integrasi Sosial dan Angka Bunuh Diri


Angka bunuh diri sebagai fakta sosial & bukan fakta individu. Proposisi dasar Suicide bahwa angka bunuh diri berbeda-beda menurut tingkat integrasi sosial.

Tipe bunuh diri


Egoistik Anomik Altruistik

Bunuh Diri Egoistik


Integrasi rendah, bunuh diri tinggi. Disebabkan baik oleh tekanan budaya pada individualisme maupun oleh kurangnya ikatan pribadi dengan kelompok primer Misalnya orang yang tak kawin bunuh diri tinggi, Protestan lebih tinggi daripada Katolik.

Bunuh Diri Anomik


Muncul dari tak adanya pengaturan bagi tujuan & aspirasi individu Krisis ekonomi yang parah Bunuh diri anomik merupakan hasil dari suatu tingkat integrasi sosial yang terlampau kuat

Bunuh Diri Altruistik


Karena pembelaan terhadap nilai tertentu (agama, bangsa, nasionalisme,dll)

Durkheim tentang Agama


Bagi Durkheim, analisis sosiologis tentang agama harus mulai dengan pengakuan adanya saling ketergantungan agama dengan masyarakat

Pengertian Agama versi Durkheim


Agama sistem terpadu tentang kepercayaan-kepercayaan praktekpraktek yang berhubungan dengan bendabenda suci, khusus, atau terlarang. Kepercayaan-kepercayaan & praktekpraktek itu menyatu dalam satu komunitas yang disebut umat/jemaat/dll, semuanya yang berhubungan dengan itu.

Kenyataan apa yang mendasari konsep tentang yang suci itu yang bersifat universal? Jawaban : Ide tentang yang suci muncul dari kehidupan kelompok & sebenarnya mewakili kenyataan kelompok itu dalam bentuk simbol.

Kepercayaan & ritus agama memperkuat ikatan-ikatan sosial di mana kehidupan kolektif bersandar Kepercayaan totemik memperlihatkan kenyataan masyarakat itu sendiri, dalam bentuk simbolis. Ritus (apapun) mempersatukan individu dalam kegiatan bersama dengan satu tujuan bersama & memperkuat kepercayaan; perasaan & komitmen moral yang merupakan dasar struktur sosial.

Tantangan bagi mereka yang memakai perspektif Durkheim tentang agama


Adalah benar-benar untuk menunjukkan setepat mungkin bagaimana kepercayaan agama tertentu/ritus-ritusnya mencerminkan/memperkuat struktur sosial & prinsip-prinsip moral yang menjadi landasannya. Contoh lain korelasi antara orientasi agama struktur sosial perkembangan bentuk-bentuk komitmen agama yang bersifat sangat pribadi yang sejajar dengan pertumbuhan individualisme dalam masyarakat organik.

Anda mungkin juga menyukai