Anda di halaman 1dari 28

SKOLIOSIS

hartati

SKOLIOSIS
Pengertian : Skoliosis adalah Kurvatura lateral pada tulang belakang yang biasanya berkaitan dengan deformitas memutar. Skoliosis struktural dicirikan dengan perubahan pada tulang belakang dan struktur penyokongnya yang menyebabkan kehilangan fleksibilitas dan deformitas yang tidak dapat diperbaiki Patofisiologi Skoliosis yang merupakan masalah ortopedik yang sering terjadi adalah pelengkungan lateral dari medulla spinalis,yang dapat terjadi disepanjang spinal tersebut. Ada dua tipe dasar dari skoliosis adalah : 1. Skoliosis fungsional : terjadi akibat masalah sebelumnya seperti :postur yang buruk atau panjang

Kedua tungkai yang tidak sama.Bentuk skoliosisi ini dapat dikoreksi dengan:Latihan atau penggunaan shoe lifts. 2.Skoliosis struktural : terjadi akibat deformitas congenital pada columna spinalis, sering terjadi pada anak dengan mielomenimgokel dan distrpi otot. Bentuk struktural ada tiga kelompok : Bayi yang terjadi pada tahun pertama kehidupan (lebih 20 % anak yang terkena dapat sembuh dengan sendirinya) Anak-anak yang terjadi pada usia 5 6 tahun Remaja yang tidak terlihat sampai usia 11 tahun (ketika maturasi skeletal terjadi)

Manifestasi Klinik Pinggul asimetris Bahu asimetris Badan memendek Perubahan kulit atau jaringan lunak yang berhubungan Adanya arambut pada daerah sacrum Tunkai yang tidak sama panjang Skapula asimetris Ketidak sejajaran badan dan pelvis Panggul asimetris Payu dara asimetris

Terapi pembedahan skoliosisi struktural Instrumen Harrington :Implementasi batang logam dimana klip menahan vertebrata dan fragmen tulang untuk penyatuan yang permanen, anak diimobilisasi pada kerang stryker setelah pembedahan Instrumentasi segmental luque : batang logam berbentuk L yang pleksibel diikat dengan kawat pada dasar prosesus spinosus, pasien dapat berjalan dengan beberapa hari dan tidak memerlukan imobilisasi paca bedah Instrumensi Dwyer : kabel titanium melalui skrup berkanulasi,anak dirawat ditempat tidur setelah pembedahan

Pengkajian 1. Lakukan pengkajian fisik 2. Observasi adanya manifestasi skoliosis : Anak yang berdiri tegak,hanya memakai pakaian dalam,observasi dari belakang,perhatikan kesimetrisan bahu dan panggul Anak membukuk kedepan sampai panggul paralel dengan lantai,observasi dari samping,perhatikan adanya ketidak simetrisan atau penonjolan pada kerangka iga Bantu dengan prosedur diagnostik. Diagnosa Keperwatan 1. Resiko tinggi cederah berhubungan denga brace yang tidak tepat ukurannya. Tujuan : Pasien tidak mengalami cedera yang berhubungan dengan penggunaan brace Pasien menyesuaikan diri pada gerakan yang bebas

Intervensi Keperawatan Kaji lingkungan yang membahayakan klien Ajari tindakan kewaspadaan keselamatan seperti:penggunaan pagar pada tangga dan menghindari daerah yang licin Demenstrasikan cara alternative dalam menyelesaikan tugas,seperti naik turun dari tempat idur,berpakaian Bantu merencanakan alternatif untuk aktivitas yang bebas 2.Resiko tinggi kerusakan integritas kulit berhubungan dengan alat korektif Tujuan : Pasien tidak mengalami iritasi atau kerusakan kulit Intervensi Keperawatan: Periksa permukaan kulit yang berhubungan dengan brace untuk mengetahui ada tidaknya tanda-tanda iritasi Implementasikan tidakan korektif untuk mengatasi atau mencegah kerusakan kulit Ajurkan memakai kain atau pakaian yan tidak mengiritasi seperti kaos,katun yang dapat dipakai dibawa brace Ajurkan mandi setiap hari atau mandi pancuran diikuti dengan pengeringan yang seksama

3. Gangguan citra rubuh berhubungan dengan persepsi defek pada struktur tubuh Tujuan : Pasien menunjukkan tanda-tanda penyesuaian fisik pada alat Pasien menjukkan prilaku koping yang positif Intervensi Keperawatan Usahakan untuk menentukan sumber ketidak nyamanan Rujuk pada ortotis untuk menyeseuaikan dan alat yang diperlukan Bantu dengan merencanakan hygiene personal Bantu memilih pakaian yang menarik dan tepat untuk digunakan diatas brace dan sepatu Tekankan penyuluhan mengenai pengangkatan dan penggunaan kembali alat-alat Dorong anak untuk mendiskusikan perasaanya tentang penggunaan brace Tekankan aspek positif dan hasil ahir

4.Resiko tinggi cederah berhubungan dengan pembedahan Tujuan: Pasien melakukan ambulasi tanpa cedera pada perbaikan pembedahan Pasien tidak mengalami distensi abdomen Intervensi Keperawatan Tempatkan pada tempat tidur khusus,bila diinstruksikan(instrumentasi harrington), yang memfasilitasi perawatan dan menurunkan resiko cedera pada perbaikan pembedahan Pertahankan kesejajaran tubuh yang tepat,hindari gerakan yang memilin Jaga agar anak tetap berbaring datar selama 12 jam Memulai aktifitas biarkan anak berguling dari posisi miiring keposisi duduk

Dorong anak untuk latihan dengan mengkontraksikan dan merelaksasikan paha dan otot betis secara priodik Bantu dengan terafi fisik dan latihan tentang gerak Berjalan perlahan dengan bantuan sabuk pengaman dan walker,ambulasi tanpa bantuan biasanya dapat tercapai pada hari keenam Pasang dan pertahankan pengisap nasogatrik Kaji kembali fungsi usus 5. Nyeri berhubungan dengan prosedur pembedahan Tujuan : Pasien tidak mengalami nyeri atau nyeri menurun sampai tingkat yang dapat diterima Intervensi Keperawatan Antisipasi kebutuhan penatalaksaan nyeri Berikan opiod sesuai dengan jadwal Pertimbangkan analgetik yang dapat diberikan kepada anak

Dislokasi pinggul kongenital


Pengertian: Dislokasi pinggul kongenital adalah : deformitas ortopedik yang dapat segera sebelum atau pada saat kelahiran. Kondisi ini bervariasi dari pergeseran minimal kelateral smpai dislokasi komplet dari kaput femoris keluar asetabulum. Patofisiologi Ada tiga pola yang terlihat dari dislokasi pinggul congenital: Subluxation :Kaput femoris berada diasetabulum dan dapat mengalami dislokasi parsial saat pemeriksaan Dislocatable : Pinggul dapat dislokasi seluruhnya dengan manipulasi tetapi berada pada lokasi normal pada saat bayi sedang istirahat Dislocated : pinggul berada dalam posisi dislokasi (paling parah) Pada bayi baru lahir,kondisi itu tidak nyata karena deformitas kaput. Femoris dan asetabulum itu minimal dan jaringan lunak tidak berkontraksi. Kebanyakan dislokasi pinggul pada bayi baru lahir sangat tidak stabil, 60 % diantaranya stabil lagi secara spontan selama minggu-minggu pertama kehidupan.

Insidens Dislokasi pinggul congenital terdapat satu diantara 1000 kelahiran Resiko perempuan laki-laki adalah 7: 1 Insidens meningkat pada kelahiran sungsang Pinggul kiri lebih sering terkena dari pada pinggul kanan Sering kali berhubungan denga kondisi lain,seperti spina bipida

Manifestasi Mungkin tanpa gejala yang nyata karena pergeseran femur pada bayi mungkin minimal Lipatan gluteal asimetris (posisi telungkup) Panjang kaki yang terkena lebih pendek dari kaki yang normal Abduksi pinggul terbatas pada sisi yang sakit Tanda galeazzi positif Manuver Barlow positif Manuver ortolani positif Toddler atau anak yang lebih besar Gaya berjalan seperti bebek (dislokasi bilateral dari pinggul) Condong kesisi badan yang menahan beban Peningkatan lordosis lumbal pada saat berdiri Kaki yang sakit lebih pendek dari kaki yang normal Tanda terdelenburg

Kriteria penilaian 1. Manuver ortolani : Jari-jari tangan diletakkan diatas trokantor major saat paha terabduksi dan terangkat kearah asetabulum. Terdenagr bunyi klik bada bayi yang berusia kuran dari 3 tahun dan terasa sentakan pada bayi lebih besar dan anak-anak. 2. Manuver Barlow : Tangan diletakkan diatas lutut. Tungkai teraduksi melewati garis tengah kearah luar. Tanda positif adalah sensasi gerakan abnormal. 3. Tanda galezzi Kedua pinggul dipleksikan dengan sudut 90 derajat sehinggah satu lutut berada dibawah yang lain 4. Uji trendelenburg Ketika anak berdiri diatas kaki pada sisi yang sakit,maka panggul yang satunya lagi akan miring kebawah,bukan sama tinggi

5. Penatalaksaan medis Pengobatan bervariasi berdasarkan berat manifestasi dari usia anak. Jika dislokasi dapat dikoreksi dalam beberapa hari sampai minggu pertama kehidupan, displasia akan recersibel dengan sempurna dan akan terbentuk pinggul yang normal. selama prioede neonatal, mengembalikan dan mempertahankan pinggul pada posisi fleksi dan abduksi dapat dengan menggunakan alat pengoreksi. Pada usia 2 bulan dan 12 bulan sampai 18 bulan, traksi dilanjutkan dengan reduksi terbuka atau tertutup (tergantung pada terjadi tidaknya kontraktur pad otot-otot aduktor dan pergeseran kaput femoris). Pengkajian Keperawatan Pengkajian fisik dan muskuloskeletal Lihat kriteria penilaian Kaji tanda-tanda iritasi kulit

Kaji respon anak terhadap traksi dan imobilisasi dalam balutan gips Saat pasca oprasi,kaji tanda-tanda vital dan tanda-tanda drainase luka Kaji tingkat perkembangan anak Kaji kesiapan orang tua untuk melaksanka perwatan dirumah pada gips tersebut Diagnosa Keperawatan Kerusakan mobilitas fisik Resiko tinggi cedera Resiko tinggi kerusakan integritas kulit Resiko tinggi perubahan pertumbuhan dan perkembangan Kurang pengetahun

Inrvensi Keperawatan 1.Ajarkan orang tuan tentang cara-cara memlihara dan merawat alat korektif: Harness palik (mempertahankan fleksi pinggul) - Pertahankan pemakaian harness tersebut selama 3 sampai 6 bulan Lakukan perawatan kulit :Pakai lubrikan dan mandi dengan spons - Ganti popok dengan sering Brace abduksi (mempertahankan pinggul dalam posisi abduksi dan tetap) - Lakukan perawatan kulit - Pantau adanya tanda-tanda iritasi pada kulit - Ganti popok dengan sering mungkin untuk mencegah kerusakan kulit dan mempertahankan kebersihan brace

Jika pengobatan konsevatif tidak berhasil atau jika kondisi itu didiagnosis setelah bayi berusia 3 bulan,bayi itu dapat diobati mula-mula dengan traksi (4 sampai 6 bulam) dikuti reduksi terbuka atau tertutup (seseuia indikasi) dan kemuadian dipasang gips. * Pantau respon anak terhadap traksi (2 sampai 3 mggu) * Pantau respon anak terhadap imobilisasi dengan gips * Jika dilakukan reduksi terbuka,lakukanlah hal-hal berikut ini: Siapkan anak dan orang tua untuk pembedahan a. Berikan informasi tentang prabedah b. Kuatkan informasi tentang pembedahan dan reduksi terbuka Pantau respon anak setelah oprasi a. Pantau tanda-tanda vital setiap dua jam sampai stabil b. pantau adanya tanda-tanda drainase pada gips c. Lakukan sirkulasi setiap jam selama awal pasca bedah Beri obat pengurang rasa sakit bila perlu: a. Berikan kenyamanan b. Beri analgetik

Perencanaan pulang dengan perawatan dirumah 1. Ajarkan orang tua tentang cara-cara memakai dan merawat alat koreksi 2. Ajarkan orang tua tentang cara-cara perawatan gips a. Pakailah bahan kedap air pada tepian gips didaerah perineal b. Jaga kulit dibawah gips tetap bersih c. Periksa adanya tanda-tanda infeksi dan tekanan d. Pantau adanya makanan dan mainan didalam gips 3.Ajarkan orang tua tentang teknik pemberian makanan yang tepat a. Beri makan bayi pada posisi terlentang b. Anak dapat digendong dilengan orang tua atau diganjal dengan bantal 4. Instruksikan orang tua untuk memberikan aktifitas perangsang sesuai dengan usia 5. Ajarkan pada orang tua tentang perlunya modifikasi tempat duduk didalam mobil

Anak Deangan Traksi Tujuan Traksi: Untuk mensejajarkan kembali pragmen-pragmen tulang Untuk imobilisasi ekstermitas Untuk memperbaiki deformitas Untuk memperbaiki skoliosis Untuk memungkinkan memperbaiki posisi dan kesejajaran pra oprasi atau pasca oprasi Untuk memperbaiki area tertentu pada tubuh Untuk mengurangi spasme otot

Jenis-jenis Traksi Traksi manual : Traksi dipasang pada bagian tubuh dengan tangan ditempatkan secara distal pada sisi fraktur.Perawat sering kali memakai traksi manual ketika pemasangan gips. Traksi kulit : Tarikan diberikan langsung pada permukaan kulit dan secara tidak langsung pada struktur kerangka. Traksi skelet :Tarikan deberikan langsung pada struktur rangka dengan pen,kawat,atau tang yang dimasukkan kedalam atau melalui diameter tulang distal pada fraktur tersebut

Pengkajian traksi: Periksa garis tarikan yang di inginkan dan hubungan frakmen distal dengan fragmen proksimal.Periksa apakah pragmen diarahkan keatas,diaduksi atau abduksi Periksa fungsi setiap komponen *Posisi balutan,kerangka bebat tali: Pada bagian tengah dari jalur katrol,tegang tidak ada kekusutan,simpul terikat dgn aman. Pada katrol: pada posisi awal dipapan perekat,tdk tergelincir dari sisi asal. Pada roda dapat bergerak dengan aman. *Jumlah beban benar,targantung bebas,pada lokasi yang aman Periksa posisi tempat tidur kepala atau kaki di tinggikan sesuai dengan arah untuk jumlah tarikan yang di inginkan. Kaji perilaku anak untuk menentukan apakah traksi menyebabkan nyeri atau ketidak nyamanan Traksi kulit: Ganti balutan elastis pada traksi kulit bila diizinkan atau bila benar-benar perlu, tetapi pastikan bahwa traksi pada ekstermitas tetap ditahan oleh seseorang selama prosedur

Kaji balutan utnuk memastikan apakah balutan dipasang dengan benar(diaginal atau spiral) tidak terlalu kendur atau terlalu kencang, yang dapat menyebabkan selip dan ketidak sejajaran traksi. Traksi skelet: Periksa sisi pen dengan sering untuk ada tidaknya tanda-tanda perdarahan,inflamasi atau infeksi. Periksa skrup pen untuk memastikan bahwa sekrup kencang dalam klem logam yang mengaitkan alat dengan traksi pada pen.Perhatikan tarikan traksi pada pen tarikan harus lurus,observasi kesejajaran tubuh yang benar dengan kesejajaran bahu,pimggul dan kaki. Periksa kesejajaran setelah anak bergerak Kaji balutan sirkuler untuk kekencangan yang berlebihan. Kaji alat perestrain: - Pastikan bahwa alat ini tidak terlalu kendur atau kencang - Lepaskan secara priodik dan periksa adanya area tertekan - Periksa nadi pada area yang sakit dan bandingkan dengan nadi pada sisi kontra letersl. Perhatikan bila ada kekencangan,kelemahan atau kontraktur yang terjadi pada sendi dan otot yang sakit Perhatikan adanya perubahan neuromuskuler,sepereti warna pada kulit, dan bantalan kuku,perubahan sensasi,dan perubahan kemampuan motorik.

Diagnosa Keperawatan Yang Mungkin terjadi: 1. Resiko tinggi cedera b / d imobilitas dan alat traksi: Tujuan: Tidak mengalami cedera INTERVENSINYA: Anjurkan napas dalam dengan sering dengan ekspansi dada inspirasi yang maksimum untuk mencegah komplikasi pernapasan Pasang restrain bila di indikasikan untuk mempertahan traksi Pertahankan sudut sendi untuk kesejajaran yang benar lakukan latihan pasip,aktif dengan tahan pada sendi yang tidak sakit untuk mempertahankan fungsi sendi. Lakukan tindakan untuk memperbaiki atau mencegah terjadinya deformitas lanjut seperti memberikan foot boar untuk mencegah footdrop. Bersikan dan balut sisi pen pada traksi skelet sesuai instruksi untuk menurunkan resiko infeksi Berikan antiseptik topikal atau antibiotik harian sesuai instruksi Tutupi ujung pen dengan pelindung atau bantalan untuk mencegah anak tergores pen tersebut.

Jangan memindahkan traksi skelet atau traksi adesif pada traksi kulit. Berikan pelunak feses sesuai indikasi untuk mencegah konstivasi Berikan suppositoria rektal atau laksatif ringan bila di indikasikan untuk menghilangkan konstivasi Pastikan bahwa anak mengkonsumsi jumlah makanan kaya kalsium yang cukup untuk penyembuhan tulang Dorong masukkan cairan dan makanan tinggi serat yang cukup untuk mencegah konstipsi. HASIL YANG DIHARAPKAN: Sirkulasi di ekstermitas tetap memuaskan:gerakan,warna baik,ada sensai.Anak tidak menunjukan tanda-tanda komlikasi status neuro mukuler di kaji untuk penurunan sirkulasi, gerakan,sensasi 2. Kurang pengetahuan b/ d pengguanaan traksi Tujuan : Pasien (keluarga) mengungkapkan pemahannya tentang tjuan traksi. INTERVENSI KEPERAWATANNYA: Jelaskan tujuan dan pentingnya traksi untuk menurunkan spsme otot,menurunkan dan menstabilkan fraktur atau dislokasi,mempertahankan kesejajaran dan mengimobilisasi ekstermitas. Dorong dan jawab semua pertanyaan dan kehawatiran. HASIL YANG DIHARAPKAN : Anak dan keluarga mengungkapkan pemahaman tujuan traksi yang dibuktikan oleh pernyataan verbal dan kepatuhan pada program traksi

3. Nyeri b / d cederah fisik Tujuan : Pasien tidak mengalami nyeri atau nyeri menurun sampai tingkat yang dapat ditolerir. Intervensinya lihat rencana asuhan anak nyeri. 4.Resiko tinggi kerusakan integritas kulit b/d imobilitas,alat traksi Tujuan: Pasien tidak mengalami kerusakan kulit. INTERVENSI KEPERAWATANNYA: Berikan matras penurun tekanan di bawah pinggul dan punggung Lakukan pemeriksaan kulit tubuh total untuk mengetahui adanya kemerahan atau kerusakan,khususnya di bagian yang mendapat takanan paling besar untuk mencegah ketrlambatan pengobatan. Basuh dan keringkan kulit sedikitnya setiap hari untuk merangsang sirkulasi dan menjaga agar kulit tetap bersih Masase dengan perlahan di atas area tekanan untuk sirkulasi. Ubah posisi sedikitnya setiap 2 jam untuk mengurangi tekanan bila mungkin. Periksa adanya objek kecil (mis, mainan,makanan bawah anak,karena dapat menyebabkan iritasi kuliat. HASIL YANG DI HARAPKAN: Kulit tetap bersih dan utuh tanpa bukti-bukti iritasi.

5. Kerusakan mobilitas fisik yang b/d kerusakan muskuloskletal Tujuan : Pasien mempertahankan fungsi dan sendi yang tidak sakit INTERVENSI KEPERAWATANNYA: Bersihkan alat dan dorong anak untuk aktifitas untuk melatih otot dan sendi HASIL YANG DIHARAPKAN: Sendi tetap pleksibel.otot tetap mempertahankan tonusnya 6.Takut b/d ketidak nyamanan alat yang tidak di kenal Tujuan : Pasien menunjukkan tanda-tanda penurunan rasa takut. dan pasien mengalami kenyamanan. INTERVENSI KEPERAWATAN: Jelaskan tentang alat traksi pada anak dan keluarga untuk menurunkan rasa takut dan meningkatkan kerja sama Jelaskan pada anak tentang asuhan keperawatan yang akan diberikan sehinggah anak mngetahui apa yang akan terjadi Tentukan bersama anak cara untuk berpartisifasi dalam perawatan sendiri untuk memberi anak bebrapa tindakan kontrol

Pastikan bahwa anak mengetahui bagaimanan caranya memanggil untuk meminta bantuan. Berikan keyakinan bahwa anak tidak akan dibiarkan untuk tidak berdaya sama sekali Minta keluarga untuk membawah mainan kesukaan anak dan atau objek yang memberi rasa aman pada anak HASIL YANG DIHARAPKAN: Anak bekerja sama sepanjang prosedur,anak tetap tenang. 7.Kurang perawatan diri b/d kerusakan mobilitas. Tujuan: Pasien melakukan aktivitas bantuan mandiri INTERVENSI KEPERAWATAN: - Biarkan anak membantu merenacanakan rutinitas hariannya sendiri dan memilih beberapa alternatif bila tepat untuk meningkatkan rasa kontrol. -Lengkapi cara untuk memudahkan bantuan diri dalam aktivitas harian -Bantu aktivitas perawatan diri yang diperlukan (mis,memndikan bagian-gian yang tidak dapat di jangkau,membuat makanan untuk dimakan tanpa bantuan,memberikan bantuan untuk berdandang) HASIL YANG DIHARAPKAN: Anak membantu aktivitas perawatan diri.