Anda di halaman 1dari 18

KELOMPOK 2

Nama Kelompok
HAERIYAH IRMA ARIANY SYAM NINDYA DWI UTAMI PUTRI A.RINDI ANTIKA JUNIAFRI ANDI BARATU LESTARI ERWIN ARIAWAN NURUL MUTMAINNAH KASWAN A.DEWI PERMATASARI RATNA HADRIZAINI BOOY ENDANG DWIYANA A.H. ANDINY FEBRIANTHI SAPUTRI CITRA SRY RAMADHANY SAHRAENI

Skenario
Seorang ibu membawa putrinya yang berusia 13 tahun ke klinik untuk memeriksakan gigi anaknya yang mengalami banyak lubang dan rapuh. Pemeriksaan klinis ekstra oral menggambarkan kepala kecil, mata sipit dan tulang hidung datar. Prmeriksaan intra oral menggambarkan gigi anak tersebut mengalami kelainan bentuk dan struktur gigi.

Definisi Anak Berkebutuhan Khusus


Anak berkebutuhan khusus merupakan suatu keadaan bagi seorang individu, dimana mereka di batasi oleh kondisi fisik atau mental untuk ikut serta secara penuh dalam kegiatan-kegiatan normal berdasarkan usia mereka termasuk kegiatan social, pendidikan dan bakat alami yang dimiliki. Keadaan ini akibat dari hilangnya atau adanya abnormalitas struktur tubuh dan fungsi anatomic, fisiologi atau psikologik.
Hetherrngton, E.Mavis: Child Psychology A Contemporary Viewpoint. McGraw-hill.bookcompany

Klasifikasi ABK
Kelainan Mental Mental Tinggi Mental Rendah Berkesulitan belajar spesifik Kelainan Fisik Tunadaksa Tunanetra Tunarungu Tunawicara Kelainan Emosi Gangguan perilaku Gangguan konsentrasi (ADD / Atention Deficit Disorder) Anak hiperactive (ADHD / Atention Deficit With Hiperactivity Disorder) Kelainan mental emosional Tunagrahita Tunalaras

Suparno. Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. 2007.

Etiologi
Herediter Infeksi Keracunan

Trauma

Kekurangan Gizi

Weddel J.A., Sandres B.J., Jones JE. Dental Problems of children with disability. In: McDonald R.E., Avery D.R.,Dean J.A., Editor. Dentistry for the child and adolescent, 8th ed. St. Lois : Mosby company; 2004

Tingkatan IQ ABK
Tingkat kecerdasan (IQ) : 55-70 hingga di atas 70 Tingkat kecacatan : debil Mampu didik Sosiologis : ringan, mild, marginally, dependent, moron

Tingkat kecerdasan (IQ) : 35-40 atau 50-55 Tingkat kecacatan : imbesil Mampu Latih Sosiologis : sedang, moderate, semidependent

Perlu Rawat

Tingkat kecerdasan (IQ) : 20-25 hingga 35-40, atau di bawah 20 atau 25 Tingkat kecacatan : idiot Sosiologis : berat, severe, totally dependent, profound

Suparno. Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. 2007.

Prosedur Pemeriksaan
Pemeriksaan Fisik
Ekstra oral Intra oral Pemeriksaan fisik pada jantung Status mental dan fisik Antopometri

Identitas Riwayat Penyakit Riwayat Kehamilan Riwayat Kelahiran Riwayat Pertumbuhan Riwayat Perkembangan

Pemeriksaan laboratorium Pemeriksaan radiografi

Anamnesis

Pemeriksaan Penunjang

Diagnosis
Down Syndrome

Etiologi Down Syndrome


Down syndrome merupakan kelainan perkembangan dan berhubungan dengan kelebihan kromosom pada sepasang kromosom 21. Sel-sel mengandung 46 kromosom (23 pasang), yang terdiri dari 23 diwarisi dari ayah dan 23 diwarisi oleh ibu. Seseorang menderita down syndrome ketika pasangan kromosom nomor 21 berisi 3 kromosom bukan 2 sehingga jumlah kromosom adalah 47. Dapat dikatakan bahwa terjadi kesalahan pada pembelahan sel yang menghasilkan adanya tambahan pada kromosom 21. Syndrome down juga biasa disebut trisomi 21. 95 % kasus syndrome down disebabkan oleh kelebihan kromosom
Lubis W.H, sitepu M. Prinsip Penanggulangan Gigi dan Mulut Penderita Sindroma Down. Dentika Dental Journal 2006

Penyebab Gigi Berlubang & Rapuh


Gigi berlubang yang terjadi pada penderita sindrom down disebabkan oleh kebersihan mulut (oral hygiene) buruk karena ketidakmampuan penderita sindrom down untuk menjaga kebersihan mulut dengan tepat karena cacat fisik dan mental yang mereka alami. Pada umumnya penderita sindrom down cepat menelan makanannya dengan hanya sedikit mengunyahnya, tetapi sisa makanan seringkali masih terkumpul di sekitar giginya, terlebih dengan keadaan hipotonia ototnya, maka sulit dicapai self-cleansing yang baik

Kondisi Psikologis Anak Down Syndrome


Lamban dalam mempelajari hal-hal yang baru. Kesulitan dalam menggeneralisasikan dan mempelajari hal-hal baru. Kemampuan bicaranya sangat kurang bagi anak retardasi mental berat. Kurang dalam kemampuan menolong diri sendiri. Tingkah laku dan interaksi yang tidak lazim. Tingkah laku kurang wajar yang terus-menerus. Perkembangan sosial mereka agak menggalakkan, tetapi juga memiliki sifat periang

Suparno. Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. 2007.

Penanganan
1. Penanganan Umum
Medikamentosa Non Medikamen

Terapi Antibiotik Pembedahan Pemeriksaan Dini

Terapi Perilaku Terapi Wicara Terapi Biomedik Terapi remedial Terapi snoefzelen Penyuluhan kepada orangtua Pendidikan khusus ( SLB-C) Taman bermain Intervensi dini

Penanganan
2. Penanganan Oral
Preventif Kuratif Rehabilitatif

Dental Health Education ( DHE ) Control plak Aplikasi fluoride Fissure sealant Antimicrobial agent

Restorasi glass ionomer, resin komposit Stainless steel crown

Oral surgery Orthodontic treatment Prostodontik

Perbedaan Penanganan ABK dengan Anak Normal


Anak berkebutuhan khusus memerlukan pelayanan special dental care Kadang-kadang memerlukan alat bantu, seperti: - Wrapped tongue blader dan open wide mouth prop - molt mouth prop - rubber bite block - alat bantu pengendalian melalui berbagai media dan teknik papoose board bedsheet beanbag posey strap forearm body support dan head positioner
Weddel J.A., Sandres B.J., Jones JE. Dental Problems of children with disability. In: McDonald R.E., Avery D.R.,Dean J.A., Editor. Dentistry for the child and adolescent, 8th ed. St. Lois : Mosby company; 2004

Prognosis
Prognosis perawatan pada penderita Down Syndrome sangat bervariasi, tergantung pada jenis komplikasi dari masing-masing pasien dan tingkat retardasi mentalnya karena hal ini akan berpengaruh pada saat proses perawatan dan pasca perawatan. Prognosisnya akan baik jika retardasi mentalnya masih ringan sehingga masih mampu diberikan penjelasan mengenai perawatan yang akan dilakukan, memberikan DHE dan lain-lain. hal ini juga tergantung dari tingkat kooperatif pasien itu sendiri dan orangtua dari pasien
Suparno. Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. 2007.

Differential Diagnosa
Kelumpuhan Cerebral atau Cerebral Palsy

Trisomi 18 atau Syndrom Edward

Thank you...

Anda mungkin juga menyukai