Anda di halaman 1dari 23

Kelompok I Dina Rialdi , Dyna P.

Handayani, Wanly Syahrizal P, Sheandra FT, Yona Riapesi

Penulis
Dina Rialdi1, Dyna Putri Handayani1, Sheandra

Feibrano Takayama1, Wanly Syahrizal Pasaribu, Yona Riapesi1, Endang Herlianti Darmani2
Kepaniteraan Klnik Bagian Kulit dan Kelamin, Fak Kedokteran Universitas Riau-RSUD Arifin Achmad 2. Bagian Kulit dan Kelamin, Fak Kedokteran Universitas Riau-RSUD Arifin Achmad
1.

A B S T R A K

PD : dermatitis kontak iritan khusus yang ditandai dengan rasa tersengat atau terbakar yang disertai dengan munculnya vesikula, pustula, bula dengan dasar eritema yang terjadi secara tiba-tiba yang mengenai bagian tubuh. Penyakit ini disebabkan oleh serangga dari genus Paederus

A B S T R A K

Dermatitis ini tidak terjadi akibat sengatan Paederus, melainkan akibat dari menempelnya Paederin, yang merupakan cairan tubuh serangga ini secara tidak

sengaja. Artikel ini akan menjelaskan tentang


epidemiologi, etiologi, patogenesis, serta penatalaksanaan Paederus dermatitis menggunakan metode studi literatur

Pendahuluan
Paederus Dermatitis
Dermatitis Linear blister beetle dermatitis
Rasa terbakar Vesikula/ pustula/bula/dasar eritema

tiba-tiba

Epidemiologi

Ordo : Coleoptera, Sub ordo : Rove beetle,

Famili : Staphylinidae,
Genus : Paederus tidak menggigit/ menyengat, jika hancur akan melepaskan paederin menimbulkan reaksi dikulit

Mirip semut
lembab dan banyak tanaman seperti tambak liar bersemak.

1x 0,5 cm, kepala, abdomen bawah dan elitral hitam, segmen thorax dan perut bagian atas berwarna oranye.
terancam : menaikkan bagian abdomen, tampak seperti kalajengking.di Indonesia adalah Paederus

peregrine

Patogenesis
Saat serangga hancur, tubuh mengeluarkan hemolimfe

mengandung paederin.
Paederin (C25H45O9N), amida+2 cincin tetrahidropiran..

Produksi oleh serangga betina. Pada larva dan jantan,

paederin berasal dari induk dan saluran pencernaan. Juga tergantung pada aktivitas endosimbion (spesies pseudomonas) dalam tubuh Paederus.

Patogenesis
Hambat sisntesis DNA

Paederin

Akantolisis

Rusak lapisan tanduk


Denaturasi keratin Merubah daya ikat kulit

aktifkan fofolipase,

Merusak dan menembus membran lemak

lepaskan AA,
DAG, PAF dan IP3

keratinosit, mengahncurkan organel

AA dirubah PG dan LT

Patogenesis

Vasodilatasi

Permebailitas PD Transudasi komplemen dan Kinin

Kemoaktraktan Limfosit dan neutrofil

Aktifasi sel mast

histamin , LT, PG, PAF

Diasilglise rida dan second messenge rs


Keratinosit

mengaktivasi sel T, makrofag dan granulosit, menginduksi ekspresi molekul adesi sel dan pelepasan sitokin
Reaksi Inflamasi

Manifestasi Klinis
Lesi muncul dalam 24-48 jam setelah kontak dan hilang dalam beberapa minggu Lesi eritematosa dan edema berbentuk garis (whiplash appearance)

Terdapat vesikel yang kemudian berubah menjadi pustul

Manifestasi Klinis

Manifestasi Klinis

Bisa terbentuk kissing lesions pada beberapa area seperti daerah antebrachii

-spongiosis neutrofilik : degenerasi retikuler dan vesikulasi

epiderm is

-nekrosis epidermal konfluen

-sel akantolitik
-Neutrofil intraepidermal, dengan area nekrosis konfluen dan degenerasi retikuler khas

Histopatologi
stadium vesikuler, vesikel intraepidermal.

a. Bagian atas vesikel ditutupi lapisan tanduk.


b. Dasar vesikel: lapisan basalis dan badan Malphigi.

c. Di dalam vesikel : degenerasi sel epitel, sel PMN


d. Lapisan sel basalis dapat ditemukan dalam keadaan intak, tapi juga dapat ditemukan kerusakan pada dermo-epidermal junction.

dermis

infiltrasi perivaskuler papil-papil mengandung sel mononuclear dapat ditemukan juga sel polimorfonuklear juga edema pada papilpapil

Histopatologi
Vesikel berubah menjadi pustul yang berisi neutrofil. Di

mana neutrofil tersebut bermigrasi dari papil ke lapisan


epidermis. Terlihat gambaran infiltras perivaskuler dan udem yang lebih hebat. Pustul terdorong ke atas oleh keratinosit yang baru tumbuh dan membentuk gambaran pustul spoginform Kogoj. Hasil akhir dari penyembuhan adalah krusta, akantosis dan

infiltrat perivaskuler ringan.

Subjek

Objek

Perjalanan Penyakit

rasa nyeri Rasa terbakar

lesi linear lesi eritematosa vesikel Bulosa Dermatitis periorbital Hiperpigmentasi residual

vesikel muncul 12-36 jam Bulosa hari k-2 hingga ke-4

Herpes simplex. Herper zooster. Dermatitis Kontak alergi (DKA). Dermatitis Kontak Iritan (DKI). Fitofotodermatitis. Luka bakar akibat zat kimia

Terapi efektif belum ada simptomatis

simptomatis

Dermatitis kontak iritan :


Hindari bahan iritan. Cuci dengan air mengalir. Kompres dengan kain basah dan olesi dengan kortikosteroid topikal. Berikan antibiotik jika ditemukan infeksi sekunder.

antihistamin dan

analgetik: mengurangi
reaksi inflamasi antibiotik, dengan atau tanpa kortikosteroid mencegah infeksi

sekunder

Kenali jenis Paederus dan hindari membunuhnya dengan kontak langsung pada kulit.

Tutup pintu dan gunakan tirai. minimalisir jalan masuk serangga ke dalam rumah.
Tidur dengan menggunakan kelambu.

Jika hinggap di kulit, usir dengan halus Bersihkan tanaman di sekitar rumah karena dapat menjadi tempat tinggal serangga.