Anda di halaman 1dari 36

LUBANG RESAPAN BIOPORI

Untuk Mengurangi Aliran Permukaan dan Sampah, Serta Tingkatkan Kesuburan Tanah

Kamir R. Brata
Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor

Perhatikan teguran Tuhan kepada Ulil Albab untuk meresapkan air hujan ke dalam tanah dan memanfaatkan sampah organik yang dihasilkan tanaman

Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit; maka disalurkan-Nya menjadi sumber air di bumi; kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya; lalu ia menjadi kering, lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan; kemudian dijadikan-Nya hancur berderai; sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi manusia yang berakal (Az-Zumar:21)

Biopori akar

Biopori terisi air

Biopori siap diisi air kembali

Biopori: pori berbentuk liang (terowonganterowongan kecil) di dalam tanah yang dibuat oleh akar tanaman dan fauna tanah.
Keistimewaan biopori: Berbentuk liang silindris kontinju ke berbagai arah

Memperlancar pergerakan air dan udara di dalam tanah


Diperkuat oleh senyawa organik sehingga tidak mudah rusak Tidak mudah tertutup meskipun pada tanah yang mengembang

Jakarta, 01-02-08

Jl. Sudirman, 01-02-08

Tol Bandara, 02-02-08

Ciledug Tangerang, 02-02-08

Kedoya Utara, 02-02-08

Tangerang. 02-08-07

Indramayu, 21-08-07

Mojokerto, 26-05-07

Tuban. 06-08-07

Madiun, 20-07-07

Banten. 11-08-07

Cirebon. 10-08-07 6000 Ha

Cianjur. 14-08-07 129 Ha

Batam, 23-08-07

Riau, 14-08-07

Nganjuk, 02-09-07

Ponorogo, 17-09-07

Ponorogo, 18-09-07

Madiun, 21-09-07

Gunung Slamet, 23-09-07

Bandung, 19-05-07

Bandung, 20-05-07

Bandung, 22-05-07

Bandung, 23-05-07

Bandung, 23-05-07

Bandung, 26-05-07

TPA Bantargebang, 08-09-07

Untuk pembentukan biopori pada lahan yang kurang vegetasi. Diperlukan kecukupan: Air
Oksigen

Bahan organik
Berkurangnya gangguan thd kehidupan fauna tanah

Air
10-30 cm

Teknologi Lubang Resapan Biopori

Sampah Organik

80-100 cm

Biopori

Proses Pengomposan

Pengaruh diameter lubang thd luas permukaan dan beban resapan (kedalaman lubang 100 cm)
Diameter Lubang (cm) 10 40 Mulut lubang (cm2) 79 1257 Luas dinding (m2) 0,3143 1,2571 Volume (liter) 7,857 125,714 Beban Resapan (liter/m2) 25 100 Pertambahan Luas (kali) 40 11

60

2829

1,8857

282,857

150

80

5029

2,5143

502,857

200

100

7857

3,1429

785,714

250

Lubang ResapanBiopori di lingkungan Gedung dan Perkotaan dg permukaan kedap air

Teknik Pembuatan LRB

5. Perkuat mulut lubang

1. Buat alur aliran air 3. Buat lubang

2. Basahi dengan air 4. Keluarkan tanah

6. Isi sampah organik

7. Uji resapan air

Saluran Peresapan Biopori (SPB) pada Teras Kredit

Kombinasi LRB dan SPB pada Teras Kredit

Saluran Peresapan Biopori (SPB) pada Teras Gulud

Kombinasi LRB dan SPB pada Teras Gulud

Multiguna LRB:
1.Pemanfaatan sampah organik 2.Pelihara biodiversitas tanah 3.Penyuburan tanah 4.Penghijauan berhasil 5.Kurangi emisi gas rumah kaca 6.Pemeliharaan kebersihan 7.Peresapan air 8.Cegah bahaya banjir 9.Menambah cadangan air 10.Cegah keamblesan tanah 11.Hambat intrusi air asin 12.Cegah genangan air 13.Cegah penyakit menular 14.Cegah pencemaran air 15.Cegah polusi udara

Why Conserve and Manage BGBD?


http://www.ciat. cgiar.org/ tsbf_institute/ csm_bgbd. htm Soil organisms provide a range of essential ecological services to terrestrial ecosystems. They help: 1. Control mineral nutrient cycling 2. Sequestrate carbon in soils and reduce greenhouse gas emissions 3. Maintain the soil's physical structure and its water retention capacity 4. Plants to acquire nutrients, especially through mycorrhizal fungi and nitrogen-fixing bacteria 5. Maintain plant health through natural predation and parasitism of plant pathogens and pests

Jumlah LRB: Intensitas hujan (mm/jam) x Luas bidang kedap (m2) Laju peresapan air perlubang (liter/jam)

Contoh daerah dengan intensitas hujan 50 mm/jam (hujan lebat), laju peresapan air perlubang 3 liter/menit (180 liter/jam) pada 100 m2 bidang kedap perlu dibuat sebanyak (50 x 100): 180 = 28 lubang.

LRB diameter 10 cm, dalam 100 cm dpt menampung 7,8 liter sampah organik, berarti tiap lubang dapat diisi sampah organik dapur 2-3 hari.
Dengan demikian 28 lubang baru dapat dipenuhi sampah organik yang dihasilkan selama 56 84 hari, dimana lubang perlu diisi kembali.

Contoh luas DKI 656 Km2 = 656.000.000 m2 Bila 70 % kedap, 0,7 x 656.000.000 = 459.200.000 m2 Intensitas hujan 30 mm/jam, Laju peresapan air perlubang 3 liter/menit =180 liter/jam Jumlah LRB = (30 x 459.200.000) : 180 = 76.533.333 lubang. Jumlah LRB/KK = 76.533.333 : 2.500.000 KK = 31 LRB/KK Waktu yang diperlukan = 31 x 10 menit = 310 menit = 5 jam LRB diameter 10 cm, dalam 100 cm dpt menampung 7,9 liter sampah organik, jadi volume sampah organik yang dimanfaatkan = 76.533.333 x 7,9 liter = 604.613.331 liter = 604.613 m3 Bila sampah tersebut dibuang ke TPA, diperlukan truk sampah: 604.613 m3 : 5 m3 / truk = 120.922 truk, diperlukan TPA seluas: 604.613 m3 : 3 m tebal timbunan = 201538 m2 = 20 ha.

Program Managemen Sampah Organik dengan Lubang Resapan Biopori


Sampah
Sampah Non-Organik Sampah Organik

Pemulung Lubang Resapan Biopori

Multiguna LRB
Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca (CO2, Metan)

Industri: Biji Plastik dll

Meneg. LH dan Wk. Walikota Bekasi

Walikota Bogor

Dir. Prod. Perhutani

Gubernur Jawa Barat

biaya.ppt