Anda di halaman 1dari 19

ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN GANGGUAN NYERI DAN OKSIGENASI PADA PENYAKIT JANTUNG KORONER

By. YULI ASTUTI, S.Kep.Ns.

PENYAKIT JANTUNG KORONER / CORONNARY ARTERY DISEASE ( PJK/CAD )


DEFINISI PJK ADALAH SUATU PENYAKIT YANG DISEBABKAN OLEH PENYEMPITAN PEMBULUH DARAH KORONER (ATHEROSCLEROSIS) YG BERSIFAT PROGRESIF, DIMULAI SEJAK KANAK2 DAN NYATA PADA DEKADE 3-4.

ETIOLOGI
MULTIFAKTOR (FAKTOR RESIKO ). ADA 2 : 1. MAYOR :
a. b. c. d. e. Hiperkolesterolemia Hipertensi Merokok Diabetes Melitus Riwayat keluarga

2.MINOR : a.Jenis kelamin laki2 b.Obesitas c.Stres d.Kurang olahraga e.Menopouse


DARI DUA FAKTOR INI ADA YANG DAPAT DIKENDALIKAN DAN TIDAK. DAPAT DIKENDALIKAN : HT,HYPERCOLESTEROLEMIA, MEROKOK, GAYA HIDUP, DM. TIDAK DAPAT DIKENDALIKAN : RIWAYAT KELUARGA, PERTAMBAHAN USIA, JENIS KELAMIN.

MANIFESTASI KLINIS
ADA BEBERAPA , antara lain : 1. ASIMPTOMATIK (SILENT MYOCARDIAL ISCHEMIA : AMBANG NYERI TINGGI, STENOSIS RINGAN, NEUROPATI OTONOMIK ) 2. ANGINA PEKTORIS
a. Stabil b. Tidak stabil c. Varian angina

3. IMA 4. DC 5. ARITMIA.

ANGINA PEKTORI STABIL ( STABLE ANGINA )

GEJALA KLINIS : - Timbul saat aktifitas, stres. - Bersifat kronis ( > 2 bln ) - Seperti tertekan benda berat atau rasa panas - Seperti tercekik, diremas - Nyeri menjalar lengan kiri atas/bawah bagian medial, leher, maksila, dagu. - Berlangsung 1-5 mnt - Hilang saat istirahat - EKG biasany normal

ANGINA PEKTORIS TDK STABIL ( UNSTABLE ANGINA )


GEJAL KLINIS : - Nyeri bersifat progesif - Timbul Sewaktu-waktu - Timbul < 15 mnt - EKG depresi segmen ST

PATOFISIOLOGI
Faktor resiko aterosklerosis Penyempitan lumen arteri,ruptur plak, trombosis, spasme arteri

Penurunan aliran darh arteri koronaria


G3 suplai oksigen ke miokard
Ketdkseimbangan kebutuhan oksigen
Metabolisme anaerob pH menurun Prod. As. Laktat meningkat

Kerusakan otot miokardium Iskemia miokard Edema sel Pelepasan enzim CKMB, LDH meningkat Iskemia > 30 mnt EKG : T terbalik dan ST

Syndrom koroner Akut

Infark miokard STEMI

Angina pektoris

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
DALAM HAL INI YANG HARUS DIPERHATIKAN : - Klinis penderita - Riwayat perjalanan penyakit - EKG saat aktifitas atau istirahat - Enzim jantung ( CK-MB, Troponin T ) - Angiografi koroner

TERAPI
Prinsip terapi pada PJK secara umum :

A.Atasi angina : 1.Morfin 2.Oksigen 3.Nitrat 4.Antikoagulan


B.Referfusi 1.Obat fibrinolitik 2.Tindakan invasif

KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN


A. PENGKAJIAN SECARA SISTEMATIS MENCAKUP RIWAYAT YANG BERHUBUNGAN DENGAN GAMBARAN NYERI DADA, SULIT BERNAPAS ( DISPNEA ), PALPITASI, PINGSAN, DIAFORESIS. 1. ANAMNESA a.KELUHAN UTAMA : NYERI DADA, SULIT BERNAPAS. b.RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG NYERI : - P : SETELAH AKTIFITAS ATAU SAAT AKTIFITAS - Q : SEPERTI TERTEKAN - R : DI DAERAH SUBSTERNAL, BAHU, LENGAN KIRI - S : SKALA NYERI - T : 1-5 MNT ( ST. ANGINA ) c. RPD ; NYERI DADA, DM, HT, HIPERLIPIDEMIA d. RIWAYAT KELUARGA e. RIWAYAT KEBIASAAN : MEROKOK

2. PEMERIKSAAN FISIK - Perubahan pulsasi cepat dan dangkal - Akral dingin - Capilary refill menurun ( 3 dtk ) - Penurunan tonus otot - Gangguan hemodinamik ( HR, TD meningkat ) - Gangguan pola napas ( takipnea ) - Saturasi O2 sedikit menurun.

B. DIAGNOSA KEPERAWATAN
SECARA UMUM DIAGNOSA KEPERAWATAN YANG SERING MUNCUL ADALAH : 1. NYERI YANG BERHUBUNGAN KETIDAKSEIMBANGAN SUPLAI OKSIGEN DG KEBUTUHAN MIOKARD SEKUNDER DARI PENURUNAN SUPLAI DARAH KE MIOKARD. 2. AKTUAL / RESIKO TINGGI GANGGUAN PERFUSI PERIFER BERHUBUNGAN DG MENURUNNYA CURAH JANTUNG 3. INTOLERANSI AKTIFITAS BERHUBUNGAN DG PENURUNAN PERFUSI PERIFER SEKUNDER KETIDAKSEIMBANGAN SUPLAI O2 DG KEBUTUHAN MIOKARD 4. CEMAS BERHUBUNGAN DG RASA TAKUT AKAN KEMATIAN.

C. INTERVENSI
RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN MENGACU PADA DIAGNOSA KEPERAWATAN YANG MUNCUL. TUJUAN UTAMANYA : MENCEGAH NYERI, MENGURANGI RESIKO PENURUNAN CURAH JANTUNG, MENGURANGI CEMAS, MEMATUHI PROGRAM PERAWATAN DINI, MENCEGAH KOMPLIKASI.

D. EVALUASI
HASIL YANG DIHARAPKAN : - BEBAS DARI NYERI - TANDA2 VITAL KEMBALI NORMAL - TERHINDAR DARI RESIKO PENURUNAN PERFUSI PERIFER - MENUNJUKKAN PENURUNAN KECEMAAN

CATATAN : Alat suplementasi oksigen, kecepatan aliran dan presentase oksigen yang dihantarkan
ALAT KECEPATAN ALIRAN % OKSIGEN

KANUL NASAL

1 L/MNT 2 L/MNT 3 L/MNT 4 L/MNT 5 L/MNT 6 L/MNT


6-10 L/MNT 6 L/MNT 7 L/MNT 8 L/MNT 9 L/MNT 10-15 L/MNT 4-8 L/MNT 10-12 L/MNT

21-24 25-28 29-32 33-36 37-40 41-44


35-60 60 70 80 9095-100 24-35 40-50

SUNGKUP MUKA SEDERHANA SUNGKUP MUKA DG RESERVOIR O2

SUNGKUP MUKA VENTURI

Pemilihan alat suplementasi oksigen berdasarkan nilai oksimetri denyut


NILAI OKSIMETRI DENYUT ARTI KLINIS PILIHAN ALAT SUPLEMEN O2 O2 4 L/mnt kanul nasal Sungkup muka sederhana

95 % - 100 % 90 % - < 90 %

Dalam batas normal Hipoksia ringan sampai sedang Hipoksia sedang sampai berat

85 % - < 90 %

Sungkup muka dengan reservoir O2

< 85 %

Hipoksia berat yang mengancam nyawa

Ventilasi dibantu

Matur Suwun