Anda di halaman 1dari 18

KELOMPOK 1

Seorang laki-laki berumur 22 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan demam selama seminggu, selera makan kurang dan disertai sakit kepala. Sepuluh hari yang lalu penderita datang dari papua.

Laki-laki 22 tahun Demam selama seminggu selera makan kurang Sakit kepala Sepuluh hari yang lalu baru datang dari papua

1.
2. 3.

Jelaskan definisi, etiologi dan klasifikasi demam. Bagaimana patomekanisme dari gejala pada skenario? Differential Diagnosis.

Definisi :
Demam yaitu kenaikan suhu tubuh diatas 37,4 C yang disebabkan oleh kelainan otak atau bahan toxic yang dapat mempengaruhi pusat pengaturan suhu tubuh.

Etiologi :

- infeksi : virus. - paparan panas yang berlebihan (overheating). - dehidrasi. - alergi maupun dikarenakan oleh gangguan sistem imun.

Demam septik : suhu badan berangsur naik ke tingkat yang tinggi sekali pada malam hari dan turun kembali ke tingkat diatas normal pada pagi hari. Demam remitten : suhu badan dapat turun setiap hari tetapi tidak pernah mencapai suhu badan normal. Demam intermiten : suhu badan turun ke tingkat yang normal selama beberapa jam dalam satu hari. Demam kontinyu : pada tipe demam kontinyu variasi suhu sepanjang hari tidak berbeda lebih dari satu derajat. Demam siklik : terjadi kenaikan suhu badan selama beberapa hari yang diikuti oleh periode bebas demam untuk beberapa hari yang kemudian diikuti oleh kenaikan suhu seperti semula.

infeksi

Aktifasi monosit makrofag

IL1, IL-6, TNF

PGE1, PGE2, PGD1, PGF2

Asam Arakidonat

hipotalamus

Demam

infeksi

Aktivasi monosit makrofag

IL1-IL8, TNF, Serotonin

Nafsu Makan Menurun

Nukleus lateralis hipotalamus

Infeksi

Aktifasi monosit makrofag

Histamin

Gangguan tekanan intrakranial

Vasodilatasi permeabilitas meningkat

Sakit Kepala

Malaria

Demam Berdarah Dengue


Demam berdarah adalah penyakit akut yang disebabkan oleh virus dengue.

Demam Thyfoid

Definisi

Penyakit infeksi disebabkan plasmodium yang menyerang eritrosit, ditandai dengan ditemukannya bentuk aseksual dalam darah.

Demam tifoid adalah infeksi akut pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh salmonella typi.

epidemiologi

P. falciparum, P. vivax mengenai kawasan indonesia Timur.

Dibanyak negara tropis, virus dengue sangat endemik.

menyerang penduduk disemua negara. banyak ditemukan di negara berkembang yang higiene pribadi dan sanitasi lingkungan kurang baik.

Etiologi

Plasmodium : P. Vivax, P.Malariae, P. Ovale, P. falciparum.

virus dengue terdiri dari 4 tipe serotipe, yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3 dan DEN-4.

Bakteri salmonella typi. Kuman ini mempunyai tiga antigen penting : Antigen O, Antigen H, Antigen K. Demam lebih dari tujuh hari Demam biasa diikuti oleh gejala tidak khas seperti diare, anoreksia, atau batuk. Lidah kotor.

Manifestasi klinis

Demam periodik, anemia, splenomegali. Prodromal : lesu, malaise, sakit kepala, sakit belakang, dingin di punggung, nyeri sendi dan tulang, anoreksia, sakit perut.

Demam 2-7 hari, nyeri kepala, mialgia/artralgia, ruam kulit, manifestasi perdarahan, lekopenia.

malaria
Diagnosis
Pemeriksaan fisik, Pemeriksaan Mikroskopik, tes serologis, PCR

Demam Berdarah Dengue (DBD)


Manifestasi perdarahan+klinik, trombositopenia, tanda kebocoran plasma, . Laboratorium , radiologi,

Demam Tifoid
Pemeriksaan Lab : Salmonella dalam darah melalui kultur Pemerikan serologi Widal untuk deteksi antigen.

Penatalaksanaan

Arterimisinin, obat non ACT ( Kloroqiun, sulfadoksinpirimetamin, kina sulfat, primakuin) kombinasi non-ACT.

Tirah baring, cairan. Medikamentosa, Antibiotik.

Tirah baring, Diet Tinggi kalori, cukup cairan, Medikamentosa. obat pertama: kloramfenikol 3 x 500mg 7-10 hari Obat alternatif: kotrimosazol 2x2 tablet/hari Amoksisilin 3x0,5-1 mg/hari.

Komplikasi

Malari cerebral, anemia berat, gagal ginjal akut, hipoglikemia, shock hipovolemik, perdarahan spontan, kelemahan otot.

Shock sepsis, Pneumonia.

Perforasi usus. Perdarahan usus.

Prognosis

Mortalitas : bila malaria berat, komplikasi.

kematian telah terjadi pada 4050% pasien dengan syok, Pada kasus yang jarang, terdapat kerusakan otak yang disebabkan syok berkepanjangan atau perdarahan intrakranial.

Tergantung pada : Umur Keadaan umum Derajat kekebalan Virulensi salmonella Kecepatan terapi.

Tidur dengan kelambu sebaiknya dengan kelambu impregnated (dicelup peptisida : pemethrin atau deltamethrin). Menggunakan obat pembunuh nyamuk (mosquitoes repellents) : gosok, spray, asap, elektrik. Mencegah berada di alam bebas dimana nyamuk dapat menggigit atau harus memakai proteksi (baju lengan panjang, kaus / stocking). Memproteksi tempat tinggal / kamar tidur dari nyamuk dengan kawat anti nyamuk.

Program pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Menggunakan kelambu. Menggunakan obat nyamuk (bakar, oles). Tidak melakukan kebiasaan beresiko (menggantung baju). Penyemprotan.

Penyediaan sumber air minum yang baik. Penyediaan jamban yang sehat. Pemberantasan lalat. Pengawasan kepada para penjual makanan dan minuman. Imunisasi Sosialisasi budaya cuci tangan. Sosialisasi budaya merebus air sampai mendidih sebelum diminum.