Anda di halaman 1dari 24

Pasien

Persiapan Pre Operasi


Operator
Instrumen

PERSIAPAN PRE OPERASI


Prinsip dan Prosedur Bedah
Sterilisasi instrumen Persiapan operator Persiapan pasien

TEKNIK ASEPTIK

Dry heat Moist heat (autoclave) plg umum Sterilisasi kimiawi Sterilisasi dengan ethylene oxide

Identitas

Social History

Sexual History

Sumber Informasi

Past Dental/Medical History

Family History

Chief Complaint

History of Present Illness

Review of Systems

Paru & kardiovaskular

Sistemik lainnya

Endokrin

Neurologi

Hematologi

Inspeksi

Auskultasi

Pemeriksaan Fisik

Palpasi

Perkusi

Hematology Urinalysis

Microbiology

Laboratory Test

Hat, Mask, Gown

Gloves

Scrubbing

PELINDUNG DIRI
1. Cuci tangan 2. Pemakaian sarung tangan

3. Pemakaian masker 4. Pemakaian gaun


Sarung tangan steril Sarung tangan DTT Sarung tangan bersih Sarung tangan rumah tangga

5. 6. 7. 8.

Steril Non Steril Skort

Pemakaian kacamata pelindung Pemakaian sepatu boot / sepatu tertutup Kap Duk

kamar bedah ICU, kamr bayi, KB Celemek plastik

untuk mencegah masuknya mikroorganisme ke dalam tubuh

Alkohol Khlorheksidin glukonat Heksakhlorofen Khloroksilenol

Iodofor Triklosan

Contoh larutan antiseptik :


Alkohol (60%- 90%) Setrimid/klorheksidin Glukonat (2-4%) contoh : Hibiscrub, Hibitane Klorheksidin Glukonat (2%)

Contoh : Savlon
Heksaklorofen (3%) Contoh : pHisoHex seperti mukosa vagina

tidak boleh digunakan pada selaput lendir

Kloroksilenol (Para-kloro-metaksilenol atau PCMX)


Contoh : Dettol tidak bisa digunakan untuk antisepsis vagina karena dapat membuat iritasi pada selaput lendir yang akan mempercepat pertumbuhan mikroorganisme dan tidak boleh digunakan pada bayi baru lahir

Iodofor (7,5-10%)
Contoh : Betadine Larutan yang berbahan dasar alkohol (tingtur) seperti iodin Contoh : Yodium tinktur

Triklosan (0,2-2%)

sterilisasi

Sterilisasi
Tindakan yang dilakukan untuk menghilangkan semua mikroorganisme (bakteri, jamur, parasit dan virus) termasuk endospora bakteri pada

benda mati atau instrumen dengan cara uap air panas tekanan tinggi (otoklaf), panas kering (oven), sterilan kimia atau radiasi

DESINFEKSI TINGKAT TINGGI (DTT) : Tindakan yang dilakukan untuk menghilangkan semua mikroorganisme kecuali endospora bakteri pada benda mati dengan cara merebus, mengukus atau penggunaan desinfektan kimiawi

DESINFEKTAN : Adalah bahan kimia yang membunuh atau menginaktivasi mikroorganisme Contoh larutan desinfektan :
Klorin pemutih 0,5%
Klorin 0,1%

untuk dekontaminasi permukaan yang lebar

Glutaraldehida 2%

Untuk DTT kimia

Fenol, klorin

mahal harganya biasa digunakan untuk DTT atau sterilisasi kimia

kimia

tidak digunakan untuk peralatan/bahan yang akan dipakaikan pada bayi baru lahir

DEKONTAMINASI : Proses yang membuat objek mati lebih aman ditangani staf sebelum dibersihkan (menginaktifasi serta menurunkan HBV, HIV tetapi tidak membasmi) Peralatan medis dan permukaan harus di dekontaminasi segera setelah terpapar darah atau cairan tubuh PEMBERSIHAN (Mencuci dan membilas) : Tindakan yang dilakukan untuk menghilangkan semua darah, cairan, tubuh, benda asing dari kulit atau instrumen.

DEKONTAMINASI
Rendam dalam larutan klorin 0,5 % selama 10 menit

CUCI DAN BILAS


Gunakan deterjen dan sikat Pakai sarung tangan tebal untuk menjaga agar tidak terluka oleh benda tajam

Metode yang dipilih

Sterilisasi

DESINFEKSI TINGKAT TINGGI REBUS / KUKUS


Panci tertutup 20 menit

Metode alternatif

OTOKLAF
106 kPa 121 C 30 menit jika Terbungkus

PANAS KERING KIMIAWI


170 C 60 menit Rendam 10-24 jam

KIMIAWI
Rendam 20 menit

20 menit jika Tidak terbungkus

DINGINKAN DAN KEMUDIAN SIAP DIGUNAKAN


Peralatan yang sudah diproses bisa disimpan dalam wadah tertutup yang didisinfeksi tingkat tinggi Sampai satu minggu jika wadahnya tidak dibuka

Uap
121oC 20-30

Oven
170oC 160oC

Kimia
Glutaraldehid Formaldehid

STERILISASI :
STERILISASI UAP 121 C , tekanan pada 106 kPa 20 ' untuk alat tidak terbungkus 30 ' untuk alat yang dibungkus 2. STERILISASI PANAS KERING (OVEN) 170 C selama 1 jam. Waktu penghitungan dimulai setelah suhu yang diinginkan tercapai 160 C untuk alat tajam (gunting, jarum) selama 2 jam 3. STERILISASI KIMIA Glutaraldehid 2-4 %(cydex), Direndam sekurangkurangnya 10 jam Formaldehid 8 %, direndam 24 jam Bilas dengan air steril sebelum digunakan kembali atau sebelum disimpan
1.

DESINFEKSI TINGKAT TINGGI (DTT) :


1. 2.

DTT dengan merebus Mulai menghitung waktu saat air mulai mendidih Merebus 20 dalam panci tertutup Seluruh alat harus terendam Jangan menambah alat apapun ke air mendidih Pakai alat sesegera mungkin atau simpan wadah tertutup dan kering yang telah di DTT, maksimal 1 minggu DTT dengan mengukus Selalu kukus 20 dalam kukusan Kecilkan api sehingga air tetap mendidih Waktu dihitung mulai saat keluarnya uap Jangan pakai lebih dari 3 panci uap Keringkan dalam kontainer DTT

3. DTT dengan kimia :

Desinfektan kimia untuk DTT klorin 0,1%, Formaldehid 8%, Glutaraldehid 2% Langkah-langkah DTT Kimia : DEkontaminasi

Cuci+bilas keringkan Rendam semua alat dalam larutan desinfektan selama 20 Bilas dengan air yang telah direbus dan dikeringkan di udara Segera dipakai atau disimpan dalam kontainer yang kering dan telah di DTT