Anda di halaman 1dari 1

Sekelumit Sejarah Perjuangan Anak Mori Yang Terabaikan (Benteng Wulanderi)

Gambaran Umum Benteng wulanderi : Benteng wulanderi terletak di bagian Selatan Lembomanente (Kecematan Mori Atas) atau di bagian barat Desa Wawopada (Kecamatan Lembo), berada pada ketinggian 923 m dpl, benteng tsb ada 3 tingkat dengan tingkat paling atas seluas 1,1 Ha atau lebih luas dari lapangan sepak bola dan bentuknya agak bulat lonjong. Ketinggian masing2 tingkatan sekitar 3-5 m dan dikelilingi berbagai jenis bambu yakni balo ahui (Bambu untuk Menimba air), bonda, tulambatu dan tulangkere. Pada tingkatan paling atas dikelilingi tanggul tanah diperkirakan tinggi awalnya sekitar 1 m namun kini hanya sekitar 0,5 m. Jarak dari Lembomanente berdasarkan hitungan GPS 11,4 Km. Terdapat 1 pintu masuk dan 1 pintu keluar, selain itu terdapat keuno apali (Pohon Beringin) pada sudut belakang benteng. Sisi belakang benteng terdapat jalan bertingkat yg dibuat sedemikian rupa kemungkinan jalan menuju sumber air sebab berdasarkan Peta Rupa Bumi sekitar lebih dari 150 m terdapat anak sungai yg akhirnya menuju bergabung dgn sungai matangkorono, Dalam benteng sendiri banyak terdapat pangkoro (baca=got) salah satunya pangkoro menuju pintu keluar dgn kedalaman sekitar kurang dari 3 m, sedangkan pangkoro lainya berukuran kurang dari 0,5 m. Selain itu juga kondisi saat ini dalam benteng sudah ditumbuhi semak dan beberapa kayu berukuran dgn diameter lebih dari 40 cm serta berbagai jenis rotan yg sudah cukup tua. Hal yg menarik perhatian kami bahwa sekitar 9 km dari benteng terdapat tempat2 jalan yg sdh terbentuk dgn lebar 4-5 m serta rumpun balo ahui, diperkirakan bahwa peradaban manusia ditempat ini sdh ada sejak tempo dulu yg membentuk pemukiman/kampung. Demikian info sementara, salam WITA MORI BERSATU... Postingan Alwun Lasiwua via MMC Group tgl. 28 Agustus 2012..