Anda di halaman 1dari 7

YOSUA

Pasal 1 (18 ayat) Sesudah Musa mati, Tuhan memerintahkan Yosua bin Nun untuk memimpin seluruh bangsa menyeberangi sungai Yordan dan membawa mereka ke negeri yang diberikan Tuhan atas mereka Semua tempat yang diinjak oleh Yosua akan diberikan Tuhan padanya dan Tuhan Allah akan selalu menyertai Yosua Yosua memberi perintah kepada para pengatur pasukan untuk menyiapkan perbekalan karena mereka akan menyeberangi sungai Yordan selama 3 hari Setiap orang yang tidak mendengarkan perintah Yosua, mereka akan dihukum mati Pasal 2 (24 ayat) Yosua mengutus 2 orang pengintai dari Sitim untuk mengamati Yerikho 2 orang pengintai itu tidur di rumah perempuan sundal bernama Rahab Raja Yerikho mengetahui keberadaan para pengintai dan mengirim orang untuk mengejar mereka. Rahab segera menyembunyikan mereka di sotoh rumah, di bawah timbunan batang rami Setelah aman, Rahab menurunkan kedua pengintai itu dengan tali melalui jendela, karena rumahknya berada di tembok kota. Ia menyuruh mereka untuk pergi ke pegunungan Sebelum pergi, para pengintai meminta Rahab untuk mengikatkan benang kirmizi pada jendela tempat mereka turun dan membawa semua anggota keluarganya ke tempat itu agar mereka selamat Kedua pengintai itu tinggal di pegunungan selama tiga hari dan setelah itu mereka pulang Pasal 3 (17 ayat) Yosua dan semua orang Israel berangkat dari Sitim pagi-pagi menuju ke sungai Yordan. Mereka bermalam di sana Setelah lewat 3 hari, para pengatur pasukan memberi perintah pada bangsa itu agar mereka mengikuti orang Lewi setelah mereka mengangkat tabut perjanjian Tuhan. Antara bangsa itu dan tabut perjanjian harus berjarak kira-kira 2000 hasta Yosua memerintah para pemegang tabut perjanjian untuk mengangkatnya dan memilih 12 orang dari tiap suku orang Israel Ketika para imam pembawa tabut perjanjian mencelupkan kaki di tepi sungai Yordan, air sungai itu berhenti mengalir dan bangsa itupun menyeberang Para imam pemegang tabut perjanjian tetap berada di tanah di tengah sungai Yordan sampai seluruh bangsa selesai menyeberangi sungai Pasal 4 (24 ayat) Yosua memanggil ke-12 orang yang ditetapkannya dari tiap suku dan meminta mereka menyeberang di depan tabut perjanjian dan mengangkat masing-masing sebuah batu ke atas bahu mereka sebagai suatu tanda mereka telah menyeberangi sungai Yordan Ke-12 orang itu mengangkat batu dan membawanya ke seberang dan meletakkannya di tempat bermalam Yosua menegakkan 12 batu di tengah sungai Yordan, dimana kaki para pemegang tabut perjanjian berada Setelah bangsa menyeberang, para imam pembawa tabut perjanjian juga menyeberang Kira-kira ada 40.000 orang yang siap untuk berperang ke tanah Yerikho Waktu itu, Tuhan membesarkan nama Yosua di mata seluruh orang Israel Ketika kaki para imam dijejakkan pada tanah seberang sungai, air sungai Yordan kembali mengalir

Bangsa Israel telah keluar dari sungai Yordan pada tanggal 10 bulan pertama dan mereka berkemah di Gilgal, di batas timur Yerikho Ke-12 batu yang diambil dari sungai Yordan diletakkan di Gilgal

Pasal 5 (15 ayat) Tuhan menyuruh Yosua untuk membuat pisau dari batu dan menyunat orang Israel untuk yang kedua kalinya agar cela Mesir dapat dihapuskan oleh Tuhan Bangsa Israel disunat oleh Yosua di Bukit Kulit Khatan Setelah di sunat, mereka tinggal di perkemahan Mereka merayakan Paskah pada hari yang ke-14 bulan itu dan makan hasil negeri itu (roti tak beragi dan bertih gandum) sehari sesudahnya. Ketika Yosua berada di dekat Yerikho, ia bertemu dengan Panglima Balatentara Tuhan dan segera bersujud menyembah Panglima Balatentara Tuhan itu menyuruh Yosua menanggalkan kasutnya karena ia berdiri di tempat yang kudus Pasal 6 (27 ayat) Yerikho menutup pintu gerbangnya sehingga tidak ada yang keluar-masuk Yosua meminta para imam mengangkat tabut perjanjian dan tujuh orang imam menmbawa 7 sangkakala tanduk domba di depan tabut Tuhan dan mereka harus berkeliling kota itu Mereka mengelilingi kota itu sekali dan kembali ke perkemahan untuk bermalam. Hal itu dilakukan berturut-turut setiap hari hingga hari ke-6 Pada hati ke-7, mereka bangun pagi-pagi dan berkeliling kota itu sebanyak 7 kali. Setelah itu, Yosua menyuruh mereka bersorak karena Tuhan telah menyerahkan kota itu Setelah mendengar sangkakala berbunyi, bangsa itu bersorak dan runtuhlah tembok Yerikho. Seketika, mereka segera menumpas kota itu Kedua pengintai menyelamatkan Rahab dan semua orang yang berkumpul di rumahnya Yosua mengutuk orang yang akan membangun Yerikho kembali Pasal 7 (26 ayat) Tuhan murka terhadap orang Israel karena mereka mengambil barang-barang yang telah dikhususkan, terlebih Akhan bin Karmi bin Zabdi bin Zerah Yosua menyuruh orang dari Yerikho ke Ai untuk mengintai. Sepulang pengintai, mereka mengatakan jika di kota Ai penduduknya hanya sedkit sehingga hanya membutuhkan sekitar 3000 orang dari bangsa itu ke sana Orang Ai menewaskan 36 orang Israel yang pergi ke sana Orang Israel menguduskan diri mereka dari dosa dan Akhan bin Karmi bin Zabdi bin Zerah mengaku kesalahannya di hadapan Tuhan Pasal 8 (35 ayat) Yosua memilih 30.000 orang untuk pergi ke Ai pada waktu malam Pagi-pagi, Yosua dan pasukannya berangkat ke Ai. Mereka berkemah di sebelah utara Ai Yosua memilih 5000 orang bersamanya untuk mengelabuhi raja Ai sehingga dikejarlah Yosua oleh mereka Yosua mengacungkan lembingnya ke arah Ai dan orang-orang bersembunyi segera bangun dan merebut kota itu Para pasukan Israel dapat menewaskan orang Ai, jumlahnya 12.000 orang. Hanya ternak dan barang-barang kota itu dijarah oleh orang Israel Yosua mendirikan mezbah di gunung Ebal bagi Tuhan. 8 orang Israel menuliskan salinan hukum Musa di sana

Pasal 9 (27 ayat) Ketika terdengar oleh raja-raja berbagai daerah, mereka bergabung untuk menyerang Yosua dengan menggunakan akal. Mereka menyamar sebagai pendatang dari negeri jauh Yosua bersedia bersahabat dengan mereka dan mau mengikat perjanjian untuk membiarkan mereka hidup Tiga hari kemudian, semuanya terbongkar. Namun para pemimpin umat tetap membiarkan mereka hidup karena perjanjian yang telah mereka ikat Yosua mengajak mereka berbicara dan mereka mengatakan bahwa mereka takut akan dimusnahkan juga. Mereka ingin Yosua memperlakukan mereka seperti apa yang dia anggap baik. Yosua menjadikan mereka tukang belah kayu dan tukang timba air untuk umat dan mezbah Tuhan Pasal 10 (43 ayat) Setelah terdengar oleh raja Yerusalem (Adoni-Zedek) bahwa Yosua telah merebut dan menumpas Ai serta telah mengadakan persahabatan dengan penduduk kota Gibeon, maka Adoni-Zedek menyuruh orang kepada raja Hebron (Hoham), raja Yarmut (Pileam), raja Lakhis (Yafia), dan raja Eglon (Debir) untuk meminta bantuan dalam menggempur Gibeon Orang-orang Gibeon meminta agar Yosua tidak meninggalkan dan agar bersedia membantu mereka karena kelima raja orang Amori telah bergabung untuk melawan mereka Yosua dan pahlawannya menyerang tiba-tiba dari Gilgal Setelah semalaman mereka maju, Tuhan mengacaukan pasukan Amori sehingga mereka kalah Yosua mengatakan matahari akan berhenti di atas Gibeon dan bulan di atas lembah Ayalon dan terjadilah demikian sampai bangsa mereka membalaskan dendamnya pada musuh Kelima raja bersembunyi di dalam gua Makeda. Yosua meminta orangnya untuk menggulingkan batu yang besar untuk menutup gua tersebut dan mengejar musuh mereka yang akan masuk ke kota-kota Setelah tak ada yang berani melontarkan kata ancaman pada bangsa Israel, Yosua meminta agar membuka mulut gua dan membawa kelima raja itu ke hadapannya Yosua membunuh raja-raja itu dan menggantungnya di 5 tiang sampai matahari terbenam. Setelah itu mayat mereka ditempatkan di gua Makeda dan mulut gua itu ditutup Yosua juga menumpas habis kota Libna, Lakhis, Eglon, Hebron, dan Debir. Yosua menewaskan dari Kadesh-Barnea sampai Gaza, juga tanah Gosyen sampai Gibeon. Lalu mereka kembali ke perkemahan di Gilgal Pasal 11 (23 ayat) Setelah hal itu terdengar oleh raja Hazor (Yabin), raja tersebut meminta bantuan pada raja-raja Kanaan bagian Timur dan Barat. Mereka membawa pasukan yang sangat banyak Raja-raja itu berkemah di dekat mata air Merom untuk memerangi orang Israel Yosua dan seluruh tentaranya datang menyerbu mereka diam-diam di dekat mata air Merom. Kuda mereka dilumpuhkan dan kereta mereka dibakar dengan api sehinggamereka kalah Yosua dan tentaranya menumpas kota Hazor dan membakarnya Yosua telah merebut seluruh negeri itu, dari Pegunungan Gundul sampai lembah gunung Libanon, di kakai gunung Hermon Yosua juga melenyapkan orang Enak, kecuali di daerah Gaza, Gad, dan Asdod

Negeri itu diberikan pada orang Israel menurut pembagian suku mereka dan mereka berhenti berperang Pasal 12 (24 ayat) Raja-raja yang dikalahkan yang berada di seberang sungai Yordan ke arah matahari terbit : Sihon (raja Amori), Og (raja Basan), Sihon (raja Hesybon) Raja-raja yang dikalahkan yang berada di sebelah barat sungai Yordan : raja Yerikho, raja Ai, raja yetusalem, raja Lakhis, raja Eglon, raja Gezer, raja Debir, raja Geder, raja Horma, raja Arad, raja Libna, raja Adulam, raja Makeda, raja Betel, raja Tapuah, raja Hefer, raja Afek, raja Larason, raja Madon, raja Hazor, raja Simron Meron, raja Akhsaf, raja Taanakh, raja Megido, raja kedesh, raja Yokneam, raja Dor, raja Goyim, raja Tirza Jumlah semua raja itu 31 orang Pasal 13 (33 ayat) Yosua bertambah tua dan lanjut umurnya Tuhan berfirman bahwa di negeri itu masih banyak yang belum diduduki, antara lain : wilayah orang Filistin dan Gesur (Gaza, Asdod, Askelon, Gad, dan Ekron), wilayah orang Awi, wilayah orang Gebal, dan seluruh gunung Libanon di sebelah matahari terbit. Yosua harus membagikan negeri itu kepada suku ke-9 Israel dan setengah suku Manasye Bersama dengan suku Manasye yang setengah lagi, orang Gad dan orang Ruben telah menerima milik pusaka mereka Suku bani Ruben mendapatkan daerah yang dibatasi oleh sungai Yordan dan daerah pinggirnya Suku Gad mendapatkan daerah dari Yaezer sampai ujung danau Kineret Setengah suku Manasye mendapat daerah dari Mahanaim samapi kota-kota kerajaan Og di Basan Suku Lewi tidak diberikan milik pusaka, karena Tuhan-lah yang menjadi milik pusaka mereka Pasal 14 (15 ayat) Pembagian tanah kanaan dilakukan oleh Imam Eleazar dan Yosua bin Nun dengan cara diundi, seperti yang difirmankan Tuhan Bani Yehuda datang menghadap Yosua di Gilgal Kaleb bin Yefune (orang Kenas) berkata bahaw ia berumur 40 tahun ketika Musa untuk mengintai negeri itu dan meminta agar janji Musa bahwa tanah yang dipijaknya dulu akan menjadi miliknya dapat ditepati Yosua memberkati Kaleb bin Yefune dan memberikan Hebron padanya Nama Hebron dahulu adalah Kiryat-Arba. Arba adalah orang yang paling besar di antara orang Enak. Negeri itu aman dan berhenti berperang Pasal 15 (63 ayat) Batas Selatan daerah Yehuda : dari ujung Laut Asin dan berakhir di laut, muara sungai Mesir Batas Timur daerah Yehuda : Laut Asin sampai ke muara sungai Yordan Batas Utara daerah Yehuda : dari telut di muara sungai Yordan dan berakhir di laut dekat Yabneel Batas Barat daerah Yehuda : Laut Besar dan pantainya Kaleb bin Yefune merebut Hebron dari kaum Yehuda Orang Yebus, penduduk Yerusalem tetap diam bersama-sama bani Yehuda di Yerusalem Pasal 16 (10 ayat) Hasil undian bagi bani Yusuf, batas-batas daerahnya : dari sungai Yordan dekat Yerikho sampai daerah Gezer dan berakhir di laut

Bani yusuf terdiri dari bani Efraim dan bani Manasye Batas daerah bani Efraim : o Timur : Atarot-Adar samapi Bet-Horon Hulu o Barat : sebelah utara Mikhmetat sampai sungai kana dan berakhir di laut Orang Kanaan yang diam di Gezer masih tetap tinggal dengan bani Efraim, tetapi menjadi budak rodi Pasal 17 (18 ayat) Kepada Makhir (anak sulung Manasye) diberikan Gilean dan Basan. Bagian itulah yang ditentukan bagi anak-anak Manasye yang lain Zelafehad bin Hefer bin Gilead bin Makhir bin Manasye tidak mempunyai anak laki-laki. Anak-anaknya : Mahla, Noa, Hogla, Milka, dan Tirza Batas daerah Manasye : dari Asyer sampai lewat di sebelah utara sungai Kana dan berakhir di laut Batas antara daerah suku Efraim dan Manasye adalah laut. Di selatan adalah wilayah kaum Manasye, sedangkan di utara adalah wilayah kaum Efraim Pasal 18 (28 ayat) Rakyat Israel berkumpul di Silo dan menempatkan Kemah Pertemuan di sana. Masih ada 7 suku yang belum mendapat bagian milik pusaka Yosua menyuruh agar masing-masing suku mengerahkan 3 orang wakilnya untuk pergi menjelajahi daerah milik pusakanya Wakil itu pergi menjelajah dan mencatat keadaan daerah milik pusaka itu dan kembali lagi ke Silo Yosua membuang undi untuk pembagian wilayah milik pusaka Suku Benyamin mendapat wilayah di antara wilayah milik suku Yehuda dan suku Yusuf. Wilayah mereka berawal dari sungai Yordan (batas sisi timur) dan berakhir di teluk utara Laut Asin, di muara sungai Yordan sebelah selatan. Terdapat 14 kota beserta desanya di wilayah itu Pasal 19 (51 ayat) Suku Simeon diundi kedua. Milik pusakanya berada di tengah-tengah milik pusaka bani Yehuda karena memang diambil dari bagian bani Yehuda yang dianggap terlalu besar. Wilayah itu memiliki 17 kota serta desa-desanya Suku Zebulon diundi ketiga. Wilayahnya dari Sarid sampai di lembah Yiftah-El. Terdapat 12 kota dengan desa-desanya Suku Isakhar diundi keempat. Batas daerahnya menyinggung Tabor, Sahazima, dan BetSemes. Batas mereka berakhir di sungai Yordan. Wilayahnya meliputi 16 kota dengan desa-desanya Suku Asyer mendapat undian kelima. Wilayahnya meliputi 22 kota dengan desa-desanya Suku Naftali mendapat undian keenam. Daerah mereka mulai dari Helef dan berakhir di sungai Yordan. Terdapat 19 kota dengan desa-desanya Suku Dan mendapat undian ketujuh. Karena wilayahnya terlalu sempit, maka bani Dan berperang dengan kota Lesem dan mendudukinya. Kota itu dinamai Dan, seturut nama leluhur mereka Yosua bin Nun mendapat milik pusaka di daerah Timnat-Serah di pegunungan Efraim yang berada di tengah-tengah milik pusaka suku yang lain. Pasal 20 (9 ayat) Tuhan berfirman pada Yosua agar ia memilih sebuah kota perlindungan dengan perantaraan Musa agar siapa saja yang membutuhkan perlindungan karena tidak sengaja membunuh seseorang, namun ia dikejar-kejar oleh penuntut tebusan darah, ia dapat pergi ke sana

Yang melarikan diri ke sana haruslah berdiri di depan pintu gerbang kota dan memberitahukan perkaranya kepada tua-tua kota. Ia akan diberikan tempat di sana Ia harus tetap diam di sana sampai dihadapkan pada rapat jemaah untuk diadili, sampai imam besar yang ada pada waktu itu mati. Barulah pembunuh itu boleh pulang Kota perlindungan : Kadesh di Galilea, Kiryat-Arba (Hebron), Bezer, Ramot di Gilead, dan Golan di Basan Pasal 21 (45 ayat) Orang-orang Lewi datang menghadap pada imam Eleazar, Yosua bin Nun, dan kepala kaum keluarga tiap suku Israel untuk meminta milik pusaka untuk tanah penggembalaan ternak mereka Menurut undian, kaum Kehat mendapat 13 kota dari suku Yehuda, Simeon, dan Benyamin; 10 kota dari suku Efraim, Dan, dan Manasye yang setengah Keturunan Gerson mendapat undian 13 kota dari suku Isakhar, Asyer, Naftali, dan Manasye yang setengah lagi Keturunan Merari madapat undian 12 kota dari suku Ruben, Gad, dan Zebulon. Kota-kota orang Lewi di tengah-tengah milik bangsa Israel ada 48 kota dengan tanahtanah penggembalaannya Seluruh negeri itu diberikan Tuhan pada kaum Israel. Tuhan mengaruniakan keamanan di segala penjuru dan segala yang baik bagi kaum Israel dipenuhi oleh Tuhan Pasal 22 (34 ayat) Yosua meminta suku Ruben, Gad, dan Manasye yang setengah untuk pulang ke rumah mereka yang berada di seberang sungai Yordan dan memberkati mereka agar suku-suku itu tetap mengasihi Tuhan dan hidup di jalan-Nya Yosua meminta suku Manasye yang setengah untuk membagi-bagikan hasil jarahan dari musuh mereka kepada saudara-saudara mereka Setelah sampai di Gilead, suku Ruben, Gad, dan Manasye yang setengah itu mendirikan mezbah Imam Pinehas bin Eleazar dan seluruh pemimpin tiap suku Israel mendatangi mereka dan menyangka jika mereka membuat mezbah untuk mereka sendiri dan berpaling dari Tuhan, mereka takut jika nanti akan terjadi tulah di antara mereka semua. Bani Ruben, Gad, dan Manasye yang setengah itu menyatakan jika mereka membuat mezbah tersebut sebagai saksi bahwa mereka tetap beribadah kepada Tuhan dengan korban bakaran, sembelihan, dan keselamatan. Setelah mendengar jawaban mereka, imam Pinehas bin Eleazar dan seluruh pemimpin tiap suku Israel menganggap hal itu baik dan mereka meninggalkan bani Ruben, Gad, dan Manasye yang setengah ituserta mengurungkan niat untuk memusnahkan tanah tempat ketiga suku itu tinggal Pasal 23 (16 ayat) Lama setelah Tuhan mengaruniakan keamanan kepada orang Israel, Yosua memanggil seluruh orang Israel Yosua berpesan agar mereka menguatkan hati dalam memelihara dan melakukan segala yang tertulis dalam kitab hukum Musa sehingga mereka tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri. Mereka juga harus tetap mengasihi Tuhan karena Tuhanlah yang selama ini mendampingi mereka. Mereka harus setia kepada Tuhan dan tidak menyembah Allah lain karena Tuhan, Allah Israel, akan murka. Pasal 24 (33 ayat) Yosua mengumpulkan seluruh suku orang israel di Sikhem serta memanggil para tua-tua Israel, para kepala, para hakimnya, dan para pengatur pasukan untuk menghadap Tuhan

Yosua mengikat perjanjian dengan bangsa itu bahwa mereka akan beribadah dan lebih dekat lagi kepada Tuhan, Allah Israel. Yosua menuliskan semua itu di kitab hukum Allah, lalu ia mengambil batu besar dan mendirikannya di bawah pohon besar, di tempat suci Tuhan. Batu itu menjadi saksi perjanjian mereka bahwa mereka tidak akan menyangkal Tuhan Sesudah semua peristiwa itu, maka Yosua bin Nun mati pada usia 110 tahun dan dikuburkan di Timnat-Serah (milik pusakanya) di pegunungan Efraim Tulang-tulang Yusuf yang dibawa dari Mesir dikuburkan di Sikhem, di tanah milik yang dibeli Yakub dari anak Hemor, bapa Sikhem, yang merupakan milik pusaka dari bani Yusuf Eleazar bin Harun juga mati dan dikuburkan di bukit yang diberikan kepada Pinehas, anaknya, di pegunungan Efraim

Pasal Terpanjang : Pasal 15 (63 ayat) Pasal Terpendek : Pasal 20 (9 ayat)

SESILIA NOVISTA / XI IPA 2