P. 1
1964 - Se Ma No 13 Th 1964 Ttg Putusan Yang Dapat Dijalankan Lebih Dulu (Uitvoerbaar Bij Voorraad)

1964 - Se Ma No 13 Th 1964 Ttg Putusan Yang Dapat Dijalankan Lebih Dulu (Uitvoerbaar Bij Voorraad)

|Views: 6|Likes:
Dipublikasikan oleh Barita Tambunan

More info:

Published by: Barita Tambunan on Sep 20, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/17/2013

pdf

text

original

SURAT EDARAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 13 TAHUN 1964 TENTANG PUTUSAN YANG DAPAT DIJALANKAN LEBIH DULU (UITVOERBAAR

BIJ VOORRAAD) MAHKAMAH AGUNG Jl. Lapangan Banteng Timur I Telp. Otomaat 64610 Teromol Pos No.20 No Perihal : 750/P/3079/M/1964 Kepada Yth. : Putusan yang dapat dijalankan lebih dulu Kepala Pengadilan Negeri (uitvoerbaar bij voorraad) di Seluruh Indonesia SURAT EDARAN NOMOR 13 TAHUN 1964 Menyambung instruksi Mahkamah Agung tanggal 13 Pebruari 1950 No.348 K/5216/M di mana kepada Pengadilan Negeri-Pengadilan Negeri diinstruksikan agar jangan secara mudah memberi putusan yang dapat dijalankan lebih dahulu (uitvoerbaar bij voorraad), walaupun tergugat naik banding atau memajukan perlawanan, dihubungkan dengan nasihat Yang Mulia Menteri/Ketua Mahkamah Agung yang diberikan dalam beberapa pertemuan di berbagai kota antara Beliau dengan para Hakim agar putusan yang dimaksudkan di atas sedapat mungkin jangan diberikan, hendaknya putusan itu telah ketelanjuran diberikan, akan tetapi apabila putusan itu jangan dilaksanakan, apabila terhadap putusan itu dimintakan banding, oleh karena: a. apabila dalam suatu perkara dimintakan banding, maka perkara itu menjadi mentah kembali; b. apabila putusan itu telah ketelanjuran dilaksanakan untuk kepentingan penggugat, yang menang dalam perkara tersebut, dan kemudian penggugat dikalahkan oleh Pengadilan Tinggi, maka akan ditemui banyak sekali kesulitan-kesulitan untuk dapatnya mengembalikan dalam keadaan semula. mengingat pula kenyataan, bahwa instruksi Mahkamah Agung dan nasihat Yang Mulia Menteri/Ketua Mahkamah Agung tersebut kurang diindahkannya, terbukti masih saja banyak Pengadilan Negeri- Pengadilan Negeri yang memberikan putusan-putusan dapat dijalankan lebih dahulu bahkan melaksanakan putusan-putusan itu, walaupun terhadap putusan itu dimintakan banding, maka dengan ini Mahkamah Agung sekali lagi menginstruksikan agar sedapat mungkin jangan memberikan putusan yang dapat dijalankan lebih dahulu, atau apabila benar-benar dipandang perlu memberikan putusan serupa itu, pelaksanaannya harus mendapat persetujuan lebih dahulu dari Mahkamah Agung. Jakarta, 10 Juli 1964

Lampiran : -

MAHKAMAH AGUNG, Ketua, Ttd. (Mr. WIRJONO PRODJODIKORO,SH) Atas Perintah Majelis: Panitera, Ttd. (J.Tamara) Tembusan Kepada: 1. Y.M Menteri Kehakiman di Jakarta 2. Yth. Ketua Pengadilan Tinggi di seluruh Indonesia. Catatan: Surat Edaran ini dicabut dengan Surat Edaran No.03 tahun 1971.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->