Anda di halaman 1dari 3

Reaksi Pembentukan Ikatan Peptida (Image from wikipedia) Karena reaksi pembentukan peptida membebaskan 1 molekul air, maka

jumlah AA penyusun polipeptida disebut residu. Berdasarkan konvensi, penyebutan urutan AA dimulai dari AA yang memiliki gugus NH2 (disebut N terminal) hingga yang memiliki gugus COOH bebas (C terminal).

Struktur Molekul Polipeptida (Image from ncbi.nlm.nih.gov) Rantai peptida biasa disebut backbone alias tulang punggung sedangkan gugus R biasa disebut gugus samping.

Asam amino (selanjutnya disebut AA saja) dapat membentuk rantai karena gugus amino (NH2) suatu AA dapat bereaksi dengan gugus karboksilat (COOH) pada AA lainnya. Molekul rantai yang terbentuk dinamakan peptida, jika rantainya relatif pendek (<10 AA) biasa disebut oligopeptida, jika rantainya panjang disebut polipeptida atau protein (sekitar 50 2000 residu AA). Ikatan yang terbentuk antar AA dinamakan ikatan peptida

Alkohol primer Alkohol primer bisa dioksidasi baik menjadi aldehid maupun asam karboksilat tergantung pada kondisi-kondisi reaksi. Untuk pembentukan asam karboksisat, alkohol pertama-tama dioksidasi menjadi sebuah aldehid yang selanjutnya dioksidasi lebih lanjut menjadi asam. Oksidasi parsial menjadi aldehid Oksidasi alkohol akan menghasilkan aldehid jika digunakan alkohol yang berlebihan, dan aldehid bisa dipisahkan melalui distilasi sesaat setelah terbentuk. Alkohol yang berlebih berarti bahwa tidak ada agen pengoksidasi yang cukup untuk melakukan tahap oksidasi kedua
Jika digunakan etanol sebagai sebuah alkohol primer sederhana, maka akan dihasilkan aldehid etanal, CH3CHO.

Persamaan reaksi sempurna untuk oksidasi etanol menjadi asam etanoat adalah sebagai berikut:

Persamaan reaksi yang lebih sederhana biasa dituliskan sebagai berikut:

Atau, kita bisa menuliskan persamaan terpisah untuk dua tahapan reaksi, yakni pembentukan etanal dan selanjutnya oksidasinya.

Reaksi yang terjadi pada tahap kedua adalah: