Anda di halaman 1dari 12

PENULISAN MAKALAH

Oleh: Irsad Andriyanto, S.E.,M.Si.

Disampaikan pada Pelatihan Pembuatan Makalah Mahasiswa Himpunan Mahasiswa Jurusan Syariah STAIN Kudus 1-3 Oktober 2012

Pendahuluan
Pembuatan dan Penyajian makalah merupakan salah satu bentuk pengkomunikasian sebuah karya ilmiah. Tentu saja hal ini membutuhkan perhatian yang cukup serius. Suatu penelitian dikatakan belum selesai apabila hasilnya belum disampaikan kepada pihak-pihak yang relevan. Tanpa komunikasi yang efektif, bahkan suatu informasi atau teknologi baru tidak akan diterima oleh penggunanya. Ada dua syarat yang harus dipenuhi oleh peneliti dalam mengkomunikasikan hasil penelitiannya. Pertama, hasil penelitian tersebut harus pantas dikomunikasikan, baik dari segi kebenaran, ketepatan, maupun kegunaannya Kedua, komunikasi harus jelas dan diusahakan agar menarik. Namun, pembuatan makalah seringkali menjadi momok atau pekerjaan yang kurang menyenangkan. Seringkali ditemukan adanya makalah yang terkesan asal-asalan, copy and paste (copas), dan hanya mengikuti kebiasaan pendahulunya yang tidak jelas sumber sistematikanya. Oleh karena itu dibutuhkan pengetahuan yang cukup tentang cara pembuatan makalah yang efektif agar dihasilkan makalah yang menarik dan bernilai manfaat tinggi.

Pembahasan Makalah adalah bagian dari karya ilmiah...


Karya ilmiah merupakan karya tulis yang menyajikan gagasan, deskripsi atau pemecahan masalah secara sistematis, disajikan secara objektif dan jujur, dengan menggunakan bahasa baku, serta didukung oleh fakta, teori, dan atau bukti-bukti empirik. Tujuan penulisan karya ilmiah, antara lain untuk menyampaikan gagasan, memenuhi tugas dalam studi, untuk mendiskusikan gagasan dalam suatu pertemuan, mengikuti perlombaan, serta untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan/hasil penelitian. Ada beberapa jenis karangan ilmiah yaitu, laporan penelitian, makalah seminar atau simposium, artikel jurnal, yang pada dasarnya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Karya ilmiah dapat berfungsi sebagai rujukan, untuk meningkatkan wawasan, serta menyebarluaskan ilmu pengetahuan. Sesuai dengan cirinya, maka karya ilmiah dapat berupa dalam bentuk makalah, artikel, skripsi, tesis, dan disertasi yang pada dasarnya merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan (referensi) bagi ilmuwan atau penulis lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya. Berikut macam-macam karya ilmiah : Makalah Makalah adalah karya ilmiah yang mebahas suatu pokok persoalan, sebagai hasil penelitian atau sebagai hasil kajian yang disampaikan dalam suatu pertemuan ilmiah (seminar) atau yang berkenaan dengan tugas-tugas perkuliahan, yang harus diselesaikan secara tertulis. Skripsi Merupakan karya ilmiah yang ditulis berdasarkan hasil penelitian lapangan atau kajian pustaka dan dipertahankan didepan siding ujian, dalam rangka penyelesaian studi tingkat strata satu (S1) untuk memperoleh gelar sarjana. Tesis Tesis adalah karya ilmiah yang ditulis dalam rangka penyelesaian studi pada tingkat program strata dua (S2), yang diajukan untuk dinilai oleh tim penguji guna memperoleh gelar magister. Pembahasan dalam tesis mencoba mengungkapkan persoalan ilmiah tertentu dan memecahkannya secara analisis kritis.

Disertasi Disertasi adalah karya ilmiah yang ditulis dalam rangka penyelesaian studi pada tingkat strata tiga (S3). Pembahasan dalam disertasi harus analitis kritis, dan merupakan upaya pendalaman dan pengembangan ilmu penegetahuan yang ditekuni oleh mahasiswa, dengan menggunakan pendekatan multidisipliner yang dapat memberikan suatu kesimpulan yang berimplikasi filosofis dan mencakup beberapa bidang ilmiah.

Ciri-ciri Makalah mengikuti ciri-ciri karya ilmiah...


Ciri-ciri karya ilmiah: Empiris: informasi yang disampaikan bersifat faktual yang diperoleh berdasarkan hasil pengamatan, kajian pustaka, penelitian. Netral. Kenetralan ini bisa terlihat pada setiap pernyataan atau penilaian bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu baik kepentingan pribadi maupun kelompok. Oleh karena itu, pernyataan-pernyataan yang bersifat mengajak, membujuk, atau mempengaruhi pembaca dihindarkan. Sistematis. Uraian yang terdapat pada karya ilmiah dikatakan sistematis apabila mengikuti pola pengembangan tertentu, misalnya pola urutan, klasifikasi, kausalitas, dan sebagainya. Dengan cara demkian, pembaca akan bisa mengikutinya dengan mudah alur uraiannya. Logis. Kelogisan ini bisa dilihat dari pola nalar yang digunakannya, pola nalar induktif atau deduktif. Kalau bermaksud menyimpulkan suatu fakta atau data digunakan pola induktif; sebaliknya, kalau bermaksud membuktikan suatu teori atau hipotesis digunakan pola deduktif. Menyajikan fakta (bukan emosi atau perasaan). Setiap pernyataan, uraian, atau simpulan dalam karya ilmiah harus faktual, yaitu menyajikan fakta. Oleh karena itu, pernyataan atau ungkapan yang emosional (menggebu-gebu seperti orang berkampanye, perasaan sedih seperti orang berkabung, perasaan senang seperti orang mendapatkan hadiah, dan perasaan marah seperti orang bertengkar) hendaknya dihindarkan.

Salah kaprah dalam penyusunan makalah-karya ilmiah...


Dalam penulisan karya ilmiah sering terjadi kesalahan yang dapat menghambat penyelesaiannya. Semuanya itu dikarenakan tidak konsisten dalam penulisan. Bentuk ketidak kosisten itu menyangkut banyak hal. Beberapa benruk kesalahan yang sering dijumpai dalam tulisan antara lain : 1. Salah mengerti audience atau pembaca tulisannya. 2. Salah dalam menyusun struktur laporan 3. Salah dalam cara mengutip pendapat orang lain sehingga berkesan menjiplak (plagiat) 4. Salah dalam menuliskan bagian kesimpulan 5. Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar 6. Tata cara penulisan daftar pustaka yang kurang tepat
7.

Tidak konsiste dalam format tampilan

Tahapan dalam penulisan makalah ilmiah


Penulisan makalah ilmiah dapat dikelompokkan dalam 4 tahap, yaitu persiapan, perencanaan, penulisan, dan perbaikan. Masing-masing dari tahapan tersebut dijelaskan sebagai berikut: A. Tahap Persiapan 1. Memilih topik 2. Memilih Majalah ilmiah 3. Membaca Petunjuk bagi Penulis / Pedoman Penulisan B. Tahap Perencanaan 1. Memilih pertanyaan yang akan dijawab 2. Membuat daftar pustaka sambil mengerjakan penulisan 3. Membuat daftar metode dan hasil percobaan 4. Membuat garis besar (outline) C. Tahap Penulisan 1. Menulis judul 2. Menulis abstrak 3. Menyusun tabel dan ilustrasi 4. Menulis naskah pertama 5. Menyusun daftar pustaka

D. Tahap Perbaikan 1. Memeriksa susunan 2. Memperbaiki tata bahasa dan gaya 3. Minta pendapat seorang rekan 4. Memeriksakan naskah kepada penyunting 5. Mengetik naskah terakhir 6. Menyerahkan makalah Penjelasan Tahap Persiapan 1. Memilih topik. Pemilihan topik akan menentukan langkah-langkah selanjutnya dalam penyusunan makalah. Sebaiknya dipilih topik yang menarik dan memiliki nilai manfaat yang banyak, relevan dengan tujuan utama penulisan, dan bukan merupakan topik-topik yang menjenuhkan. 2. Memilih majalah ilmiah. Penulis harus memilih majalah atau referensi yang sesuai dengan bidangnya, serta yang dapat menyampaikan tulisannya kepada pihak-pihak yang dituju. Dalam hal ini juga dipilih referensi yang memiliki nilai kemutakhiran pustaka. 3. Membaca Petunjuk bagi Penulis / Pedoman Penulisan. Pada tahap ini penulis dapat memperoleh gambaran tentang panjang makalah, gaya (style), format, bentuk daftar pustaka, dan lain-lain yang diperlukan. Ketentuan-ketentuan tersebut seringkali berbedabeda untuk setiap makalah yang dibuat. Tahap Perencanaan 1. Memilih pertanyaan yang akan dijawab. Dalam penulisan makalah terdapat permasalahan yang biasanya diwujudkan dalam bentuk pertanyaan. Tulisan harus mengemukakan pertanyaan tersebut secara implisit atau eksplisit, serta memberi jawaban secara jelas. Pemikiran tentang pertanyaan tersebut akan membantu penulis untuk memilih bahan yang akan dimasukkan. 2. Membuat daftar pustaka sambil mengerjakan penulisan. Penulis pemula sering menganggap pustaka sebagai suatu yang harus ditambahkan belakangan sebagai bukti bahwa cukup banyak referensi telah dibacanya. Rujukan (referensi) lengkap setiap buku atau makalah dicatat pada waktu dibaca. Catatan tersebut dapat berupa kartu 13 x 8 cm (sama dengan ukuran kartu katalog perpustakaan), yang mengandung rujukan lengkap dalam gaya yang dikehendaki majalah, serta komentar pembaca, kutipan, dan lain-lain yang membantu penulis dalam penyusunan makalahnya nanti. 3. Membuat daftar metode dan hasil percobaan. Setiap perincian bahan, metode, hasil, serta setiap pokok atau hal yang akan dikemukakan dalam pendahuluan atau pembahasan, dicatat secara singkat. Catatan tersebut dapat dibuat pada kartu 13 x 8 cm, dengan satu pokok setiap kartu 4. Membuat garis besar (outline). Pembuatan garis besar barangkali merupakan langkah terpenting dalam penyusunan tulisan ilmiah. Topik-topik utama disusun dalam bagian (yang biasanya sudah ditentukan oleh gaya majalah ): Pendahuluan, Bahan dan Metode, Hasil, dan Pembahasan. Pembagian makalah kadang-kadang berbeda dengan susunan ini; misalnya, makalah yang melaporkan beberapa percobaan dapat memberi metode dan hasil setiap percobaan sebelum pembahasan keseluruhan; Hasil dan Pembahasan dapat disatukan; dan uraian analisis statistik yang rumit dapat dipisahkan dalam bagian tersendiri. Tidak ada satu struktur yang betul; makalah yang berbeda dapat memerlukan struktur yang berbeda, dan

majalah/jurnal mempunyai syarat-syarat sendiri mengenai apa yang dapat diterimanya, yang dapat diperoleh dengan membaca Petunjuk bagi Penulis serta memperhatikan isi beberapa nomor terbaru majalah itu. Tahap Perencanaan 1. Menulis judul. udul harus pendek (diusahakan sepuluh kata atau kurang), tetapi berinformasi. Judul merupakan bagian tulisan yang paling banyak dibaca dalam makalahnya sendiri, daftar isi majalah, indeks dan bibliografi. Oleh karena itu, judul harus menggambarkan isi makalah dengan tepat dan singkat, tetapi tidak terlalu singkat sehingga maknanya terlalu umum. Untuk mempermudah pembuatan katalog perpustakaan dan indeks, judul dimulai dengan kata kunci 2. Menulis abstrak. Ada dua macam abstrak utama: deskriptif dan informatif. Abstrak deskriptifyang kurang digunakan dalam majalah penelitian, hanya mendaftarkan suatu makalah atau buku. Untuk makalah di majalah penelitian diperlukan abstrak informatifyang merupakan uraian satu paragraf yang meringkas makalah keseluruhan. Dalam abstrak ini dikemukakan pertanyaan masalah yang diselidiki serta jangkauan dan tujuan penelitian (seperti pada Pendahuluan); cara penyelidikan (Bahan dan Metode); serta hasil utama dengan arti dan implikasinya (Hasil dan Pembahasan). Harus diingat bahwa Abstrak bukanlah Pendahuluan atau kesimpulan, melainkan ringkasan setiap pokok utama dalam teks; tidak ada isi (misal kesimpulan) yang dimuat dalamAbstrak, tetapi tidak diuraikan dalam teks. 3. Menyusun tabel dan ilustrasi. Tabel dan ilustrasi mengandung data yang didapat dalam penyelidikan, dan lebih baik disusun dulu, baru kemudian disusun teks sebagai deskripsi dan interpretasi data itu. 4. Menulis naskah pertama. Naskah pertama ditulis dengan menggunakan garis besar sebagai pedoman. Perencanaan yang matang dan garis besar yang baik sangat mempermudah penulisan naskah, dan mencegah kesalahan fatal atau perubahan pokok pada tahap lanjut. Naskah ditulis atau diketik dua spasi untuk mempermudah koreksi atau tambahan. Penulisan sebaiknya dikerjakan sekaligus tanpa disela pekerjaan lain supaya kalimat dan paragraf sinambung satu dengan yang lain. 5. Menyusun daftar pustaka. Daftar pustaka disusun menurut gaya yang ditentukan oleh majalah terpilih . Setiap sumber kutipan at au gagasan harus dirujuk dalam makalah uraian sebagaian besar karya cirang lain kurang disukai. Tulisan yang tidak diterbitkan dapat dirujuk pada akhir teks rujukan dengan catatan (tidak diterbitkan) dalam kurung pada Pustaka atau sebagai catatan kaki (tergantung gaya makalah) Tahap Perbaikan 1. Memeriksa susunan. Pemeriksaan teliti sebelum penyerahan menjamin tidak adanya kesalahan teknis, isi, atau ketikan; dengan demikian, makalah dapat diproses dengan cepat oleh redaksi majalah, dan dapat diterbitkan lebih dini. Pemeriksaan terdiri atas beberapa tahap. Pertama, susunan diperiksa: apakah setiap bagian dan paragraf dalam urutan terbaik, serta bersambung dengan bahan yang mendahuluinya dan mengikutinya? Apakah ada informasi yang perlu tapi belum tertulis, ataukah ada bahan yang masuk namun tidak relevan? Apakah abstrak memang mewakili informasi yang diberi dalam makalah? 2. Memperbaiki tata bahasa dan gaya. Makalah harus ditulis dalam bahasa yang baik, dengan menggunakan istilah yang tepat. Data perlu dapat perhatian khusus: sering terjadi kesalahan ketik pada tabel atau rujukan yang tidak dapat diketahui walaupun melalui pemeriksaan teliti. Istilah yang diterjemahkan dari bahasa asing serta penyusunan setiap kalimat perlu pula diperiksa. Gaya akan menentukan bentuk judul dan sub-judul, penggunaan huruf besar dan kecil, titik atau koma sebagai tanda desimal, perlakuan tabel, ilustrasi dan rujukan, dan lain-

3. 4.

5.

6.

lain. Penyesuaian gaya sebelum makalah diserahkan oleh penulis akan menjamin kemudahan dan kecepatan pemrosesan oleh redaksi. Minta pendapat seorang rekan. Penulis sering tidak menyadari ketidakjelasan tulisannya karena mengira pembaca mengetahuiapa yang ia ketahui. Memeriksakan naskah kepada penyunting. Naskah diketik dalam gaya yang sesuai dengan ketentuan majalah, dan diserahkan kepada penyunting (editor) setempat untuk pemeriksaan. Penyunting juga perlu diberitahukan gaya yang diperlukan oleh majalah (berupa fotokopi Petunjuk bagi Penulis) atau ketentuan-ketentuan lain (misalnya, garis besar makalah yang ditujukan untuk simposium mungkin ditentukan oleh panitia simposium) Mengetik naskah terakhir. Naskah yang diserahkan kepada redaksi majalah harus diketik rapih. Ketentuan-ketentuan lain (misalnya bentuk foto dan grafik yang diperlukan) diperoleh dari Petunjuk bagi Penulis. Sebelum diserahkan ke redaksi, makalah harus diperiksa sekali lagi untuk membetulkan kesalahan ketik, rujukan, tabel dan ilustrasi, serta hadirnya semua bagian makalah dalam urutan yang betul. Menyerahkan makalah. Makalah diserahkan kepada redaksi majalah dalam jumlah dan gaya yang ditentukan dalam Petunjuk bagi Penulis.

Struktur makalah ilmiah


Struktur makalah yang diuraikan di sini merupakan struktur yang paling sering digunakan dalam pelaporan ilmiah. Struktur tersebut tidak didasarkan atas hukum yang selalu harus ditaati, tetapi merupakan kebiasaan yang telah berevolusiselama sejarah penulisan ilmiah. Berikut struktur makalah yang sering dijumpai,: Struktur makalah ilmiah Judul Penulis (Penulis) Abstrak (Bahasa Indonesia/ Inggris) (Bahasa Inggris/Indonesia) Maksud Metode Hasil dan kesimpulan Jangkauan dan sifat utama masalah Tinjauan penelitian lain Hipotesis, tujuan, cara penyelidikan (Hasil utama) Bahan Metode Pengukuran dan analisis Data, tabel dan ilustrasi Penggambaran hasil Arti hasil Kesimpulan, implikasi hubungannya dengan penelitian lain, rekomendasi Ringkasan hasil dan pembahasan

Pendahuluan

Bahan dan Metode Hasil Pembahasan Kesimpulan Daftar Pustaka Lampiran

Berikut disajikan daftar pertanyaan untuk memeriksa susuna makalah Garis besar Judul Apakah Garis Besar mengandung pokok-pokok data urutan nalar? Apakah judul dan sub-judul tepat? Apakah judul memfokuskan makalah supaya isinya jelas bagi calon pembaca? Apakah judul terdiri kurang dari 11 kata? Apakah judul dimulai dengan kata kunci? Apakah Abstrak mengatakan tujuan dan hipotesis penyelidikan? Apakah Abstrak menceritakan apa yang dikerjakan? Apakah hasil disebut? Apakah Abstrak menurut format (terutama panjangnya dan bahasa) yang dituntut oleh majalah? Apakah tabel digunakan untuk menekankan angka tepat, dan ilustrasi untuk menekankan kecenderungan? Apakah informasi cutup sehingga setiap tabel atau ilustrasi mandiri, dapat dimengerti tanpa melihat teks? Apakah perlu penyebutan ulang angka dalam teks? Apakah angka persentase dan data murni (bila dicantumkan keduanya) dapat dibedakan dengan jelas (misal dalam kurung)? Apakah setiap tabel dan ilustrasi dirujuk dan dibahas dalam teks? Apakah tabel dan ilustrasi dipisahkan dari teks (halaman tersendiri) pada akhir teks? Apakah Pendahuluan kurang dari satu halaman ketikan? Apakah subyek digambarkan dengan singkat? Apakah penemuan penelitian lain disajikan? Apakah tujuan dan hipotesis disebut? Apakah peneliti dalam bidang yang sama dapat mengulangi penyelidikan dengan membaca bagian Bahan dan Metode? Apakah metode sudah diusahakan disebut menurut urutan waktu? Apakah pertanyaan apa, di mana, kapan, bagaimana dan berapa dijawab? Apakah hasil dimasukkan di bagian Hasil, bukan di bagian Bahan dan Metode? Apakah tabel dan ilustrasi perlu untuk mendukung penyajian hasil? Apakah teks menunjukkan hubungan dan kecenderungan penting, tanpa mengulangi data yang sudah tersedia dalam tabel danilustrasi? Apakah hasil disajikan sebelum dibahas? Apakah hipotesis/tujuan yang disebut pada Pendahuluan dijawab? Apakah diutarakan kesimpulan yang menjawab pertanyaan apa artinya? Apakah semua gagasan dan kutipan dari sumber lain dirujuk? Apakah format catatan kaki dan pustaka majalah terpilih diikuti?

Abstrak

Tabel dan Ilustras

Pendahuluan

Bahan dan Metode

Hasil dan Pembahasan

Pustaka

Contoh Penulisan Daftar Pustaka Bagian ini memuat sumber referensi untuk penulisan makalah, baik dari buku, majalah, artikel ilmiah, dan website.: a. Dari Buku oleh Satu Pengarang Bambang Riyanto.1984. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan. Edisi Kedua. Yogyakarta: Yayasan Badan Penerbit Gajah Mada. b. Dari Buku oleh Dua Pengarang Cohen, Morris R, dan Ernest Nagel. 1939. An Introduction to Logic and Scientific Method. New York: Harcourt, Brace & Co. c. Dari Buku oleh Tiga Pengarang atau Lebih Sukanto, R., et al. 1980. Business Forecasting, Yogyakarta: Bagian Penerbitan Fakultas Ekonomi UGM. d. Dari Buku oleh Pengarang yang Sama Van Horne, James C. 1986. Financial Management and Policy, Ninth Edition, New Jersey: Prentice-Hall International Editions. _______, 1990. Fundamentals of Financial Management, Sixth Edition, New Jersey: PrenticeHall Inc. e. Dari Buku tanpa pengarang Authors Guide. 1975. Englewood Cliffs: Prentice-Hall. Undang-Undang RI No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan, Penerbit Handayani, 1992. f. Buku oleh Lembaga, Pemerintah dan Organisasi Lain R.I., Majelis Musyawarah Rakyat Sementara. 1966. Hasil-hasil Sidang Umum ke IV Tahun 1966, Jakarta: Departemen Penerangan R.I. g. Surat Kabar Artikel tanpa nama penulis Kompas (Jakarta), 28 Pebruari 1995 Artikel dengan judul dan nama penulis Allen, Maury. A Grwowing Union, New York Post. March 20, 1998. P. 4. Artikel dengan judul tetapi tanpa penulis Terpuruknya Dunia Bisnis Perbankan, Jawa Pos, 30 September 1998. hal. 3. h. Jurnal, Buletin, Majalah dan Penerbitan Berkala Irlan Soejono dan A.T. Birowo. 1976. Distribusi Pendapatan di Pedesaan Padi Sawah di Jawa Tengah, Prisma, 1, hal. 26-32 Snitzler, James R. 1958. How Wholesalers Can Cut Delivery Costs, Journal of Marketing, 23: pp. 21-28

i. Hasil Penelitian Faisal Kasryno et al. 1981. Perkembangan Institusi dan Pengaruhnya terhadap Distribusi Pendapatan dan Penyerapan Tenaga Kerja: Studi kasus di Empat Desa di Jawa Barat, Bogor: Studi Dinamika Pedesaan. j. Kertas Kerja Diskusi Panel, Seminar dan Lokakarya M. Damiri. 1993. Perbankan di Indonesia, Suatu Tinjauan Era Deregulasi, Makalah disampaikan pada Ceramah Deregulasi Perbankan di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas Surabaya, Surabaya. Tim Dosen STIE Perbanas Surabaya. 1994. Upaya Pemerataan Pembangunan Melalui Sektor Moneter, Makalah Pelengkap Seminar Perbankan, Surabaya. k. Bahan Tidak Diterbitkan (Mimeographed) Perkembangan Sektor Pertanian 1971/1972. 1972. Jakarta: Departemen Pertanian. (Mimeographed) l. Skripsi, Tesis dan Disertasi Ida Triwahyuni. 1994. Pentingnya Analisis Umur Piutang dalam Hubungannya dengan Pengendalian Outstanding Freight di Divisi Feeder PT. Samudera Indonesia Surabaya, Skripsi Sarjana tak diterbitkan, STIE Perbanas Surabaya. m. Artikel dalam Ensiklopedia Banta, Richard E., New Harmony, Encyclopedia Britanica (1968 ed.), Vol, 16, p. 305 n. Wawancara Burrows, Dr. Lewis. Personal Interview on Puerto Rican Workers in a New York City Hospital, Mt. Sinai Hospital, New York, N.Y., 3 Juni 1998. o. Terjemahan dari Pengarang Lain Klinchin, A.I. 1957. Mathematical Foundations of Information Theory, diterjemahkan oleh Silverman, R.A. dan Friedman, M.D. New York: Dover. p. Internet

Rujukan dari Internet berupa Karya Individual Donald, P., Harby, L. & Gary , W. 1998. A Study on Agricultural Area Online Journals, 193-1997: The Poverty among the Rich, (Online), (http://journal.ccs.soton. ac.uk/ study.html, diakses 12 Juni 1998). Rujukan dari Internet berupa Artikel dari Jurnal Hartono. 1999. Peningkatan Kenerrja Buruh Perusahaan melalui Reward System. Jurnal Manajemen , (Online), Jilid 7, No. 3, (http://www.malang.ac.id, diakses 10 Mei 2000).

10

Kesimpulan
Dalam penyusunan tulisan diperlukan perencanaan yang dini, struktur makalah yang nalar, ketepatan dalam bahasa, isi, dan data yang disajikan, serta kejernihan makna. Makalah harus disesuaikan dengan gaya yang ditentukan dalam Petunjuk bagi Penulis-nya. Tulisan yang baik adalah tulisan yang sederhana. Tulisan ilmiah boleh dianggap berhasil dan komunikatif bila dapat dimengerti dengan mudah tidak hanya oleh ahli bidang itu, tetapi juga oleh orang yang bukan spesialis.

Referensi
Ashby, Mike. 2000. How to write a paper. Cambridge: Engineering Department, Cambridge. 37 p. DHoker, Eric. 2004. Guideline for scientific writing. Los Angeles: University of Department of Phisic and Astronomy. 9 p. University California, of

Dharma, Surya. 2002. Kebijakan pengembangan jurnal ilmiah di Perguruan Tinggi. Disajikan Dalam rangka Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah 21-25 Oktober 2002.di Universitas Tanjungpura. Departemen Pendidikan Nasional Gopen, George D and Judith A. Swan. 1990. The Science of scientific writing. Scientist, 78(Nov-Dec): 550-558. Retype in internet American

Hermanto. 2004. Faktor penghambat pustakawan menulis artikel di surat kabar. Jurnal Perpustakaan Pertanian, 13 (2): 25-32 RI-Departemen Pertanian. 1998. Pedoman Penulisan laporan dan atau publikasi ilmiah. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 16 hlm. RI-Perpustakaan Nasional.2004. Keputusan Kepala Perpustakaan Nasional RI No. 10 Tahun 2004. Tenttang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka Kreditnya. 135 hlm. Characteristics of scholarly and popular writing. UBC http://www.library.ubc.ca/hss/instruction/scholpop.pdf Schulman, E Robert. How to Write a Scientific Paper. Annals of Improbable Research 2 (5): 8 Sobary, Mohamad. 1997. Proses penulisan populer. Makalah disampaikan untuk Seminar Sehari Penulisan Ilmiah dan Populer. IPI Jakarta Selatan Sulistyo-Basuki. 1997. Penulisan Makalah dan buku Ilmiah. Makalah disampaikan untuk Seminar Sehari Penulisan Ilmiah dan Populer. IPI Jakarta Selatan.

11