Anda di halaman 1dari 26

JURNAL READING : Effects of Human Rotavirus Vaccine on Severe Diarrhea in African Infants

Ayuningdyah Chitra Buanantri (112. 0221. 148) Pembimbing: Dr. Roedi Djatmiko, SpA

Fakultas Kedokteran/Bagian Ilmu Kesehatan Anak UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAKARTA Periode 17 September 24 November 2012

Abstract
Background : rotavirus penyebab tersering gastroenteritis pada anak anak diseluruh dunia. Dibutuhkan data untuk melihat efikasi vaksin rotavirus di anak anak Afrika.

Metode : randomized- placebo controlled di Afrika Selatan-Malawi. 1:1:1 = dua dosis:tiga dosis:placebo Minggu ke 6-10-14

Hasil : 4939 bayi terbagi dalam 3 grup, 1647 menerima 2 dosis, 1651 menerima 3 dosis, dan 1641 menerima placebo. Gastroenteritis rotavirus berat terjadi di 4.9% dari kelompok placebo, dan 1.9 % terjadi di kelompok yang diberi vaksin. Efikasi vaksin di Malawi lebih rendah dan episode gastroenteritis yang dicegah lebih banyak dibanding di Afrika Selatan. Efikasi menghadapi semua kasus gastroenteritis berat sebesar 30.2 %, Efek samping terjadi di 9.7% kelompok vaksin, 11.5% di kelompok placebo.

Kesimpulan : Vaksin rotavirus mengurangi insiden gastroenteritis pada anak anak bayi di Afrika sepanjang tahun pertama kehidupan.

Latar belakang
Rotavirus penyebab paling penting kasus gastroenteritis di seluruh dunia. Who memperkirakan 527.000 kematian anak anak setiap tahunnya diakibatkan infeksi rotavirus, lebih dari 230.000 terjadi di SubSahara Afrika. 6 dari 7 negara dengan kematian tertinggi akibat infeksi rotavirus terletak di Afrika.

Rotarix and Rotateq menunjukan efikasi protektif yang baik terhadap gastroenteritis rotavirus di amerika latin, eropa dan united states. SAGE merekomendasikan vaksinasi rotavirus pada tahun 2005, namun vaksin oral ini mungkin tidak seefektif pada anak di negara berkembang dibanding pada negara maju. Disarankan dilakukan uji efikasi vaksin di afrika dan asia.

Metode
Double blind, randomized, placebo-controlled

Informed consent
1:1:1 2 dosis(10-14 mgg) : 3 dosis(6-10-14 mgg) : 3 dosis placebo

Afrika selatan : bayi sehat usia 5-10 mgg, mengikuti dr okt 2005-januari 2006 Malawi : mengikuti Oktober 2006-Juli 2007

Vaksin
Calcium carbonate buffer-viral antigen

Analisa feses selama episode gastroenteritis


Ditandai kejadian diare, diikuti dengan muntah. Diare : bab lebih dari 3 kali dan konsistensi lebih encer dalam 24 jam. Diperiksa menggunakan ELISA, bila hasil positif dilakukan pemeriksaan PCR, diikuti reverse hybridization untuk membedakan tipe.

Assesment of Vaccine efficacy


Sejak 2 minggu dosis terakhir sampai umur 1 tahun.

Menggunakan vesikari scale Dengan nilai severe : 11 atau lebih

Assesment of Safety
Efek samping termasuk kematiam, dicatat sampai responden berusia 1 tahun.

Analisis Statistik
Membandingkan kelompok vaksin dengan kelompok plasebo. Setelah memasuki masa survei efikasi dilakukan analisis primer efikasi

Results
Total : 4939 bayi, dengan 1647 bayi menerima 2 dosis, 1651 menerima 3 dosis, dan 1641 menerima placebo. Yang masuk tahap analisis efikasi : 4417 infant.

Gastroeneteritis berat terjadi pada 70 dr 1443 anak bayi di kelompok placebo, dibanding 56 dr 2974 bayi di kelompok vaksin. . => efikasi vaksin melawan outcome primer gastroenteritis berat sebesar 61.2%

Efikasi vaksin 2 dosis : 58.7% Efikasi vaksin 3 dosis : 63.7% Incidence rate dari gastrienteritis berat di kelompok vaksin 8.6%, sementara kelompok placebo 12.3%. Menunjukan adanya reduction in rate dengan vaksinas 30.2%.

Safety
Paling tidak terjadi 1 kejadian efek samping serius di 319 dari 3298 anak bayi di kelompok vaksin. Dan 189 di 1641 bayi di kelompok placebo. 83 kematian terjaadi di kelompok vaksin dan 43 di kelompok placebo. 1 kasus terjadi intusepsi menyerang anak umur 11 minggu, dikelompok 3 dosis dan 2 sepsis- 1 otitis media .

Discussion
Oral antivirus mengurangi secara signifikan kejadian gastroenteritis berat selama tahun pertama di Afrika. Vaksin efikasi 61.2% artinya mengurangi 5 kejadian per 100 infant. Secara keseluruhan efikasi antivirus dalam mencegah di Afrika lebih rendah dibanding Eropa (96.4%) dan Amerika Latin (84.8%)

Efikasi di Malawi dibanding Afrika selatan (49.4% vs 76.9%) episode kejadian gastroenteritis yang dapat dicegah di Malawi lebih besar (6.7) dibanding Afrika Selatan (4.2) kasus per 100 bayi.

Tidak menemukan perbedaan signifikan efikasi antara 2 dosis dengan 3 dosis. Terdapat perbedaan namun kecil dan tidak berarti.

Menurut WHOS Global Commitee on Vaccine Safety menyimpulkan tidakada hubungan antara vaksin dan peningkatan kejadian dari intusepsi.

Kelemahan
Kriteria inklusi dan ekslusi tidak diperhatikan secara mendetail. Tidak menentukan perbedaan antara pemberian 2 dosis dan 3 dosis. Waktu pengamatan hanya 1 tahun. Waktu pemberian tiap dosis kurang variatif.

Telaah Kritis
Apakah alokasi subyek penelitian kelompok terapi atau kontrol betul secara acak dan tidak ? Apakah semua keluaran dilaporkan ? Apakah studi menyerupai lokasi anda bekerja atau tidak ? Apakah kemaknaan statistik maupun klinis di tempat anda bekerja atau tidak ? Apakah semua subyek penelitian diperhitungkan dalam kesimpulan ?

Symptoms never lie