Anda di halaman 1dari 4

::: MENANTUKU MALAIKATKU ::::

Sebut saja Mita,dia menantu yang selama ini mencukupi kebutuhan kelurga kami,keluarga dia berkecukupan dan anak tunggal tp sayang dia di tinggal bapak kandungnya sehingga dia hidup dengan nenek dan ibunya,semenjak menikah dengan putraku ari aku merasa tak punya beban dalam hidupku dia bekerja keras untuk menghidupi kelurgaku dan keluarga dia,mun gkin dari didikan ibunya dia menjadi wanita kuat dan mandiri,dulu aku bingung soal pembayaran listrik dan sebagainya semenjak dia hadir semua itu tak pernah menjadi bebanku,dia akan marah jika aku berangkat ke sawah dia akan marah jika aku bekerja,dia selalu bilang itu semua tugas yang muda sebagai orang tua kini saatnya istirhat,seringkali ku lihat dia tertawa dan gembira dia tak pernah mengeluh walaupun anaku pengangguran yang hanya duduk manis di rumah menungguh pembelian rokok untuknya tp lagi2 dia terlihat iklas melakukan itu semua,hingga awal kehancuran kebahagiaan kami ibu mita terserang sakit kangker dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit karena merasa tanggung jawabnya mita berpamitan bekerja ke luar negri kami pun mengijinkan,uang kriman dia rutin kami terima untuk kebutuhan kami dan kebutuhan ibunya dan sempat pula membelikan sepeda motor suaminya tak lain anaku sendiri,hingga tahun yang sekian aku begitu syok melihat putraku membawa perempuan lain ke dalam rumahku,aku tak bisa berbuat apa2 untuk melarang karena dia anak yang aku sayang,,dia berlanjut sampai suatu saat mita mendengar kabar itu dia menelponku dia katakan itu sudah biasa dlam rumah tangga karena laki2 juga butuh biologis,aku tahu dia hanya menghibur diri agar tak membuat beban di pikiranku..hingga tahun yang ke 6 kepergian dia anaku nekat untuk menikahi sirih perempuan nakal itu aku menangis aku tegur mereka tp mereka hanya menggap ocehanku sebagai angin lalu,

kaget dan bingung karena malam ini suaminya tidur dengan perempuan nakal itu di kamarnya,,dia masuk dan mencium tanganku dan menyakan kabarku aku hanya diam seketika ku peluk dia berkali kali aku meminta maaf karena tak bisa menjaga suaminya,dia hanya tersenyum dan melarangku berisik karena takut membangunkan suami dan wanita itu.lagi2 aku menangis dan minta maaf ke padanya atas kejadian ini tp dia begitu pandai menutupi keadaanya ku lihat di raut wajanya ingin dia menangis tp dia tutupi semua itu dengan senyuman,tiba2 anak dan wanita itu keluar dr mereka terkejut dan hanya bisa diam,mita tersenyum menyapa a mereka dan meminta maaf mengagu tidur nyenyak mereka.akhrinya dia pun berpamitan untuk mandi dan bergegas tidur karena merasa lelah, Hati ini menangis perih saat ku dengar mita menangis sesenggukan di kamar mandi aku tahu hati dia begitu luka tp dia sanggup menutupi itu semua karena cinta nya yang tulus untuk suaminya,dia anggap suami ada sebagian dri jiwanya bagi dia Stelah mandi dia pun masuk ke kamar tidurku dan ku tegur dia kenapa gak tidur dengan suaminya dia hanya bls itu dengan senyuman dan bilang masih ada pacarnya masak aku ikut2 jadi wasit bu,,ujarnya dalah kedaan luka hatinya dia masih sempat lemparkan canda kepada kami sehingga kami semua pun tertawa kecil karena ulahnya,,di saat bersamaan pula ibu kandunnya sakit parah beban dia begitu berat tp dia sanggup mengatasi ini semua hingga tampa di duga seorang rentenir datang padanya dia katakan ibu kandungnya pinjem uang untuk berobat dengan jumlah yang sangat besar karena dia tidak punya cukup uang akhinrya dia pun berpamitan lagi untuk bekerja lagi ke luar negri,lagi2 kami tidak bisa melarang karena kami tak bisa membantu dia di saat seperti itu ku dengar obrolan mereka bertiga WIL,anaku dan mita mereka katkan jika mita benar2 pergi lagi terpaksa mereka melakukan pernikahan sah dan menceraikan dia, ku lihat dia hanya pasrah.. ingin aku memeluknya waktu itu tp aku tak melakukanya.hingga hari keberangkatanyadia berpamitan pada kami dia katakan sesuatu yang sampai saat ini menjadi kekuatan untuk hidupku " IJINKAN AKU BERBAKTI PADA IBUKU,APAPUN YANG TERJADI DALAM

jam 2 malam ku dengar pintu di ketok seseorang aku pun berlari membuka pintu,darah ini berhenti sejenak setelah mengetahui itu mita di depanku aku

RUMAH TANGGAKU IBU TETAP MERTUA YANG AKU SAYANGI,TUNGGU AKU SUATU SAAT PASTI KEMBALI,." Air mata ini membasahi pipi ku iringi kepergianya dengan doa kami,dalam hatiku pun berharap dia kembali untuk berkumpul bersama kami,tp apa mungkin sedangkan keluarga kami merepotkan dia dan menyakiti hati dia sungguh aku tak tahu. Dia pergi membawa luka Aknkah dia kembali membawa tawanya..itu semua rahasia ILLAHI. Hampir 4 bulan sudah mita bekerja ke luar negri dia masih belum bisa kirim karena masih potong gaji,genap 4 bulan kabar buruk pun harus dia terima ibu kandungnya meninggal tampa dia di sampingnya wajah terakhir pun dia tak sempat melihatnya,barukali ini aku benar2 dengar tangis dia pecah dia katakan semua telah pergi meninggalkan dia aku yakinkan aku masih tetap ada untuk dia walaupun aku hanya sebagai mertua,tak sanggup aku bayangkan betapa sedihnya dia karena yang di miliki di dunia ini hanya ibu dan neneknya seorang, Persis 40 hari kepergian ibunya kabar menyakitkan itu pun datang istri putraku terlambat bulan mereka begitu bahagia tp tidak dengan aku,aku takut jika mita tahu aku takut jika dia betul2 putus asa dengan semua ini karena kekuatan hidupnya yaitu ibunya telah pergi. Aku diamkan rahasia ini sampai bayi itu lahir,,tampa ku sangka mita menelponku dan mengatakan selamat telah mempunyai cucu baru,aku kaget mendengar nya ternyata beberapa bulan ini dia telah mengetahuinya dri teman2nya yang tinggal di kampungku. 2 tahun sudah mita bekerja dia pun pulang kampung untuk berkumpul dengan kami walau rumahnya di tempati putraku dan istrinya it hasil jerih payah mita selama bekerja dia tidak keberatan kami tinggal di sana,mita lebih mengalah menempati rumah ibunya dengan neneknya,lagi2 air mata ini menetes di pipiku,Ku sarankan dia menikah lagi dan mencari suami yang baik untuknya dia hanya bilang hidup sekali,matipun sekali,begitu juga menikah hanya sekali seumur hidup ijinkan

kesetiaan dan cintaku hanya untuk putramu..ujarnya aku terharu mendengar penuturan dia seperti itu. aku sedih mendengar perkataan itu ,kami sering ketemu karena mita sering dataang ke rumahku untuk membelikan bahan2 dapur keperluanku.. Kini semakin lama pernikahan putraku dengan istrinya yang baru semakin rapuh pertengkaran demi pertengkaran aku dengar dri mulut mereka,di saat mereka bertengkar tiba2 mita datang aku halangi dia masuk rumah karena aku takut mita jadi sasaran amarah wanita gila itu,tanpa aku sangka wanita itu melihat aku menggeret tangan mita untuk menghindar sambil teriak wanita gila itu mengatakan kalau aku orang tua tak dapat di untung orang tua tak punya otak dan mengatakan mita wanita tak tahu malu karena sudah di cerai tetap saja datang ke rumah mereka,aku menangis mendengar ucapanya itu,tanpa ku sadari mita berlari dan menampar wanita itu,dia katakan " boleh kau menyakiti hatiku,tapi jangan sampai kau berani menyakiti hati orang tuaku.." ujar mita,ku lihat wanita itu diam seketika dan masuk dalam kamar,sedangkan putraku hanya bisa diam,karena kejadian itu mita pun mengajak ku ikut denganya dan di buatkan aku sebuah warung kecil untuk usahaku di rumah dan mita bekerja di salah satu pabrik rokok,kini ku rasakan keharmonisa hidup bertiga aku mita dan neneknya,aku cukup bersyukur dengan semua ini,tp kebahagiaan ku akan semakin lengkap jika mita benar2 menjadi menantuku bukan wanita gila itu.aku hanya bisa berdoa dan berharap semoga keinginan ku ini tercapai karena doa seorang ibu hanya untuk kebaikan anaknya tapi kapan kebahagiaan itu hadir di tengah keluarga ku,setiap malam dalam sujudku aku hanya bisa berdoa semoga ini semua cepat berlalu dan berganti kebahaagiaan yang baru semoga putraku bisa membedakan kebahagiian dan kasih sayang yang sesungguhnya karena rumah tangga tak akan bisa bahagia kalau tidak saling mengerti dan memahami aku yakin semoga doaku ini semua terkabulkan AMINN. Semnejak kepergianku pindah ke rumah mita,ku lihat putraku dan istrinya semakin sering bertengkar karena masalah kekurangan ekonomi bayar air dan listriki serata kebutuhan dapur, mereka kini baru

merasakan susahnya hidup,dari dulu mereka tak perduli beras dan sebagainya berasal dari mana,walapun aku yakin mereka tahu tp hanya pura2 dan tak ingin tahu,seorang tetanggaku pun sempat mengabarkan jika mereka sering bertengkar wanita itu semakin berani menampar dan memaki pada putraku kalau dia laki2 pemalas dan bodoh,yang tak bisa cari uang,sempat mita punya keinginan membelikan beras untuk mereka tp aku melarang aku ingin agar mereka tahu beberapa tahun ini yang mereka makan dan mereka nikmati itu hasil dari mana,dan akhirnya pula putraku mulai giat bekerja jadi tukang bangunan tp lagi2 wanita itu tidak merasa puas kurang ini itu yang mengakibatkan putraku terlihat kurus kering, Saat pagi hari ku lihat anaku datang ingin menjemputku dia ingin agar aku membantu merawat bayi mereka karena wanita itu jarang pulang,dengan alasan menjenguk keluarganya,akupun menolak aku katakan bawah ke sini saja biar aku dan mita merawat,putra ku terlihat pucat pasi saat ku sebut nama mita,dan kebetulan mita baru masuk rumah setelah bekerja,ku lihat tatapan mata mereka ingin menangis karena rasa rindu itu masih ada di hati mereka,tp mita hanya tersenyum dan masuk kamar,putraku yang merasa malu pun berpamitan pulang dan mengatakan besok pagi bayi mereka di bawah ke rumah, Mita begitu bahagia melihat bayi itu,aku yakin dia punya rasa sakit hati,lagi2 dia mengatakan urusan orang dewasa bayi jangan di ikut campurkan karena dia tak tahu masalah orang dewasa, Satu minggu sudah aku merawat cucuku,hingga soreh itu putraku datang untuk menjemput karena ibunya ingin melihatnya, Ntah apa yang terjadi dengan wanita itu sehingga dia jarang pulang, Hingga suatu hari anaku menangis datang padaku dia katakan keinginan untuk bekerja ke negara malaysia dia malu pulang ke kampunya karena istrinya ketahuan jalan sama lelaki,aku menangis melihat dia begitu terlihat putus asa dan kecewa,semnejak kepergian wanita itu putraku sering mabuk2an dan jarang mengurusi putrinya,sehingga lagi2 aku merepotkan mita,ada rasa bersyukur mreka telah berpisah walaupun

belum resmi cerai tapi niatku muncul lagi menyatukan mita dan putraku semakin besar hingga keinginan ku ini pun ku sampaikan pada putraku,tp dia menolak dia merasa malu dan tak pantas harus memiliki mita lagi setelah dia memperlakukan seperti itu,5 tahun sudah setelah perceraian mereka mana mungkin rasa cinta mita masih tetap buat putraku seorang,walapunbelum pernah aku lihat dia berpacaran dengan laki2 lain,niat untuk bekerja ke malaysia pun di sampaikan lagi padaku,walaupunaku tak tega ini semua demi masa depan balitanya yang masih butuh banyak biaya. Mita yang mengetahui keberangkatan putraku ku lihat di sering murung,sering kali ku tanyakan apa yang terjadi dia tak pernah menjawabnya,, Hari itu tiba,putraku pagi2 berpamitan padaku menuju bandara,ku peluk dia dan ku katakan hati2 dia sana,tampa sengaja ku lihat mita mengintip di balik kelambu ruang tengah ku tarik tangan dia seketika dan ku ku katakan kembalilah kalian,bersatulah lagi tp putra menunduk tak berani menatap wajah mita, Dan segera pergi setelah mencium tanganku dan naik angkot di depan rumahku,ku lihat mita meneteskan air mata aku tahu dia ingin melarang tp dia tak sanggup mengatakan itu setelah ku lihat angkot yang di tumpangi putraku melaju mita menangis histeris dia teriak memanggil putraku sambil bilang jangan tinggalkan dia.tp putraku tak sempat melihatnya karena angkot melaju kencang,beberapa menit mita masih menangis ku katakan kejarlah dia katakan kau memaafkan dia,mita sektika mengambil sepeda montornya aku dan dia pun berboncengan menuju terminal tempat anaku naik bis menuju bandara.setelahkeliling terminal tak ku dapati putraku aku menangis mita pun menangis dan teriak teriak memanggil nama putraku,banyak yang terharu di sekitar terminal itu,sehingga kami pun pasrah dan berpelukan menangis di emperan salah satu toko di tengah terminal. Wktu sudah soreh kami pun putus asa karena tak mendapati putraku,di tengah perjalanan mita menangis dia sempat katakan lebih baik dia yang pergi ke luar negri dr pada putraku,dia katakan lgi

walaupun mereka berpisah tp mita masih bisa melihat keadaan putraku,tp kalau dia kerja ke malaysia mita takut tak dapat melihat keadaan putraku lagi.kami pun menangis di atas sepeda yang kami naiki. Sampai di depan rumah ku lihat ada laki2t duduk di pelataran rumah,dia putraku iya dia putraku ku berlari memeluknya dan bertanya kenapa dia kembali.dia jelaskan walaupun sekilas dia sempat melihat mita mengejar dan melihatnya menangis dan dia pun sektika turun dr angkot dan melihat lagi aku dan mita naik sepeda motor di panggil2 tidak dengar,mita yang mendengar penjelasan itu tersipu malu putraku ku memeluk dan meminta maaf dan berjanji menjadi suami yang tanggung jawab pada istri.kami bertiga pun berpelukan dan menangis bersama tampa malu di lihat nenek mita yng sedang menggendong cucuku.