P. 1
E Government 1

E Government 1

|Views: 6|Likes:
Dipublikasikan oleh Yanto Bikecycle

More info:

Published by: Yanto Bikecycle on Nov 06, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2012

pdf

text

original

E-Government

ICT for Public Administration Semester Genap 2011-2012

Definisi e-government
The World Bank Group mendefinisikan EGovernment sebagai:  E-Government refers to the use by government agencies of information technologies (such as Wide Area Networks, the Internet, and mobile computing) that have the ability to transform relations with citizens, businesses, and other arms of government.

Definisi e-govenment

Electronic government, or "e-government," is the process of transacting business between the public and government through the use of automated systems and the Internet network, more commonly referred to as the World Wide Web.
Legislative Analyst’s Office, “E-Government in California: Providing Services to Citizens Through the Internet”, 24 January 2001.

Tipe-tipe e-Gov
G2C (Government to Citizen)  G2B (Government to Business)  G2G (Government to Government) / inter-agency relationship

ERA 2001

Implementasi e-Gov

Penyediaan sumber informasi
◦ Informasi ini dapat berupa informasi potensi daerah sehingga calon investor dapat mengetahui potensi tersebut.
 Tahukah anda berapa pendapatan daerah anda?  Komoditas apa yang paling utama?  Bagaimana kualitas Sumber Daya Manusia di daerah anda?  Berapa jumlah perguruan tinggi di daerah anda?

Implementasi e-Gov

Penyediaan mekanisme akses melalui kios informasi yang tersedia di kantor pemerintahan dan juga di tempat umum
◦ Usaha penyediaan akses ini dilakukan untuk menjamin kesetaraan kesempatan untuk mendapatkan informasi.

E-procurement
◦ pemerintah dapat melakukan tender secara on-line dan transparan

Manfaat e-Gov
Pelayanan servis yang lebih baik kepada masyarakat. (24/7)  Peningkatan hubungan antara pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat umum.  Pemberdayaan masyarakat melalui informasi yang mudah diperoleh  Pelaksanaan pemerintahan yang lebih efisien (koordinasi rapat dll)

Hambatan dalam Implementasi E-Government
    

Kultur berbagi belum ada. (KISS) Kultur mendokumentasi belum lazim. Langkanya SDM yang handal. Infrastruktur yang belum memadai dan mahal. Tempat akses yang terbatas.

How to Start

Mengumpulkan dan menayangkan informasi tentang kemampuan (potensi) daerah setempat
◦ informasi umum seperti pemerintahan (siapa Gubernur, Walikota, alamat kantor pemerintahan, dan seterusnya), ◦ informasi perniagaan (komoditas apa saja yang ada, bagaimana syarat untuk membuka usaha, penyuluhan, perpajakan, informasi bagi investor asing, statistik bisnis setempat), ◦ informasi pendidikan (daftar perguruan tinggi, sekolah, tempat pelatihan dan kursus), ◦ informasi tentang kultur (bahasa yang digunakan seharihari, kesenian tradisional, hal-hal yang tabu dalam kehidupan setempat) ◦ dan bahkan informasi yang sederhana seperti tentang tempat rekreasi (dimana tempat memancing, snorkling).

How to Start
Jenis-jenis informasi di atas masih harus diuji kembali kebutuhannya dan prioritasnya. (Informasi apa yang paling dicari oleh masyarakat? Jawabannya dapat dilihat dari daftar servis yang paling sering dikunjungi,)  menyediakan fasilitas umpan balik (feedback) bagi masyarakat untuk bertanya dan mengirimkan kritik.  Langkah-langkah ini dapat ditingkatkan kepada halhal yang lebih canggih seperti layanan transaksi (mendaftarkan perusahaan, membayar pajak) sampai ke layanan pemilihan umum secara online

ERA 2004

Lihat Slide presentasi Depkominfo pada APEC 2004

ERA 2012

Fungsi

e-Government dapat diaplikasikan pada legislatif, yudikatif, atau administrasi publik, untuk meningkatkan efisiensi internal, menyampaikan pelayanan publik, atau proses kepemerintahan yang demokratis.

Tujuan

Manfaat

Infrastruktur Utama

Peran

Evaluasi
Ciri E-government berjalan dengan baik :  Masyarakat bebas memilih kapan dan darimana yang bersangkutan ingin berhubungan dengan pemerintahnya, 24 jam sehari dan 7 hari seminggu (non-stop);  Saat pemerintah menjalankan pelayanan, masyarakat dan stakeholder dapat dan boleh memilih berbagai kanal akses (multiple channels), tradisional/konvensional maupun yang paling modern  Pemerintah berperan sebagai koordinator utama yang memungkinkan berbagai hal yang diinginkan masyarakat terwujud,

Peringkat E-Gov Indonesia

Berdasarkan World E-Government Development Ranking, peringkat Indonesia mengalami penurunan dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2010
◦ ◦ ◦ ◦ 85 (2004) 96 (2005) 106 (2008) 109 (2010)

Rangking E-Gov ASEAN menurut PBB

Studi Kasus : E-KTP
Dasar Hukum :  UU 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan  Pasal 23 Ayat 1 UU 23/2006: NIK terdiri 16 digit kode:

◦ 6 digit kode propinsi, kabupaten/kota, kecamatan ◦ 6 digit tanggal bulan tahun kelahiran –utk perempuan tanggal kelahiran ditambahkan angka 40 ◦ 4 digit NIK sistem SIAK (SI Administrasi Kependudukan)

UU 12/2006 Kewarganegaraan, UU 52/2009 Keluarga

Tahapan

Smart Card

ISO/IEC 7810 (Credit Card) ukuran 85.60 x 53.98 mm (ID-1 type), SIM CARD ukuran 25 x 15 mm (ID000) Keunggulannya: menyimpan sejumlah data terprogram yg dapat dihubungkan (relations) dg aplikasi terpusat lainnya (perbankan, kesehatan, kepemilikan asset, ijin mengemudi dll., sistem perpajakan, tagihan dlsb.)

Sekaligus menyimpan informasi ciri khas biometrik utk keperluan otentikasi: retina (iris), DNA, pola vaskular, pengenalan wajah, suara, digital signature, 2 way auth

Proyek E-KTP
Diselenggarakan Kemendagri Tahun Anggaran 2011, diawasi BPK, KPK, audit BPKP  Target proyek adalah pemberian e-KTP untuk 170 juta warga (perkirakan 200 juta pada 2012) usia di atas 17 tahun dan atau sudah menikah sebagai basis kepesertaan Pemilihan Umum 2014  UU Administrasi Kependudukan (UU No. 23 tahun 2006) eKTP harus menyimpan data tentang peristiwa kelahiran, kematian, perkawinan, perceraian, pengakuan anak, pengesahan anak, pengangkatan anak, perubahan nama, dan perubahan status kewarganegaraan (Pasal 64 ayat 3, dan Pasal 1 ayat 17)  Anggaran 6.6 Triliun untuk pembuatan e-KTP

Benchmark
 

1 ID Card menggantikan sejumlah ID Card lain (efisiensi) Malaysia memiliki MyKad (elektonik ID Malaysia, SIM, basic medical data, e-cash, public key infrastructure, payment, transit card) e-ID Thailand (ID Card, riwayat kesehatan, certificate of authentication, e-border pass, dan online services) Portugal (identity card, tax card, social security card, health service user card, voters card) diganti 1 kartu USA 1 Social Security Number untuk semua aplikasi ID

Referensi

MEMBANGUN E-GOVERNMENT, Budi Rahardjo, PPAU Mikroelektronika ITB, 2001 E-Government Development in Indonesia, Djoko Agung Harijadi. Ministry of Communication and Information, Republic of Indonesia, 2004 Penataan Tata Laksana dalam Rangka Penerapan EGovernment, Deputi Bidang Tata Laksana, Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, 2012

Referensi

E-Government di Indonesia dan Dunia, Josua M. Sinambela, STTA Yogyakarta, 2011 Single Identification Number : Kajian Realisasi Implementasi dan Manfaat, Tim Insiden Keamanan Internet dan Infrastruktur Indonesia, 2012

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->