Anda di halaman 1dari 39

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN

ANAK USIA SEKOLAH & REMAJA

RENI ASMARA ARIGA,SKp,MARS

KANAK-KANAK AKHIR (MASA SEKOLAH)


(Wong) masa kanak-kanak akhir dimulai dari usia 6-12 tahun, (Hurlock) masa kanak-kanak akhir dimulai sejak usia 6 tahun hingga matang secara seksual

Label yang digunakan pada masa kanak-kanak : Label yang digunakan orang tua
1. Usia yang menyulitkan 2. Usia tidak rapih 3. Usia bertengkar

Label yang digunakan oleh pendidik


1. Usia sekolah dasar 2. Periode kritis

Label yang digunakan Ahli Psikologi


1. Usia berkelompok 2. Usia penyesuaian 3. Usia kreatif 4. Usia bermain

1.

PERKEMBANGAN FISIK
a. Perubahan proporsi tubuh Rata-rata 6 tahun TB :116 cm dan BB 21 kg, 12 tahun TB :150 cm dan BB 40 kg. Sedikit perbedaan antara anak laki-laki dan perempuan, anak laki-laki tinggi langsing dan lebih berat dari anak perempuan

b. Oksifikasi Pengerasan tulang masih terjadi, tergantung oleh kelenjar thyroid.


c.

Otot dan Lemak Jaringan lemak berkembang lebih cepat dari jaringan otot.

d. Wajah
Perubahan proporsi wajah cepat terjadi. Tulang tengkorak dan otak tumbuh sangat lambat. 6 tahun : 1 atau 2 gigi tetap. 10 tahun :14-16 gigi susu 12-13 tahun : 27-28 gigi tetap.
masa Usia yang banyak kehilangan gigi

d. Perkembangan Susunan Syaraf


8 tahun, bentuk otak sudah dapat dikatakan sempurna ukurannya, tetapi cara kerjanya masih memerlukan waktu untuk berkembang penuh, oleh karena itu, dalam hal ini pertumbuhannya tidak dapat diukur karena sifatnya sangat pelik.

2.PERKEMBANGAN MOTORIK
a. Keterampilan tangan b. Keterampilan berbicara b. Keterampilan kaki untuk mengendarai sepeda roda dua c. Kategori fungsi keterampilan anak
- Keterampilan bantu diri

- Keterampilan bantu sosial


- Keterampilan bermain - Keterampilan sekolah

3. PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL
usia berkelompok / membentuk geng Ciri-ciri geng anak : 1. Kelompok bermain yang sejenis 2. Menjadi anggota geng, anak harus diaja 3. Mulanya geng terdiri dari 3/ 4 anggota, tetapi jumlah meningkat dengan tambah besarnya anak dan bertambahnya minat pada olah raga. 4. Geng anak laki-laki sering terlibat perilaku sosial buruk 5. Kegiatan geng yang populer : permainan, olah raga, dan berkumpul untuk bicara atau makan bersama. 6. Geng mempunyai pusat tempat pertemuan, 7. Punya tanda keanggotaan; 8. Pemimpin geng mewakili ideal kelompok, lebih unggul dari pada yang lain.

4. PERKEMBANGAN KOGNITIF
Tahap Operasional konkrit : Pemikiran bukan hanya berdasar apa yang dillihat (pemikiran persepsi) tetapi juga apa yang jadi alasan (pemikiran konseptual). 1. Konservasi, Kemampuan mengenal jumlah/ kuantitas tetap sama meskipun bentuk/penampilan berubah 2. Reversibilitas Kemampuan cara memikirkan kembali suatu hal pada asalnya 3. Seriasi Kemampuan menempatkan objek sesuai tingkatan ukuran serta hubungan keterkaitan antara satu objek dengan yang lain 4. Pengembangan keahlian, menggunakan angka, penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian dan membaca

5. PERKEMBANGAN MORAL
Egosentris logika, pemikiran berdasarkan suara hati dan moral 6. PERKEMBANGN SPRITUAL
-

berpikir sangat konkrit mempelajari perbedaan natural dan supranatural. Percaya bahwa Tuhan itu merupakan oknum pengasih dan penolong Belajar berdoa dan percaya doa mereka akan dikabulkan.

7. MASA BERMAIN
Fungsi Tim bermain : 1. Tempat belajar mengenal adanya aturan 2. Wadah menggabungkan tujuan individu menjadi tujuan tim. 3. Anggota mengenal fungsi atau tugas masing-masing. 4. Mengembangkan kemampuannya bersaing secara sehat. 5. Tim bermain menstimulasi perkembangan kognitif anak usia sekolah dalam bentuk aturan-aturan yang complex, saling memberikan pendapat, perencanaan strategi serta memperkirakan kekuatan dan kelemahan setiap anggota tim dan anggota tim lain 6. Anak dapat menerima kelebihan orang lain melalui permainan yang ditunjukkannya

KEAMANAN

Mengajarkan anak untuk tidak membukakan pintu kepada orang lain. Menyimpan jauh senjata api, pastikan dikunci Mengajarkan kepada anak prosedur pertolongan pertama. Mengajarkan prinsip keamanan dasar dijalan, menyeberang jalan, mematuhi lampu lalu lintas, mengendarai sepeda yang aman dalam lalu lintas. Mengajarkan kepada anak supaya bermain sepeda pada daerah yang aman, mematuhi peraturan lalu lintas, memakai helmet. Pada saat berjalan di jalan raya, maka harus diajari utnuk memperhatikan kanan kiri anak. Orang tua juga harus mamastikan kondisi sepeda dalam keadaan baik.2

Pemainan dan Aktivitas - Karakteristik permainan dibedakan menurut jenis kelaminnya. - Menyenangi aktivitas tenang dan menyendiri, misalnya membaca. - Pada akhir masa anak-anak, mempunyai seseorang yang dijadikan sebagai idola Egosentris Melalui bermain, anak-anak merasa besar dan kuat, biasanya mempunyai kesempatan untuk menggunakan kekuatan otot dalam bermain dan kebebasan untuk dalam menentukan otonomi dan inisiatif yang baru. Butuh pengawasan

Ajarkan berenang, Pastikan peralatan olah raga dan bermain memenuhi standar keamanan. Orientasikan anak penggunaan peralatan baru. Ajarkan anak penting menggunakan pelindung dalam aktifitas olah raga. Anjurkan orang tua mengevaluasi keamanan kembang api, pistol angina, senapan angina. Berikan pendidikan nutrisi Tinjau ulang cara hygiene gigi, menyikat gigi flossing. Tekankan pentingnya pemeriksaan gigi setiap 2 tahun. Ajarkan praktik pencegahan infeksi ( mencuci tangan, perawatan cedera kulit ringan ). Adakan program pencegahan penggunaan rokok. Sediakan informasi tentang bahaya penggunaan obat. Sediakan informasi tentang maturasi seksual dan reproduksi sesuai-usia.

Nutrisi
Pertumbuhan anak tidak banyak mengalami perubahan yang berarti sehingga kebutuhan kalori anak usia sekolah adalah 85 kkal/kg BB Biasanya terjadi defisiensi zat besi, vitamin A atau kalsium. Obesitas dapat menjadi masalah karena anak sering bergegas kerumah setelah sekolah atau bermain dan makan-makanan yang paling mudah diperoleh dan menarik dan sering sekali bergizi buruk dan tinggi kalori. Jadi orang tua harus menyediakan makanan yang mudah diperoleh dan bergizi seperti puding susu, skim dan coklat hangat.

Masalah-masalah umum

1. Bahaya fisik : - Penyakit - Kegemukan - Bentuk tubuh yang tidak sesuai - Kecelakaan - Ketidakmampuan fisik - Kecanggungan

2. Bahaya Psikologis Bahaya dalam berbicara Bahaya Emosi Bahaya Sosial Bahaya bermain Bahaya dalam konsep diri Bahaya moral Bahaya yang menyangkut minat Bahaya dalam penggolongan peran seks

3. Masalah yang terjadi di lingkungan sekolah


4. Masalah yang terjadi di kebun

TUMBUH KEMBANG REMAJA

Asuhan keperawatan diberikan secara berbeda pada kelompok usia yang berbeda termasuk pada kelompok usia remaja. Perkembangan remaja tidak terlepas dari pola asuh keluarganya. Model keluarga akan mempengaruhi kepribadian reamaja tersebut.

Perubahan Fisik
Pertumbuhan fisik masih jauh dari sempurna pada saat masa puber berakhir dan juga belum sepenuhnya sempurna pada akhir masa awal remaja. Perubahan fundamental yang secara lengkap disebut dengan pubertas. Empat fokus utama perubahan fisik dalam Potter dan Perry (2005). 1. Peningkatan kecepatan pertumbuhan skelet, otot, visera 2. Perubahan spesifik seks 3. Perubahan distribusi otot dan lemak 4. Perkembangan sistem reproduksi dan karakteristik sekunder

Pertumbuhan pubertas Anak perempuan : usia 9 - usia 14 tahun. : TB : bertamb 5 - 20 cm BB meningkat 7-27,5kg
Pertumbuhan pubertas Anak laki-laki : Usia 10 -16 tahun : TB 10-30 cm dan BB 7-32,5 kg.

Perkembangan Psikososial
Pencarian

identitas diri Erikson memandang bingung identitas (atau peran) sebagai bahaya utama pada tahap ini dan menyarankan pengelompokkan dan intoleransi perbedaan yang terlihat pada prilaku adolesens dipertahankan terhadap bingung identitas

Sulivan (1892-1949) fase remaja terbagi dalam


1. 2. 3.

Fase praremaja Remaja awal Remaja akhir

Fase praremaja ditandai dengan kebutuhan :


Menjalin

hubungan dengan teman sejenis Kebutuhan akan sahabat yang dapat dipercaya Bekerjasama dalam melaksanakan tugas-tugas dan memecahkan masalah kehidupan Kebutuhan dalam membangun hubugan dengan teman sebaya yang memiliki persamaan, kerjasama, tindakan timbal balik sehingga tidak kesepian. Tugas utama fase ini adalah melakukan hubungan dengan cara competition, compromise, dan cooperative.

Fase remaja awal adalah fase yang berawal dari berakhirnya fase praremaja sampai individu menemukan pola perbuatan stabil yang memuaskan dorongan genitalnya.

Pada fase remaja akhir tugas perkembangannya adalah economically, intelectually dan emotionally self sufficient.

Perkembangan Kognitif
(Piaget) pada tahap operational formal (11-14 tahun). kemampuan untuk berpikir secara abstrak, memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi, dan berfikir melalui hipotesa.

Perubahan Moral Pada Remaja


Salah satu tugas penting yang harus dikuasai remaja adalah mempelajari apa yang diharapkan oleh kelompok darinya dan kemudian mau membentuk perilakunya agar sesuai dengan harapan sosial tanpa terus dibimbing, diawasi, didorong, dan di ancam hukuman seperti yang dialami waktu anak-anak.

Minat Rekreasi Remaja


Permainan dan olahraga Bersantai Berpergian Hobi Dansa Membaca Menonton Melamun Televisi Radio dan Kaset

Anticipatory Guidance
Masalah penting mengenai keamanan remaja yaitu : Terkhusus masalah keamanan mengemudikan mobil, penggunaan sabuk pengaman, dibawah pengaruh minuman beralkohol saat mengemudi. Kecelakaan karena ; sepeda motor, mopeds, semua kedaraan beroda. Peralatan peralatan di rumah dan yang tersedia disekitar remaja, misalnya; pisau dapur, martil, tangga, dll.

Kerena masa remaja adalah masa ketika terjadi perkembangan karakteristik fisik dan seksual matang maka remaja mulai mempunyai hubungan fisik dengan orang lain.Maka mereka memerlukan petunjuk yang benar dan tepat tentang penggunaan praktek seksual yang aman dan pencegahan kehamilan.

Nutrisi
Perhatian- perhatian khusus : Kalori Diet Mineral Protein Vitamin B12 Kebiasaan makan remaja

Penatalaksanaan Gizi
Pendidikan terhadap remaja dan keluarga Tujuannya adalah untuk membantu remaja belajar membuat keputusan yang bijaksana terhadap pilihan makanan yang akan menyediakan zat gizi yang diperlukan sementara mempertahankan berat badan yang diingikan. Cara yang dapat dilakukan: Mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang untuk mempertahankan berat badan Mengkonsumsi makanan ringan yang bergizi Dorong aktivitas fisik secara teratur

Masalah Umum Yang Dihadapi Remaja


Kecelakaan berkendaraan bermotor Merupakan angka penyebab kematian terbesar pada remaja Cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini Anjurkan agar remaja selalu memakai helem atau sabuk pengaman pengaman dengan benar serta beritahukan manfaat dari tindakan tersebut Selalu ingatkan remaja agar tidak suka kebut- kebutan Selalu imgatkan juga agar remaja menggunakan kecepatan penuh dalam mengemudi dengan alasan agar cepat sampai di tujuan

Masalah cedera lain yang menimbulkan kematian ; kecelakaan dirumah karena alat- alat rumah tangga (misalnya; karena terkena pisau, jatuh dari tangga), bunuh diri

Cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini: Ingatkan remaja agar hati- hati dalam menggunakan peralatan rumah tangga dan tidak menggunakannya untuk yang lain Awasi remaja yang mengalami depresi dan beri bimbingan secara perlahan- lahan

Masalah yang yang menyebabkan angka kesakitan: PMS, kehamilan karena freeseks, pemakaian obat- obat terlarang dan alcohol Cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini: Berikan pendidikan tentang seks kepada anak secara terbuka Berikan imformasi tentang bahaya penggunaan obat- obat terlarang dan alcohol serta selalu ingatkan agar jangan pernah untuk mencoba menggunakannya

Masalah kesehatan mental (psikis) : depresi, gangguan jiwa kronis Cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini terutama orang tua: Menerima bahwa remaja adalah individu yang unik Menghormati dan menghargai setiap ide, kesukaan/ketidaksukaan, dan harapan/keinginan remaja Mendengarkan dan coba untuk terbuka terhadap cara pandang remaja bahkan bila mereka tidak setuju dengan cara pandang orang tua Menghindari adui pendapat yang terlalu kritis dan gunakan bahasa yang dapat diterima remaja

Memberi pilihan dan menerima konsekuesi dari pilihan tersebut Membiarkan aturan masyarakat dan konsekuensi untuk mengajar remaja ketika mereka berada di luar rumah Mengikuti peningkatan kebebasan tanpa memberi batasan Menghormati privasi remaja Sanggup menjawab pertanyaan remaja dan memnari imformasi yang tepat Selalu mencoba membuat komunikasi dengan baik dan jelas Hindari membanding- bandingkan remaja dengan saudara kandungnya Menerima dengan hormat dan baik teman- teman mereka saat bertamu ke rumah Memaafkan remaja ketika mereka melakukan kesalahan