P. 1
3.Asal Mula Negara

3.Asal Mula Negara

|Views: 30|Likes:
Dipublikasikan oleh Reza Pratama

More info:

Published by: Reza Pratama on Dec 09, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/11/2013

pdf

text

original

ILMU NEGARA

jonheri@yahoo.co.id

budak-budak negro dibebaskan. mereka menempati suatu wilayah. ketika tahun 1847. seperti malaysia. jerman – Teori pembentukan negara . yang kini disebut Liberia. atau juga karena fusi yang membentuk negara.ASAL MULA NEGARA  Terjadinya suatu negara : – Kenyataan sejarah seperti Liberia. atau karena memerdekakan diri seperti Indonesia pada tahun 1945.

dan abstrak – Teori yang Historis : bersifat empiris induktif .Teori asal mula negara  Teori asal mula negara : – Teori Spekulatif : berdasarkan renungan dan pemikiran teoreis deduktif.

Teori Spekulatif Teori  Teori  Teori  Teori  Teori  Teori  Teori  Perjanjian Masyarakat Teokratis (Ketuhanan) Kekuatan Patriakhal dan Matriakhal Organis Daluwarsa Idealistis (alamiah) .

Teori yang Historis Teori ini berpangkal dari kenyataan bahwa masyarakat manusia di dunia ini terbagi dalam banyak masyarakat bangsa (rakyat) dan tiap-tiap masyarakat itu mempunyai volkgeisy (jiwa rakyat)  Volkgeist berbeda menurut tempat dan zaman  Teori ini didukung oleh Friedrich Carl Von Savigny (1779-1861)  .

Terjadinya Negara  Secara Primer – Tahap – Tahap – Tahap – Tahap gemeinschaft reich/rijk Staat Democratische Natie dan Dictatuur  Secara Sekunder – De facto – De Jure .

Secara Primer (1)  Tahap Gemeinschaft – Kelompok yang didasari persamaan kepentingan dan kebudayaan. Pemimpinnya dipilih berdasarkan prinsip primus inter pares – Unsur yang terpenting yaitu unsur rakyat .

– Unsur terpentingnya wilayah – Penguasanya menggunakan sistem feodal – Belum dapat dikatakan negara karena kekuasaannya belum terpusat .Secara Primer (2)  Tahap Reich/Rijk – Kelompok pada geminschaft mengadakan kepemilikan atas benda (tanah dan kekayaan) bahkan anggapan bahwa negara mutlak dengan kepemilikan tanah.

material (tanah) sudah tidak penting – Berkembang menjadi suatu yang lebih ideal yaitu kebangsaan yang sadar bernegara .Secara Primer (3)  Tahap Staat – Sudah terdapat kekuasaan bahkan unsur kewibawaan – Unsur negara sudah terpenuhi semua dan aspek kekayaan.

.Secara Primer (4)  Tahap Democratische Natie dan Dictatuur – Tumbuh setelah PD I dan PD II – Tipe negara nasional yang rakyatnya sudah sadar bernegara dan rakyat merupakan pemegang kekuasaan tertinggi – Tahap dictatuur diperkenalkan oleh sarjana Jerman yang menekankan kekuasaan pada satu pimpinan atau sekelompok penguasa. Contohnya Jerman dengan Hitler dan Italia dengan Mussolini. Sekelompok penguasa dikenal dengan dictatuur proletariat.

Secara Sekunder (1) Lebih pada adanya unsur pengakuan dari negara-negara lain. penggabungan. atau pemberontakan  . sehingga dalam negara yang bersangkutan diperlukan adanya proklamasi atau pernyataan kemerdekaan  Dalam prakrik kenegaraan secara sekunder negara dapat terjadi karena faktor penaklukan.

Perwakilan negara lain umumnya berbentuk konsulat – Pengakuan de facto bersikap menunggu perkembangan negara yang bersangkutan .Secara Sekunder (2)  De Facto – Pengakuannya bersifat sementara dan belum perlu mengadakan hubungan diplomatik.

Secara Sekunder (3)  De Jure – Pengakuannya diberikan setelah pengakuan de facto. Perwakilan diplomatik dijalin dalam berbagai macam bidang . sifatnya lebih kuat dan tetap.

mengambil contoh Indonesia.Teori Pengakuan Francois – Muncul setelah PD II untuk mengakui bekas negara jajahan – Berdasarkan Hukum Perdata dengan konstruksi penguasa atas benda (bezitter) dan pemilik atas benda (eugenaar). maka Pemerintah Indonesia sebagai penguasa atas benda (untuk hubungan ke dalam) dan Pemerintah Hindia Belanda (Belanda) sebagai pemilik atas benda (untuk hubungan ke luar) . – Dengan konstruksi demikian.

– Dengan demikian tugas negara memberikan kebebasan bagi warga negaranya agar menjadi sehat sebaliknya warga negara harus selalu menjaga pilar penyangga negara agar organisme negara dapat berdiri kokoh . Jika sel-selnya (warga negara) kuat maka negaranya akan menjadi kuat sebaliknya selselnya lemah maka negara akan menjadi lemah.Teori Organis – Negara dipandang sebagai organisme.

Wb .Assalamu’alaikum Wr.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->