Anda di halaman 1dari 20

70 Masalah Mengenai Puasa

70 Masalah Mengenai Puasa
Segala puji bagi Allah. Kami memuji, meminta pertolongan dan ampunan kepadaNya. Dan kami juga meminta perlindungan-Nya dari keburukan jiwa-jiwa kami serta keburukan perbuatan kami. Siapa yang Allah tunjukkan, tidak ada yang dapat menyesatkannya dan siapa yang disesatkan-Nya, tidak ada yang dapat menunjukkannya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata yang tidak memiliki sekutu, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. Adapun selanjutnya: Sesungguhnya Allah telah mengurniakan hamba-hamba-Nya dengan musimmusim kebaikan. Pada musim-musim itu kebaikan dilipat gandakan, dosa-dosa dihapuskan dan derajat diangkat. Yang teragung dari musim-musim itu adalah bulan Ramadhan, yang telah Allah wajibkan kepada hamba-Nya berpuasa, untuk mendorong dan mengarahkan mereka supaya bersyukur atas perintah-Nya. Karena ibadah ini agung, sudah semestinya kaum muslimin mempelajari hukumhukum yang berkenaan dengan bulan puasa ini. Risalah ini mengandung inti sari dari hukum-hukum puasa, adab-adab dan sunnah-sunnahnya. Pengertian Puasa 1. Menurut secara bahasa (etimologi): MENAHAN. Menurut secara syar’i (terminologi): Menahan diri dari perkara-perkara atau perbuatan-perbuatan yang membatalkan puasa sejak terbitnya fajar kedua hingga tenggelam matahari disertai dengan niat. Hukum Puasa 2. Umat telah Ijma (berkonsensus) bahwa puasa Ramadhan hukumnya fardhu (wajib). Siapa yang melakukan sesuatu yang membatalkan puasa Ramadhan tanpa uzur, bererti dia telah melakukan dosa yang sangat besar. Keutamaan Puasa 3. Di antara keutamaan puasa ialah ibadah ini telah Allah khususkan untuk diriNya sendiri dan Dia-lah yang langsung memberi pahala, sehingga pahala puasa tak terhitung lipat gandanya, doa orang yang berpuasa tidak ditolak, orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan, puasa memberi syafaat pada pengamalnya di hari kiamat, bau mulut orang yang berpuasa lebih baik di sisi Allah daripada bau minyak misk, puasa adalah perisai, perlindungan dan benteng yang kuat dari api neraka, siapa yang puasa sehari dijalan Allah, akan Allah jauhkan wajahnya dengan sehari itu dari api neraka sejauh 70 tahun. Serta di surga ada pintu yang dinamakan dengan ar-Royyan yang tidak dimasuki selain orang yang puasa.

2

. sebagaimana sabda Rasulullah saw. Jika masuk bulan Ramadhan dibukalah pintu surga dan ditutuplah pintu neraka. Abu Dawud no. menepati janji dan mempertunjukkan persatuan umat Islam. Di antara yang menghilangkan pahala kebaikan dan mendatangkan keburukan adalah menyibukkan diri dengan permainan puzzles (game). 2608. Di antara Faedah Puasa 4. urat-urat kembali basah dan pahala ditetapkan dengan kehendak Allah” [HR. membiasakan taat pada peraturan. jika tidak ada dengan kurma masak. Muslim no. Hendaknya tidak memperbanyak makan. menonton tv. Puasa menundukkan syaitan. 703] َّ ‫ا ْ ا ا‬ ْ ‫ا ا‬ ‫(( لََيازالََانلاسََِبيََماَعجلواَالْفطرَا‬ َّ َ ))َ ‫خ‬ ‫خ ر‬ Nabi saw berbuka dengan buah kurma muda sebelum sholat maghrib. dan berkata setelah iftornya: ‫اا ا ا ْ ْ ا‬ ْ ‫ا ا ا َّ ا ا‬ ‫((َذهبََالظمأََوابتالَّتََالْعروقََوثباتََاألجرََإنََشاءَا‬ َ ))َََّ َ‫َاّلل‬ ‫خ‬ ‫خ‬ “Hilang rasa dahaga. syaitan-syaitan dibelenggu dan puasa di bulan ini menyamai puasa selama sepuluh bulan. Adab-adab Puasa dan Sunnah-Sunnahnya 5. menjaga anggota tubuh. padanya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Al-Quran Diturunkan pada bulan ini. jika tidak ada beliau minum beberapa teguk air.Puasa Ramadhan adalah salah satu rukun Islam. film. yaitu perbuatan maksiat. Sebagaimana hadits: - ْ‫((َماَملََابنََآدمََوَعءَََشاَمنََبط‬ ‫ا ا ا ْ ا ا ا ا ًّ ْ ا‬ َ ))ََ‫ن‬ ‫خ‬ ‫خ‬ ‫ر‬ 3 . memecah hawa nafsu. Pada puasa terdapat banyak hikmah dan faedah yang kesemuanya berpangkal pada takwa. lomba-lomba. al-Hâkim 1/422 dan dihasankan oleh al-Albani dalam Irwa al-Ghalil] - Menjauhi rofast. 1957. “Manusia senantiasa dalam keadaan baik selama menyegerakan berbuka puasa” [HR Al-Bukhari no. an-Nasai 1/66.Makan sahur dan mengakhirkannya. Ada yang wajib dan ada pula yang mustahab (disukai). Diantaranya: . menghadiri majlis sia-sia dan dudukduduk tepi di jalan. mendidik keinginan untuk menjauhi hawa nafsu dan kemaksiatan. 2357. at-Turmudzi no.Menyegerakan berbuka.

menyempurnakan puasa. Nabi saw adalah orang yang paling dermawan dengan kebaikan. 4 . Perkara-perkara yang semestinya dilakukan pada bulan yang Agung ini: Mempersiapkan suasana dan diri untuk ibadah. mukim. tidak terdapat penghalang seperti haid dan nifas (bagi wanita). terlebih lagi di bulan Ramadhan. 8. Tidak mengapa mempersiapkan diri dengan masuknya bulan Ramadhan. puasa 10 hari bagi yang berhaji ketika tidak memiliki hadyi (haiwan sembelihan) dan yang lainnya. bersegera bertaubat dan kembali kepada Allah. seperti: puasa Ramadhan. kedudukan. Diharamkan puasa pada dua hari raya dan hari tasyrik (11hb-13hb Zulhijah. Di antara hukum-hukum Puasa 6. Nabi saw dahulu memberi khabar gembira kepada para sahabatnya akan datangnya Ramadhan dan mendorong mereka untuk bersungguh-sungguh di dalamnya. kecuali bagi jamaah haji yang tidak memiliki haiwan sembelihan untuk bayar hadyu_haiwan sembelihan).“Tidak ada wadah yang diisi penuh oleh anak Adam yang lebih buruk daripada perutnya” [HR Ahmad 17649] - Bersedekah dengan ilmu. Penetapan masuknya bulan Ramadhan 9. Siapa yang diwajibkan berPuasa? 10. berakal. khusyu’ ketika sholat tarawih. mampu. Merasa gembira dengan masuknya bulan Ramadhan. Puasa tatawu‟ (sunah) menutupkan kekurangan puasa wajib. puasa kafarah zhihar (penebus dosa menyerupakan istri dengan ibu). Dalam ibadah puasa ada puasa yang harus dilakukan secara tatabu‟ (berturutturut). berusaha mendapatkan malam lailatul qodar. Dilarang juga berpuasa sebulan penuh di luar Ramadhan dan puasa wishol (menyambung puasa pada malam harinya). harta. Puasa diwajibkan atas setiap muslim. Terdapat larangan menyendirikan puasa hari Jumat dan hari Sabtu yang bukan puasa wajib. Adapun menentukan masuknya bulan dengan hisab (penghitungan) tidaklah (bukan) sunah. Masuknya bulan Ramadhan ditetapkan dengan melihat hilal (bulan baru) atau menyempurnakan bilangan hari di bulan Syaban menjadi 30 hari. kafarah jima (penebus dosa berhubungan badan) di siang Ramadhan dan yang lainnya. 7. puasa kafarah qotlul khata‟ (penebus dosa pembunuhan yang tidak disengaja). tidak futur (melemah) pada sepuluh hari pertengahan. bahlig. Ada pula puasa yang tidak mengharuskan tatabu‟ (berurutan) seperti qodho (mengganti) puasa Ramadhan. tenaga dan akhlak. bersedekah dan beri’tikaf.

20. dia tidak diharuskan imsak (berpuasa). boleh berbuka dengan kesepakatan umat. boleh baginya berbuka. 19. kerana dia telah menyempurnakan puasanya hari itu. Jika matahari tenggelam dan berbuka di daratan. Syarat untuk dapat berbuka puasa ketika safar_musafir (bepergian) adalah perjalanannya haruslah perjalanan jauh atau urf (dinilai oleh keumuman masyarakatnya sebagai safar) dan telah melampaui negerinya serta bangunanbangunannya.11. mereka diharuskan menahan diri dari apa-apa yang membatalkan puasa sampai matahari tenggelam. kemudian pesawat lepas landas (take off) sehingga melihat matahari. 17. Jika sesekali sedar kemudian gila lagi. Sebagian ulama menyebutkan bahwa yang berumur lebih dari sepuluh tahun dipukul jika meninggalkannya sebagaimana halnya sholat. Tidak pula berbuka (membatalkan puasanya) kecuali setelah keluar atau meninggalkan bangunan-bangunan kampungnya. kemudian bersafar di siang hari. orang gila sembuh di siang Ramadhan. 5 . 13. tetapi tidak diharuskan menggantikan puasa hari itu dan hari-hari sebelumnya. Orang gila tidak diwajibkan berpuasa. sama keadaannya dengan orang yang pingsan. wajib baginya berpuasa menurut Jumhur Ulama. Jika orang kafir masuk Islam. Puasa musafir (orang yang bePergian) 16. itu pun bila sebab kebodohan/ketidaktahuannya memang dapat dimaklum (tinggal di pedalaman misalnya). tidak boleh berniat untuk berbuka hingga mulai bersafar. 21. 18. tidak ada kewajipan baginya atau keluarganya mempuasakan baki hari setelahnya. atau tidak tahu haramnya makan atau berjima (bersetubuh) di siang Ramadhan. Orang yang sedang safar (bepergian). Siapa yang meninggal di pertengahan bulan Ramadhan. 12. Siapa yang berazam ingin bersafar pada bulan Ramadhan. dia harus berpuasa saat sedarnya. anak kecil menjadi bahlig. Safarnya pun bukan safar maksiat (menurut Jumhur Ulama) dan bukan memaksudkan muslihat untuk tidak puasa. maka tidak ada uzur baginya. Siapa yang sampai ke suatu negeri dan berniat tinggal di tempat itu lebih dari 4 hari. Adapun orang yang tinggal di tengah-tengah kaum muslimin dan sangat mungkin baginya bertanya dan belajar. Siapa yang tidak tahu hukum wajibnya puasa Ramadhan. Jumhur Ulama (kebanyakan ulama) menganggapnya sebagai uzur. Baik puasa memberatkan baginya ataupun tidak. 15. Baik ia mampu berpuasa ataupun tidak. Siapa yang memulai puasa dan dia mukim. Anak kecil yang berumur 7 tahun diperintahkan jika mampu. 14.

Adapun sesuatu yang ringan seperti sakit kepala. Pekerja berat tidak boleh berbuka. Jika musafir tiba di tempat tujuan siang hari. Siapa yang sakit kemudian sembuh dan mampu berpuasa tetapi tidak mengqodho (mengganti puasa yang tertinggal semasa sakit) hingga meninggal 6 . Jika puasa dapat menyebabkan pingsan. 29. Jumhur Ulama berpendapat puasanya tidak sah. Puasa orang yang Sakit 25. demikian pula orang tua yang sudah lemah. menurut Jumhur Ulama adalah wajib. Tidak boleh diganti dengan ith‟âm (memberi makan). tidak boleh berbuka kerananya. Jika menurut dokter atau dia mengetahui dan amat yakin jika berpuasa malah akan menyebabkan sakit atau memperparahkan penyakitnya atau menunda kesembuhan penyakitnya. Jika mulai puasa di negerinya. sekalipun pingsannya berlangsung lama. Bila penyakitnya kronis dan susah sembuh. Ujian sekolah bukanlah uzur yang dibolehkan untuk berbuka. ia boleh berbuka dan mengganti puasanya. maka puasanya sah jika pagi harinya dia berpuasa.5 kg ) dari makanan pokok negerinya. Bila lapar dan haus yang sangat membuatnya kelelahan dan dikhawatirkan dapat membinasakan atau merusak indranya secara yakin. Boleh berbuka bagi mereka yang kebiasaannya melakukan perjalanan jika memiliki negeri yang dijadikan tempat tinggal tetap. 24. Sedangkan qodho (mengganti puasa) bagi yang pingsan. ditunggu kesembuhannya kemudian mengqhodo (mengganti puasanya). Tetapi wajib baginya mengqodho (mengganti). Jika tersedar sebelum matahari tenggelam atau setelahnya. bukan wahm (dugaan). 23. Jika pingsannya sejak fajar sampai maghrib. Penyakit yang dapat sembuh. Demikian pula para pelaut yang memiliki tempat tinggal di darat. maka hukumnya mengikuti negeri yang dia datangi. kecuali jika puasa memudaratkan kegiatannya dan dikhawatirkan akan membahayakan dirinya.22. boleh berbuka dan wajib menggantinya. 26. mengganti puasanya dengan memberi makan orang miskin setiap harinya setengah sho‟ (kurang lebih 1-1. awak pesawat dan para pegawai. baik ia imsak ataupun tidak. dan ia harus mengganti puasanya. lebih terjaga jika dia imsak (menahan diri untuk tidak melakukan perkara-perkara yang dilarang ketika berpuasa) sebagai penghormatan terhadap bulan Ramadhan. 27. seperti: petugas pos. boleh baginya berbuka. maka boleh berbuka. 28. Setiap penyakit yang menyebabkan seseorang keluar dari batas sehat boleh berbuka puasa. bahkan makruh baginya berpuasa. pemandu (driver) kenderaan sewa. kemudian bersafar ke negeri lain yang puasanya dimulai sebelum atau sesudahnya. Wajib bagi mereka mengqodho (mengganti puasa yang ditinggal). Sekalipun safar (perjalanan) mereka setiap hari.

Adapun melafalkannya adalah bid’ah. jika berkehendak dapat berpuasa atau berbuka. Ia boleh berbuka jika puasa membebankan dan memberatkannya. Jika tidak. Jika berbuka diperlukan sebelum perang. Dia harus mengqodho (mengganti) menurut Jumhur Ulama). Bagi seseorang yang tidak tahu akan masuknya bulan Ramadhan kecuali setelah terbit fajar. seperti sakit. tidak wajib baginya atau keluarganya sesuatu pun kerana sudah tidak ada kewajipan atasnya. Demikian pula puasa wajib. Siapa yang disyari’atkan untuk berpuasa wajib seperti qodho. Puasa orang Tua. Adapun puasa nafilah/sunah. Niatnya adalah mengazamkan hati untuk berbuat. Niat boleh dilakukan di bagian malam manapun sekalipun sesaat sebelum fajar. Siapa yang sebab berbukanya tidak lahiriah seperti haid. Orang yang di penjara atau dalam tahanan. Cukup meniatkannya ketika masuk awal bulan. dia boleh berijtihad untuk dirinya sendiri (menentukan awal bulan Ramadhan) dan beramal dengan perkiraan kuatnya. Jika sebab berbukanya lahiriah. jika menyaksikan masuknya bulan Ramadhan atau mengetahui dari pemberitaan orang yang terpercaya. Disyaratkan niat dalam puasa fardhu. menggantinya dengan memberi makan satu orang miskin dari hari yang tidak dipuasanya yang dikeluarkan dari hartanya. Lemah dan Pikun (uzur/nyayo‟) 30. menghindari tuduhan/prasangka. pengamalnya memerintah dirinya sendiri. boleh baginya berbuka sekalipun tanpa safar. Sedangkan nafilah mu‟ayyan (sunah yang terikat waktunya) yang lebih hati-hati meniatkannya sejak malam hari. 36. diharuskan imsak (menahan diri dari apa-apa yang membatalkan puasa) di hari itu. Niat Puasa 33. 34. Jika salah seorang dari keluarganya berkenan berpuasa untuknya perbuatan itu sah. tidak mengapa berbuka terangterangan. 35. sekalipun tanpa uzur. Orang yang berpuasa Ramadhan tidak perlu memperbaharui niat di setiap malam dari malam-malam Ramadhan. Adapun yang sudah tidak boleh membezakan dan sampai pada batasan uzur/nyayo’. nazar dan kafarah haruslah menyempurnakannya.dunia. seperti: qodho (mengganti) dan kafarah (penebusan dosa). Siapa yang memerangi dan mengepung musuh di negerinya dan puasa membuatnya lemah dalam berperang. Orang tua yang sudah hilang kekuatannya tidak diharuskan berpuasa. 7 . Nafilah mutlak (sunah yang tidak terikat waktunya) tidak disyaratkan niat di malam harinya. 32. dia boleh berbuka. 31. 37. wajib atasnya berpuasa. Tidak boleh berbuka tanpa uzur. yang utama baginya berbuka dengan tidak terang-terangan.

Jika seluruh lingkaran matahari telah tenggelam. menyengaja muntah. orang yang puasa berbuka. sedar dan tidak terpaksa atau dipaksa. Adapun berhati-hati dengan imsak (menahan) sebelum fajar dalam waktu tertentu seperti 10 menit atau yang sepertinya itu adalah bid’ah. makan dan minum. hendaknya meneruskan puasanya. Obat kumur tidak membatalkan puasa selama tidak ditelan. Cuci darah tidak membatalkan puasa. 46. Pembiusan ketika pengobatan gigi dan rasanya masuk sampai ditenggorokan tidak membatalkan puasanya. Di antara pembatal itu adalah: jima (bersetubuh). tidaklah membatalkan puasa. Sedangkan suntikan yang tidak mengandung unsur makanan dan minuman. wajib bagi orang yang berpuasa untuk imsak (menahan) seketika itu juga. Wajib bertaubat dan mengganti puasanya. Periksa darah tidak membatalkan puasa. 45. ingat dan tidak lupa. Negeri yang malam dan siangnya 24 jam. semua itu tidaklah membatalkan. Siapa yang diwajibkan berpuasa. haid/nifas. maka dia telah melakukan dosa besar. dibekam. 40. tetes mata dan telinga. 42. Di antara pembatal puasa ada yang semakna dengan makan dan minum. Jika lupa makan atau minum. 43. kemudian berjima (bersetubuh) di siang Ramadhan dengan sengaja dan sedar. Jangan pedulikan akan adanya cahaya merah yang tertinggal di langit. 39. injeksi/infus makanan dan transfusi darah. seperti: obat-obatan dan tablet melalui oral (mulut). Jika terbit fajar. Jika melihat orang lain yang makan dan minum kerana lupa hendaklah mengingatkannya. kerana sesungguhnya Allahlah yang telah memberinya makan dan minum. wajib 8 . Siapa yang sengaja makan atau minum pada siang Ramadhan tanpa uzur. Pendapat kuat mengenai suntik biasa. cabut gigi dan pengobatan luka. hanya sekedar pengobatan. sama saja apakah ia telah mendengar azan ataupun tidak. Spray penyakit asma’ juga tidak membatalkan.Ifthor (berbuka) dan imsak (menahan) 38. bagi kaum muslimin di sana wajib untuk berpuasa sekalipun siangnya panjang. maka dia telah merusakkan puasanya. boleh baginya berbuka dan mengganti puasanya. 44. Pembatal puasa (selain haid dan nifas) tidaklah membatalkan kecuali dengan 3 syarat: Dia melakukannya dengan pengetahuan bukan kerana jahil. Pembatal Puasa 41. Jika dia perlu berbuka demi menolong orang yang dalam bahaya.

Siapa yang istimna (onani) di siang Ramadhan dengan sesuatu yang mungkin baginya untuk tidak melakukannya. seperti memegang dan mengulang-ulang pandangan. puasanya tidak batal. masuk ke air. jika tidak mampu puasa maka dengan memberi makan 60 orang miskin. dengan makan dan bersetubuh. 48. Bagi yang berpuasa. 52. seperti luka. Jika sedang berjima (bersetubuh) kemudian terbit fajar. 53. tidaklah membatalkan puasa. Makruh mencicipkan makanan tanpa hajah. 49. Siapa yang hendak berjima (bersetubuh) dengan istrinya dengan terlebih dahulu membatalkan puasanya dengan makan. adanya rasa bensin di tenggorokkan kerana mencium baunya tanpa sengaja. haid dan nifas setelah terbit fajar. Apa yang terjadi pada orang yang puasa. 54. 51. berpelukan. Adapun ludah dan dahak jika menelannya sebelum sampai kemulutnya. sodomi. atau bersetubuh dengan haiwan. Menunaikan kafarah mugholazoh lebih ditekankan. mengganti puasanya dan menunaikan kafarah mugholazoh (puasa 40 hari berturut-turut). memegang dan memandang kepada istri atau hamba sayahanya jika dapat mengawal dirinya. dia telah berbuka dan atasnya bertaubat. Siapa yang sengaja muntah hendaknya mengganti puasanya. maka puasanya tidak batal dan tetap menyelesaikan puasanya. Turunnya tetes mata ke Membebaskan budak. 1 9 . Boleh mengakhirkan mandi junub. Puasanya sah sekalipun keluar mani setelahnya.bertaubat dan menyempurnakan puasanya hari itu. haruslah bertaubat kepada Allah dan berimsak (menahan) baki hari itu dan menggantinya di hari lain. jika tidak ada puasa dua bulan berturut-turut. bersentuhan. Dia harus bersegera mandi semata kerana untuk melakukan sholat. wajib baginya berhenti. maka maksiatnya lebih besar. Jika muncul mual seolah akan muntah tetapi kemudian kembali normal secara sendirinya. puasanya tidak batal. Demikian juga yang melakukan zina. Jika orang yang puasa tidur kemudian mimpi basah. tidak boleh melakukannya. Dia telah melecehkan kesucian bulan dua kali. Jika dia melanjutkannya hingga fajar telah terbit. Dia juga harus mengqodho dan menunaikan kafarah mugholazoh1. 50. tetapi jika dia menelannya setelah sampai di mulutnya maka puasanya batal. Jika masuk subuh dan dia bangun dalam keadaan junub. 47. perbuatan itu tidak merusak puasanya. mimisan (hidung berdarah). Siapa yang tiba-tiba muntah tidak harus mengganti puasanya. Bersiwak (membersihkan mulut dengan kayu siwak) disunahkan bagi orang yang puasa sepanjang hari. 55. boleh mencium. Tetapi jika dia jenis yang cepat naik syahwat dan tidak dapat mengendalikan diri.

Muazin mengabarkan apa yang dia lihat di jam atau penanggalan.2 2 Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah. Disahihkan oleh al-Albani dalam Sahih Abu Dawud] Ketika Syaikh bin Baz -rahimahullah. Jika berbuka dengan sangkaan matahari telah tenggelam padahal belum. 58. lalu sedar bahwa fajar sudah terbit. Tidak batal puasa kerana memakai hinna (pacar kuku). tetapi seperti kebiasaan orang-orang yang mengandalkan jam dan penanggalan. 60. kerana azan yang dikumandangkan adalah dugaan masuknya waktu subuh. memakai minyak rambut. Akan tetapi jika sempat makan sesuatu yang ringan bersamaan dengan azan atau minum ketika azan. yang nampak adalah tidak mengapa jika tidak mengetahui waktu fajar benar-benar telah terbit.tenggorokan. memulas kulit dengan hana dan mendapatkan cita rasa baunya di tenggorokan tidaklah mengapa. bukan kepastian subuh. Allah mewajibkan imsak (menahan) dengan tabayun (melihat lansung). celak. 61. Hendaknya bagi seorang mukmin untuk menjaga supaya berhenti dari makan sahur sebelum fajar atau sebelum azan hingga tidak jatuh dalam subhat (keraguan). Demikian pula penggunaan krim pelembab kulit. Berendam di air dan memakai pakaian basah untuk mendinginkan tubuh tidak mengapa bagi yang berpuasa.ditanya apakah boleh minum sebelum seselainya azan. Khilaf (beza pendapat) dalam hal ini cukup kuat. Ia bukanlah sesuatu yang dapat dijadikan uzur untuk tidak berpuasa. Rokok termasuk pembatal puasa. 59. haruslah mengqodho (mengganti) menurut Jumhur Ulama (kebanyakan ulama). Nabi saw bersabda: “Jika salah seorang di antara kamu mendengar kumandang azan sementara wadah makanan masih ada di tangannya. dan minyak rambut. akan tetapi berhati-hati dari sampainya asap ke tenggorokan. Boleh jadi waktu subuh sudah benar-benar keluar dan boleh jadi juga belum. [Transkripsi dari fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Bâz di acara Nûrun Ala ad-Darb] ِِ ِ ِ ِ َ ِ َ َ ْ ُُ َ َ َ َ ُ‫إِذا َسع أَحدكم النِّداءَ واإلنَاءُ علَى يَده فَال يَضعوُ حَّت يَقضي حاجتَوُ مْنو‬ َ َ َ ْ ‫َْ َى‬ 10 . Jika terbit fajar sedang di mulutnya masih ada makanan atau minuman. para ahli fikih telah sepakat untuk mengeluarkannya dan sah puasanya. Ia boleh memakan dan meminum apa yang ada di tangannya meskipun azan berkumandang. 57. beliau menjawab: Jika orang yang berpuasa tidak mengetahui bahwa itu adalah azan subuh. Untuk kehati-hatian bagi orang yang puasa adalah tidak berbekam. Tidak mengapa mencium bau minyak wangi dan bukhur (wewangian yang dibakar). tidak mengapa ia minum. 2352. janganlah meletakkannya hingga selesai dari hajatnya” [HR Ahmad 10910 dan Abu Dawud no. Jika makan. tidak ada apa-apa baginya. 56. minum atau jima (bersetubuh) dengan sangkaan masih malam.

Wanita haid jika melihat lendir putih –cairan putih yang keluar dari rahim seusai haid. Jika janinnya belum berbentuk. Jika masih belum bersih pada waktunya. atasnya berpuasa jika mampu. maka ia nifas dan tidak berpuasa. 70. Wanita yang tahu bahwa haidnya akan datang esok hari. Sama halnya dengan hukum wanita yang tetap berpuasa ketika haid kerana malu dan tidak mengganti puasanya. Wanita yang wajib berpuasa. 64.ketika suaminya ada bersamanya. Saya meminta kepada Allah untuk membantu kita supaya senantiasa mengingat. itu adalah mustahadhah (darah penyakit). Anak perempuan yang baru baligh tetapi kerana malu tidak berpuasa. berpuasa dan mandi untuk sholat. Sama saja apakah khawatir akan dirinya atau anaknya. maka hukumnya sama seperti hukum suaminya. baginya taubat. mengganti hari yang terlepas dan memberi makan satu orang miskin setiap harinya sebagai kafarah (penebus dosa) jika belum menggantinya hingga tiba Ramadhan berikutnya. Adapun jika dipaksa.Hukum berPuasa bagi Wanita 62. jika disetubuhi oleh suaminya pada siang Ramadhan dengan keredhaannya. 67.ini diketahui oleh wanita. boleh berbuka dan tidak ada kewajipan atasnya selain qodho (mengganti). Wanita haid atau nifas jika darahnya berhenti pada malam hari kemudian berniat puasa tetapi belum mandi hingga terbit fajar. diperiksa dengan diusap dengan kapas atau yang sepertinya. Jika suaminya sedang bersafar tidak mengapa. Penutup. Pendapat yang kuat adalah mengkiaskan wanita hamil dan menyusui dengan orang sakit. Darah yang masih keluar setelah 40 hari dianggap istihadhah (darah penyakit). Jika melebihi 40 hari hendaknya meniatkan puasa dan mandi. Darah istihadhah (darah penyakit) tidak berpengaruh pada keabsahan puasa. 66. atasnya berusaha menolak dan tidak ada kafarah baginya. inilah yang dapat disampaikan dari masalah-masalah puasa. Hendaknya tidak memakai apa-apa yang mencegah haid. menurut mazhab seluruh ulama puasanya sah. Jika wanita hamil mengalami persalinan dan janinnya sudah berbentuk. 63. 68. 11 . jika bersih hendaknya berpuasa. Hendaknya meniatkan puasa pada malamnya dan berpuasa setelahnya. Wanita nifas jika sudah bersih sebelum 40 hari. 69. hendaknya tetap terus dalam niat puasanya dan tidak berbuka sampai mendapatkan darah. 65. bererti dia telah bersih. Istri tidak boleh berpuasa –selain Ramadhan. kecuali suaminya mengizinkan. Yang utama bagi wanita haid adalah tetap pada tabiatnya dan redha dengan apa yang telah Allah gariskan atasnya.

keluarganya dan pada sahabatnya. 12 . Semoga Allah menutup untuk kita bulan Ramadhan dengan pengampunan dan pembebasan dari api neraka.bersyukur dan beribadah kepada-Nya dengan baik. Salawat dan salam tercurah kepada Nabi kita. Muhammad saw.

fardhi syahri ramadhaana haadzihis sanati lillahi ta‟aalaa” Ertinya: “Sengaja aku berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu puasa pada bulan Ramadhan bagi tahun ini kerana Allah Taala” Do‟a Berbuka Puasa Ramadhan | Doa Buka Puasa “allahumma laka sumtu wa bika aamantu wa „alaa rizqika afthartu birahmatika ya arhamarrohimin” “Ya Allah bagi Engkau aku berpuasa dan dengan Engkau beriman aku dengan rezeki Engkau aku berbuka dengan rahmat Engkau wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang” 13 .Dan inilah Do‟a Niat Puasa Ramadhan dengan arti dan pe lafadz an dalam bahasa Indonesia: niat puasa ramadhan “nawaitu souma godhin „an adaa i.

Ya Tuhanku kurniakan kepadaku rahmat kerana Engkau sahaja yang dapat memberi rahmat” 14 .Doa Selepas Berbuka Puasa “Ya Allah! Kerana Engkau aku berbuka puasa dan kepada Engkau aku beriman dan atas rezeki dari Engkau aku berbuka puasa telah hilang dahaga sudah menjadi basah segala urat. Ya Allah! Aku minta diampuni dosaku dengan rahmat Engkau yang meliputi segala sesuatu” Amalan Pada Bulan Ramadhan Sunnat membaca doa-doa berikut: Ertinya: “Ya Allah.

kerana Engkau sahaja yang dapat memberi rahmat” Sunat diperbanyakkan membaca sebelum berbuka puasa. Ya Tuhan pentadbir semesta alam” Ertinya: “Ya Allah Ya Tuhan bebaskan aku dari siksa api neraka dan masukkan aku ke dalam syurga Engkau Ya Tuhan pentadbir semesta alam dengan rahmat Engkau. dengan harapan memohon keampunan dari Allah berkat bulan yang mulia 15 .Ertinya:” Ya Allah. Ya Tuhanku ampunilah dosaku.

puasa orang yang benar-benar berpuasa. wahai Tuhan yang Maha pengasih daripada segala pengasih” Hari Keenam: “Ya Allah. Jadikanlah aku hamba Mu yang sholeh serta jadikanlah aku di kalangan auliya’ (orang yang mendapat keutamaan Mu) yang hampir di sisi Mu dengan kelembutan Mu. Jauhkan aku daripada sesuatu yang boleh mendatangkan kemurkaan Mu. Dan jagalah aku dari tidurnya dari orang yang lalai. wahai Tuhan Maha Melihat” Hari Kelima: “Ya Allah. Hapuskanlah dosaku wahai Tuhan sekalian alam.. Dan jagalah aku dengan jagaan dan perlindungan Mu. Sediakan bahagian ku daripada kebaikan yang kau turunkan. Jauhkanlah aku daripada dosa-dosanya. wahai Tuhan Maha Pemurah daripada segala dermawan” Hari Keempat: “Ya Allah berilah kekuatan kepada ku untuk melaksanakan perintah Mu dan berilah aku kemanisan berzikir. Dan berilah aku zikir untuk mengingati 16 . wahai kemuncak keinginan orang yang berkeinginan” Hari Ketujuh: “Ya Allah bantulah aku untuk mengerjakan puasa dan ibadah malamnya. Berilah aku kekuatan melahirkan kesyukuran dengan kemuliaan Mu. Berilah aku kemampuan membaca ayat-ayat Mu dengan rahmat Mu. dekatkan aku kepada keredhaan Mu dan jauhkan aku daripada kemurkaan serta balasan Mu.DOA RAMADHAN Hari Pertama: “Ya Allah. ibadah orang yang benar-benar mengerjakan ibadah. jadikanlah puasaku. Dan Ampunilah aku wahai Tuhan maha pengampun daripada segala dosa” Hari Kedua: “Ya Allah. dengan anugerah dan bantuan Mu. demi kemurahan Mu. tempatkan aku di kalangan orang yang sentiasa memohon keampunan. janganlah aku dihina kerana perbuatan maksiat ku kepada Mu dan janganlah seksa aku dengan balasan Mu. Dan ibadah malamku. wahai Tuhan Maha Pengasih” Hari Ketiga: “Ya Allah limpahkan aku dengan kecerdikan fikiran dan kewaspadaan serta jauhkan aku daripada kebodohan dan kesesatan.

Ya Allah. Dengan ihsan Mu wahai tempat tuju orang yang memohon” Hari Kesebelas: “Ya Allah. bersihkan diri ku daripada kekotoran dan kehinaan. wahai penjaga orang yang takut” Hari Ketiga Belas: “Ya Allah. dengan taufiq (petunjuk) Mu wahai pemberi petunjuk kepada orang yang sesat” Hari Kelapan: “Ya Allah. penyebar salam dan bergaul dengan mulia. Berilah aku petunjuk dengan ajaran-ajaran Mu. dengan penjagaan Mu. Berilah kesabaran kepada ku untuk menerima segala ketentuan. Bimbinglah aku menuju keredhaan Mu yang penuh dengan kecintaan Mu. Ya Allah jauhkan ku daripada kemurkaan Mu dan seksaan api neraka. pemberi makanan. Ampunkan aku daripada kesalahan dan kebodohan. dengan bantuan Mu wahai pengharap orang yang miskin” Hari Keempat Belas: “Ya Allah. dengan pertolongan Mu wahai Tuhan yang menolong orang memerlukan pertolongan” Hari Kedua Belas: “Ya Allah. Berilah kemampuan kepada ku untuk bertakwa dan bergaul dengan orang baik. jadikan aku di antara orang bertawakal kepada Mu dan jadikan aku di kalangan orang yang menang di sisi Mu. sediakan bagi ku sebahagian daripada keluasan rahmat Mu. Tutuplah diri ku dengan pakaian kesederhanaan dan kerelaan. tanamkan dalam diri ku kecintaan melakukan kebaikan dan kebencian melakukan perbuatan maksiat serta fasiq. jadikan aku di kalangan orang yang dekat di sisi Mu. dengan kemuliaan Mu tempat berlindung orang yang berharap” Hari Kesembilan: “Ya Allah. berilah aku rezeki berupa kasih sayang kepada anak-anak yatim. wahai harapan bagi orang yang merindu” Hari Kesepuluh: “Ya Allah. Amankan diri ku daripada setiap perkara yang aku takut. hiasilah diri ku dengan penutup dan kesucian. Tempatkan aku di jalan keadilan dan keikhlasan. Janganlah kau jadikan diri ku sasaran bala dan malapetaka.Mu secara berterusan. dengan kemuliaan Mu wahai kemuliaan kaum Muslimin” 17 . jangan aku dihukum disebabkan kekeliruan yang aku lakukan.

demi ketuhanan Mu wahai Tuhan sekalian alam” Hari Ketujuh Belas: “Ya Allah. Jadikan syurga tempat tinggal dan berehat bagi ku. Berilah kepada ku untuk melakukan sesuatu yang mendatangkan keredhaan Mu 18 . Selawat dan salam ke atas Nabi Muhammad saw dan keluarga baginda yang suci” Hari Kelapan Belas: “Ya Allah. dengan cahaya Mu wahai penerang hati orang yang bijak” Hari Kesembilan Belas: “Ya Allah. Jangan kau jauhkan aku daripada ketenteraman kebaikan. Berilah kemampuan kepada ku untuk membaca ayat-ayat suci al-Quran. wahai pelaksana keperluan orang meminta” Hari Kedua Puluh Dua: “Ya Allah. bukakan bagi ku pintu kelebihan dan turunkan bagi ku keberkatan mu.Hari Kelima Belas: “Ya Allah limpahkan rezeki kepada ku berupa ketaatan orang yang khusyu’. Terangkan hati ku secerah cahaya dan bimbinglah aku serta anggota ku untuk mengikuti segala ajaran Mu. sedarkan aku untuk mencari keberkatan. berilah kemampuan kepada ku untuk menjalani kehidupan seperti mana kehidupan orang baik. Lapangkan dada ku dengan taubat orang yang menyesal. Jauhkan bagi ku kehidupan orang yang melakukan kejahatan. wahai Tuhan yang Maha Mengetahui segala keperluan tanpa ungkapan permohonan. Wahai yang Maha Mengetahui segala yang ada dalam hati sekalian makhluk. bukakan bagi ku pintu-pintu syurga dan tutupkan bagiku pintu-pintu neraka. Janganlah engkau biarkan syaitan menguasai diri ku. berilah aku petunjuk untuk mendapat keredhaan Mu. wahai pemberi petunjuk kepada kebenaran” Hari Kedua Puluh: “Ya Allah. Lindungilah aku dengan rahmat Mu hingga ke alam akhirat. tunjukkan bagi ku amal kebajikan dan penuhilah hajat serta cita-cita ku. wahai pemberi ketenangan dalam hati orang beriman” Hari Kedua Puluh Satu: “Ya Allah. penuhkan bahagian ku dengan keberkatan dan mudahkan bagi ku menuju ke arah kebaikan. dengan keamanan Mu wahai keamanan orang yang takut” Hari Keenam Belas: “Ya Allah.

dosa-dosa ku sebagai dosa yang diampuni. wahai pengasih kepada hamba yang beriman” Hari Ketiga Puluh: 19 . jadikan usaha ku sebagai usaha yang sentiasa disyukuri. kebaikan ku sebagai kebaikan yang diterima dan keaiban (kesalahan dan kesilapan) ku sebagai keaiban (kesalahan dan kesilapan) yang ditutupkan. wahai Tuhan Maha Penyayang kepada hamba sholeh” Hari Kedua Puluh Lapan: “Ya Allah. hiasilah aku dengan rahmat Mu dan berikanlah aku petunjuk serta penjagaan Mu. wahai pemberi kepada yang meminta” Hari Kedua Puluh Lima: “Ya Allah. wahai pengampun kesalahan orang yang berdosa” Hari Kedua Puluh Empat: “Ya Allah. wahai penjawab doa orang dalam kesempitan” Hari Kedua Puluh Tiga: “Ya Allah bersihkan aku daripada segala dosa dan jauhkan diri ku daripada keaiban (kesalahan dan kesilapan) serta tanamkan ketakwaan dalam hati ku. Jadikan aku pengikut sunnah nabi Mu. jadikan aku orang yang menyintai auliya’ Mu dan memusuhi musuh Mu.dan tempatkan aku dalam syurga Mu yang luas. wahai penjaga hati para Nabi” Hari Kedua Puluh Enam: “Ya Allah. Aku berlindung dengan Mu daripada perkara yang mendatangkan kemarahan Mu dan aku bermohon kepada Mu kemampuan untuk mentaati Mu serta menghindari kemaksiatan terhadap Mu. ubahkan perkara sulit menjadi mudah. penuhkan hidup ku dengan amalan sunnah dan muliakan aku dengan diterimanya semua permintaan. wahai Tuhan yang tidak disibukkan oleh permintaan orang meminta” Hari Kedua Puluh Sembilan: “Ya Allah. berilah rezeki berbentuk ganjaran Lailatul Qadar kepada ku. Bersihkan hati ku dengan fitnah. wahai Tuhan Maha Mendengar daripada semua pendengar” Hari Kedua Puluh Tujuh: “Ya Allah. aku bermohon kepada Mu perkara yang mendatangkan keredhaan Mu. makbulkan permintaan maaf ku dan hapuskan dosa serta kesalahan ku.

demi kenabian Muhamad saw dan keluarga baginda yang suci dan segala puji bagi Allah. jadikan puasa ku disertai dengan rasa syukur dan diterima oleh Mu melalui jalan keredhaan Mu serta keredhaan Rasul Mu. cabangnya yang kukuh dan kekuatan keberkatan.“Ya Allah. Tuhan sekalian alam” 20 .