Anda di halaman 1dari 33

TUMBUH KEMBANG ANAK BALITA

A. PENGERTIAN ANAK BALITA 1. Anak Balita sebagai masa emas atau ”golden age” yaitu insan manusia

yang berusia 0-6 tahun (UU No. 20 Tahun 2003), meskipun sebagian pakar menyebut anak balita adalah anak dalam rentang usia 0-8 tahun.
2. Kelompok

anak

yang

berada

dalam

proses

pertumbuhan

dan

perkembangan yang bersifat unik, artinya memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan motorik kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio-emosional (sikap dan perilaku serta agama), bahasa dan komunikasi yang khusus sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan yang sedang dilalui oleh anak tersebut.
3. Secara psikologis, rentang usia tersebut dibagi dalam 3 tahapan yaitu

masa sebelum lahir, masa bayi dan masa awal kanak-kanak. Pada ketiga tahapan tersebut banyak terjadi perubahan yang mencolok, baik fisik maupun psikologis, karena tekanan budaya dan harapan untuk menguasai tugas-tugas perkembangan tertentu, yang akan mempengaruhi tumbuh kembang anak. Pembagian menurut tahapan tersebut sangat tergantung pada faktor sosial, yaitu tuntutan dan harapan untuk menguasai proses perkembangan yang harus dilampaui anak dari lingkungannya.
4. Pada setiap tahap perkembangan, terdapat beberapa aspek fisik dan

psikologis yang terjadi, misalnya pada masa bayi secara umum menunjukkan bahwa anak sangat tergantung pada orang dewasa, sedangkan saat anak memasuki awal masa kanak-kanak, ketergantungan mulai berkurang dan ada harapan serta perlakuan tertentu dari kelompok sosial serta mulai tumbuh kemandirian, yang akan berakhir saat anak mulai masuk sekolah dasar. Perkembangan pada setiap aspek memiliki tingkat dan kecepatan yang berbeda-beda baik, tergantung dari faktor individu maupun lingkungan yang menstimulirnya. Seluruh perkembangan

16

ini akan dilampaui anak dan setiap aspek perkembangannya tidak berdiri sendiri melainkan saling terkait satu sama lain.
5. Bedasarkan hal tersebut, maka tumbuh kembang anak serta kemampuan

mereka

dapat

diidentifikasi

lebih

awal,

yang

selanjutnya

dapat

dikembangkan. Berbekal pemahaman tentang perkembangan anak balita maka orang tua atau orang dewasa lainnya dapat mengetahui titik terpenting untuk pengembangannya, dengan menitik beratkan pada masa belajar anak. Dengan demikian pertumbuhan dan perkembangan anak balita tersebut perlu diarahkan pada peletakan dasar-dasar yang tepat bagi pertumbuhan dan perkembangan fisik, daya pikir, daya cipta, sosioemosional, bahasa, komunikasi yang seimbang sebagai dasar pembentukan pribadi.

B. PERKEMBANGAN ANAK BALITA

1. Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Perkembangan kemampuan dasar anak-anak berkolerasi dengan pertumbuhan dan mempunyai pola yang tetap dan berlangsung secara berurutan. Dalam rangka merangsang tumbuh kembang anak secara optimal maka pengembangannya harus dilakukan secara menyeluruh terhadap semua aspek kemampuan yang sesuai dengan pembagian kelompok umur. Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interselular. Berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagain atau keseluruhan, sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat. Perkembangan adalah bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa, serta sosialisai dan kemandirian. Pertumbuhan terjadi secara simultan dengan perkembangan. Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan merupakan hasil interaksi kematangan susunan saraf pusat dengan organ yang dipengaruhinya. 17

2. Ciri Perkembangan Anak

Proses tumbuh kembang anak mempunyai beberapa ciri yang saling berkaitan. Ciri-ciri tersebut adalah sebagai berikut. a. Perkembangkan menimbulkan perubahan Perkembangan terjadi bersamaan dengan pertumbuhan. Setiap pertumbuhan disertai dengan perubahan fungsi. b. Pertumbuhan dan perkembangan pada tahap awal menentukan perkembangan selanjutnya Setiap anak tidak akan bisa melewati satu tahap perkembangan sebelum ia mengalami tahapan sebelumnya. Contoh: seorang anak tidak akan bisa berjalan sebelum ia bisa berdiri, dan tidak akan bisa berdiri jika pertumbuhan kai dan bagian tubuh lain yang terkait dengan fungsi berdiri anak terlambat. Karena itu perkembangan awal ini merupakan masa kritis karena akan menentukan perkembangan selanjutnya. c. Pertumbuhan dan perkembangan mempunyai kecepatan yang berbeda Pertumbuhan dan perkembangan mempunyai kecepatan yang berbeda-beda, masing anak. d. Perkembangan berkorelasi dengan pertumbuhan Pada saat pertumbuhan berlangsung cepat, perkembangan pun demikian, terjadi peningkatan mental, memori, daya nalar, asosiasi dan lain-lain. e. Perkembangan mempunyai pola yang tetap Perkembangan fungsi organ tubuh terjadi menurut dua hukum yang tetap, yaitu: 1) Perkembangan terjadi lebih dahulu di daerah kepala, kemudian menuju ke arah anggota tubuh baik dalam pertumbuhan fisik maupun perkembangan fungsi organ dan perkembangan pada masing-

18

Setiap anak perlu mendapat stimulasi rutin sedini mungkin dan terus menerus pada setiap kesempatan. Selalu tujukkan sikap dan perilaku yang baik. Stimulasi Tumbuh Kembang Anak Sebelum mamahami tentang periode dan aspek perkembangan yang berlangsung pada anak balita. yang merupakan orang terdekat dengan anak. Berikan stimulasi sesuai dengan kelompok umur anak. Stimulasi tumbuh kembang pada anak balita merupakan kegiatan merangsang kemampuan dasar anak agar anak tumbuh kembang secara optimal. 3. dan sebagainya.ulasi dapat menyebabkan penyimpangan tumbuh kembang anak bahkan gangguan yang menetap. Stimulasi tumbuh kembang anak dilakukan oleh orang tua. 19 . Stimulasi dilakukan dengan dilandasi rasa cinta dan kasih sayang. Perkembangan memiliki tahap yang berurutan Tahap perkembangan seorang anak memiliki pola yang teraturndan berurutan. maka penting dipahami beberapa prinsip tentang stimulai tumbuh kembang. Kurangnya sti. Kemampuan dasar anak yang dirangsang dengan stimulasi terarah adalah kemampuan gerak kasar. kemampuan gerak motorik halus.2) Perkembangan terjadi lebih dahulu pada kemampuan gerak kasar diikuti kemampuan gerak halus. anggota keluarga lain dan orang dewasa lainnya. b. Dalam melakukan stimulasi tumbuh kembang anak. c. misalnya anak terlebih dahulu mampu membuat lingkaran sebelum mampu gambar kotak. kemampuan bicara dan bahasa serta kemampuan sosialisasi dan kemandirian. ada beberapa prinsip dasar yang perlu diperhatikan yakni a. dan tahapan tersebut tidak bisa terjadi terbalik. f. karena anak akan meniru tingkah laku orang-orang yang terdekat dengan anak. anak mampu berdiri sebelum berjalan. pengganti ibu atau pengasuh anak.

Perkembangan kemampuan dasar mempunyain pola yang tetap dan berlangsung secara berurutan. Gunakan alat bantu atau permainan yang sederhana. h. e. terhadap 4 (empat) aspek kemampuan dasar anak. 4. Lakukan stimulasi secara bertahap dan berkelanjutan sesuai umur anak.d. Periode dan Tahap Perkembangan Anak Menurut Umur dan Aspek Kemampuan Perkembangan kemampuan dasar anak-anak berkorelasi dengan pertumbuhan. f. Periode Tumbuh Kembang Masa prenatal. aman dan ada disekitar anak. terjadi proses pertumbuhan yang pesat dan proses pematangan yang berlangsung secara terus menerus terutama meningkatnya fungsi sistem syaraf. Berikan kesempatan yang sama pada anak laki-laki dan perempuan. bervariasi menyenangkan. Berikan selalu pujian bila perlu hadiah atas keberhasilannya. janin dalam kandungan Masa bayi Masa anak balita Masa pra sekolah Kelompok Umur Masa Prenatal Umur 0-12 bulan Umur 12-60 bulan (2-5 tahun) Umur 60-72 bulan (5-6 tahun) a. 20 . Oleh karenanya stimulasi yang diberikan kepada anak balita dalam rangka merangsang pertumbuhan dan perkembangan anak dapat dilakukan sesuai dengan pembagian kelompok umur anak berikut ini: No. Setelah 29 hari sampai dengan 11 bulan. bernyanyi. Kemampuan Bayi (0 –12 bulan) Pada masa bayi baru lahir (0 sampai 28 hari). 4. Lakukan stimulasi dengan cara mengajak anak bermain. 1. 3. terjadi adaptasi terhadap lingkungan dan terjadi perubahan sirkulasi darah serta mulainya berfungsi organ-organ. tanpa paksaan dan tidak ada hukuman. g. 2.

menendang mainan gulinggantung. memegang benda. mengemba Memegang benda ngkan kontrol dengan kedua tangan. Kemampuan motorik selalu memerlukan koordinasi bagianbagian tubuh. guling.Kemampuan yang dimiliki bayi meliputi. kepala. makan sendiri. menyangga memegang benda berat. memperhatikan benda menahan bergerak. mengapung di air Membuat bunyibunyian. dengan kuat. merangkak Memasukkan benda menarik ke kedalam wadah. meraba dan merasakan bentuk permukaan. Duduk. kecil. sehingga latihan untuk aspek motorik ini perlu perhatian. posisi berdiri Bermain ’genderang’ berjalan Memegang alat tulis berpegangan dan mencoret-coret berjalan Bermain mainan yang dengan bantuan. meraih dan t kepala. kepala tetap melihat benda-benda tegak. 1) Kemampuan Motorik Kemampuan motorik merupakan sekumpulan kemampuan untuk menggunakan dan mengontrol gerakan tubuh. Kemampuan motorik pada bayi berdasarkan usia yakni: Usia 0-3 bulan Motorik kasar Motorik halus 3-6 bulan 6-9 bulan mengangka melihat. Motorik kasar merupakan keterampilan menggerakkan bagian tubuh secara harmonis dan sangat berperan untuk mencapai keseimbangan yang menunjang motorik halus. Motorik halus merupakan keterampilan yang menyatu antara otot halus dan panca indera. mengambil bendabenda kecil. baik gerakan kasar maupun gerakan halus. 21 .

9-12 bulan bola uk berjalan sendiri naik tangga. maka ekspresi emosi bayi mudah dikondisikan. 2) Kemampuan Bicara dan Bahasa Masa bayi adalah masa dimana kontak erat antara ibu dan anak terjalin sehingga dalam masa ini. gerakan isyarat dan ekspresi wajah seperti tersenyum. terutama pada saat bayi menangkap kata-kata yang diucapkan dan menyampaikan 22 . Kemampuan bicara bayi masih dalam bentuk pra bicara. akan mempengaruhi pemahaman bayi terhadap sesuatu dan cenderung menimbulkansuasana hati yang menyenangkan. pengaruh ibu dalam mendidik anak sangat besar. yang diekspresikan dengan cara menangis. yang mudah dikondisikan. Bahkan pada masa ini lebih sering muncul senyum sosial sebagai reaksi terhadap rangsangan dari luar . Bayi akan bereaksi pada ekspresi wajah dan tekanan suara. santai dan menyenangkan. Kemampuan bicara pada bayi sebenarnya ada hubungannya dengan perkembangan otak. mengoceh. sebaliknya orangtua membaca ekspresi bayi dan merespon jika ekspresi bayi menunjukkan tertekan atau gembira. Sebaliknya jika orang dewasa mengkondisikan dengan situasi yang tidak menyenangkan maka suasana emosi bayi cenderung buruk. Ekspresi emosi adalah bahasa pertama sebelum bayi berbicara. Jika orangtua lebih banyak menunjukkan suasana hati yang positif seperti selalu gembira. sebagai cara untuk mengkomunikasikan dirinya pada orang tua atau orang lain. membungk bermain Menyembunyikan dan mencari mainan Menyusun balok/kotak Menggambar Bermain di dapur. Terkait dengan ekspresi emosi bayi.

Meski keterkaitan sel-sel syaraf (neuron) yang dimiliki bayi. berbicara. o menirukan kata-kata o berbicara dengan boneka o bersenandung dan bernyanyi. menciptakan simbolisasi. menyebutkan nama gambar di buku majalah.. Pada saat bayi berjalan. meniru suara-suara. menunjuk dan menyebutkan nama gambargambar.apa yang ada dalam pikirannya. masih sangat lemah. Kemampuan bicara dan berbahasa pada masa bayi sbb: Usia 0-3 bulan Kemampuan Bicara dan Bahasa prabicara. mencari sumber suara. Oleh karenanya untuk mengoptimalkan kemampuan otaknya maka bayi perlu lebih banyak menstimulasi bayi untuk mengenal benda-benda sekelilingnya sambil terus mengajak berbicara. o o o o o o o 3-6 bulan 6-9 bulan 9-12 bulan 3) Kemampuan Sosialisasi dan Kemandirian Kemampuan sosialisasi dan kemandirian dapat dirangsang dengan sosialisasi pada masa bayi diawali di dalam keluarga. meniru dan menangkap suatu konsep melalui gerakan sudah lebih berkembang. mengenali berbagai suara. tidak terbatas dengan melihat serta memanipulasi namun sebenarnya bayi sudah memiliki kemampuan untuk memberi perhatian. dimana dalam keluarga terjadi hubungan timbal balik antara bayi dan pengasuh atau orangtua. Melalui perhatian dan perilaku orangtua akan memberi kerangka pada bayi dalam 23 . namun akan sangat mempengaruhi pada perkembangan sel syaraf pada tahap selanjutnya. Bayi mengerti dan memahami sesuatu yang berada disekelilingnya. sebenarnya tengah berlangsung perubahan dalam otak. menirukan kata-kata. tersenyum dan mengerutkan dahi.

3-6 bulan 6-9 bulan 9-12 bulan b. Kemampuan bayi untuk bersosialisasi mulai muncul. o mengajak bayi mengamati benda-benda dan keadaan di sekitarnya. o menina bobokan. Pada usia 3 tahun pertama kehidupan.berinteraksi dan pengalaman yang terpenting bagi bayi karena keluarga adalah melibatkan proses kasih sayang. o melihat dirinya di kaca. o Mulai melambaikan tangan jika ditinggal pergi. sehingga terbentuk jaringan syaraf dan 24 . o mulai bermain atau ’bersosialisasi’ dengan orang lain. yang diperoleh dengan cara mencontoh perilaku pada situasi sosial tertentu. pertumbuhan dan perkembangan sel-sel otak masih berlangsung. yang akhirnya akan mempengaruhi cara penyesuaian pribadi dan sosialnya dikemudian hari. misalnya mencontoh perilaku sosial dari kakak atau orang tuanya. dan tejadi pertumbuhan serabut-serabut syaraf dan cabang-cabangnya. dasar-dasar sosial mulai dibentuk. o mengayun bayi. o Mulai membalas lambaian tangan orang lain. Periode penting dalam tumbuh kembang masa usia ini akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya. o Minum sendiri dari sebuah cangkir. Kemampuan Anak di Bawah Usia Lima Tahun (12 – 59 bulan) Pada masa ini kecepatan pertumbuhan mulai menurun dan terdapat kemajuan dalam perkembangan motorik (gerak kasar dan gerak halus) serta fungsi eksresi/pembuangan. o mengajak bayi tersenyum. o meniru ocehan dan mimik muka bayi. o bermain ”ciluk ba’. o berusaha meraih mainan. o Makan bersama-sama o Menarik mainan yang letaknya agak jauh. Kemampuan sosialisasi dan kemandirian pada masa bayi sbb: Usia 0-3 bulan Kemampuan Sosialisasi dan Kemandirian o memberi rasa aman dan kasih sayang.

o Berjalan naik dan turun tangga. o Memasukkan benda yang satu ke benda lainnya. mulai dari kemampuan belajar berjalan. 25 . Demikian halnya dengan kemampuan motorik halus anak. o Berjalan mundur. mengenal huruf hingga bersosialisasi. o Berjalan sambil berjinjit o Menangkap dan melempar bola o Bermain di luar rumah. 1) Kemampuan Motorik Masa ini disebut sebagai masa sangat aktif dari seluruh masa kehidupannya. Kemampuan motorik yang dimiliki anak sbb. Dengan demikian masa ini disebut juga sebagai masa belajar berbagai kemampuan dan keterampilan. 15-18 bulan o o Meniup . o Bermain air Gerak Halus o Bermainan balok dan menyusun balok. sudah mulai meningkat dan menjadi lebih tepat pada saat berusia 5 tahun. lengan dan tubuh dapat bergerak bersama dibawah koordinasi yang lebih baik daripada mata. karena tingkat aktivitasnya dan perkembangan otot besar mereka sedang tumbuh. dengan berbekal rasa ingin tahu yang cukup kuat dengan seringnya anak mencoba hal-hal baru dan seringnya pengulangan menyebabkan masa ini menjadi masa yang tepat untuk mempelajari keterampilan baru.otak yang kompleks. Jumlah dan pengaturan hubungan-hubungan antar sel syaraf ini akan sangat mempengaruhi segala kinerja otak. Membuat untaian. Koordinasi tangan. o Memasukkan dan mengeluarkan benda kedalam wadah. Usia 12-15 bulan Gerak Kasar o Berjalan tanpa pegangan sambil menarik mainan yang bersuara.

Mengenal bentuk dengan menempel potongan bentuk. Memilih dan mengelompokkan benda-benda menurut jenisnya. Menempel guntingan gambar sesuai dengan cerita. o Latihan menghadapi rintangan. o Mengenal berbagai ukuran dan bentuk. Bermain/menyusun balok-balok. bulatan. Menggambar/menulis garis lurus. Mengenal campuran warna dengan cat air. o Melempar dan menangkap bola besar. o Menggambar wajah atau bentuk. Belajar ’menjahit’ dengan tali rafia. o Berjalan mengikuti garis lurus. memakai cat. o Bermain puzzle. Konsep jumlah. o Melempar bendabenda kecil ke atas. o o o o o o o o o 48-60 bulan o Lomba karung o Main engklek o Melompat tali. o Melompat. Menggambar dengan jari. o Melompat dengan satu kaki. Membuat gambar tempelan. o Berjalan jinjit secara bergantian. o Mengenal konsep ”separuh atau satu” o Menggambar dan atau melengkapi 26 . o Melatih keseimbangan tubuh. o Menirukan binatang berjalan. o Melompat jauh.segi empat. Menempel gambar pada karton. o Mendorong mainan dengan kaki. huruf dan angka. Mencocokan gambar dan benda. Menghitung lebih dari 2 atau 3 angka. o Membuat berbagai bentuk dari adonan kue/lilin mainan. Memotong dengan menggunakan gunting. o o 24-36 bulan o o o 36-48 bulan o Menangkap bola kecil dan melemparkan kembali.18-24 bulan o Menendang bola.

Sejumlah kemampuan anak. sejalan dengan perkembangannya memahami sesuatu. 27 . 2) Kemampuan Bicara dan Bahasa Bertambahnya kematangan otak dikombinasikan dengan peluang-peluang untuk menjelajahi dunia sekelilingnya dan sebagai penyumbang terbesar untuk lahirnya kemampuan kognitif anak.gambar. o Menghitung bendabenda kecil dan mencocokkan dengan angka. berat/ringan. Hal ini merupakan suatu transisi awal untuk dapat lebih berkomunikasi secara sosial. kemudian melalui sistem yang ada di otak. seperti belajar membaca adalah berkaitan dengan masukan dari mata anak yang ditransmisikan ke otak anak. kemudian berkembang menjadi kemampuan untuk bertindak tanpa harus mengucapkannya. o Membandingkan besar/kecil. Dalam hal ini anak telah menginternalisasikan pembicaraan yang egocentris dalam bentuk berbicara sendiri menjadi pemikiran anak. o Belajar ’percobaan ilmiah’ o Berkebun. Biasanya anak mulai berbicara sendiri. Bakat bicara anak karena sistem otak diorganisasikan sedemikian rupa sehingga memungkinkan anak memproses sebagai bahasa. banyak/sedikit. menterjemahkannya kedalam kode hurufhuruf. Anak mulai pandai berbicara. o Menggunting kertas (sudah dilipat) dengan gunting tumpul. kata-kata dan asosiasinya. Akhirnya akan dikeluarkan dalam bentuk bicara.

akhirnya mengajak anak untuk menalar terhadap 28 . o Menyebut nama lengkap anak. Dalam hal ini hubungan keluarga. maka pada masa ini mulai berkembang. orangtua-anak. pembicaraan dan pemberian disiplin. o Mengenal huruf besar menurut alfabet di koran/majalah. o Bercerita tentang diri anak. o Menceritakan masa kecil anak. o Bercerita mengenai dirinya. o Melakukan pembicaraan. o Bercerita tentang gambar di buku/majalah. Pengasuhan pada tahun pertama berpusat pada perawatan. o Bercerita tentang apa yang dilihatnya. o Mengenal musim. o Melengkapi dan menyelesaikan kalimat. berubah ke arah kegiatankegiatan seperti permainan. o Mengumpulkan foto kegiatan keluarga.. o Mengenal dan mencintai buku. o Belajar mengingat-ingat. o Permainan telepon-teleponan. o Membantu pekerjaan di dapur.Usia 12-15 bulan Kemampuan Bicara dan Bahasa o Membuat suara dari dari barang2 yang dipilihnya. o Bercerita melalui album foto. o Menyebut berbagai nama barang. o Mengerjakan perintah sederhana. 15-18 bulan 18-24 bulan 24-36 bulan 36-48 bulan 48-60 bulan 3) Kemampuan Bersosialisasi dan Kemandirian Dasar-dasar sosialisasi yang sudah diletakkan pada masa bayi. o Menyebut nama bagian tubuh. o Menyatakan keadaan suatu benda. o Melihat acara televisi. o Mengenal angka. o Mengenal huruf dan simbol. o Membaca majalah. o Berbicara dengan anak. antar saudara dan hubungan dengan sanak keluarga cukup berperan. o Menyebut berbagi jenis pakaian.

Membantu memasak. Membuat rumah-rumahan. Pergi ke tempat-tempat umum. Belajar memeluk dan mencium. Mengenal aturan/batasan. Melatih buang air kecil dan buang air besar di WC/kamar mandi. permainan sensori motorik. Membereskan mainan/membantu kegiatan di rumah. Bermain dengan teman sebaya. Makan sendiri. meski interaksi yang dibangun dalam permainan bukan bersifat sosial. games atau berkompetisi. Jenis permainan yang dilakukan bisa berbentuk konstruktif.sesuatu. Usia 12-15 bulan Kemampuan Bersosialisasi dan Kemandirian o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o Menirukan pekerjaan rumah tangga. Merawat mainan. Membuat atau menempel foto keluarga. permainan pura-pura. Makan pakai sendok garpu. Membuat mainan/boneka dari kertas. permainan sosial atau melibatkan orang lain. Pada masa ini sebagai masa bermain. Mengancingkan kancing tarik. Mencuci tangan dan kaki. Melepas pakaian. Permainan yang memerlukan interkasi dengan teman bermain. Berpakaian sendiri. anak mulai melibatkan teman sebayanya. Permainan baru. Berpakaian. Memisahkan diri dengan anak. namun sebagai kegiatan untuk menyenangkan dan dilaksanakan untuk kegiatan itu sendiri. Bermain petak umpet. 29 15-18 bulan 18-24 bulan 24-36 bulan 36-48 bulan 48-60 bulan . Mengancingkan kancing baju. melalui bermain. Membentuk kemandirian dengan memberi kesempatan mengunjungi temannya tanpa ditemani. Berdandan/memilih pakaian sendiri.

.bermain “berjualan”. Mengikuti aturan permainan/petunjuk.berlatih mengingat-ingat. . .menggambar dari berbagai sudut pandang. Bermain ’berjualan dan berbelanja di toko” c. memakai pali.mengerti urutan kegiatan.mengenal benda yang serupa dan 30 Bicara dan .belajar bertukang.naik sepeda. . oleh karenanya panca indera dan sistim reseptor penerima rangsangan serta proses memori harus sudah siap sehingga anak mampu belajar dengan baik. seperti bermain di taman atau ke tempat-tempat yang menyediakan fasilitas bermain anak. .o o o o Menggambar orang. . pertumbuhan berlangsung dengan stabil. . sehingga anak mulai senang bermain di luar rumah. gergaji dan paku. Kemampuan yang dimiliki pada anak pra sekolah adalah sbb: Kemampuan Gerak kasar Gerak halus Keterangan . Pada masa ini. Anak mulai menunjukkan keinginannya seiring dengan pertumbuhan dan perkembangannya. . Pada masa ini. Bermain kreatif dengan teman-temannya.membuat sesuatu dari tanah liat/lilin. bermain sepatu roda. Proses belajar yang tepat bagi usia ini adalah dengan cara bermain. . anak mulai diperkenalkan dengan lingkungan luar selain lingkungan dalam rumah. Pada masa ini anak dipersiapkan untuk sekolah.belajar memasak.mengenal kalender .mengenal waktu.bermain bola dengan teman sebayanya . Masa Anak Pra Sekolah (usia 60-72 bulan atau 5-6 tahun). . Anak mulai berteman bahkan anak banyak keluarga menghabiskan waktunya bermain di luar rumah. . aktivitas jasmani semakin bertambah dan meiningkatnya keterampilan dan proses berpikir.mengumpulkan benda-benda.belajar mengukur.

KECERDASAN JAMAK Kemampuan anak balita dapat bekembang optimal apabila anak mampu mengembangkan kecerdasan jamak . menangkap bunyi dan mengekspresikannya. . kemampuan mencintai alam dan lingkungan lebih luas lagi. Maksud kecerdasan disini tidak terbatas pada kemampuan anak yang terkait dengan kepandaian dengan prestasi akademik namun mencakup kemampuan lain yang terkait dengan semua bagian otak manusia.bermain tebak-tebakan. . kemampuan untuk bergaul dengan orang lain. berbeda. baik lisan maupun tertulis beserta dengan aturanaturannya. . . seperti pada pemahaman alam semesta.berlatih mengingat-ingat. kemampuan mengolah perasaan atau bnerkesenian. . . Menurut Howard Gardner (2002). 31 .menjawab pertanyaan “mengapa ?” .Berkomunikasi dengan anak. Kecerdasan Bahasa (verbal-linguistik) a. dan memiliki minat terhadap buku. mengekspresikan diri melalui gerakan. berimajinasi dengan warna dan bentuk.mengenal uang logam. Anak yang cerdas dalam bahasa juga memiliki ketrampilan menyimak yang baik.Berteman dan bergaul. kecerdasan jamak dapat diuraikan menjadi 9 kecerdasan.mengamati/meneliti keadaan sekitar. . Kecerdasan bahasa atau verbal-linguistik berkaitan erat dengan kata-kata.bahasa Bersosialisasi dan kemandirian. bernegosiasi dan mengekspresikan perasaan.Mematuhi peraturan keluarga C.menganal rambut/tanda lalu lintas. Anak-anak yang memiliki kecerdasan bahasa menyukai kegiatan bermain yang memfasilitasi kebutuhan mereka untuk berbicara. Hal ini dapat diwujudkan melalui kemampuan anak dalam berbicara. bermain dengan hitung-hitungan. yaitu: 1. .

b. sering mendongeng dan melakukan Tanya jawab. 32 . rekaman. Kecerdasan ini dilambangkan dengan terutama dengan angka-angka dan lambang matematika lain. Pengasuh dapat menstimulasi anak dengan memberikan materi-materi konkrit yang dapat dijadikan bahan percobaan. Cara belajar terbaik bagi mereka yang memiliki kecerdasan verba-linguistik adalah dengan mengucapkan. c. 3.b. dan ruang secara akurat serta mengubah penangkapannya tersebut ke dalam bentuk lain seperti dekorasi. Kecerdasan logiko-matematika terletak di otak depan sebelah kiri danparietal kanan. lukisan. Kecerdasan Logiko-Matematik berkaitan dengan kemampuan mengolah angka dan atau kemahiran menggunakan logika. aduk-pasir. arsitektur. Menurut Gardner kecerdasan linguistic terletak pada otak bagian kiri dan lobus bagian depan. menyediakan banyak waktu. Kecerdasan visual-spasial berkaitan dengan kemampuan menangkap warna. c. mendengarkan. 2. Kecerdasan Visual-Spasial a. menyediakan tape recorder. Menurut Gardner kecerdasan logikomatematika terletak pada otak bagian kiri dan lobus bagian depan. dan patung. seperti permainan mencampur warna. Anakanak yang memiliki kelebihan dalam kecerdasan ini tertarik memanipulasi lingkungan serta cenderung suka menerapkan strategi coba-ralat. menghitung bendabenda. Mereka suka bermain yang berkaitan dengan berpikir logis seperti mencari jejak (maze). timbang-menimbang dan permainan strategi. Pengasuh perlu menyediakan peralatan membuat tulisan. serta member peluang untuk menulis. dan melihat tulisan. Cara terbaik memotivasi mereka adalah dengan mengajak berbicara. permainan aduk-garam. Kecerdasan Logiko-Matematik a. dan melalui interaksi positif yang mampu memuaskan rasa ingin tahu anak.

kecepatan dan keakuratan menerima rangsang. bentuk-bentuk. garis-garis. Kecerdasan gerak-kinestetik berkaitan dengan kemampuan menggunakan gerak seluruh tubuh untuk mengekspresikan ide dan perasaannya serta keterampilan mempergunakan tangan untuk mencipta atau mengubah sesuatu. mengetukngetuk sesuatu. cenderung suka bergerak. membentuk sesuatu dengan plastisin. alat-alat dekoratif dan berbagai buku gambar. sentuhan dan tekstur. Perlu disediakan berbagai fasilitas yang memungkinkan anak bentuk geometri berbagai warna dan mengembangkan ukuran. peralatan daya imajinasi mereka seperti permainan konstruktif. 33 . Anak yang cerdas untuk dalam visual-spasial sesuatu dapat yang mempergunakan bermakna baginya. berlari. Anak yang memiliki kecerdasan visual-spasial memiliki kepekaan terhadap warna. mengecap dan menyusun potongan gambar. keseimbangan. seperti koordinasi. pewarna. Menurut Gardner kecerdasan visual-spasial mempunyai lokasi di otak bagian belakang hemisfer kanan.b. balok-balok menggambar. tidak bisa duduk diam berlama-lama. keterampilan. b. Kecerdasan Kinestetik a. lebih lincah). ruang. suka mencoret-coret. dan bangunan. 4. c. mewarnai dan menyusun unsur-unsur bangunan seperti puzzle dan balokbalok. Anak yang cerdas dalam gerak-kinestetik terlihat menonjol dalam kemampuan fisik (terlihat lebih kuat. suka meniru gerak atau tingkah laku orang lain yang menarik perhatiannya dan senang beraktivitas yang mengandalkan kekuatan gerak seperti memanjat. melompat dan berguling. membentuk gambar. kekuatan. kelenturan. Kemampuan ini meliputi kemampuan fisik yang spesifik. apapun membentuk Pengasuh dapat merangsang kecerdasan ini melalui berbagai program seperti melukis.

Kecerdasan interpersonal melibatkan kemampuan untuk memahami dan bekerja sama dengan orang lain. bersenandung kecerdasan ini. senam irama. Kecerdasan Interpersonal a. Anak yang cerdas dalam musikal cenderung cepat menghafal lagu-lagu dan bersemangat ketika kepadanya diperkenalkan lagu. yakni kemampuan berempati pada 34 . melodi. basal ganglia (otak keseimbangan) dan motor korteks. dan mengekspresikan diri melalui bunyi-bunyi atau suara-suara yang bernada dan berirama. Jika mendapat stimulasi yang tepat. menyanyi bersama. c. Pengasuh dapat memfasilitasi anak-anak yang memiliki kecerdasan ini dengan memberi kesempatan pada mereka untuk bergerak. Penyediaan kondisi belajar harus dirancang supaya anak dapat leluasa bergerak dan memberi peluang untuk mengaktualisasikan dirinya secara bebas. deklamasi. Kecerdasan gerak kinestetik mempunyai lokasi di otak serebelum (otak kecil). Dapat dilakukan di luar ruangan seperti meniti titian. dan bila mungkin dengan orkesrta kaleng bekas. Kecerdasan musikal berkaitan dengan kemampuan menangkap bunyi-bunyi. Anak-anak yang memiliki kecerdasan musical suka menyanyi. membedakan. Pengasuh perlu memfasilitasi anak agar dapat berekspresi atau bersiul. berjalan satu kaki. tepuk bernada. 5. dan warna suara. merayap dan lari jangka pendek. b. 6. Kecerdasan musical merupakan kecerdasan yang tumbuh paling awal dan mampu bertahan hingga usia tua. Kecerdasan ini melibatkan banyak kecakapan. kemampuan music anak akan terasah dan berkembang. Hampir semua anak memiliki musikal melalui salam berirama. Kecerdasan ini meliputi kepekaan pada irama. Kecerdasan ini mempunyai lokasi di otak kanan.c. menggubah. Kecerdasan Musikal a.

Kecerdasan Intrapersonal a. Mereka pandai mengorganisasi temanteman dan pandai mengkomunikasikan keinginannya pada orang lain. 7. Anak dengan kecerdasan intrapersonal yang baik terlihat lebih mandiri. kemampuan mengenali dan membaca pikiran orang lain. b. c. Mereka yang memperoleh kasih sayang. memiliki kemauan keras. Awal masa anak-anak merupakan saat yang menentukan bagi perkembangan intrapersonal. penuh percaya diri. dorongan. Kecerdasan ini terletak terutama pada hemisfer kanan dan sistem limbik. Kecerdasan Intrapersonal berkaitan dengan aspek internal dalam diri seseorang. Pengasuh perlu memfasilitasi kecerdasan interpersonal ini melalui pemberian kesempatan untuk berteman/bersosialisasi dan menjadi pemimpin di kelompoknya atau diantara teman-temannya. memiliki tujuan-tujuan tertentu. 35 . dan kecerdasan ini dipengaruhi oleh kualitas kedekatan atau ikatan kasih sayang selama masa kritis tiga tahun pertama. menggunakannya untuk memahami dan membimbing tingkah laku sendiri. kemampuan mengorganisasi sekelompok orang menuju ke tujuan suatu tujuan bersama. dan tokoh panutan cenderung mampu mengembangkan konsep diri yang positif dan mampu membentuk citra diri sejati. Anak yang memiliki kecerdasan interpersonal cenderung mudah memahami perasaan orang lain. seperti: perasaan hidup. mudah bersosialisasi serta senang terlibat dalam kegiatan kelompok. pengakuan. b.orang lain. mereka sering menjadi pemimpin di antara teman-temannya. menandainya. rentang emosi. kemampuan untuk membedakan ragam emosi. Mereka mempunyai banyak teman. kemampuan berteman atau menjalin kontak. dan oleh interaksi social.

Mereka memiliki keingintahuan yang besar tentang seluk-beluk hewan dan tumbuhan (Armstrong. menemukan 36 . alam. binatang dan tumbuhan. menanam biji-bijian dan mengamati pertumbuhannya. 8. sementara kerusakan di bagian lebih atas kemungkinan besar akan menyebabkan sikap acuh tak acuh. enggan.c. Pengasuh dapat menyediakan kondisi dengan cara mengajak anak-anak untuk menikmati dan seperti: mengamati alam terbuka. kerikil. seperti daun-daunan. Anak autis adalah salah satu contoh anak yang cacat dalam kecerdasan intrapersonal. b. batu-batuan. Pengasuh dapat pula menyediakan buku-buku yang memuat selukbeluk hewan. Kecerdasan Naturalis a. akrab dengan hewan peliharaan. Anak yang memiliki kecerdasan naturalis cenderung menyukai alam terbuka. menciptakan permainan dan program pembelajaran yang berkaitan dengan unsur-unsur alam seperti: membandingkan berbagai bentuk daun dan bunga-bungaan. lesu. serta identifikasi diri yang sebenarnya. tanah. Kecerdasan naturalis berkaitan dengan kemahiran dalam mengenali dan mengklasifikasikan flora dan fauna dalam lingkungannya. 2002). c. dan tumbuhan dengan gambar-gambar yang menarik. Kecerdasan ini ditandai dengan kepekaan terhadap bentuk-bentuk alam. Kerusakan otak bagian ini kemungkinan akan menyebabkan orang mudah tersinggung. awan. apatis. mengamati perbedaan tekstur pasir. Perlu dikembangkan model-model permainan yang memperkenalkan berbagai emosi dan perasaan. berkaitan pula dengan kecintaan seseorang pada benda-benda alam. biji-bijian dan menirukan karakteristik binatang. Pengasuh perlu menjalin komunikasi yang baik dengan anak- anak. Kecerdasan intrapersonal mempunyai tempat di otak bagian depan. Melakukan kegiatan eksperimen. lamban. menyiram menyediakan materi-materi membiasakan tanaman. investigasi.

Kecerdasan Eksistensial a. berkaitan juga dengan wilayah otak yang peka terhadap sensori persepsi dan otak bagian kiri. Stimulasi untuk kecerdasan ini mungkin tidak mudah dilakukan oleh pengasuh. gizi yang memadai. Banyak pertanyaan muncul dari mereka mengenai berbagai hal yang mungkin tidak terpikirkan oleh anak lain sebayanya. nasib dunia jasmani maupun rohani dan dengan makna pengalaman mendalam seperti cinta atau kesenian. Upaya pembinaan tumbuh kembang anak dirahkan untuk meningkatkan kesehatan fisik. memimpikan. Kecerdasan eksistensial berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk menempatkan diri dalam lingkup kosmos yang terjauh.fenomena alam. seperti: “Bagaimana jika tidak mempunyai Ibu”? “Bagaimana jika tidak ada air”? dan lain sebagainya D. pola cuaca dan lain-lain. dan menjadi pemikir yang menyangkut hal-hal yang besar. 9. c. Upaya tersebut dilakukan sedini mungkin sejak di dalam kandungan dengan perhatian 37 . dengan makna hidup. layanan pengasuhan yang tepat. makna kematian. Kecerdasan naturalis berada di wilayah-wilayah parietal kiri. Juga berkaitan dengan kemampuan merasakan. Potensi tersebut akan dapat berkembang secara optimal apabila dikembangkan sejak dini melalui pemenuhan kebutuhan kesehatan. mental. dan emosional dan sosial anak. b. bercerita yang diakhiri dengan pertanyaan-pertanyaan yang menggugah kesadaran. tetapi pengasuh dapat memberikan tugas untuk merenungkan sesuatu yang ada di sekitar anak. Anak yang memiliki kelebihan kecerdasan eksistensial cenderung memiliki kesadaran akan hakikat sesuatu. Kebutuhan Anak Balita Setiap anak yang dilahirkan membawa sejumlah potensi.

Asuhan bayi baru lahir 2 Bayi 0-28 hari 1.Asupan gizi seimbang 1. makan. Janin tumbuh kembang secara normal JENIS LAYANAN Pemberian makanan bergizi seimbang Suplementasi gizi mikro Pelayanan pemeriksaan kehamilan Stimulasi janin dalam kandungan Penyuluhan tentang konsep diri ibu hamil 5.khusus pada bayi dan anak balita yang merupakan masa kritis dan masa emas bagi kelangsungan tumbuh kembang anak. minum. nyaman. (2) kebutuhan psikologis yaitu rasa aman. Manajemen terpadu bayi muda (MTBM) a. (5) 1. dan istirahat. disayang. serta diperhatikan. Secara umum kebutuhan anak balita terbagi pada 2 bagian yaitu (1) kebutuhan fisik seperti kebutuhan untuk hidup: fisiologis.Inisiasi menyusui dini Pemberian ASI ekslusif . Asupan gizi seimbang 2.Pemberian makanan bergizi seimbang bagi ibu .Menjaga bayi tetap hangat . Pencegahan dan pengobatan penyakit Asuhan persalinan - Imunisasi TT Pencegahan penyakit menular lainnya Pengobatan 6. Pertolongan persalinan 5.l: Pemeriksaan kesehatan Penanganan penyakit Injeksi vitamin K1 Pemberian salep mata Perawatan tali pusar . 2. sehingga anak tumbuh percaya diri dan bangga akan kemampuan dirinya. (3) perlakuan yang salah (4) tindakan yang dapat dilakukan.Suplementasi gizi mikro bagi ibu 38 .Pencatatan berat dan panjang lahir. Kebutuhan Fisik Anak Balita Kebutuhan fisik anak balita menurut rentang usia dapat dilihat dari matriks berikut ini: NO 1 SIKLUS/ USIA ANAK Janin dalam kandungan sampai lahir KEBUTUHAN ESSENSIAL 1.

Akte kelahiran 3 Bayi 1 – 24 bulan 1.Pence gahan penyakit 4.NO SIKLUS/ USIA ANAK KEBUTUHAN ESSENSIAL 2. Asuhan bayi baru lahir JENIS LAYANAN Pencatatan berat dan panjang lahir Manajemen terpadu bayi muda (MTBM) yang mencakup antara lain: -Pemeriksaan kesehatan -Penanganan penyakit -Injeksi vitamin K1 -Pemberian salep mata -Perawatan tali pusar -Menjaga bayi tetap hangat 3.Tumbuh kembang normal 5. Asupan gizi seimbang Pemberian Imunisasi Stimulasi tumbuh kembang Pencatatan kelahiran & penerbitan akte kelahiran Pemberian ASI ekslusif untuk bayi usia 1-6 bulan Pemberian makanan bergizi dan Suplementasi gizi makro kepada ibu Pemberian ASI untuk usia 6-24 bulan Pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) mulai usia 6 bulan Pemberian makanan keluarga bergizi seimbang untuk anak usia 1 tahun keatas Pemberian zat gizi mikro mulai usia 6 bulan 39 .

dan pengasuh lainnya Deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang (DIDTK) 7. pengembangan main pembangunan. keluarga.Bimbingan belajar sambil bermain bagi anak usia 3 – 4 tahun untuk memenuhi hak anak atas pendidikan. Tumbuh kembang normal Penimbangan balita setiap bulan sampai usia 5 tahun Stimulasi dini Penyuluhan stimulasi tumbuh kembang bagi ibu. Pencegaha n dan pengobatan penyakit Imunisasi booster Manajemen terpadu balita sakit (MTBS) Perawatan balita gizi buruk Pencegahan penyakit menular lainnya Pendidikan dini melalui pemberian rangsangan pendidikan sesuai tahap perkembangan dan potensi anak mencakup: Pengembangan sensori motor. Pengemba ngan kecerdasan jamak: Verbal/bah asa Matematik/l ogika Spasial Kinestetik Musik Interperson al Intraperson al Naturalis Spiritual 40 . Tumbuh kembang normal Penimbangan setiap bulan Stimulasi dini Penyuluhan stimulasi tumbuh kembang bagi ibu. dan pengasuh lainnya Deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang (DIDTK) 7. keluarga. 4 Anak 2-6 tahun 1. 10. Pengembangan main peran. Asupan gizi seimbang Pemberian makanan dengan gizi seimbang (family food) Fortifikasi /suplementasi zat gizi mikro sampai usia 5 tahun 3.2. Pencegaha n dan pengobatan penyakit Imunisasi lengkap sebelum usia 1 tahun Manajemen terpadu balita sakit (MTBS) Perawatan balita gizi buruk Pencegahan penyakit menular. . Bimbingan keagamaan sesuai sesuai usia anak.

41 .perlindungan 2. Asuhan. pembinaan dan perlindungan Sesuai kebutuhan khususnya - - . termasuk kedisiplinan. yang dapat dilakukan orang tua atau pengasuh dapat mempengaruhi optimalisasi tumbuh kembang anak balita. Anak menjadi tidak terbuka dengan pengalaman dan kesempatan-kesempatan belajar. demikian halnya setelah anak mencapai balita. bimbingan. Disiplin lebih terkait dengan kebiasaan hidup teratur dan kebiasaan ini harus dimulai dari orang tua. bimbingan. Kebiasaan hidup teratur dapat dilakuak melaui. Keakraban ini penting untuk memberikan rasa nyaman dan aman yang diperlukan anak untuk mengeksplorasikan lingkungannya. didikan dan pembinaan Pemeliharaan. Akrab Sejak anak masih dalam kandungan. Tanpa rasa nyaman dan aman.Janin sampai 6 tahun yang mempunyai kebutuhan khusus - Penerimaa n dan kasih sayang Pemelihara an dan perawatan. dimana hal ini akan dibawanya sampai meninggal. Perilaku orang tua atau orang dewasa lainnya yang perlu diperhatikan. pengasuh atau pembimbing harus menjalin akrab dengan anak. perawatan. kebiasaan mengembalikan barang ke tempatnya semula. merapikan meja setelah dipergunakan dsb. Anak menyukai keteraturan dan rutinitas dan ini penting untuk membentuk pola kebiasaan. pendidikan. anak akan menarik diri dari dunianya. b. Kebutuhan Psikologis Anak Balita Kebutuhan psikososial anak balita. orang tua harus menjalin akrab dengan anak. Disiplin Disiplin tidak ada hubungan dengan hukuman dan aturan yang kaku. yakni: a. membereskan mainan.

Marah kepada anak tanpa alasan yang dapat dipahami oleh anak sudah merupakan salah satu bentuik kekerasan.c. Konflik yang sering terjadi karena kita tidak bisa menghargai perbedaan. Menghukum baik fisik maupun mental termasuk memukul. Tentu saja dorongan untuk mendikte yang sering muncul tanpa kita sadari harus benar-benar kita hindari. mendiamkan anak. Menghargai perbedaan perlu dikenalkan pada saat anak mulai dapat berbicara dan bermain dengan teman sebayanya. Hal terkecil tetapi penting untuk dilakukan orangtua adalah mendengarkan dan menghargai pendapat anak. Anak tidak sekedar mencontoh dan anak tidak hanya membutuhkan keteladanan orangtua. memasang muka cemberut. Hindari Kekerasan. hanya akan membuat anak kehilangan percaya diri dan lebih jauh lagi anak akan kehilangan harga diri. Terlebih pada usia setahun. Perlakuan Salah yang Sering Ditemukan Dalam memperlakuan anak balita. saat anak memerlukan kemampuan untuk mengontrol dirinya. Dorongan atau motivasi sering lebih penting daripada ajakan. Dorongan orang tua akan muncul dengan sendirinya jika orangtua atau pengasuh sering mendampingi atau memfasilitasi kegiatan bermain anak. Menjadi Motivator. motivasi berperan penting agar kelak tidak menjadi anak yang pemalu atau peragu. Kesalahan perlakuan yang sering ditemukan meliputi: 42 . melakukan kesalahan dalam memperlakukan anak balita. Toleransi Bertoleransi terhadap kesalahan anak. 9. e. bukan kebalikan dari disiplin. sering tidak disadari pengasuh atau orang tua. d. Kesalahan yang dilakukan anak sering kali hanya karena perbedaan pandang kita sebagai orang tua atau orang dewasa dengan cara pandang anak.

Kurangnya berkomunikasi dengan anak diperburuk dengan mudahnya orang tua menyerahkan begitu saja pengasuhan dan pendidikan anak kepada pengasuh. b. disamping anak juga tidak berkesempatan untuk mandiri. Ketidakpedulian orangtua terhadap aktivitas sehari-hari anak dapat mengejutkan orang tua pada saat anak melakukan sesuatu yang tidak diinginkan orang tua. namun kepedulian orang tua pada anak harus menjadi prioritas. Adalah keinginan orang tua semata agar anaknya hafal namanama kepala negara seluiruh dunia pada usia 2 tahun atau pula anaknya menjadi rangking pertama di sekolahnya. d. Terlalu Berharap. Lebih parah lagi cukup banyak orang tua yang mendiktekan masa depan anak karena dirinya gagal mencapai cita-cita. Menyerahkan Kepada Orang Lain. Anak tidak dapat dan tidak terbiasa menyelesaikan tugas. Mengambil Alih Tugas Anak. Ketidaksabaran dan keinginan untuk selalu mencari aman membuat orangtua tidak pernah memberikan tugas kepada anak dan bahkan mengambil alih tugas anak yang diberikan oleh gurunya atau orang lain. guru atau orang lain. Meski alasan ekonomi sering melatarbelakangi hal ini.a. c. Larangan hanya akan membuat anak nekad melakukan kesalahan dan kesalahan yang lebih besar lagi dikemudian hari. Harapan yang berlebihan tidak hanya membuat anak tertekan tetapi juga akan menghantam balik akibatnya pada orang tua. Melarang anak dan mengatakan ”JANGAN” kepada anak merupakan perwujudan keinginan orang tua. Keinginan oprang tua untuk menunjukkan bahwa anak tidak mengenal dan bahkan lari dari tanggung jawab. e. Memberi Contoh Salah 43 . Selalu Mencari Aman. Informasi yang tepat berguna bagi anak daripada melarang anak untuk melakukan sesuatu.

Sering pula orangtua tidak sadar mengajarkan berbohong atau perilaku tidak baik lainnya kepada anak. Tindakan yang Dapat Dilakukan Untuk menghindari kesalahan dari perlakuan orang tua atau pengasuh maka beberapa tindakan berikut ini. Karena itu orang tua atau pengasuh jangan beranggapan bahwa anak dapat berpikir dan bertindak seperti orang dewasa. b. suka melakukan percobaan dan banyak kegiatan lain yang menurut pandangan orang dewasa sebagai kegiatan yang tidak bermanfaat dan membosankan. Orang tua sebagai model atas perbuatan dan kebiasaan yang akan ditiru anak. Tidak terpenuhinya salah satu kebutuhan anak dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak 44 . a. bukan sebagai seseorang yang sedang tumbuh dan berkembang untuk kemudian menjadi dewasa.Banyak orang tua yang tidak sadar akan perbuatan atau kebiasaan yang tidak baik seperti merokok. mabuk dan berbohong. perasaan ”diterima”. Mulai dari memasang muka masam. kebutuhan unuk mengembangkan potensi diri. Penuhi Kebutuhan Anak Anak memiliki banyak kebutuhan. kondisi kesehatan yang prima. f. rasa aman. memusatkan perhatian untuk waktu yang pendek. 10. Melakukan Kekerasan Kesalahan yang semuanya bersumber dari kesalahan orangtua. Perlakukan Anak sebagai Anak Banyak orang tua atau pengasuh melihat dan memperlakukan anak sebagai orang dewasa kecil. Anak suka mengulang-ulang kegiatannya. mulai dari kebutuhan makanan dengan gizi yang berimbang. perlu dilakukan . cepat atau lambat akan dilakukan anak tanpa sengaja. menimpakan kesalahan kepada anak sampai kepada kekerasan fisik dilakukan orang tua bahkan sampai menghilangkan nyawa anak. bahkan sebaliknya yang dilakukan orangtua. pengakuan atas harga diri mereka. Ujungnya bukan orangtua introspeksi diri. lingkungan yang sehat dan aman.

Hal ini akan menumbuhkan rasa percaya diri anak yang selanjutnya akan berpengaruh terhadap perilakunya kelak. e. Rasa takut ”kehilangan” anak yang selama ini menggantungkan hidupnya kepada kita merupakan cara dari ketidakmauan orang tua atau pengasuh untuk memberi kesempatan kepada anak mengembangkan seluruh potensi yang dimilikinya. Memenuhi kebutuhan anak tidak sama dengan memanjakan anak. Orang tua atau pengasuh adalah fasilitator. pertama-tama akan menjalin hubungan dengan orang tua dan anggota keluarga lainnya. Tumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak Berikan rasa ”mampu” kepada anak dengan cara memberikan pujian sewajarnya setiap kali anak dapat menyelesaikan sesuatu. pelindung dan juga pengawas. teman sebaya dan selanjutnya akan semakin memperluas pergaulan. Dengan memahmi etiket pergaulan akan memupuk kemampuan membawa diri dan menuntunnya kelak menjadi manusia yang sukses. d. Bimbing Anak Untuk Membawa Diri Selama hidupnya manusia selalu berhubungan dengan orang lain. Dalam pergaulan dimanan pun berada. . tata cara bersalaman.selanjutnya. Beri Anak Kesempatan Menerima anak sebagaimana ia adanya bukan hal yang mudah. Beri kesempatan anak untuk mandiri. saudara. ajarkan bagaimana anak harus bersikap kepada orang lain. betapa pun kecilnya. kesempatan untuk melakukan beragam kegiatan yang diperlukan dalam mengembangkan seluruh potensinya sesuai dengan tahapan perkembangannya. c. disamping juga berpengaruh terhadap prestasi dan 45 kemampuan mereka untuk berkompetisi. Demikian halnya anak. kemudian dengan tetangga. memberi salam saat bertemu serta beragam etika kesopanan lainnya sejak dini yang dapat dilakukan mulai dari dalam keluarga. Oleh karenanya. pendidik. selalu ada aturan atau etika serta sopan santun.

f. Membohongi anak sama buruknya berbohong kepada orang lain di depan anak. 5. Cara membimbingnya dilakukan dengan cara memberikan tugas atau kewajiban sebagai anggota keluarga. Anak merupakan peniru yang paling ulung. Gangguan yang Sering Ditemukan Terdapat beberapa gangguan yang sering ditemukan pada anak dan perlu diketahui orang tua atau pengaush sehingga dapat dilakukan tindakan penanganan dengan segera. karena kemampuan berbahasa sensitif terhadap 46 Gangguan . Perasaan ini akan mengembangkan harga diri anak yang diperlukan sebagai kontrol diri atas segala perilaku dan ucapannya. Jangan lakukan apapun yang orang tua tidak ingin hal tersebut dilakukan oleh anak. Bicara dan Bahasa Kemampuan berbicara merupakan indikator seluruh perkembangan anak. g. namun bukan berarti anak tidak dapat memahami dirinya sendiri. Segala yang dilihat. didengar dan dirasakan akan dapat ditirukan dengan tepat. Anak balita belum bisa membedakan antara imajinasi dengan kenyataan. Menjadi teladan bukan berarti menjadikan anak pengekor kita. Gangguan yang sering ditemukan adalah sebagai berikut: a. sesuai dengan kemampuannya. Konsep menemukan dirinya sendiri merupakan kesadaran atas keberadaan diri anak di lingkungannya sehingga akan menumbuhkan rasa ”diterima” oleh lingkungannya. Jangan pula terburu-buru memberi cap ”pembohong” kepada anak saat menceritakan imajinasinya. Mulailah tindakan Jadilah Teladan dengan memberikan keteladanan.Anak sangat sulit untuk memahami dirinya. Tanamkan Sikap Jujur Kejujuran ibarat mata uang yang berlaku dimana saja dan kapanpun juga.

c. kelainan kromosom. anak. yang terjadi akibat adanya jumlah kromosom 21 yang berlebih. b. Autisme Merupakan gangguan perkembangan pervasif pada anak yang gejalanya muncul sebelum anak usia 3 tahun. Perkembangannya lebih lambat dari anak yang normal. gangguan gizi. stimulasi emosi akan dan dapat menyebabkan gangguan bicara dan berbahasa bahkan dampaknya akan menetap. 47 keterlambatan perkembangan Down Cerebral keterlambatan untuk menolong diri sendiri. yang disebabkan suatu kerusakan atau gangguan pada sel-sel motorik pada susunan syaraf pusat yang sedang tumbuh atau belum selesai pertuimbuhannya. Pendek Atau disebut sebagai short stature merupakan suatu terminologi mengenai tinggi badan yang berada dibawah persentil 3 atau -2SD pada kurva pertumbuhan yang berlaku pada populasi tersebut. Palsy Merupakan suatu kelainan gerakan dari postur tubuh yang tidak progresif. Kurangnya psikologis. Beberapa faktor penting seperti kelainan jantung kongenital. masalah biologis atau lingkungan lainnya motorik dapat dan menyebabkan d. Penyebabnya dapat karena variasi normal. Syndrom Anak dengan Down Syndrom adalah individu yang tidak dapat dikenaL dari fenotifnya dan mempunyai kecerdasan yang terbatas. Hal ini akan melibatkan lingkungan aspek sekitar kognitif. Perawakan . e. penyakit sistemik atau karena kelainan endokrin.keterlambatan atau kerusakan pada sistem lainnya. Pervasif berati meliputi seluruh aspek perkembangan sehingga gangguan tersebut sangat luas dan berat yang mempengaruhi anak secara mendalam. hipotonia yang berat. motorik.

Pemusatan Perhatian dan Hyperaktivitas (GPPH) GPPH disebut juga sebagai Attention Dificultty Hyperactivity Disorder (ADHD).Gangguan f. komunikasi dan perilaku.Merupakan gangguan dimana anak mengalami kesulitan untuk memusatkan perhatian dan seringkali disertai dengan hiperaktivitas. Gangguan 48 . Mental perkembangan yang ditemukan pada autisme mencakup bidang interaksi sosial. Retardasi Merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan tingkat intelegensi yang rendah (IQ <70) yang menyebabkan ketidakmampuan individu g. untuk belajar dan beradaptasi terhadap tuntutan masyarakat atas kemampuan yang dianggap normal .