Kode FIS.

22

?

maks

?

?

B

Kontak berputar

Sikat yang diam

BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENEGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2004

Modul.FIS.22 Arus Bolak-Balik

i

Kode FIS.22

Penyusun

Drs. Hainur Rasjid Achmadi, MS.
Editor:

Dr. Budi Jatmiko, M.Pd.
Drs. Munasir, M.Si.

BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENEGAH Modul.FIS.22 ArusDEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Bolak-Balik ii 2004

Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas karunia dan hidayah-Nya, kami dapat menyusun bahan ajar modul manual untuk SMK Bidang Adaptif, yakni mata-pelajaran Fisika, Kimia dan Matematika. Modul yang disusun ini menggunakan pendekatan pembelajaran berdasarkan kompetensi, sebagai konsekuensi logis dari Kurikulum SMK Edisi 2004 yang menggunakan pendekatan kompetensi (CBT: Competency Based Training). Sumber dan bahan ajar pokok Kurikulum SMK Edisi 2004 adalah modul, baik modul manual maupun interaktif dengan mengacu pada Standar Kompetensi Nasional (SKN) atau standarisasi pada dunia kerja dan industri. Dengan modul ini, diharapkan digunakan sebagai sumber belajar pokok oleh peserta diklat untuk mencapai kompetensi kerja standar yang diharapkan dunia kerja dan industri. Modul ini disusun melalui beberapa tahapan proses, yakni mulai dari penyiapan materi modul, penyusunan naskah secara tertulis, kemudian disetting dengan bantuan alat-alat komputer, serta divalidasi dan diujicobakan empirik secara terbatas. Validasi dilakukan dengan teknik telaah ahli (expertjudgment), sementara ujicoba empirik dilakukan pada beberapa peserta diklat SMK. Harapannya, modul yang telah disusun ini merupakan bahan dan sumber belajar yang berbobot untuk membekali peserta diklat kompetensi kerja yang diharapkan. Namun demikian, karena dinamika perubahan sain dan teknologi di industri begitu cepat terjadi, maka modul ini masih akan selalu dimintakan masukan untuk bahan perbaikan atau direvisi agar supaya selalu relevan dengan kondisi lapangan. Pekerjaan berat ini dapat terselesaikan, tentu dengan banyaknya dukungan dan bantuan dari berbagai pihak yang perlu diberikan penghargaan
Modul.FIS.22 Arus Bolak-Balik

iii

atau praktisi yang sedang mengembangkan modul Jakarta. Kami mengharapkan saran dan kritik dari para pakar di bidang psikologi. Gatot Hari Priowirjanto. semoga modul ini dapat bermanfaat bagi kita semua.22 Arus Bolak-Balik iv . dengan mengacu pada perkembangan IPTEK pada dunia usaha dan industri dan potensi SMK dan dukungan dunia usaha industri dalam rangka membekali kompetensi yang terstandar pada peserta diklat. editor.FIS. Ir. M. Adaptif untuk mata-pelajaran Matematika. tenaga ahli desain grafis) atas dedikasi. tenaga komputerisasi modul. dan pakar akademik sebagai bahan untuk melakukan peningkatan kualitas modul.Sc. tenaga.dan ucapan terima kasih. dalam kesempatan ini tidak berlebihan bilamana disampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada berbagai pihak. Fisika. khususnya peserta diklat SMK Bidang pembelajaran untuk SMK. pengorbanan waktu. praktisi dunia usaha dan industri. NIP 130 675 814 Modul. Demikian. Desember 2004 a.n. Diharapkan para pemakai berpegang pada azas keterlaksanaan. Oleh karena itu. Dr. kesesuaian dan fleksibilitas. Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktur Pendidikan Menengah Kejuruan. dan pikiran untuk menyelesaikan penyusunan modul ini. Kimia. terutama tim penyusun modul (penulis.

............... PENDAHULUAN a............... Daftar Isi ................................................ b..................................................................................... Glosary ............................................................... e............... Rangkuman ........................................ g........................ Kegiatan Belajar .. i ii iii v vii viii ix I..... f............................................................... Kegiatan Belajar 1.. Tugas........................... Peta Kedudukan Modul ................... a............................................................ Tujuan Kegiatan Pemelajaran......................................................................... Tes Formatif ............................ Kunci Jawaban .......................... b........ e............ 6 6 6 12 12 14 15 16 17 17 17 40 44 45 46 46 v 5 Modul........... Tujuan Akhir ..................................... e................................... PEMELAJARAN A.DAFTAR ISI ? ? ? ? ? ? ? Halaman Sampul ............... c...................................................... 2 Kegiatan Belajar ................................... g............................................. d...... b..............................................................22 Arus Bolak-Balik .................................................. Uraian Materi .............................................. Kunci Jawaban . f..................... Uraian Materi ........ B............................................................ d..... Deskripsi............................................... Prasarat ..................................................... c.................................. Daftar Judul Modul ..........FIS........... a..... Cek Kemampuan.......................................................... Rangkuman ............. Tujuan Kegiatan Pemelajaran.................................. Halaman Francis .......................................... Tes Formatif ......................... Tugas......................................... c............................................. Lembar Kerja ............... Lembar Kerja ........... Kompetensi ................... 1 1 1 2 3 4 II............................... Petunjuk Penggunaan Modul ........... d.................................................................................................. Kata Pengantar ............................................................................................... Rencana Belajar Peserta Diklat ........................... f.

................... Tes Tertulis .... Lembar Penilaian Tes Praktik......................III......... EVALUASI A................. IV............................................ 51 55 59 60 48 50 Modul..................................................... DAFTAR PUSTAKA . Tes Tertulis ........... KUNCI JAWABAN A.......... B............... PENUTUP ...............................................................................22 Arus Bolak-Balik vi ..........................................................................FIS.. Tes Praktik................................. B........................

08 FIS.09 FIS.12 FIS.22 FIS.25 FIS.06 FIS.18 FIS.19 FIS.27 FIS.21 FIS.20 FIS.03 FIS.07 FIS.17 FIS.Peta Kedudukan Modul FIS.16 FIS.26 FIS.01 FIS.23 FIS.24 FIS.02 FIS.14 FIS.04 FIS.05 FIS.28 Modul.15 FIS.FIS.11 FIS.10 FIS.13 FIS.22 Arus Bolak-Balik vii .

15 FIS.FIS.25 FIS.05 FIS.01 FIS.17 FIS.18 FIS.20 FIS.22 FIS.11 FIS. dan Daya Energi Kinetik dan Energi Potensial Sifat Mekanik Zat Rotasi dan Kesetimbangan Benda Tegar Fluida Statis Fluida Dinamis Getaran dan Gelombang Suhu dan Kalor Termodinamika Lensa dan Cermin Optik dan Aplikasinya Listrik Statis Listrik Dinamis Arus Bolak-Balik Transformator Kemagnetan dan Induksi Elektromagnetik Semikonduktor Piranti semikonduktor (Dioda dan Transistor) Radioaktif dan Sinar Katoda Pengertian dan Cara Kerja Bahan Modul.23 FIS.04 FIS.16 FIS.21 FIS.13 FIS.09 FIS.24 FIS.DAFTAR JUDUL MODUL No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Kode Modul FIS. Energi.27 FIS.28 Judul Modul Sistem Satuan dan Pengukuran Pembacaan Masalah Mekanik Pembacaan Besaran Listrik Pengukuran Gaya dan Tekanan Gerak Lurus Gerak Melingkar Hukum Newton Momentum dan Tumbukan Usaha.26 FIS.03 FIS.14 FIS.06 FIS.10 FIS.02 FIS.22 Arus Bolak-Balik viii .08 FIS.07 FIS.19 FIS.12 FIS.

dan dinyatakan dengan: Tegangan efektif Arus efektif Daya Watt Joule P ? W t Satuan untuk daya. Besaran skalar 1 Watt = 1 Joule per sekon. 1 Joule = 1 N. yang besarnya sama dengan tegangan maksimum dibagi akar 2. Kelajuan melakukan usaha . Arus yang dapat diukur dengan Amperemeter AC.22 Arus Bolak-Balik ix . Satuan energi. Modul. yang besarnya sama dengan arus maksimum dibagi akar 2. satuan usaha .Glossary ISTILAH GGL Induksi Induksi Magnetik Medan Magnetik KETERANGAN Arus yang dihasilkan pada suatu kumparan akibat perubahan fluks magnetik Induksi yang disebabkan medan magnet Medan yang dihasilkan oleh magnet Tegangan yang dapat diukur dengan Voltmeter AC.FIS. sekon.

gaya magnetik (gaya Lotentz) dan penerapannya. Jawablah pertanyaan yang disediakan pada setiap kegiatan belajar dengan baik dan benar. yang didalamnya dibahas: Tegangan dan Arus efektif. Petunjuk Penggunaan Modul a. dan ikuti contohcontoh soal dengan cermat.BAB I. Modul. B. PENDAHULUAN A. Rangkaian RLC dan diagram fasor dan daya listrik serta beberapa penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. medan magnetik disekitar penghantar berarus listrik berbentuk lingkaran dan generator. maka anda diharapkan sudah mempelajari: konsep medan magnetik disekitar penghantar berarus listrik. b. Prasyarat Sebagai prasyarat atau bekal dasar agar bisa mempelajari modul ini dengan baik. Pelajari daftar isi serta skema kedudukan modul dengan cermat dan teliti karena dalam skema anda dapat melihat posisi modul yang akan anda pelajari terhadap modul-modul yang lain.22 Arus Bolak-Balik 1 . Anda juga akan tahu keterkaitan dan kesinambungan antara modul yang satu dengan modul yang lain. C. Deskripsi Dalam modul ini anda akan mempelajari konsep dasar Arus Bolak Balik. Perhatikan langkah-langkah dalam melakukan pekerjaan dengan benar untuk mempermudah dalam memahami suatu proses pekerjaan. Pahami setiap konsep yang disajikan pada uraian materi yang disajikan pada tiap kegiatan belajar dengan baik. d.FIS. agar diperoleh hasil yang maksimum. c.

f. Memahami konsep rangkaian RLC seri. Modul. Memahami konsep tegangan dan arus maksimum. Bila perlu bacalah referensi lain yang dapat membantu anda dalam penguasaan materi yang disajikan dalam modul ini. dan tanyakan kepada instruktur/guru pada saat kegiatan tatap muka. Jika terdapat tugas untuk melakukan kegiatan praktek. Memahami konsep daya. Jawablah dengan benar soal tes formatif yang disediakan pada tiap kegiatan belajar.22 Arus Bolak-Balik 2 . g. Tujuan Akhir Setelah mempelajari modul ini diharapkan anda dapat: ? ? ? ? ? ? Memahami konsep tegangan dan arus efektif. D.e. Memahami konsep rangkaian RLC paralel. maka lakukanlah dengan membaca petunjuk terlebih dahulu. dan bila terdapat kesulitan tanyakan pada instruktur/guru.FIS. Catatlah semua kesulitan yang anda alami dalam mempelajari modul ini. Mengerjakan soal-soal yang berkaitan dengan konsep arus bolak balik dan rangkaian RLC pada poin-poin di atas.

L. Kompetensi Kompetensi Program Keahlian Mata Diklat/SKS Durasi Pembelajaran : : : : MENGUKUR ARUS BOLAK BALIK Program Adaptif FISIKA/FIS.21 18 jam @ 45 menit SUB KOMPETENSI 1. dan C ? Hubungan antara arus dan tegangan pada rangkaian hambatan R –L ? Hubungan arus dan tegangan pada rangkaian hambatan R-L-C ? Menghitung daya pada rangkaian arus bolak-balik ? Teliti dalam mengukur arus dan tegangan bolak-balik ? Mengukur arus. tegangan dan hambatan pada rangkaian arus bolakbalik ? Arus bolak-balik diinterpretasikan sesuai dengan rangkaian arus bolak balik ? Hubungan arus dan tegangan pada rangkaian hambatan murni R.E. Menerapkan hubungan antara arus.FIS.22 Arus Bolak-Balik 3 . Mengukur tegangan dan arus bolak-balik KRITERIA UNJUK KINERJA ? Perubahan arus dan tegangan arus diinterpretasikan secara sinusoidal LINGKUP BELAJAR ? Materi kompetensi ini membahas tentang: Arus dan tegangan SIKAP ? Teliti dalam mengukur arus dan tegangan bolak-balik MATERI POKOK PEMBELAJARAN PENGETAHUAN KETERAMPILAN ? Amperemeter dan voltmeter DC dan AC ? Fungsi sinusoidal ? Nilai efektif arus dan tegangan bolak-balik ? Powermeter ? Hambatan R-L dan C ? Arus dan tegangan pada rangkaian R-L-C ? Menerapkan prinsip kerja transformator 2. tegangan dan hambatan pada rangkaian arus bolak-balik Modul.

Berapa tegangan maksimum? c. Sudut fase antara tegangan.F. Tegangan apakah yang dimaksud dengan 220 V? b. a. Cek Kemampuan Kerjakanlah soal-soal berikut ini. impedansi rangkaian. 1. kuat arus maksimum. Jelaskan apa yang dimaksud arus dan tegangan maksimum serta arus dan tegangan efektif! Gambarkan rangkaian kapasitif dan diagram fasornya! Gambarkan rangkaian induktif dan diagram fasornya! Gambarkan rangkaian Resistif murni dan diagram fasornya! Arus listrik PLN yang sampai ke rumah-rumah mempunyai tegangan 220 V dan frekuensi 50 Hz. b. Berapa tegangan rata-ratanya? e. 4. Berapa tegangan minimum? d. jika anda dapat mengerjakan sebagian atau semua soal berikut ini.FIS. 5.22 Arus Bolak-Balik 4 . C i V V R V Sebuah kapasitor 10 ? F dan sebuah resistor 100 ohm disusun seri dan dihubungkan seperti 200 ? dengan tegangan pada ac ? v = Vm sin ? t ditunjukkan gambar. maka anda dapat meminta langsung kepada instruktur atau guru untuk mengerjakan soal-soal evaluasi untuk materi yang telah anda kuasai pada BAB III. dengan Vm = 220 volt dan frekuensi Hz. Modul. c. 3. Tentukan: a. Tuliskan persamaan tegangan sesaatnya! 6. 2.

PEMBELAJARAN A.Mengukur Tegangan dan Arus Bolak Balik .BAB II.FIS.Menerapkan Hubungan antara arus. Rencana Belajar Peserta Diklat Kompetensi : Menginterpretasikan Arus Listrik Bolak Balik Sub Kompetensi : .22 Arus Bolak-Balik 5 . tegangan dan hambatan pada rangkaian arus bolak-balik. Jenis Kegiatan Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan Perubahan Tanda Tangan Guru Modul.

Uraian Materi 1) Konsep Tegangan dan Arus Bolak Balik Arus bolak-balik fungsi sinusoida atau arus bolak-balik murni. kuat medan magnet dan besarnya frekuensi perubahan fluks magnet.22 Arus Bolak-Balik 6 . merupakan pokok bahasan utama dalam mempelajari listrik arus bolak-balik. Tujuan kegiatan pembelajaran ? Memahami konsep tegangan dan arus bolak-balik. ? Pengukuran arus dan tegangan balok balik. Di mana istilah berubah diartikan sebagai berubah arah dan atau besarnya. perubahan fluks magnet akan membangkitkan GGL pada ujung-ujung suatu kumparan. Besarnya GGL berbanding langsung dengan jumlah lilitan. Ada sebagian buku yang mengartikan alternating current sebagai listrik arus berubah. KEGIATAN BELAJAR 1. GGL induksi diperoleh dengan memutar kumparan di dalam medan magnet.FIS. Menurut hukum Faraday tentang GGL induksi. Pada dinamo atau generator. Modul. Jika batasan ini digunakan maka listrik dibedakan antara listrik arus rata dan listrik arus berubah.B. Kegiatan Belajar 1 a. Menurut klasifikasi ini arus pulsa termasuk listrik arus berubah. b. ? Memahami konsep tegangan efektif dan arus efektif.

22 Arus Bolak-Balik 7 . Diagram Generator ? maks ? ? B Kontak berputar Sikat yang diam Gambar 2.FIS. Prinsip kerja generator 2) Konsep tegangan dan arus bolak-balik Menurut Hukum Faraday: ? I = jumlah garis gaya ada N bingkai maka: d? jika yang melingkungi dt ???N ??N d? dt d ?? max cos ? ? dt d cos(? .t ) ? ? N? max dt ? ? N? max (? ? ) sin(? t ) Modul.Gambar 1.

dapat dituliskan sebagai berikut: I = Imax. Daya disipasi sesaat adalah Modul. maka ? = maksimum.? ? N .1) ? B A untuk sin ? t = 1. sin (? t)…………………………………………………. ? max = N? ? max atau ? max = N ? B A Akibatnya: ? = ? max.…………………………………………(1.(1.? . sin (? t)…………………………………………………. Arus bolak-balik sinus itu besar faedahnya dan mudah diubah GGLnya..2) Dengan: ? ? maks ? Demikian = Ggl tegangan induksi (volt) = Ggl tegangan induksi maksimum (volt) = Kecepatan sudut (rad/s) tegangan merupakan fungsi sinus.? ? max max sin(? t ) ….FIS.. 3) Konsep Tegangan efektif dan Arus Efektif Harga efektif suatu arus bolak-balik adalah arus mantap yang akan menghasilkan daya disipasi sama seperti yang dihasilkan oleh arus bolak-balik.3) Dengan: I Imaks ? t = Ggl arus induksi (ampere) = Ggl arus induksi maksimum (ampere) = Kecepatan sudut (rad/s) = waktu putar (s) Inilah sebabnya maka disebut arus bolak-balik.22 Arus Bolak-Balik 8 . Sedangkan dalam bentuk arusnya juga merupakan fungsi sinus..(1. Alat yang dapat menghasilkan arus bolak-balik ialah apa yang disebut dengan Generator (Dinamo). dan waktu GGL berputarnya kumparan itu..

P ? i 2R ? (I m sin ? t ) 2 R ? I m R sin2 ? t ………..…….(1.4)
Daya disipasi rata-rata adalah
I m R sin2 ? t ? I m R sin2 ? t ……………………………….(1.5)
2 2

2

Sin 2? t 1

Luas sama

½

t(s) 0

Gambar 3. Harga sin2 ? t Karena sin2 ? t =
1 2

, seperti ditunjukkan pada gambar 3, maka daya

disipasi rata-rata adalah
P ? I m R ?1 ? ? 2
2 1 2

I m R ………..…………………………………(1.6)

2

P ? I ef R ……………………………………………………………(1.7) Dari persamaan (6) dan (7) diperoleh:
I ef
2

2

?

1 2

Im

2

Jadi I ef ? Dengan: Ief Im ?

Im 2

…………………...........……………..…………..….(1.8)

= Ggl arus induksi efektif (ampere) = Ggl arus induksi maksimum (ampere) = Kecepatan sudut (rad/s)

Sama halnya dengan arus maka tegangan efektif adalah

Modul.FIS.22 Arus Bolak-Balik

9

V ef ?

Vm 2

…………………….………………………………….……..(1.9)

Dengan: Vef Im ? = Ggl tegangan induksi efektif (volt) = Ggl tegangan induksi maksimum (volt) = Kecepatan sudut (rad/s)

Sebagai contoh, Tegangan PLN ke rumah-rumah yang diukur oleh voltmeter ac adalah 220 V. ini berarti harga efektif tegangan Vef = 220 V, sedang harga maksimum tegangan, Vm = Vef

2 ? 200

2 volt ? 310 volt

4) Konsep pengukuran tegangan efektif dan Arus

Efektif
Alat ukur yang sering dipakai di dalam pengukuran arus dan tegangan bolak balik ialah Amperemeter AC dan voltmeter AC. Setiap alat ukur listrik mempunyai batas ukur yang berbeda-beda, sehingga sebelum menggunakan alat ukur tersebut perlu mengetahui batas maksimum yang boleh diukur. Amperemeter AC dipasang seri pada rangkaian listrik, sedangkan voltmeter AC dipasang paralel. Selain alat ukur di atas masih ada alat ukur yang dinamakan Osiloskop yang dapat mengukur arus dan tegangan AC sekaligus dapat melihat bantuk gelombangnya. Alat alat ukur listrik kebanyakan hanya mengukur nilai arus dan tegangan efektif. Contoh soal 1 Sebuah generator listrik terdiri dari sebuah loop bujursangkar 10 lilitan dengan rusuk 50 cm. Loop kemudian diputar dengan 60 putaran per
Modul.FIS.22 Arus Bolak-Balik

10

sekon. Berapakah besar induksi magnetik yang diperlukan untuk menghasilkan ggl induksi maksimum sebesar 170 volt?

Penyelesaian Induksi magnetik B dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan ? max = N ? B A, karena ? = 2? f, maka ? max = N 2? f B A
170 ? 0,18 T 10 x 2500 x 10? 4 x 2? 60

170 = 10 x (50 x 10-2)2 x B x 2? x 60 B =

Contoh soal 2 Bila sebuah generator berputar pada 1500 putaran/ menit untuk membangkitkan tegangan maksimum 100 volt, berapakah besar putaran yang diperlukan untuk membangkitkan tegangan maksimum 120 V? Penyelesaian Dengan menggunakan perbandingan tegangan maksimum, maka
?maks (2 ) ?maks (1) ? NAB 2? f 2 f 2 ? NAB 2? f 1 f1

120 f2 6 ? ? f 2 ? x 1500 ? 1800 put / menit 100 1500 5
Jadi untuk menghasilkan tegangan maksimum 120 volt, diperlukan putaran generator sebesar 1800 putaran/ menit.

Modul.FIS.22 Arus Bolak-Balik

11

I ef ? Im 2 3. Pada dinamo atau generator. Besarnya GGL berbanding langsung dengan jumlah lilitan. Rangkuman 1. Arus listrik PLN yang sampai ke rumah mempunyai tegangan 220 V dan frekuensi 50 Hz. Modul.c. kuat medan magnet dan besarnya frekuensi perubahan fluks magnet. Harga arus efektif sama dengan arus maksimum dibagi akar dua. Harga tegangan efektif sama dengan tegangan maksimum dibagi akar dua. Tugas 1. (c) Tegangan efektif. Tentukan: (a) Tegangan maksimum.? . (b) Kecepatan sudut.22 Arus Bolak-Balik 12 .FIS.? max sin(? t ) 2. Harga tegangan dan arus efektif pada arus bolak-balik dapat diukur menggunakan amperemeter dan voltmeter AC. d. Menurut hukum Faraday tentang GGL induksi. V ef ? Vm 2 4. perubahan fluks magnet akan membangkitkan GGL pada ujung-ujung suatu kumparan. ? ? N . GGL induksi diperoleh dengan memutar kumparan di dalam medan magnet.

Kecepatan sudut c. Periode e. Frekuensi putaran d. Melalui data percobaan hasil pengukuran dengan ohm meter. 5 volt dan 100 miliampere. tentukan kuat arus yang melalui rangkaian pada t = 0. voltmeter dan ampermeter yaitu 30 ohm.2. tentukan hambatan kumparan. Suatu kumparan dengan induktansi diri 100 mH dan hambatan tidak diketahui dan sebuah kapasitor 1 ? F di susun seri dengan suatu osilator berfrekuensi 5000 rad/s.22 Arus Bolak-Balik 13 .004 s! 3.FIS.2 sekon maka tentukan GGL induksi yang timbul! Modul. Jika sudut fase antara tegangan power suplai dan kuat arus 60o . 5. tentukan GGL induksi maksimum yang timbul! 8. ? = 200 sin(100? t) Tentukan: a. 6. Ggl induksi pada suatu generator mempunyai persamaan. Jika C = 20 ? F. Tegangan maksimum b. Lukiskan grafik ggl sebagai fungsi waktu. Maka. Tentukan Reaktansi induktif kumparan. Suatu kumparan dihubungkan dengan tegangan bolak balik. Kumparan berbentuk bujursangkar dengan sisi 20cm terdiri 400 lilitan kumparan bersumbu putar tegak lurus medan magnet 2 tesla diputar dengan kecepatan sudut 50 rad/s. Sebuah rangkaian ac kapasitif mempunyai frekwensi sudut 100? rad/s dan Vm = 220 V. 4. Sebutkan dua cara untuk memperbesar reaktansi induktif! 7. Pada suatu kumparan terdiri 100 lilitan terjadi perubahan fluks secara beraturan dari 2 x 10-2 Weber menjadi 10-2 Weber selama 0.

Fluks magnetik yang memasuki suatu kumparan berkurang dari 10 Wb menjadi 2 Wb dalam waktu 4 sekon. Suatu kumparan dengan 1000 lilitan diberikan medan magnet. Jika kumparan terdiri dari 20 lilitan dengan hambatan 5 ohm. ? = 100 sin(120? t) Tentukan: a). Jelaskan dengan singkat prinsip kerja dari generator! 6. 5. Kemudian diputar dengan 60 putaran perdetik. Tes Formatif 1. Maka tentukan besar GGL induksinya! 10. Maka tentukan besar GGL induksinya! 2. tentukan kuat arus listrik yang mengalir melalui kumparan! 7. Pada suatu kumparan terdiri dari 200 lilitan terjadi perubahan fluks beraturan dari 2 x 10-2 Weber menjadi 10-2 Weber selama 0. Bagaimana pengaruhnya pada GGL induksi jika yang diubah adalah kecepatan putar kumparan. bila terjadi perubahan fluks magnet sebesar 4 x 10-3 Weber dalam waktu `1 sekon. Sebuah generator listrik terdiri dari sebuah loop bujursangkar 10 lilitan dengan rusuk 50 cm. Tegangan maksimum Modul.9.22 Arus Bolak-Balik 14 . yaitu menjadi tiga kali semula ? 4. Suatu kumparan dengan 1000 lilitan diberikan medan magnet.FIS. Berapakah besar induksi magnetik yang diperlukan untuk menghasilkan GGL induksi maksimum sebesar 200 Volt ? 3. Ggl induksi pada suatu generator mempunyai persamaan. bila terjadi perubahan fluks magnet sebesar 5 x 10-3 Weber dalam waktu 1 sekon.2 sekon maka tentukan GGL Induksi yang timbul. Bagaimanakah caranya untuk menimbulkan GGL induksi pada sebuah kumparan? e.

(Jawaban: 10 volt) 5. (jawaban: 1. (Jawaban: 200 volt) Modul. tentukan GGL induksi maksimum yang timbul! f. Kunci Jawaban 1. Kumparan berbentuk bujursangkar dengan sisi 10 cm terdiri 200 lilitan kumparan bersumbu putar tegak lurus medan magnet 2 tesla diputar dengan kecepatan sudut 50 rad/s. (jawaban: menjadi 3 kali semula) 4. (Jawaban: Kumparan diputar di dalam medan magnet. 6. (Jawaban: (a) 100 volt. maka kumparan akan melingkupi fluks magnet yang menyebabkan ujung-ujung kumparan timbul ggl induksi). (b) 120 ? rad/s. Dinamo sepeda merupakan generator yang menghasilkan arus bolak-balik yang dihubungkan dengan lampu sepeda. (Jawaban: 8 Ampere) 7.22 Arus Bolak-Balik 15 . Kecepatan sudut c).27 T) 3.0167 s) 8. (d) 0.FIS. (c) 60 Hz. apa yang terjadi jika sepeda bergerak dengan lambat dan cepat ? 9. Periode 8. Maka. (Jawaban: Jika bergerak lambat nyala lampu tidak terang.b). Frekuensi putaran d). Jika bergerak cepat nyala lampu menjadi terang). 9. (jawaban: 40 Volt) 2.

1. Alat ? ? ? ? ? 1 buah Osiloskop.22 Arus Bolak-Balik 16 . Voltemeter AC serta osiloskop. 1 buah Amperemeter AC. Rangkai alat seperti pada gambar di bawah ini trafo 1: n A a suplai AC vi V RL beban resistif b 2.g. Langkah kerja 1. Lembar Kerja Memahami pengukuran arus dan tegangan efektif Pengukuran arus dan tegangan efektif AC dengan menggunakan Amperemeter AC.FIS. Catat arus dan tegangan keluaran pada trasformator menggunakan amperemeter AC dan voltmeter AC! Modul. 1 buah transformator step down dengan keluaran 12 V. 2. Kabel penghubung. 1 buah Voltmeter AC.

? Memahami Rangkaian RLC campuran seri dan paralel. Hitung tegangan dan arus pada gelombang tersebut! 6. Tujuan Kegiatan Pembelajaran ? Memahami Rangkaian Resistif (hambatan) murni. ? Memahami Rangkaian Induktif (L). Tuliskan kesimpulan pada kegiatan ini! 2. ? Menghitung daya pada suatu rangkaian arus bolak balik. Sebagai acuan adalah fasor arus Im yang digambar mendatar sejajar sumbu t. Bandingkan hasil pengukuran arus dan tegangan pada point 2 dan 5. Gambar bentuk gelombang yang tampak pada layar monitor! 5.FIS. Diperoleh fasor tegangan Vm Modul. Kegiatan Belajar 2 a.22 Arus Bolak-Balik 17 .3. ? Memahami Rangkaian RLC seri. Hubungkan colok osiloskop dengan titik keluaran (a dan b) pada transformator! 4. ? Memahami Rangkaian RLC paralel. b. ? Menghitung Impedansi. 7. seperti ditunjukkan pada Gambar 4 . ? Memahami. ? Mentransformasikan susunan rangkaian bentuk delta menjadi bentuk wye dan sebaliknya. Uraian Materi 1) Rangkaian Resistif Murni Rangkaian resistif murni hanya memiliki hambatan R. membedakan daya rata-rata. ? Memahami Rangkaian Kapasitif (C). daya semu dan daya reaktif.

atau arus terlambat terhadap ? Gambar 6: Rangkaian induktif murni Jika i = Im sin ? t maka V = Vm sin (? t + 90o ) Modul. seperti pada gambar 6. 2) Rangkaian Induktif Murni Rangkaian induktif murni hanya memiliki induktansi L. diperoleh fasor Vm dengan sudut fase (? t + 90o ) seperti ditunjukkan pada gambar 7 Jadi pada rangkaian induktif murni. R i = Im sin ? tV ? Gambar 4: Rangkaian Resistif murni Gambar 5: V dan i dalam suatu rangkaian resistif murni. arus dan tegangan adalah sefase.yang juga mendatar (sudut fase = ? t). Untuk fasor Im mendatar dengan sudut fase ? t. lihat gambar 5. tegangan mendahului arus sebesar 90o atau tegangan sebesar 90o .22 Arus Bolak-Balik 18 .FIS. L V L i = Im sin ? t V ? 2 rad. Jadi pada rangkaian resistif murni.

22 Arus Bolak-Balik . 3) Rangkaian kapasitif murni Rangkaian kapasitif murni hanya memiliki kapasitansi C. sepereti pada gambar 8 Untuk fasor vm dengan sudut fase (? t – 90o ). Jadi.Jika V = Vm sin ? t maka i = Im sin (? t – 90o ) Gambar 7: V dan i dalam suatu rangkaian induktif murni. tegangan terlambat 90o ( ? ) terhadap arus 2 atau arus mendahului 90o ( ? ) terhadap tegangan. Hambatan R ? VR (ohm) i 19 Modul. 2 CL i = Im sin ? t V V ? Gambar 8: Rangkaian kapasitif murni Gambar 9: V dan i dalam suatu rangkaian kapasitif murni. pada rangkaian kapasitif murni.FIS.

22 Arus Bolak-Balik V L C V ? V 20 V . + XL i 0 XC R Gambar 10: V dan i dalam suatu 4) Rangkaian RLC secara Seri Yang dimaksud rangkaian RLC secara seri ialah rangkaian dari hambatan murni (R) induktor (L) dan kapasitor (C) yang ketiganya dihubungkan secara seri. R. Diagram fasor. dan Xc dengan acuan fasor i dalam arah mendatar ditunjukkan pada gambar 10. tetapi XL dan XC dipengaruhi oleh frekuensi ac.FIS. seperti gambar di bawah ini: V VR VL VC R Modul. XL.Reaktansi induktif X L ? Reaktansi kapasitif XC = VL ( ohm) i VC ( ohm) i Hambatan R tidak dipengaruhi oleh frekuensi arus bolak-balik.

. Dari diagram V ? VR ? VL ? VC (jumlah vektor). L dan C dirangkaikan secara seri......... Jika dimisalkan arusnya I Maka : = I ? 0o ? IR ? J 0 VR = VR ? 0o ? VR ? J 0 VL = VL ? 90 o ? 0 ? J VL VC = VC ? ? 9 0o ? 0 ? J VC Diagram fasor dan diagram pada sumbu kompleks dapat dilukiskan seperti pada gambar 12 di bawah ini: VL j VL VL-VC V 90o I -90o ? VR VC (b) I VR VC (a) Gambar 12: (a) Diagram pada sumbu kompleks............. maka arus yang melalui ketiga penghambat tersebut mempunyai besar...... (b) Diagram fasor. arah dan fase yang sama........FIS....Gambar 11: Rangkaian LRC Seri Karena R..........22 Arus Bolak-Balik 21 .1) Modul.(2..

8) I Menurut hukum Ohm V merupakan hambatan berarti: I R + J (XL – XC ) = hambatan pada rangkaian RLC dan disebut impedansi yang dilambangkan dengan huruf (Z) Impedansi.....2) V ? VR ? ( VL ? VC ) 2 .........(2..FIS...9) j X = (XL-XC) X = R + jx = R j (XL-XC) ? R XC Gambar 13: Diagram Impedansi Z ? R2 ? X2 ? R 2 ? ( X L ? X C ) 2 ………………………….......6) V = I R + J I (XL – XC ) ........(2...………………………………………………………................(2...……...3) 2 ? menyatakan beda fase antara V dengan I atau dengan VR Tg ? ? VL ? V R ……………………………………………………………………..........(2........(2.(2..22 Arus Bolak-Balik ............…………………………………………….....5) R R VR = I R V L = I XL V C = I XC Dari......XC )....………..………………....... V = VR + J (V L – VC ).V = VR + J (V L ........……………………………………………......(2.......(2...(2....................……………………………………………..... Z = R + J (XL ..4) ? ? arc...……………...10) 22 Modul.tg VL ? VC V ? VC ? tg ?1 L …………………………………………....VC ) .7) V ? R ? (X L ? X C ) ...............

Pada rangkaian pararel antara setiap ujung-ujung setiap penghambat mempunyai beda tegangan yg sama baik besar. dari masing-masing penghambat. Jika arus ditulis dalam bentuk bilangan kompleks. hambatan-hambatan tersebut dirangkaikan secara pararel.Tg .tg .? ………………………………….FIS... arah maupun fasenya. ? = Cos.(2. I1 V I2 Z2 Z3 I3 ? Z1 Modul.(2.22 Arus Bolak-Balik 23 . ? = sudut fase antara arus dan tegangan Persamaan impedansi dapat juga diperoleh dengan cara berikut: V = VR + VL + VC (penjumlahan vector) VR = (I ? 0) (R ? 0) = IR ? 0 = I (R + j 0) VL = (I ? 0) (XL ? 90O ) = IXL ? 90o = I (0 + j XL) VC = (I ? 0) (XC ? -90O ) = I XC ? -90o = I (0 + j XC ) V Z = I {(R + j 0) + (0 + j XL) + (0 – j XC )} = V ? R ? j( X L ? X C ) I 5) Rangkaian pararel Jika beberapa hambatan masing-masing ujungnya dihubungpkan pada titik yang sama dalam suatu rangkaian.12) R R ? ? arc.? = X XL ? XC ? …………………………………………………………... maka arus total (It) pada rangkaian pararel sama dengna jumlah arus.11) R R R Z X X ? tg ? 1 atau ? ? cos ?1 .

............. masing-masing pada sumbu khayal dan pada sumbu nyata...........................(2...........................................................18) Jadi pada rangkaian pararel.......22 Arus Bolak-Balik 24 ............ Komponen impedansi pada sumbu khayal disebut reaktansi (X = persamaan: Z = R + j (XL – XC ) = R + jX X – XC) dan L resistansi (R)... Admitansi Kebalikan dari impedansi (Z) disebut admitansi (Y)......(2............Gambar 14: Rangkaian Impedansi paralel...... Hubungan antara reaktansi dan resistansi dinyatakan oleh Modul............................. It = I1 + I2 + I3............15) Z1 Z2 Z 3 Zt ? 16) Z1 Z 2 Z 3 Z1 Z 2 ? Z1 Z 3 ? Z 2 Z3 ..13) V Zt V Zt ? ? V V V ? ? ............FIS........................ Y t = Y 1 + Y 2 + Y 3........(2.............14) Z1 Z2 Z 3 V V V ? ? .......................................(2...... impedansi mempunyai dua komponen......................... sama dengan jumlah admitansi-admitansi yang dirangkai secara pararel.............(2................... Persamaan admitansi untuk rangkaian pararel........(2....17) Z V Admitansi dinyatakan dalam satuan ampere/volt atau mho (kebalikan dari ohm)........ admitansi total (Y t)............ Dalam sistem bilangan kompleks.................... Y= 1 1 ? ................

Untuk admitansi.22 Arus Bolak-Balik X R 25 .FIS. komponen pada sumbu khayal disebut sukseptansi (b) dan komponen pada sumbu nyata disebut konduktansi (g). Hubungan antara sukseptansi dan konduktansi dinyatakan oleh persamaan: Y = g + jb Hubungan timbal balik antara impedansi dan admitansi adalah sebagai berikut: Admitansi 1 = g + jb = Z 1 + jb = R ? jX R ? jX = (R ? jX) (R ? jX) R ? jX = (R 2 ? X 2 ) 1 = (R ? jX ) 2 (R ? X 2 ) 1 = konjugate Z 2 (R ? X 2 ) R = 2 (R ? X 2 ) ?X = 2 (R ? X 2 ) = Impedansi 1 = R + jX = Y 1 + jX = ( g ? jb) g ? jb = ( g ? jb)(g ? jb) g b = ? 2 2 2 ( g ? b ) (g ? b 2 ) 1 = 2 (g ? b2 ) g = 2 (g ? b2 ) ?b = 2 (g ? b2 ) Y g Z R Z R X Y g b Z ? R2 ? X2 2 Y g ?b 2 2 2 2 ? R ? ? X ? ? 2 ? ? 2 ? 2 2 ?R ? X ? ?R ? X ? Y = ? g ? = ? 2 ? g ? b2 ? ? ? ? ? 1 1 Z ? ? 2 2 Y g ?b ? b ? ? 2 ? g ? b2 ? ? ? ? 2 ? ? arc tg Modul.

FIS.........19) t G = konduktansi total = (g1 + g2 + ………) B = sukseptansi total = (b1 + b2 + .. Rangkaian campuran yang sederhana dapat berupa seri dari beberapa pararel atau pararel dari beberapa seri.) 6) Rangkaian campuran seri dan pararel Pada umumnya akan lebih banyak dijumpai suatu rangkaian yang bersifat campuran... yaitu gabungan rangkaian pararel.?R 1 2 ? X2 ? ? ? ? 1 b ? ' ? arc tg g Z ? X R ? X2 ? ' ? arc tg R 2 R ? X2 V = ..) Y t = (G +jB) = (g1 + g2 + .22 Arus Bolak-Balik Z2 Z4 Z5 Z3 26 .) + j(b1 + b2 .(2... Z1 A B Z6 Modul.... Rangkaian campuran yang sederhana dapat diselesaikan dengan rumus-rumus rangkaian seri dan rangkaian pararel secara terpadu....arc tg R ?' ? ? ? Y = Y ? ?' 2 ? ? ?g (g ? b 2 ) = arc tg b 2 (g ? b 2 ) b ? ? ? arc tg g ? ? ? ?' 2 Z = Z? ? = = 1 ? ?? Y 1 x konjugate Y Y = = 1 ? ?? Z 1 x konjugate Z Z Admitansi total (Y) 1 ? G ? jB ………………………………………………………………………………….

..(2...3 Y4..... A B (a) Modul.........3 + Z4......6 1 1 1 ? ? g1 ? jb1 (g2 ? g3 ) ? j (b1 ? b2 ) (g 4 ? g5 ? g 6 ) ? j(b1 ? b 2 ? b3 ) ZAB = ?g1 ? g1 ? jb1 jb1 ? 2 ? (g 2 ? g 3 ) ? j (b1 ? b 2 ) (g2 ? g3 ) ? j (b1 ? b 2 ) 2 2 ? ( g4 ? g5 ? g6 ) ? j(b1 ? b 2 ? b 3 ) (g 4 ? g5 ? g 6 ) ? j(b1 ? b 2 ? b 3 ) 2 2 7) Transformasi delta ? Wye Ada rangkaian-rangkaian tertentu yang tidak dapat diselesaikan dengan metode seri-pararel secara langsung.5..(2..6 = = 1 1 1 ? ? ... ZA B = Z1 + Z2........................Gambar 15: Rangkaian Campuran Seri dan Paralel..................5..FIS.. ZA D = ZA B + ZBC + ZC D..5......20) = Z1 + Z2....6 =Z1 + Z2 Z3 Z4 Z5 Z6 ? Z2 ? Z 3 Z 4Z 5 ? Z5Z 6 ? Z 4Z 6 Penyelesaian dengan metode admitansi....................22 Arus Bolak-Balik A (b) B 27 ......... Dari rangkaian gambar 15................21) Y1 Y2........3 + Z4..

Hubungan antara Za. Pada bentuk ? . perlu diubah dengan transformasi Y ? ? Rangkaian bentuk ? dengan impedansi Z1. impedansi antara A dan B. Zb. Sedang pada bentuk Y arus dari A ke B hanya melalui satu jalan dengan impedansi seri Za dan Zb.FIS. dicari atas dasar.22 Arus Bolak-Balik 28 . Z2. dan Z3 ditransformasikan menjadi bentuk Y yang teridri dari impedansi Za. dan Zc dengan Z1. Z2. dan Zc.Gambar 16 Rangkaian seperti gambar16 dapat diselesaikan dengan seri-pararel setelah bentuknya diubah dengan transformasi ? ? Y. Demikian juga untuk impedansi antara AC dan BC. arus dari A ke B melalui impedansi Z1 serta Z2 dan Z3. dan Z3. ZA B ZA B Za Zb Zc = Z1(Z2 ? Z 3 ) Z1 ? Z 2 ? Z 3 Z1 Z 3 Z1 ? Z 2 ? Z 3 Z1 Z 2 Z1 ? Z 2 ? Z 3 Z 2Z3 Z1 ? Z 2 ? Z 3 = Za + Zb = = = Modul. Sedang rangkaian di bawah ini. Zb. Pada rangkaian ? . impedansi antara A dan B pada bentuk ? dan Y sama besar.

..... maka daya rata-rata (P) untuk selang waktu satu periode (T)...... Jika daya sesaat dinyatakan dengan (P).. maka Za = Zb = Zc = 1/3 Z Rumus transformasi Y ? ? dapat diturunkan sebagai berikut: ZaZb + ZaZc + ZbZc = = Z1Z 2 Z3 ? Z 3 Z1Z 2 ? Z 2Z1 Z 3 (Z1 ? Z 2 ? Z 3 ) 2 Z1 Z 2 Z 3 (Z 1 ? Z 2 ? Z 3 ) Z1Z2Z3 ? 2 (Z 1 ? Z 2 ? Z 3 ) ( Z1 ? Z 2 ? Z 3 ) 2 Z2Z 3 ? Z1 Zc (Z 1 ? Z 2 ? Z 3 ) Z1 Z 3 ? Z 2 Za (Z 1 ? Z 2 ? Z 3 ) Z1Z2 ? Z 3 Zb (Z 1 ? Z 2 ? Z 3 ) = Z1 = Z2 = Z3 Jadi..FIS....22) T0 29 Modul.............(2.Jika Z1 = Z2 = Z3.. Daya rata-rata (P) adalah jumlah daya sesaat dalam suatu selang waktu dibagi dengan waktunya... maka = Z1 = Z2 = Z3 = 3Z 8) Daya pada rangkaian arus bolak-balik 1...... Z1 = Z a + Z b + Z2 = Z b + Z c + Z3 = Z a + Z c + Z a Z b Z aZ b ? Z a Z c ? Z b Z c ? Zc Zc ZbZc Z Z ? Z aZ c ? Z b Z c ? a b Za Za ZaZc Z Z ? Za Z c ? ZbZ c ? a b Zb Zb Untuk Za = Zb = Zc = Z...... P= P= 1 T ?P dt ..21) T0 1 T ? VI dt ……………………………………………………………..22 Arus Bolak-Balik .................(2.........

Misalkan beda fase antara tegangan (V) dan arus (I) = ?. dan konjugate dari arus.. maka I = Io sin? t = Io ? 0 ? I ef ? 0 ……………………………………...………………. Misalkan pada suatu rangkaian antara arus dan tegangan berbeda fase ?. Jika I = I ? ? maka V = V ? ? ? ? . P= VI? 1 ? ? cos ? x T ? (sin ? ? sin ? ? ? V I cos ? . P P = VI cos ? = daya rata-rata VI = daya semu (apparent power) cos ? = faktor daya (power faktor = Pf) V & I = tegangan dan arus efektif ? = sudut fase antara V dan I 2.23) V2 Vo ? ? ? Vef ? ? ……..(2. I = I ? ? ? Daya kompleks.Di mana V dan I menyatakan tegangan dan arus sesaat.………………….(2. dimana V mendahului I.(2. Daya kompleks (s) adalah perkalian tegangan (V) dan konjugate arus (I).22 Arus Bolak-Balik 30 . Modul.FIS.24) V2 V = Vo sin (? t + ?) = P= = = ? 0 T I T ? V sin (? t ? ? ) I o sin ? t dt T0 o Vo I o T ? sin (? t ? ? ) sin ? t dt T 0 1 ?( Cos? ? cos (2? t ? ? )? dt 2 P = Vef I ef ? 1 ? T [sin( 2? t ? ? )] T ? ? cos ? [t ]0 ? 0 T ? 2? ? Biasanya tanda efektif dihilangkan.25) T ? ? ? Daya rata-rata.

29) cos ? = faktor daya (Pf) Q = daya reaktif = VI sin ?……………………………………….: (a) melukiskan daya kompleks dalam bentuk(b) fasor.(2.28) Z = daya aktif = daya nyata = daya rata-rata = VI cos ?……………………………………………..……………………….I* = (V ? ? + ?) x (I ? -? ) = VI ? ? S = VI cos ? + j VI sin?………………………. Modul.(2.. Sedang komponen daya kompleks pada sumbu khayal disebut daya reaktif (Q).………………………………………………………..27) j S = VI* Q = Vi sin? VI ? VI ? P = VI cos ? Gambar 16.30) sin ? = faktor reaktif.……......22 Arus Bolak-Balik 31 .………...(2. S = daya kompleks = P2 ? Q2 S = daya semu = V I ? ZI 2 ? P V2 ……………………………………….S = V.FIS.(2. S = VI* = V I ? ? = VI cos? + j VI sin? S = P + j Q.(2.. gambar (b)..………………….. (a) melukiskan grafik gambar kompleks pada sumbu kompleks.26) Komponen daya kompleks pada sumbu nyata disebut daya aktif (P). Jadi daya kompleks.………….

Daya reaktif Q = VI sin ? volt-ampere-reaktif (VAR) d.3.FIS. Daya semu. KW dan KVAR KVA = 103 VA KVAR = 103 VAR ? KW = 103 W Gambar 17: Hubungan antara KVA.j 3 ? Modul. P = VI cos ? watt atau kilo watt (KW) c. KW dan KVAR Contoh soal Z2 Z1 B Z3 Z4 Z5 Z6 Z7 A C Z8 Z9 Z10 D Dari rangkaian seperti di atas diketahui: Z1 = ? Z6 = 6 – j 3 ? Z7 = 8 – j 6 ? 32 Z2 = 2 . S = VI volt –ampere (VA) atau kilo volt ampere (KVA) b. Hubungan antara satuan KVA. Daya rata-rata. Satuan daya a.22 Arus Bolak-Balik .

b).VAD .Diagram fasor.6) = 17.48) + (6.014 + j 1.08) = (14. Penyelesaian a. ZAD.FIS.88 – j 0.22 Arus Bolak-Balik 33 .89 + j 8.01 + j 1.01o Modul.2 ? 30. ZA D = ZA B + ZBC + ZC D ZA B = Z 1 ZBC = = = ZC D = = = = Z2Z 3Z4 Z2 ? Z 3 ? Z 4 (2 ? j3) ( j6) (2) 36 ? j24 ? (2 ? 0 ? 2) ? j(? 3 ? 6 ? 0)4 ? j3 (36 ? j24) (4 ? j3) 4 2 ? 32 ( Z 5 ? Z 6 ? Z 7 )(Z 8 ? Z 9 ? Z 10 ) Z 5 ? Z 6 ? Z 7 ? Z 8 ? Z 9 ? Z10 ?(5 ? 6 ? 8) ? J(? 12 ? 3 _ 6)??( 4 ? 0 ? 1) ? J(? 4 ? 2 ? 7)? (5 ? 6 ? 8 ? 4 ? 0 ? 1) ? J(? 12 ? 3 ? 6 ? 4 ? 2 ? 7) (19 ? j9)(5 ? j5) (140 ? j50) ? (24 ? j4) (24 ? j 4) (140) j50)(24 ? j4) 3560 ? j640 ? 242 ? 4 2 592 = (6. dan c).08) ZA D = (6 + J 8) + (2.Z3 = 0 + j 6 ? Z4 = 2 + 10? Z5 = 5 – j 12 ? VA B = 15 ? 0 Z8 = 4 – j 4 ? Z9 = 0 + j 2 ? Z10 = 1 + j7 ? Tentukan: a).

13o kW = (KVA) x cos ? kVAR = (KVA) x sin ? Jika dalam penulisan atau pernyataan tentang daya tidak ada penjelasan lain. maka yang dimaksud adalah daya rata-rata.b.2 = 1. I = IA B = = VA B Z1 15? 0 15 ? j 0 15(6 ? j 8) ? ? 6 ? j8 6 ? j8 6 2 ? 82 I = 0.01o ) (1.13o ampere = 25.ZA D = (17.8 ? 23.5 ? -53. Contoh soal C Z1 Z2 Za Zb Zc A Z3 B Modul. 23.9 – j 1.5 ? -53.12o volt. VA D = I.13o ) c.22 Arus Bolak-Balik 34 .FIS. ? 30.12o 53.

Z2.22 Arus Bolak-Balik C C 35 Z1 Z Z .6 – J 1. dan Z3 yang terbentuk ? . dan Zc bentuk Y.6 = 3.3o ohm Zc = = ( 48 ? J14) (15 ? J5) 650 ? J 450 ? 250 250 Zc = (2.16 ? 55.7o ohm.9 250 Z 2Z3 (8 ? j6) ( 4 ? j3) (14 ? J48) ? ? Z1 ? Z 2 ? Z 3 (15 ? J5) (15 ? J5) Za = 1.9 = 1. ditransformasikan menjadi Za.3 – j 0. Zb = = (14 ? J 48) (15 ? J5) 450 ? J650 ? 250 250 Z 1Z 2 (3 ? J 4)( 8 ? J 6) ( 48 ? J14) ? ? Z1 ? Z 2 ? Z 3 (15 ? J5) (15 ? J5) Zb = 1.Pada gambar di atas Z1.7o ohm Contoh soal Modul.8) = 3. Zb dan Zc Penyelesaian Za = = = Z 1Z 3 (3 ? J4)(4 ? J3) ? Z1 ? Z 2 ? Z 3 (3 ? J4) ? (8 ? J6) ? ( 4 ? J3) 24 ? J7 (24 ? J7) (15 ? J5) ? 15 ? J5 250 325 ? J225 ? 1. Jika Z1 = (3 – J4) ohm Z2 = (8 + J6) ohm Z3 = (4 + J3) ohm Tentukan: Za.58 ? -34.FIS.8 + J 2. Zb.16 ? -34.3 ? j 0.

Pada bentuk Y.54 Zb = Z 1 + Z 2 + Z1 Z 2 Z3 = (4 – j 3) + (0 – j 5) + = (4 – j 8) + 4 ? j 3) (? j 5) 6 15 ? j 20 ? (4 ? j 8) ? (2.72 ? 7. tentukan: Za.04 ? -60. Z1 = 4 – j 3 Z1 = 0 – j 5 Z5 = 6 + j 0 Jika Y ditransformasikan menjadi bentuk ? . dan Zc Penyelesaian Za = Z 1 + Z 3 + Z1 Z 3 Z2 ( 4 ? j 3) (6 ? j 0) 0 ? j5 = (4 – j 3) + (6 + j 0) + = (10 – j 3) + = (10 – j3) + (24 ? j 18) ? j5 18 ? j 24 5 Za = (10 – j 3) + (3.6 + j 4.90o Zc = Z 2 + Z 3 + = (0 – j 5) + (6) + Modul. Zb.5 ? j 3.8) = 13.6 + j 1.3) 6 Z2Z3 Z1 6 (0 ? j 5) ? j 30 ( 4 ? j 3) ? (6 ? j 5) ? 4 ? j3 25 Zb = (6.3) = 13.8) = (13.FIS.22 Arus Bolak-Balik 36 .5 – j 11.

2 = 120.? ) 2 W = 100 rad/s XL = W. ZA B b. VA B.6o Contoh soal R V 150 ? V C V 50 ?F V A V B V C V L V 1.8) = 9. V = 85 2 2 ? ? ? ? 85? ? 45 V 4 V = 85 2 sin (100 t .Ohm XC = 1 1 ? ? 200 ohm wc 100 x 50 x 10 ? 6 Modul.= (6 – j 5) + (3. Arus (I) dan sudut antara V dan I c.6 – j 4.L = 100 x 1.2 H V D V ? Tentukan: a.8 = 13.6 – j 9. VBC .FIS.22 Arus Bolak-Balik 37 . VC D DAN V AC Penyelesaian a.72 ? -45.

ZC D = (5 ? -16.5 ? ? 16. ZBC = (5 ? -16.07o ) c.93)o (150) = (717.93)o x 200 ? -90o ) = 1000 ? -106.4) C VBC = I .67) V V C D = I .3 – j 1175.4) V VAC = I .07 o Ohm = = V Z 85? ? 45 o 170? ? 28. zAC ZAC = 150 – J 200 = 250 ? -53.93o ) (250 ? -53.1) V Contoh soal 32 ? Modul.2 + j 956.5 – j 218.07 o = 0. I = 170 ? ? 28.93o ? ( 4. VA B = I Z = (5 ? -16.93o V = -(291.78 ? j 1.13o ) = 1250 ? -70o V = (426.ZA B = R + j (XL – XC ) = 150 + J (120 – 200) 150 – J 80 Z A B ? 150 2 ? 80 2 ? 170 Ohm ?X ? XC ? ?? 8? ? ? tg ? 1 ? L ? ? tg ? 1 ? ? ? ? 28.46) A Sudut fase antara I dan V = -45o – (-16.22 Arus Bolak-Balik 84 ? V 20 ? V 38 .93o ) = -28.93o ) (120 ? 90o ) = (174.FIS.07 o ? R ? ? 15 ? Z b.7 + j 57.13o VAC = (5 ? -16.

99 = 841.07o = V 170? 28.3 o A ? (4. 2) Bagaimana faktor daya.99 Daya rata-rata daya nyata.07o – 19.77o = 129. agar daya rata-rata mencapai maksimum? Penyelesaian a.77o = 0. daya rata-rata.65) A Sudut fase antara V da nI.6 VAR Modul. ? = 28.3o = 8. P = VI cos ? = 850 x 0. Z V I I = 84 + j (33 – 20) = 84 + j 13? = 85 ? 8.8 o = 2 ? 19. Cos ? = cos 8.22 Arus Bolak-Balik 39 . faktor reaktif.5 W Daya reaktif. 1) Berapa seharusnya XC .I V ? V = (150 + j 80) V Dari rangkaian seperti gambar di atas. b. Q = VI sin? = 850 sin 8. tentukan: a. ketika daya rata-rata mencapai maksimum. Daya semu. dan impedansi.7 ? j 1. S = VI = (170) (5) = 850 VA Faktor daya.77o Daya semu. daya reaktif dan faktor reaktif.07 o ? Z 85? 8.FIS.8o ? = 150 + j 80 ? = 170 ? 28. faktor daya.

tetapi XL dan XC dipengaruhi oleh frekuensi ac. dan Xc dengan acuan fasor i dalam arah mendatar ditunjukkan pada gambar di bawah ini: + XL i 0 XC R 2. maka faktor daya cos ? = 1 impedansi. R.15 b. jika cos ? = 1 atau ? = 0 untuk ? = 0.Faktor reaktif. Sin ? = sin 8. Z = R + j 0 = R ? 0o ? c. 1) P P = VI cos ? mencapai maksimum. maka XL = XC .77o = 0. Jadi P maksimum jika XC = XL = 33 ? 2) Jika ? = 0. Diagram fasor.FIS. XL. Rangkuman 1. Rangkaian LRC seri: VL j VL VL-VC 90o V I -90o Modul.22 VC Bolak-Balik Arus ? VR VC I VR 40 . Hambatan R tidak dipengaruhi oleh frekuensi arus bolak-balik.

(b) Diagram fasor. VL ? VC V ? VC ? tg ?1 L R R V = VR + J (V L – VC ) V = I R + J I (XL – XC ) V ? R ? (X L ? X C ) I Menurut hukum Ohm V merupakan hambatan berarti: I R + J (XL – XC ) = hambatan pada rangkaian RLC dan disebut impedansi yang dilambangkan dengan huruf (Z) Impedansi.(a) Diagram pada sumbu kompleks.tg VR = I R V L = I XL V C = I XC Dari.pada rangkaian seri Dari diagram V ? VR ? VL ? VC (jumlah vektor) V = VR + J (V L .VC ) V ? VR ? ( VL ? VC ) 2 2 ? menyatakan beda fase antara V dengan I atau dengan VR Tg ? ? VL ? V R ? ? arc. Z = R + J (XL + XC ) j X = (XL-XC) X = R + jx = R j (XL-XC) ? Modul.22 Arus Bolak-Balik R 41 XC .FIS.

? = X XL ? XC ? R R R Z X X ? tg ? 1 atau ? ? cos ?1 .Diagram Impedansi Z ? R2 ? X2 ? R 2 ? (X L ? X C ) 2 Tg . Rangkaian listrik paralel: I1 V I2 Z2 Z3 I3 ? Z1 Rangkaian Impedansi paralel.tg . It = I 1 + I 2 + I 3 Modul.? R R ? ? arc. ? = sudut fase antara arus dan tegangan Persamaan impedansi dapat juga diperoleh dengan cara berikut: V = VR + VL + VC (penjumlahan vector) VR = (I ? 0) (R ? 0) = IR ? 0 = I (R + j 0) VL = (I ? 0) (XL ? 90O ) = IXL ? 90o = I (0 + j XL) VC = (I ? 0) (XC ? -90O ) = I XC ? -90o = I (0 + j XC ) V Z = I {(R + j 0) + (0 + j XL) + (0 – j XC )} = V ? R ? j( X L ? X C ) I 3.22 Arus Bolak-Balik 42 . ? = Cos.FIS.

Persamaan admitansi untuk rangkaian pararel.V Zt Zt ? ? V V V ? ? Z1 Z2 Z 3 Z1 Z 2 Z3 Z1 Z 2 ? Z1 Z 3 ? Z 2 Z 3 Admitansi Kebalikan dari impedansi (Z) disebut admitansi (Y). komponen pada sumbu khayal disebut sukseptansi (b) dan komponen pada sumbu nyata disebut konduktansi (g).22 Arus Bolak-Balik 43 . P P = VI cos ? = daya rata-rata XL – XC) dan resistansi (R). impedansi mempunyai dua komponen. admitansi total (Y t). Hubungan antara sukseptansi dan konduktansi dinyatakan oleh persamaan: Y = g + jb 4.FIS. Hubungan antara reaktansi dan resistansi dinyatakan oleh VI = daya semu (apparent power) cos ? = faktor daya (power faktor = Pf) V & I = tegangan dan arus efektif ? = sudut fase antara V dan I Modul. Dalam sistem bilangan kompleks. Daya rata-rata. Komponen impedansi pada sumbu khayal disebut reaktansi (X = persamaan: Z = R + j (XL – XC ) = R + jX Untuk admitansi. Yt = Y 1 + Y 2 + Y 3 Jadi pada rangkaian pararel. sama dengan jumlah admitansi-admitansi yang dirangkai secara pararel. Y= 1 1 ? Z V Admitansi dinyatakan dalam satuan ampere/volt atau mho (kebalikan dari ohm). masing-masing pada sumbu khayal dan pada sumbu nyata.

Z2 = 2 + j0 dan Z3 = 6 – j2 dihubungkan seri. Jadi daya kompleks.I* = (V ? ? + ?) x (I ? -? ) = VI ? ? = VI cos ? + j VI sin? Komponen daya kompleks pada sumbu nyata disebut daya aktif (P). Z2= 1 – j 5 dan Z5 = 4 + j 0 C C Z1 Z2 A Z3 B A Zb Za Zc B 5. Misalkan beda fase antara tegangan (V) dan arus (I) = ?. S = VI* = V I ? ? = VI cos? + j VI sin?= P + j Q d. Daya kompleks (s) adalah perkalian tegangan (V) dan conjugate arus (I). S = V. Tentukan Impedansi total! Modul. I = I ? ? ? Daya kompleks. Suatu rangkaian mempunyai Z1 = 2 + j4.FIS.22 Arus Bolak-Balik 44 . Ubahlah bentuk rangkaian Y ke delta jika diketahui: Z1 = 4 – j 2.5. dan konugate dari arus. Jika I = I ? ? maka V = V ? ? ? ? . Sedang komponen daya kompleks pada sumbu khayal disebut daya reaktif (Q). Tugas 1.

6. Tes Formatif 1. Jika pada soal pada no.FIS. Tentukan 2. Suatu susunan teridri dari tahanan ? sebesar 40 ? . kumparan induktif (L) dengan induktansi diri 1/15 henry serta kapasitor (C) dengan kapasitas 15 ?F disusun secara seri. Z2 = 2 – j2 dan Z3 = 0 + j dihubungkan pararel dengan sebuah sumber tegangan bolak-balik 100 ? 45o volt. impedansi total b. Tentukan beda potensial antar ujung-ujung L! 8.22 Arus Bolak-Balik 45 . Tentukan: a. Tentukan kuat arus efektif! 7. Suatu rangkaian seri terdiri dari induktor L. R = 10 ? . arus efektif 9. faktor daya. Suatu rangkaian seri mempunyai nilai XL = 40 ? . Suatu rangkaian mempunyai Z1 = 4 + j6. e. kapasitor C dan resistor murni R dihubungkan dengan beda potensial bolak-balik dengan frekuensi f dan arus efektif i mengalir pada rangkaian. Tentukan: (a) daya rata-rata (b) daya semu dan (c). Z1 A Z3 Z6 impedansi dari suatu rangkaian L.R dan C yang dihubungkan seri dengan sebuah sumber tegangan bolak-balik (V AC )! Z2 Z5 Z7 B Dari rangkaian seperti gambar di atas diketahui: Z1 = Z2 = Z3 = Z4 = Z5 = Z6 = Z7 = Z = 9 + J 12 Tentukan Impedansi pengganti (total)! 3. dan XC = 10 ? . 2 dihubungkan dengan tegangan 24 ? 0o volt. antara ujung-ujungnya Modul.

0. VC = 160 volt). Jika diberi tegangan efektif AC sebesar 50 volt. 1. sedangkan frekuensi sudut AC 1000 rad/s. induktor L. sudut fase antara tegangan dan arus 5. f. Hambatan R. b. g. dan 2 ? F. Ternyata kuat arusnya 3 ampere. 269 ? . Hitunglah: 4. 0. Lembar Kerja Memahami Impendansi Pengganti. (Jawaban: VR = 120 volt. I 2. 6. b. 30 volt.82 A. (Jawaban: ZA B = 27 + J 36 = 45 ? 53. (Jawaban: a.dihubungkan tegangan bolak-balik yang mempunyai frekuensi anguler 1250 rad/det. (c) tegangan yang melintasi R. Setiap komponen L dan C mempunyai impedansi yang tidak dapat diukur langsung menggunakan alat ukur listrik. Kunci Jawaban 1. 500 ? . c. (Jawaban: Z = V ? R ? j( X L ? X C ) . (b) arus efektif. 0.13o . impedansi rangkaian. Alat ? 1 buah hambatan murni 40 ohm.1 A c. dan kapasitor C masing-masing mempunyai nilai 300 ? . 4. VL = 250 volt. kuat arus maksimum. Perhitungan itu hanya dapat dilakukan bila pada komponen tersebut dialiri arus listrik AC. Modul. (Jawaban: a.FIS. Sebuah kapasitor 10 ? F dan sebuah resitro 100 ? disusun seri dan dihubungkan dengan tegangan ac seperti ditunjukkan pada gambar. ? 1 buah kumparan 0.9 henry. 5. 3. -68o ). ? 1 buah voltmeter (multitester).4 H. b. c. dengan Vm = 220 volt dan frekuensi 200 ? Hz Tentukan: a.22 Arus Bolak-Balik 46 . Hitung (a) impedansi rangkaian.

e. Bandingkan hasil perhitungan dari pengukuran dengan perhitungan manual ? f.FIS. 2. Rangkaiakan komponen listrik di atas seperti pada gambar di bawah ini! A V R V B V L V C V D V ? Vef = 60 V. Hitung reaktansi kapasitif dan induktif serta impedansi pengganti berdasarkan data yang telah diperoleh dari percobaan. Langkah kerja a. Ukur arus yang mengalir pada rangkaian listrik! c.? 1 buah amperemeter. ? Kabel penghubung. ? 1 buah kapasitor AC 100 ? F. Ukur tegangan pada masing-masing komponen! d. ? Papan rangkaian.22 Arus Bolak-Balik 47 . f = 50 Hz b. Tuliskan kesimpulan dari percobaan di atas! Modul.

FIS. L V L i V v = Vm sin ? t ? Modul. TES TERTULIS Jawablah pertanyaan berikut ini dengan singkat dan jelas! 1. Untuk rangkaian induktif murni seperti ditunjukkan pada gambar.5 V ? = 65 ? rad/s dan L = 70 mH. EVALUASI A.020 s. Hitung arus melalui induktor pada t = 0.22 Arus Bolak-Balik 48 .BAB III. Vm= 78.

4. Anggap tegangan pada ujung-ujung resistor VR = 0 ketika t = 0 R V ? Hitung: a. dan frekuensi generator f = 50 Hz. 3.004 s.arus melalui resistor pada t = 1 75 1 150 s s. arus melalui resitor pada t = d. frekuensi sudut 100 ? rad/s dan Vm = 220 V. dengan Vm = 400 volt dan frekuensi Modul. Dalam rangkaian ac sepeti ditunjukkan pada gambar R = 40 ? . Sebuah induktor 30 mH dan sebuah resistor 60 ohm disusun seri dan dihubungkan dengan tegangan ac seperti ditunjukkan pada gambar. tentukan kuat arus melalui rangkaian pada t = 0. Ubah impedansi berikut ini menjadi bentuk admitansi a Z = (6 – j 8) ohm b Z = 50 ? 45o ohm. arus maksimum v = Vm sin ? t b.2. c. Jika C = 20 ? F. Vm = 100 V.22 Arus Bolak-Balik 750 ? Hz Tentukan: 49 . CL i VV ? V = Vm sin ? t 5. Untuk rangkaian ac kapasitif murni seperti ditunjukkan pada gambar. frekuensi sudut generator.FIS.

? b 6 a Z1 5 ? 36.87o Z2 29 ? 43. Vbc dan Vcd B. 1 buah kapasitor AC 200 ? F.17 tentukan a.22 Arus Bolak-Balik 50 . Diagram fasor arus dan tegangan c. Kuat arus maksimum.5 H. ? Alat o o o o o o o 1 buah hambatan murni 100 ohm. 1 buah amperemeter.60o c Z3 d 17 ? 28.45o volt ? Dari rangkaian seperti pada gambar 3. Besarnya arus b. Va. 1 buah voltmeter ( multitester).FIS. Daya pada seluruh rangkaian d. rangkaian dialiri arus listrik AC.07o ? V = 205 ? 0. Kabel penghubung.a. Papan rangkaian ? Langkah kerja Modul. Tes Praktik ? Tujuan Memahami Impendansi Pengganti Rangkaian RLC Perhitungan / Pengukuran impedansi rangkaian RLC. Impedansi rangkaian LL i VV v = Vm sin ? t R V b. 1 buah kumparan 0.

f = 50 Hz o o o Ukur arus yang mengalir pada rangkaian listrik ! Ukur tegangan pada masing-masing komponen ! Hitung reaktansi kapasitif dan induktif serta impedansi pengganti berdasarkan data yang telah diperoleh dari percobaan.020) - ] = 5. Tes Tertulis 1.22 Arus Bolak-Balik 51 .5 ? Im ? m ? ? 5.FIS.5 sin (1. Dengan demikian ) ? 2 = 5.5 sin [65 ? t (0.o Rangkaiakan komponen listrik di atas seperti pada gambar di bawah ini ! A V R V B V L V C V D V ? Vef = 100 V.0.5 A Im XL 4. Kita hitung dahulu reaktansi induktif XL kemudian kuat arus maksimum Im: XL = ? L = (65? ) (70 x 10-3) = 4. dari pengukuran dengan perhitungan o Bandingkan hasil perhitungan manual ? o Tuliskan kesimpulan dari percobaan di atas ! Kunci Jawaban A.30 ? .55? ? 2 Untuk rangkaian induktif murni. tegangan mendahului arus dengan rad atau arus terlambat jika V = Vm sin ? t maka i = Im sin (? t i(t) ? 2 ? 2 rad terhadap tegangan.50 ? ) Modul.55 ? ohm XL = Vm V 78.

Frekuensi sudut generator.06 2 R ? X 6 ? 82 2 ?X ?8 ? ? 2 ? 0. Persamaan arus sesaat.08 ? 53. tegangan sefase dengan arus. Im untuk rangkaian resistor murni R. XC kemudian kuat arus maksimum. Arus maksimum.5 sin 2 3 ? = 2.13o mho b. Jawaban: Kita hitung dahulu reaktansi kapasitif. dihitung dengan persamaan: c.5 A R 40 ? = 2 ? f = 2? (50) = 100 ? rad/s b. 1 ?150 ? = 2.FIS.22 Arus Bolak-Balik 52 . i ?t ? 1 150 1 2 3 A.06 + j 0. Untuk rangkaian resistif murni. Modul.5 sin 100 ? t i (t= 1 75 1 s) = 2.8 ? ) = 5.5 (0.5 sin (0. ? . sehingga untuk V = Vm sin ? t maka i =Im sin ? t.59) = 3.08) = 0.5 ? 3 ?? 1 2 5 4 3A 3.= 5.5 sin 100 ? ( 75 ) = ? d.08 2 R ? X 6 ? 82 2 Y = (g + jb) = (0. Z = 50 ? 45o Y = Y ? ?' ? = 1 ? ?? Z 1 ? ? 45o ? 0.i (t) = Im sin ? t = 2.5 sin 100 ? ? = 2. a. Im ? Vm 100 ? ? 2. Im. Z = (6 – j8) g= b= R 6 ? 2 ? 0. a.02? ? 45 o mho 50 4.24 A 2.

XC = = Im = 1 1 106 ? ? ? C (100? )(20 x 10 ? 6 ) 2? x 103 500 ohm ? Vm 200 ? ? 0. 0. Kuat arus maksimum Im dihitung dengan persamaan Z= = Vm ? Im Vm 400 16 ? ? A atau 5.309 = 0. Kita hitung dahulu frekuensi sudut ? dan reaktansi XL ? = 2 ? f = 2? ( 750 ) = 1500 rad/s ? XL = ? L = 1500 (3.22 Arus Bolak-Balik 53 .38 A Xc 500 / ? ? 2 Untuk rangkaian kapasitif murni.38 sin [100 ? (0.426 A ] 5.004) + = 1.44? atau 1.0 x 10-2 H. tegangan terlambat arus atau arus mendahului tegangan dengan ? 2 rad terhadap rad. Dengan demikian jika persamaan tegangan dinyatakan oleh V = Vm sin ? t. Jawaban: Modul.38 sin(72+90) = 1.FIS. hambatan R = 60 ohm.38 sin (72+90) = 1. maka persamaan arus adalah i = Im sin (? t i(t) ? 2 ) ? 2 = 1.0 x 10-2) = 45 ohm Impedansi Z rangkaian seri RL dihitung dengan persamaan: Z = = R 2 ? XL ? 2 602 ? 452 152 (16 ? 9) ? 15(5) ? 75 ohm b. tegangan maksimum Vm 400 volt. frekuensi f = 750 ? Hz a. Jawaban:Induktansi L = 30 x 10-3 H = 3.38 .3 A Z 75 3 6.

68o j I 12.68 b.45o volt = 5 ? 53.60 – j sin 43.FIS.13o ampere berarti I mendahului V dengan beda fase.07o 17 (cos 28. V = 205 ? 40.35o = (143 + j 24) = I Z3 = 5? 53.13o x 5? 36.60) + = (4 + j 3) + (21 – j 20) + (15 + j 8) = 40 – j 9 = 41 ? -12.68o = 1000 Watt = I Z1 = 5? 53.07o = 85? 81.87) + 29(cos 43.22 Arus Bolak-Balik 54 .68o I V 250 ? 40.45 o = ? ? 5 ? 53.45o = 12.87o + 29 ? -43.87o = 25? 90o = 0 + j 25 = I Z2 = 5? 53.68 40.13o ampere o Z 41? ? 12.07) = 5 (cos 36. Zt = Z1 + Z2 + Z3 = 5? 36.60o + 17 ? 28.87 + j sin 36. 53.20o = (13 + j 84) Modul.69o = VI cos ? = 205 x 5 x cos 12.07 + j sin 28.13o – 40.45o = 12. ? P d.13o x 17? 28.13o – 40.a.45 V c.60o = 145? 9.13o x 29? -42. Vab Vbc Vcd = sudut fase antara arus dan tengan = 53.

FIS.45o Modul.22 Arus Bolak-Balik 55 .Jika beda tegangan pada ujung-ujung impedansi dijumlahkan diperoleh: V = Vab + Vbc + Vcd = (0 + j 25) + (143 + j 24) + (13 + j 84) = (156 + j 133) = 205? 40.

2.2. Cek Kemampuan Siswa 2.1. 4. Penyelesaian Tes Formatif 4.4.1. Sistematika Peyusunan Laporan 6. Cara merangkai alat 3. Membaca Modul 1. Persiapan Alat dan Bahan Sub total Skor Maks.5.3.1. Tanggung Jawab 5. Membaca alat ukur listrik 3. Induk Program Keahlian Nama Jenis kegiatan : : : : PEDOMAN PENILAIAN No.5.2. Kemandirian Sub total Laporan 6.1.1. Ketelitian 5.1.22 Arus Bolak-Balik 56 . Melaksanakan Kegiatan 1 dan 2 Sub total Kinerja Siswa 3. Sub total Produk Kerja 4. Banyak bertanya 3. Penyajian Data 6.FIS. Penyelesaian Kegiatan Lab. 1 I Aspek Penilaian 2 Persiapan 1.4.4. Cara menyampaikan pendapat.3. Menulis satuan pengukuran 3.LEMBAR PENILAIAN SISWA Nama Peserta No. Penarikan Simpulan 10 VI Sub total Total 10 100 Modul. 3 Skor Perolehan 4 Keterangan 5 5 II Pelaksanaan Pembelajaran 2.2.3. Inisiatif 5.4.2.3. Penyelesaian Tugas 4.2. Penyajian Pustaka 6. Analisis Data 6. Penyelesaian Evaluasi Sub total 35 20 III 25 IV V Sikap / Etos Kerja 5.

5. ? Cara membaca tidak benar ? Menulis satuan dengan benar ? Tidak benar menulis satuan ? Banyak bertanya ? tidak bertanya ? Cara menyampaikan pendapatnya baik ? Kurang baik dalam menyampaikan 10 1 10 1 2.3. Cara merangkai alat 5 1 5 1 5 1 5 1 5 1 3.2.1. 1 I Aspek Penilaian 2 Persiapan 1.4.2.KRITERIA PENILAIAN No. Melaksanakan Kegiatan 1 dan 2 III Kinerja Siswa 3. ? Melaksanakan tidak sesuai ketentuan ? Merangkai alat dengan benar ? Merangkai alat kurang benar. ? Cara membaca skala alat ukur benar. ? Alat dan bahan disiapkan tidak sesuai kebutuhan Skor 4 2 1 3 1 II Pelaksananan Proses Pembelajaran 2.22 Arus Bolak-Balik 57 .FIS. Banyak bertanya 3. ? Siswa tidak bisa menyelesaikan ? Melaksanakan kegiatan dengan baik.1. Menulis satuan pengukuran 3.2. Membaca alat ukur listrik 3. Membaca Modul 1.1. Persiapan Alat dan Bahan Kriterian penilaian 3 ? Membaca Modul ? Tidak membaca Modul ? Alat dan bahan sesuai dengan kebutuhan. Cara menyampaikan pendapat Modul. Cek Kemampuan Siswa ? Siswa yang mempunyai kemapuan baik.

4.2. ? Bekerja dengan banyak perintah VI Laporan 6. Inisiatif 5.3. Penyelesaian Tugas 4. Kemandirian 6. ? Tidak terdapat penyajian pustaka 7 1 5 1 8 1 10 5 4.22 Arus Bolak-Balik 58 . ? Kualitas Tugasnya baik ? Kualitasnya rendah ? Kualitas kegiatan lab. Penyelesaian Evaluasi V Sikap / Etos Kerja 5.3.1. Sistematika Peyusunan Laporan ? Laporan sesuai dengan sistematika yang telah ditentukan.2.2. Penyelesaian Kegiatan Lab. ? Terdapat penyajian pustaka.nya baik ? Kualitas rendah ? Skor Tes Formatifnya baik ? Skor Tes Formatif Rendah ? Memahami Konsep dengan baik. ? Kurang memahami konsep ? Membereskan kembali alat dan bahan yang telah dipergunakan ? Tidak memberes-kan alat dan bahan ? Tidak melakukan kesalahan kerja ? Banyak melakukan kesalahan kerja ? Memiliki inisiatif kerja ? Kurang memliki inisiatif ? Bekerja tanpa banyak perintah. Penyelesaian Tes Formatif 4.4.1.pendapatnya IV Kualitas Produk Kerja 4. Tanggung Jawab 2 1 3 1 3 1 2 1 2 1 2 1 5.FIS. ? Laporan tidak sesuai sistematika. Penyajian Pustaka Modul. Ketelitian 5.1.

3. Penyajian Data ? Data disajikan dengan rapi.5. ? Tepat dan benar ? Simpulan kurang tepat. Analisis Data 6. ? Data tidak disajikan. ? Analisisnya benar.4. Penarikan Simpulan.22 Arus Bolak-Balik 59 . 2 1 2 1 6. Modul.FIS. ? Analisisnya salah.6.

BAB IV. Atau apabila anda telah menyelesaikan seluruh evaluasi dari setiap modul. anda berhak untuk mengikuti tes praktik untuk menguji kompetensi yang telah anda pelajari.FIS. Modul. maka anda berhak untuk melanjutkan ke topik/modul berikutnya. Apabila anda dinyatakan memenuhi syarat kelulusan dari hasil evaluasi dalam modul ini. maka hasil yang berupa nilai dari guru/instruktur atau berupa portofolio dapat dijadikan sebagai bahan verifikasi oleh asosiasi profesi.22 Arus Bolak-Balik 60 . Mintalah pada guru/instruktur untuk melakukan uji kompetensi dengan sistem penilaian yang dilakukan secara langsung oleh asosiasi profesi yang berkompeten apabila anda telah menyelesaikan suatu kompetensi tertentu. PENUTUP Setelah menyelesaikan modul ini. Kemudian selanjutnya hasil tersebut dapat dijadikan sebagai penentu standar pemenuhan kompetensi tertentu dan bila memenuhi syarat anda berhak mendapatkan sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh asosiasi profesi.

Indonesia: Karunika. Arus Rangga. Elektronika Terpadu. FISIKA 3 SMA kelas 3 semester lima & enam.FIS.DAFTAR PUSTAKA Paseno. Surakarta. Sutrisno. Millman dan Halkias. Indonesia: Erlangga. Jakarta. Jakarta. 1986. Bandung. 1979.22 Arus Bolak-Balik 61 . Modul. Indonesia: ITB Bandung. Indonesia: Widya duta. 1990. Listrik Magnet. 1986. Soetarmo.