Anda di halaman 1dari 28

Diskusi kasus

TYPHUS ABDOMINALIS

oleh :

KEPANITERAAN KLINIK UPF / LABORATORIUM FARMASI FAKULTAS KEDOKTERAN UNS / RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA 1

2008 STATUS PENDERITA I. IDENTITAS PENDERITA Nama Umur Jenis Kelamin Agama Alamat Nama ayah Pekerjaan ayah Nama Ibu Pekerjaan Ibu No. CM II. ANAMNESIS Anamnesis diperoleh dari ibu penderita tanggal 13 Juni 2004. Penderita adalah anak kedua dari 2 bersaudara. Anak meninggal (-), keguguran (-), anak lahir meninggal (-), Ibu menikah 1 kali, ayah menikah 1 kali. A. Pohon Keluarga : An. G : 5 tahun : laki-laki : Islam : Jl. Arif Rahman 112, Surakarta : Tn. S : Swasta : Ny. Y : IRT : 68 52 03

Tanggal pemeriksaan : 28 Januari 2008

An G, 5 th

B. Riwayat Keluarga Penderita 1. Anak I, laki-laki, 7 tahun, lahir spontan, bidan, 3300 gram. 2. Anak II, laki-laki, 5 tahun, lahir spontan, dokter, 3500 gram. C. Keluhan Utama : mencret D. Riwayat Penyakit Sekarang 5 jam SMRS penderita mencret, kurang lebih 9 kali, setiap mencret kurang lebih 50-100 cc. warna coklat, berbau (-), lendir (-), darah (-). 1 hari SMRS, jam 23.00 penderita panas tinggi, tidak turun sampai sekarang. Diberi obat penurun panas, panas tidak turun. Pagi tadi penderita muntah 3 kali, berupa cairan sekitar 25-50 cc. BAK terakhir jam 17.00, warna kuning, hanya sedikit. Nafsu makan menurun, minum sedikit. Sebelum mencret penderita makan seperti biasa, tidak makan jajanan dari luar. E. Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat penyakit serupa Riwayat mondok : (-) Riwayat ganti-ganti susu (-) Riwayat pharingitis/tonsilis : (+) F. Riwayat Penyakit Keluarga dan Lingkungan Riwayat sakit serupa : (-) Riwayat lingkungan penyakit serupa : (-) 3 : : (-) : (-)

Riwayat alergi obat dan makanan

Riwayat alergi makanan dan obat : (-)

G. Status imunisasi Jenis BCG DPT Polio Campak Hepatitis B I 2 bulan 2 bulan 2 bulan 9 bulan 3 bulan II 3 bulan 3 bulan 4 bulan III 4 bulan 4 bulan 9 bulan IV 7 bulan -

H. Riwayat Pertumbuhan dan Perkembangan : I. Keadaan kesehatan Ayah Ibu : baik : baik Mulai Senyum Mulai Miring Mulai Tengkurap Mulai Duduk : 3 bulan : 4 bulan : 5 bulan : 6 bulan

Gigi keluar : 8 bulan Berdiri Berjalan : 9 bulan : 12 bulan

J. Makan Minum Anak

ASI diberikan sejak lahir sampai

usia 2 tahun. Diberhentikan karena disapih. Frekuensi tiap kali menangis, lama menyusui + 5 menit, bergantian kanan kiri. Susu buatan merek Bebelac & Lactogen I & II diberikan sejak umur 3 bulan, sampai 2 bulan yang lalu, 2 bulan yang lalu ganti susu bendera. Frekuensi 6 kali perhari, takaran 1 gelas. Buah diberi pisang, jeruk, pepaya Bubur sumsum tidak pernah sejak usia 6 bulan, frekuensi 3-4 x tiap minggu. diberikan. Bubur susu yang diberikan merk Nasi tim sejak usia 8 bulan SUN, sejak umur 4 bulan, frekuensi 3x/hari. frekuensi 3 kali sehari. daging sejak umur 8 bulan. K. Pemeliharaan kehamilan : Bidan :I II : 1 x/ bulan : 2 x / bulan Nasi sejak usia 1 tahun. Lauk + pauk jenis tahu, tempe, telur,

Periksa di Frekuensi

III : 2 x / bulan Penyakit kehamilan : flu Obat yang diminum : multivitamin, tablet besi, obat flu yang dijual bebas. L. Riwayat kelahiran

Lahir di RS ditolong dokter umur kehamilan 9 bulan, partus spontan, menangis kuat segera sesudah lahir, BBL 3500 gram, PB saat lahir 45 cm.

M.

Riwayat post natal

Periksa di bidan sejak lahir, frekuensi tiap bulan. N. Keluarga Berencana

Ibu menggunakan KB suntik. I. PEMERIKSAAN A. Keadaan Umum Derajat kesadaran Status gizi B. Vital sign Tekanan darah Nadi Respirasi Suhu BB TB C. Kulit Sawo matang, kelembaban baik D. Kepala Bentuk mesocephal, rambut hitam sukar dicabut, sembab muka (-) E. Mata Conjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-), mata cowong (-/-), air mata (-/-) F. Hidung Nafas cuping hidung (-), sekret (-) G. Mulut Bibir sianosis (-), mukosa basah (-), lidah kotor (-), tremor (-), tepi hiperemis (-) H. Telinga Daun telinga dalam batas normal, kanalis auricularis lapang, tragus pain (-), dischange (-) 6 : 150/85 mmHg : 168 x/menit, reguler, simetris, isi dan tegangan lemah : 28 x/menit. : 39,9 C : 19 kg : 114 cm : lemah : somnolen : gizi baik

I. Tenggorok Tonsil = T1-T1, Faring hiperemis (-) J. Leher Bentuk normocolli, limfonodi cervicalis tidak membesar, trakea di tengah K. Thorax Retraksi (-), bentuk normochest Cor : Inspeksi Palpasi Perkusi : ictus cordis tidak tampak : ictus cordis tidak kust angkat : Batas kiri atas Batas kanan atas Auskultasi Pulmo : Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi : SIC II LPSS : SIC II LPSD Batas kiri bawah : SIC IV 1 cm medial LMCS Batas kanan bawah: SIC IV LPSD : BJ I II intensitas normal/reguler, bising (-) : Pengembangan dada kanan = kiri : Fremitus raba kanan = kiri : Sonor/sonor : SD veskuler +/+ normal Suara tambahan : RBK -/-, RBH -/-, wheezing -/L. Abdomen Inspeksi Perkusi Palpasi M. Genital Phymosis (-), Hidrocelle (-) N. Extremitas Akral dingin + + + + edema : dinding perut sejajar dinding dada : timpani (+) : otot dinding perut supel, nyeri tekan s.d.e, hepar dan lien tidak teraba, turgor baik Auskultasi : peristaltik (+) normal

O. Pemeriksaan neurologi 7

Kordinasi Sensorium

: baik : sensorium + +

Reflek fisiologis : Biseps Triseps Patella Achiles Reflek patologis : Chaddock Gordon II. PEMERIKSAAN PENUNJANG

+ + : 2+/2+ : 2+/2+ : 2+/2+ : 2+/2+ : -/: -/-

Appenheim : -/-

Laboratorium Darah tanggal 13 Juni 2004 Hb Hct AT AL GDS Ur Cr : 13,6 g/dl : 44,0 % : 529.103 UL : 16,3.103 UL : 132 : 42 : 1,3

Gol darah : O

III. RESUME Datang seorang pasien laki-laki berusia 5 tahun dengan keluhan utama mencret. 5 jam SMRS penderita mencret, kurang lebih 9 kali, setiap mencret kurang lebih 50-100 cc. warna coklat, berbau, lendir (-), darah (+). 1 hari SMRS, jam 23.00 penderita panas tinggi, tidak turun sampai sekarang. Diberi obat penurun panas, panas tidak turun. Pagi tadi penderita muntah 3 kali, berupa cairan sekitar 25-50 cc. BAK terakhir jam 17.00, warna kuning, hanya sedikit. Nafsu makan menurun, minum sedikit. Dari pemeriksaan fisik didapatkan Keadaan umum : lemah, somnolen, gizi baik 8

Tanda vital

:T N

: 110/85 : 168 x/menit, reguler, simetris, isi dan tegang lemah

RR : 28 x/menit Suhu : 39.9 C Mata Mulut Abdomen IV. : cowong -/-, air mata -/: mukosa basah (-) : tugor baik

DIAGNOSA KERJA 1. Diare akut dengan dehidrasi berat e/c DD : Rotavirus Bakteri Parasit Malabsorbsi

V.

PENATALAKSANAAN 1. Mondok Bangsal 2. Planning 3. Diagnosa : - Periksa darah lengkap & AGD - Periksa urin dan feces rutin 4. Monitoring : - Keadaan Umum & Vital Sign / 1 jam - Balance Cairan / 8 jam 5. Terapi Infus RL 2 jalur 10 cc/ kgBB 10 menit I Infus RL 2 jalur 10 cc/ kgBB 10 menit II Infus RL 2 jalur 30 cc/ kgBB 1 jam Infus 2 jalur Asering 32 tpm ( 4 jam ) KaEN 3B 32 tpm ( 4 jam ) 9

Koreksi K+ : D5% (100cc) + KCl 38 mEq (8 jam) 18 tpm mikro Injeksi Ampicillin 400 mg/ 8 jam Paracetamol 200 mg k/p Oralit 200 cc tiap diare Koreksi K+ ( K = 2,57) 2 mEq x BB = 2 x 19 = 38 mEq dalam D5% 100 cc 8 jam 6. Edukasi Banyak minum dan jaga kebersihan 3. Diet BB : 19 kg. TB : 114 cm BB 19 = x 100 % = 105,5 % gizi baik TB 18 BB 114 = x 100 % = 104,6 % gizi baik TB 109 BB 19 = x 100 % = 95 % gizi baik TB 20 Kesimpulan : Gizi Baik Kebutuhan kalori = 90 x 19 kg = 1710 kal / hari

Kebutuhan Karbohidrat = 70% x 1710 kal = 1197 kal Kebutuhan Protein Kebutuhan Lemak = 20% x 1710 kal = 342 kal = 10% x 1710 kal = 171 kal

VI.

PROGNOSIS Ad vitam Ad sanam : baik : baik

Ad fungsionam : baik 10

11

FOLLOW UP Tanggal 13 6 2004 jam 20.00 S:O VS : KU : lemah, somnolen : T : 110/80 mmHg Rr : 28x / menit N : 158x /menit S : 39,9 C

Mata : Cowong (-/-), Air mata (-/-) Mulut : Bibir kering (+), Mukosa basah (-) Hidung : NCH (-) Thorax : retraksi (-) Cor : BJ I-II, int N, regular, bising (-) Pulmo : SD : Vesikuler (+/+), ST : (-/-) Abdomen : supel, NT (sde), H/L tak teraba, peristaltic (+) meningkat, tugor baik. + + + + Akral dingin

Assesment : Diare akut dengan dehidrasi berat Terapi : - O2 : 3 liter/ menit - Infus RL 2 jalur 10 cc/ kgBB 10 menit I

Jam 20.10 S O VS :: KU : lemah, somnolen : T : 110/85 mmHg Rr : 32x/ menit N : 140x /menit S : 39,1 C

Mata : Cowong (-/-), Air mata (-/-) Mulut : Bibir kering (+), Mukosa basah (-) Hidung : NCH (-) Thorax : retraksi (-) 12

Cor : BJ I-II, int N, regular, bising (-) Pulmo : SD : Vesikuler (+/+), ST : (-/-) Abdomen : supel, NT (sde), H/L tak teraba, peristaltic (+) meningkat, tugor baik + + + + Akral dingin

Assesment : Diare akut dengan dehidrasi berat Terapi : - O2 3 liter / menit - infus RL 2 jalur 10 cc/ kgBB 10 menit II

Jam 20.20 S O VS :: KU : lemah, somnolen : T : 110/70 mmHg Rr : 32 x/ menit N : 140x /menit S : 39,3 C

Mata : Cowong (-/-), Air mata (-/-) Mulut : Bibir kering (+), Mukosa basah (-) Hidung : NCH (-) Thorax : retraksi (-) Cor : BJ I-II, int N, regular, bising (-) Pulmo : SD : Vesikuler (+/+), ST : (-/-) Abdomen : supel, NT (sde), H/L tak teraba, peristaltic (+) meningkat, tugor baik + + + + Akral dingin

Assesment : Diare akut dengan dehidrasi berat Terapi : - O2 : 3 liter / menit - infus Dextran 10 cc/ kgBB 10 menit I - AGD Hasil AGD : pH pCO2 : 7,425 (7,35- 7,45) : 25,8 (35,0-45,0) 13

pO2 BE cHCO3 Na K tHb SO2 Hct

: 180,4 (80-100) : -6,2 : 16,6 : 129,7 ( 135-148) : 2,57 (3,5-4,5) : 13 g/dl : 99,5% : 39 (35-50)

ctCO2 : (p) : 17,4

Jam 20.30 S O VS :: KU : lemah, somnolen : T : 110/65 mmHg Rr : 32 x/ menit N : 140x /menit S : 39,3 C

Mata : Cowong (-/-), Air mata (-/-) Mulut : Bibir kering (+), Mukosa basah (-) Hidung : NCH (-) Thorax : retraksi (-) Cor : BJ I-II, int N, regular, bising (-) Pulmo : SD : Vesikuler (+/+), ST : (-/-) Abdomen : supel, NT (sde), H/L tak teraba, peristaltic (+) meningkat, tugor baik + + + + Akral dingin

Assesment : Diare akut dengan dehidrasi berat Terapi : - O2 : 3 liter / menit - infus Dextran 10 cc/ kgBB 10 menit II

14

Jam 20.40 S O VS : urine 200 cc : KU : lemah, somnolen : T : 110/60 mmHg Rr : 36 x/ menit N : 140x /menit S : 38,3 C

Mata : Cowong (-/-), Air mata (-/-) Mulut : Bibir kering (+), Mukosa basah (-) Hidung : NCH (-) Thorax : retraksi (-) Cor : BJ I-II, int N, regular, bising (-) Pulmo : SD : Vesikuler (+/+), ST : (-/-) Abdomen : supel, NT (sde), H/L tak teraba, peristaltic (+) meningkat, tugor baik + + + + Akral dingin

Assesment : Diare akut dengan dehidrasi berat Terapi : - O2 : 3 liter / menit - infus RL 2 jalur 30 cc/ kgBB 1 jam

Jam 21.40 S O VS :: KU : lemah, somnolen : T : 110/60 mmHg Rr : 36x /menit N : 140x /menit S : 39,3 C

Mata : Cowong (+/+), Air mata (-/-) Mulut : Bibir kering (+), Mukosa basah (-) Hidung : NCH (-) Thorax : retraksi (-) Cor : BJ I-II, int N, regular, bising (-) Pulmo : SD : Vesikuler (+/+), ST : (-/-) Abdomen : supel, NT (sde), H/L tak teraba, peristaltic (+) meningkat, tugor baik 15

Akral dingin

+ + Assesment : Diare akut dengan dehidrasi berat Terapi : - O2 3 liter / menit - infus RL 2 jalur 30 cc/ kgBB 1 jam Jam 22.40 S O VS :: KU : lemah, somnolen : T : 110/60 mmHg Rr : 36x /menit N : 140x /menit S : 39,3 C

Mata : Cowong (+/+), Air mata (-/-) Mulut : Bibir kering (+), Mukosa basah (-) Hidung : NCH (-) Thorax : retraksi (-) Cor : BJ I-II, int N, regular, bising (-) Pulmo : SD : Vesikuler (+/+), ST : (-/-) Abdomen : supel, NT (sde), H/L tak teraba, peristaltic (+) meningkat, tugor baik + + Akral dingin + + Assesment : Diare akut dengan dehidrasi berat Terapi : - O2 3 liter / menit - infus RL 2 jalur 30 cc/ kgBB Tanggal 14 6 - 2004 Jam 00.30 S O VS : BAB : 1x, BAK : 2x (@ 100cc), sudah mau minum sedikit-sedikit : KU : lemah, somnolen : T : 100/60 mmHg Rr : 36x /menit N : 120x /menit, reg., lemah, isi & tegangan cukup S : 38,8 C

Mata : Cowong (-/-), Air mata (-/-) Mulut : Bibir kering (+), Mukosa basah (-) 16

Hidung : NCH (-) Thorax : retraksi (-) Cor : BJ I-II, int N, regular, bising (-) Pulmo : SD : Vesikuler (+/+), ST : (-/-) Abdomen : supel, NT (sde), H/L tak teraba, peristaltic (+) meningkat, tugor baik Akral dingin Assesment : Diare akut dengan dehidrasi berat terehidrasi Terapi : - O2 3 liter / menit infus Asering ( 32 tpm) infus KaEN 3B (32 tpm) D5% + KCl 38 mEq (dalam 8 jam) Oralit 200 cc tiap kali muntah atau mencret Paracetamol 200 mg k/p

Jam 02.30 S O VS : BAB : 3x (cair), BAK : 1x (100cc) : KU : sedang, somnolen : T : 110/70 mmHg Rr : 32x /menit N : 124x /menit, kuat, reg., isi & tegangan cukup S : 38,8 C

Mata : Cowong (-/-), Air mata (-/-) Mulut : Bibir kering (+), Mukosa basah (-) Hidung : NCH (-) Thorax : retraksi (-) Cor : BJ I-II, int N, regular, bising (-) Pulmo : SD : Vesikuler (+/+), ST : (-/-) Abdomen : supel, NT (sde), H/L tak teraba, peristaltic (+) meningkat, tugor baik Terapi : - O2 3 liter / menit infus Asering ( 32 tpm) 17 Akral dingin :

Assesment : Diare akut dengan dehidrasi berat sudah terehidrasi

infus KaEN 3B (32 tpm) D5% + KCl 38 mEq (dalam 8 jam) Oralit 200 cc tiap kali muntah atau mencret Paracetamol 200 mg k/p

Jam 04.30 S O VS : BAB : 1x (ampas), BAK : 1x (250 cc) : KU : sedang, gelisah : T : 110/70 mmHg Rr : 32x /menit N : 120x /menit, kuat, reg., isi & tegangan cukup S : 38,7 C

Mata : Cowong (-/-), Air mata (-/-) Mulut : Bibir kering (+), Mukosa basah (-) Hidung : NCH (-) Thorax : retraksi (-) Cor : BJ I-II, int N, regular, bising (-) Pulmo : SD : Vesikuler (+/+), ST : (-/-) Abdomen : supel, NT (sde), H/L tak teraba, peristaltic (+) meningkat, tugor baik Akral dingin

Assesment : Diare akut dengan dehidrasi berat sudah terehidrasi Terapi : - O2 3 liter / menit infus KaEN 3B (20 tpm) D5% + KCl 38 mEq (dalam 8 jam) Oralit 200 cc tiap kali muntah atau mencret Paracetamol 200 mg k/p

18

Tanggal 14 6 2004 Jam 09.00 S O VS : BAB : 1x (lendir), mual, panas (+), : KU : sedang, CM : T : 90/60 mmHg Rr : 36x /menit N : 120x /menit S : 38,2 C

Mata : CA (-/-), SI (-/-), Cowong (-/-), Air mata (+/+) Mulut : Bibir kering (-), Mukosa basah (-) Hidung : NCH (-), sekret (-) Thorax : retraksi (-) Cor : BJ I-II, int N, regular, bising (-) Pulmo : SD : Vesikuler (+/+), ST : (-/-) Abdomen : supel, NT (sde), H/L tak teraba, peristaltic (+) meningkat, tugor baik Ass - Rotavirus - shigella Planning : 1. Diagnosa : LED, Diff. count Feces dan urin rutin KU dan VS Status hidrasi infus KaEN 3B (20 tpm makro) inj. Ampicillin 400mg/8 jam Oralit 200 cc tiap kali muntah atau mencret Paracetamol 200 mg k/p 19 Akral dingin

: Diare akut dengan dehidrasi berat sudah terehidrasi e/c DD: - Amuba - E. Coli

2. Monitoring :

3. Terapi :

CTM 2mg, Bromhexin 4 mg (3x1) Domperidon 3 x 5 g

Hasil Lab (tgl 14-6-2004) : Urinalisa : pH :7 protein : (-) Glukosa: (-) Eritrosit : 0-1 Lekosit : 0-1 Epitel gepeng : 0-1/ LPK Feces : Warna : hitam Konsistensi : lunak Lendir : (+) Pus : (-) Darah : (-)

20

Tanggal 15 6 2004 S O VS : BAB : 5x (cairan+lendir), panas (-), batuk (+) : KU : sedang, CM : T : 100/70 mmHg Rr : 36x /menit N : 132x /menit S : 38,2 C

Mata : CA (-/-), SI (-/-), Cowong (-/-), Air mata (-/-) Mulut : Bibir kering (+), Mukosa basah (-) Hidung : NCH (-), sekret (-) Thorax : retraksi (-) Cor : BJ I-II, int N, regular, bising (-) Pulmo : SD : Vesikuler (+/+), ST : (-/-) Abdomen : supel, NT (sde), H/L tak teraba, peristaltic (+) meningkat, tugor baik Ass Planning : 1. Diagnosa : 2. Monitoring : KU dan VS Status hidrasi infus KaEN 3B (20 tpm makro) inj. Ampicillin 400mg/8 jam Oralit 200 cc tiap kali muntah atau mencret Paracetamol 200 mg k/p CTM 2mg, Bromhexin 4 mg (3x1) Domperidon 3 x 5 g Lacto B 3x1 Akral dingin

: Diare akut dengan dehidrasi berat sudah terehidrasi e/c Rotavirus

3. Terapi :

4. Edukasi : 21

Jaga kebersihan

Tanggal 16 6 2004 S O VS : BAB : 2x (ampas), panas (-), batuk (+) : KU : sedang, CM : T : 100/70 mmHg Rr : 36x /menit N : 112x /menit S : 37,2 C

Mata : CA (-/-), SI (-/-), Cowong (-/-), Air mata (-/-) Mulut : Bibir kering (-), Mukosa basah (-) Hidung : NCH (-), sekret (-) Thorax : retraksi (-) Cor : BJ I-II, int N, regular, bising (-) Pulmo : SD : Vesikuler (+/+), ST : (-/-) Abdomen : supel, NT (sde), H/L tak teraba, peristaltic (+) meningkat, tugor baik Ass Akral dingin

: Diare akut dengan dehidrasi berat sudah terehidrasi e/c Rotavirus

Planning : 1. Diagnosa : LED, Diff. count Feces dan urin rutin KU dan VS Status hidrasi infus KaEN 3B (20 tpm makro) infus aff inj. Ampicillin 400mg/8 jam Oralit 200 cc tiap kali muntah atau mencret Paracetamol 200 mg k/p CTM 2mg, Bromhexin 4 mg (3x1) 22

2. Monitoring :

3. Terapi :

Domperidon 3 x 5 g Lacto B 3x1

4. Edukasi : Jaga kebersihan Tanggal 17 6 2004 S O VS : BAB : : KU : sedang, CM : T : 110/80 mmHg Rr : 32x /menit N : 140x /menit S : 37,5 C

Mata : CA (-/-), SI (-/-), Cowong (-/-), Air mata (-/-) Mulut : Bibir kering (+), Mukosa basah (-) Hidung : NCH (-), sekret (-) Thorax : retraksi (-) Cor : BJ I-II, int N, regular, bising (-) Pulmo : SD : Vesikuler (+/+), ST : (-/-) Abdomen : supel, NT (sde), H/L tak teraba, peristaltic (+) meningkat, tugor baik Ass Akral dingin : Diare akut dengan dehidrasi berat sudah terehidrasi e/c Rotavirus

Planning : 1. Diagnosa : LED, Diff. count Feces dan urin rutin KU dan VS Status hidrasi Oralit 200 cc tiap kali muntah atau mencret Paracetamol 200 mg k/p CTM 2mg, Bromhexin 4 mg (3x1) Domperidon 3 x 5 g Lacto B 3x1 23

2. Monitoring :

3. Terapi :

Boleh Pulang Jaga kebersihan

4. Edukasi :

24

ANALISA KASUS 1. Diare akut pada kasus ini ditegakkan atas dasar : Anamnesis : defekasi encer lebih dari 3x sehari, yang terjadi mendadak, kurang dari 14 hari pada anak yang sebelumnya sehat. 2. Derajat dehidrasi ditentukan dengan kriteria :
1 Penilaian Lihat Keadaan umum Mata Air mata Mulut & lidah Rasa haus 2 3 Periksa Turgor kulit Hasil Pemeriksaan A Baik/sadar Normal Ada Basah Minum bisa tidak haus Kembali cepat Tanpa dehidrasi B Gelisah/rewel Cekung Tidak ada Kering Haus ingin minum hangat Kembali lambat Dehidrasi ringan/ sedang 1 tanda di (+) 1/> tanda lain C Lesu, lunglai atau tidak sadar Sangat cekung dan kering Tidak ada Sangat kering Malas minum/tidak bisa minum Kembali sangat lambat Dehidrasi berat 1 tanda di (+) 1> tanda lain

Pada kasus ini didapatkan lesu, lemah, mata cekung, air mata tidak ada, mukosa mulut kering, malas minum, sehingga termasuk dalam derajat dehidrasi berat. 3. Penderita panas, sebelumnya muntah-muntah, frekuensi tinja cair sampai 10 kali atau lebih, konsistensi lunak, warna hitam kemungkinan besar disebabkan oleh rotavirus. Namun pada kasus ini masih di DD dengan bakteri dan parasit, karena untuk membuktikannya dengan menggunakan kultur feses, walaupun dari hasil laboratorium feces rutin ditemukan hasil eritrosit, lekosit, protozoa maupun telur cacing negatif.

25

TINJAUAN PUSTAKA DIARE AKUT Definisi : Diare adalah defekasi encer lebih dari 3 kali sehari, dengan atau tanpa darah atau lendir dalam tinja. Sedang diare akut adalah diare yang terjadi secara mendadak pada bayi dan anak yang sebelumnya sehat. Etiologi : 1. Faktor Infeksi : a. Infeksi enteral : infeksi saluran pencernaan yang merupakan penyebab utama diare pada anak. Meliputi: virus (Rotavirus, Adenovirus, Norwalk); bakteri (Shigella, Salmonella, E.Coli, Vibrio); parasit (protozoa: E. Histolytica, G. lamblia, Balantidium coli; cacing perut: Askaris, Trikuris, Strongiloides; dan jamur: Kandidiasis) b. Infeksi parenteral : infeksi di bagian tubuh yang lain di luar alat pencernaan, seperti Otitis Media Akut (OMA), Tonsilofaringitis, Bronkopneumonia, Ensefalitis dan sebagainya. Keadaan ini terutama terdapat pada bayi dan anak berumur di bawah 2 tahun. 2. Malabsorpsi : karbohidrat (intoleransi laktosa), protein atau lemak. 3. Makanan : makanan basi, beracun, alergi terhadap makanan. 4. Imunodefisiensi 5. Psikologis : rasa takut dan cemas Berdasarkan patofisiologinya, maka penyebab diare dibagi menjadi : 1. Diare Sekresi, yang disebabkan oleh infeksi virus, kuman patogen dan apatogen; hiperperistaltik usus halus akibat bahan kimia atau makanan, gangguan psikis, gangguan saraf, hawa dingin, alergi; dan defisiensi imun terutama IgA sekretorik. 2. Diare Osmotik, yang dapat disebabkan oleh malabsorpsi makanan, kekurangan kalori protein (KKP), atau bayi berat badan lahir rendah dan bayi baru lahir.

26

Pada diare akan terjadi kekurangan air (dehidrasi), gangguan keseimbangan asambasa (asidosis metabolik), yang secara klinis berupa pernapasan Kussmaul, hipoglikemia, gangguan gizi, dan gangguan sirkulasi. Manifestasi klinis Mula-mula bayi atau anak menjadi cengeng, gelisah, suhu badan mungkin meningkat, nafsu makan berkurang atau tidak ada, kemudian timbul diare. Tinja mungkin cair, mungkin mengandung darah dan atau lendir, warna tinja berubah menjadi kehijau-hijauan karena bercampur empedu. Karena seringnya defekasi, anus dan sekitarnya lecet karena tinja makin lama menjadi asam akibat banyaknya asam laktat, yang terjadi dari pemecahan laktosa yang tidak dapat diabsorbsi oleh usus. Gejala muntah dapat terjadi sebelum atau sesudah diare. Bila penderita telah banyak kehilangan air dan elektrolit terjadilah gejala dehidrasi. Berat badan turun, pada bayi ubun-ubun besar cekung, tonus dan turgor kulit berkurang selaput lendir mulut dan bibir terlihat kering. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan Laboratorium penting artinya dalam menegakkan diagnosis (kausal) yang tepat sehingga kita dapat memberikan obat yang tepat pula. Pemeriksaan yang perlu dikerjakan. a. Pemeriksaan tinja Makroskopis dan mikroskopis Biakan kuman untuk mencari kuman penyebab Tes resistensi terhadap berbagai antibiotik PH dan kadar gula darah jika diduga ada sugar intolerance b. Pemeriksaan Darah Darah lengkap PH, cadangan alkali dan elektrolit untuk menentukan gangguan keseimbangan asam dan basa Kadar ureum untuk mengetahui adanya gangguan faal ginjal 27

Penatalaksanaan Secara garis besar pengobatan diare dapat dibagi dalam : a. Pengobatan kausal b. Pengobatan simtomatik c. Pengobatan cairan d. Pengobatan dietetic

28