Anda di halaman 1dari 69

Pelayanan Kedokteran Keluarga

( The American Academy of Family physician,1969; Geyman,1971;McWhinney,1981;Ikatan Dokter Indonesia,1982)

Pelayanan kedokteran personal, menyeluruh,terpadu, berkesinambungan dan proaktif serta lebih memusatkan perhatian dan tanggung jawabnya pada pemeliharaan dan peningkatan kesehatan seluruh anggota keluarga sebagai satu unit, dalam kaitan komunitas dan lingkungan dimana keluarga itu berada, bukan pada golongan umur, jenis kelamin, organ tubuh, jenis penyakit dan atau keluhan tertentu saja.

Pelayanan Kedokteran Keluarga


Pelayanan paripurna, berkesinambungan Semua ; keluhan, penyakit, usia, jenis kelamin Integrasi faktor fisik, psikologis, sosial, budaya dan eksistensial Menjalankan fungsi profesionalnya ; health promotion, pencegahan penyakit, pengobatan dan perawatan, pemulihan

Ciri Ciri Disiplin Ilmu Praktik Umum / Kedokteran Keluarga


Titik kontak medis pertama Efisien melalui pelayanan yang terkoordinasi Menekankan pada perseorangan Komunikasi yang efektif Pelayanan yang berkesinambungan Prevelensi dan insiden keluhan penyakit dalam komunitas Akut maupun kronik Tidak terdeferensiasi pada tahap awal Mempromosikan kesehatan Tanggung jawab terhadap komunitas Multidimensi

Dokter Keluarga :
(The American Academic of General Practice, 1947;The American Board of Family Practice, 1969; Ikatan Dokter Indonesia,1982;Singapore College of General Practice, 1987)

Dokter yang bertanggung jawab menyelenggarakan pelayanan kesehatan personal, menyeluruh, terpadu, berkesinambungan dana proaktif yang dibutuhkan oleh pasiennya dalam kaitan sebagai anggota dari satu unit keluarga, komunitas serta lingkungan dimana pasien tersebut berada , serta apabila kebetulan berhadapan dengan suatu masalah kesehatan khusus yang tidak mampu ditanggulangi lagi, bertindak sebagai koordinator dalam merencanakan konsultasi dan/atau rujukan yang diperlukan kepada dokter ahli yang sesuai.

Komponen Kompetensi yang harus dikuasai oleh dokter keluarga :


1. 2. 3. 4. 5. 6. Manajemen pelayanan primer Pelayanan yang menekankan pada individu Ketrampilan pemecahan masalah khusus Pendekatan komprehensif Orientasi keluarga dan komunitas Holistik Modelling

Komponen komponen ketrampilan yang dibutuhkan :

A. Tuntutan Klinis (Diagnosis &tindakan)

B. Komunikasi dengan pasien


A. Manajemen kasus (case management) -manajemen risiko

Nilai (values) Sistem Pelayanan Kesehatan

1. Kualitas 2. Pemerataan 3. Relevansi 4. Efektifitas Biaya

Ilustrasi kasus*
Tanggal 18 Des, 2006,janda ,R, 55 thn, tamat SLTA, pedagang, datang sendiri, dengan keluhan pusing sejak 2 hari.keluhan lain leher belakang rasa berat dan pegal, dirasakan waktu bangun tidur, sudah minum obat warung 2 hari, tak sembuh.Senang makan santan dan asin,tidak pernah olahraga.Bicara sedikit cadel, sukar berbicara. Pernah stroke dirawat.ahu tek darah tinggi waktu bakti sosial, tek darah 180/100, 3 tahun lalu,diberikan Captopril 12,5 mg dan hidroklorotiazid 12,5 mg.Tidak kontrol rutin. Keluarga; tinggal bersama anak gadis, bungsu, 25 th ; lainnya 3 orang ,2 telah menikah, anak ke 2 gadis ,29 th, tidak serumah. Suami, meninggal th 2002, karena sakit gula, bapak meninggal sekitar 5tahun lalu,karena hipertensi yang lama, ibu meninggal karena perdarahan. Diagnosis klinis; 1.Hipertensi derajat II (160/100),2.Parese ringan nervus glosofaringeus sinistra deviasi 10 ,paska stroke.;3.berat badan lebih (IMT 25,4 kg/m) *Sumber.manuskrip yg disusun Yeni dkk, FKUPN, 2007

Ilustrasi kasus*

26 Nopember Ny. N, 33 tahun, datang untuk konsultasi alat kontrasepsi yang akan digunakan . Sudah menggunakan metode suntik setiap 3 bulan, oleh bidan, setelah melahirkan anak pertama tahun 2000.selama 8 bulan, tapi merasa sering pusing dan tidak menstruasi.Bidan tetap memberikan suntikan dan diberikan nifedipine.KB suntik diganti dengan setiap bulan, selama 1 tahun, tapi pusing dan sakit tengkuk tetap dirasakan.Seterusnya ganti Pil Andalan ang dibeli sendiri di apotik.Selain itu juga minum nifedipine atau kaptopril kalau pusing dan sakit pada belakang kepala. Dan berhenti karena ingin punya anak lagi.Pil KB ini digunakan 3,5 tahun,dihentikan karena ingin punya anak lagi.pada kehamilan kedua, mengalami preklamsia, , tapi pasien tetap menggunakan pil kontrasepsi hormonal 2 hari yang lalu, berobat ke IGD Rumah Sakit, dengan keluhan merasa tercekik dan keringat dingin, yaitu pada waktu bekerja di kantor.Dilakukan pemeriksaan EKG, TD 170/100k, diberi Norvask 1x5 mg ( selama 2 minggu), diganti kaptopril karena biaya.Juga mengalami sukar tidur diberi xanax dan takut bila berada ditengah keramaian. Keluhan lai sakit dipunggung Menstruasi normal. Pekerjaan akuntan berkaitan dengan urusan pajak. Pekerjaan kantor menyita waktu sampai malam. , kurang waktu ngurus anak.Lebih suka ngurus anak, tapi kalau tak kerja kurang untuk kebutuhan rumah tangga. Masalah apa yang diperoleh dari data diatas? Sumber. Manuskrip , Dwi Rachma & Fina Widia,FKUI, Jan.2009.

Ilustrasi kasus*
Tg. 13 Jan 2009, tn J, 52 th, keluhan batuk berdahak sejak 2 bulan . Alasan kedatangan. Ingin ambil obat flek paru Keluhan lain; batuk bedahak dan sesak Harapan; penyakit dapat sembuh Kehawatiran; penyakit tak dapat sembuh

Lab. BTA . Radiologis.gambaran TB paru


Data apa yang dibutuhkan untuk manajemen kasus?
Sumber.manuskrip yg disusun Meliya Dahliant & Desy Yuliana , FKUPN, 2009

PRAKTIK DOKTER KELUARGA


HERQUTANTO Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas FKUI

Sesuai dengan UU No 40 tahun 2004 bahwa dalam arah kebijakan nasional, pengembangan dokter keluarga sebagai layanan strata pertama terintegrasi langsung dengan penataan sub sistem pembiayaan kesehatan yakni sebagai pemberi layanan pada jaminan kesehatan
Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia- Ikatan Dokter Indonesia 12

2004
Sistem Kesehatan Nasional (Baru) UU Praktik Kedokteran UU Sistem Jaminan Sosial Nasional

Perubahan besar dalam penyelenggaraan praktik kedokteran Pelayanan kesehatan di Indonesia memasuki era baru

Sistem Kesehatan Nasional (SKN, 2004)


Bab IV, Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) strata pertama Untuk masa mendatang apabila sistem jaminan kesehatan nasional telah berkembang, pemerintah tidak lagi menyelenggarakan UKP strata pertama melalui Puskesmas. Penyelenggaraan UKP strata pertama akan diserahkan kepada masyarakat dan swasta dengan menerapkan konsep dokter keluarga, kecuali di daerah yang sangat terpencil yang masih dipadukan dengan pelayanan Puskesmas.

Eksistensi DK sebagai penyelenggara UKP

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004 2009 Peraturan Presiden RI No 7 Tahun 2005
BAB 28

PENINGKATAN AKSES MASYARAKAT TERHADAP LAYANAN KESEHATAN YANG LEBIH BERKUALITAS


4. Program Upaya Kesehatan Perorangan 6. Pengembangan pelayanan dokter keluarga 9. Peningkatan peran serta sektor swasta dalam upaya kesehatan perorangan 11. Program Kebijakan dan Manajemen Pembangunan Kesehatan

4. Pengembangan sistem kesehatan daerah


5. Peningkatn jaminan pembiayaan kesehatan masyarakat secara kapitasi dan praupaya terutama bagi masyarakat miskin yang berkelanjutan

Dokter
Dokter adalah tenaga kesehatan tempat kontak pertama pasien untuk menyelesaikan semua masalah kesehatan yang dihadapi tanpa memandang jenis penyakit, organologi, golongan usia, dan jenis kelamin sedini dan sedapat mungkin, secara menyeluruh, paripurna, bersinambung, dan dalam koordinasi serta kolaborasi dengan profesional kesehatan lainnya, dengan menggunakan prinsip pelayanan yang efektif dan efisien serta menjunjung tinggi tanggung jawab profesional, hukum, etika dan moral. Layanan yang diselenggarakannya (wewenang) sebatas kompetensi dasar kedokteran yang diperolehnya selama pendidikan kedokteran dasar.

Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia- Ikatan Dokter Indonesia

16

Dokter Keluarga
Tenaga kesehatan tempat kontak pertama pasien untuk menyelesaikan semua masalah kesehatan yang dihadapi tanpa memandang jenis penyakit, organologi, golongan usia, dan jenis kelamin sedini dan sedapat mungkin, secara menyeluruh, paripurna, bersinambung, dan dalam koordinasi serta kolaborasi dengan profesional kesehatan lainnya, dengan menggunakan prinsip pelayanan yang efektif dan efisien serta menjunjung tinggi tanggung jawab profesional, hukum, etika dan moral. Layanan yang diselenggarakannya (wewenang) sebatas kompetensi dasar kedokteran yang diperolehnya selama pendidikan kedokteran dasar ditambah dengan kompetensi dokter layanan primer yang diperoleh melalui CME/CPD terstruktur dalam proses resertifikasi

Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia- Ikatan Dokter Indonesia

17

Dokter Keluarga Sebagai ujung tombak pelayanan

kedokteran primer Indonesia


Pengawal Kesehatan (Health Guardians), dan Agent of Change dalam Keluarga 1 Dokter untuk 2000 2.500 penduduk

Dokter Keluarga:

Para dokter yang bekerja dan terlatih khusus


untuk pelayanan kedokteran tingkat pertama (front lines) dalam hal: pendidikan kesehatan dan kedokteran keluarga, konseling, pencegahan, diagnosis, dan pengobatan.

Para dokter yang

pandai-cerdas, senantiasa

mendengarkan dengan seksama, mengerti akan ucapan, keinginan, dan keluhan pasiennya. Bersambung.

Mereka

dapat bercakap-cakap dalam bahasa pasiennya, dalam suasana kekeluargaan, dan senantiasa siap melayani kebutuhan pasiennya baik dalam keadaan sehat maupun dalam keadaan sakit.

Mereka

dapat merujuk pasiennya ke pelayanan kedokteran tingkat kedua, pada saat yang tepat, atau atas kehendak pasiennya. Mereka bekerja dengan sistem pencatatan kedokteran yang baik, mempunyai staf yang terlatih.

Prinsip-prinsip pelayanan/pendekatan kedokteran keluarga adalah memberikan/mewujudkan: 1. 2. 3. 4. 5. Pelayanan yang holistik dan komprehensif Pelayanan yang kontinu Pelayanan yang mengutamakan pencegahan Pelayanan yang koordinatif dan kolaboratif Penanganan personal bagi setiap pasien sebagai bagian integral dari keluarganya

6. ..
Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia- Ikatan Dokter Indonesia
21

6. Pelayanan yang mempertimbangkan keluarga, lingkungan kerja, dan lingkungan tempat tinggalnya 7. Pelayanan yang menjunjung tinggi etika dan hukum 8. Pelayanan yang sadar biaya dan sadar mutu 9. Pelayanan yang dapat diaudit dan dapat dipertangungjawabkan

Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia- Ikatan Dokter Indonesia

22

Reorientasi Fungsi dan Peran Puskesmas (SKN)


Puskesmas sebagai ujung tombak Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) PDKM sebagai komplemen Puskesmas dalam menyelenggarakan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP)

Puskesmas
Wilayah kerja Sasaran Upaya kesehatan: Promosi kes Kes lingkungan KIA & KB Gizi masyarakat P3 menular + Komunitas + + Daerah terpencil + Komunitas + Komunitas Wilayah administratif Komunitas

PDKM
Wilayah pelayanan Individu/Kel

PDKM

PDKM

Wil pelayanan Puskesmas

+ Individu/Kel

PDKM

PDKM

PDKM

Wilayah administratif
+ + Individu/Kel + Individu/Kel Wil pelayanan
PDKM PDKM

Pengobatan

+ Daerah terpencil

PDKM = Praktek Dokter Keluarga Mandiri

MODEL PRAKTEK DK
Nama Ciri-ciri entitas: Jumlah DK Badan hukum Kepemilikan Agen fiscal Perizinan Status pegawai Cara pembayaran Penggajian DK Waktu pelayanan Praktek Pribadi 1 DK Usaha perorangan Milik seorang DK yang praktik di tempat tersebut Individu Bekerja untuk diri sendiri Praktek Kelompok > 1 DK Perserikatan perdata Milik kelompok (beberapa DK yang praktik di klinik tsb) Perserikatan perdata Bentuk perizinan baru Bekerja untuk kelompoknya Jejaring >1PDK & >1KKK PT, Koperasi Milik Jejaring, DK dapat ikut memiliki Badan hukum Pegawai dari Jejaring

Campuran Kapitasi & FFS, namun lebih dominan kapitasi Diatur sendiri Diatur kelompok Diatur Jejaring 8-10 jam/hari 8-12 jam/hari 8-16 jam/hari Tutup bila DK berhalangan Tetap buka, meskipun 1 DK Tetap buka, meski >1 DK (cuti/ dinas/pendidikan,dll) berhalangan berhalangan Komprehensif dg sarana pendukung terbatas Terbatas Ditanggung sendiri Komprehensif dg sarana pendukung lengkap Lebih luas Tanggungan bersama, meski bukan pasien pribadinya Komprehensif dg sarana pendukung ideal Bisa sangat luas Tanggungan ber-sama, meski bukan pasien pribadinya

Lingkup layanan Wilayah pelayanan Tanggungjawab mutu

Ciri Khas PDKM-IDI


Setiap PDKM menjadi bagian dari jaringan PDKM
Head-Office PDKM

Head-office berperan dalam:


pembinaan para dokter keluarga yang menjalankan praktek di PDKM:
1 DK

2500 jiwa 2500 jiwa

1 DK

2500 jiwa

1 DK
2500 jiwa

1 DK

KELURAHAN PDKM

2500 jiwa

1 DK

2500 jiwa

2500 jiwa 2500 jiwa

1 DK

1 DK

Audit medis Tinjauan kasus Pertemuan ilmiah bulanan +CME Profiling (Record card) Pemberian penghargaan Pengendalian biaya Supervisi dan bantuan teknis

1 DK

Pelayanan pelanggan

LINGKUP LAYANAN KDK


Penilaian status kesehatan pribadi Program proaktif pengendalian penyakit/kondisi khusus Pendidikan kesehatan Imunisasi Pemeliharaan kesehatan bayi dan anak balita Pemeliharaan kesehatan anak usia sekolah Pemeliharaan kesehatan wanita dan kesehatan reproduksi

LINGKUP LAYANAN KDK


Pemeliharaan kesehatan lansia Pemeriksan ante & postnatal Konsultasi dan pengobatan Tindakan medis Konseling Penunjang diagnostik Layanan kesehatan gigi dan mulut

LINGKUP LAYANAN KDK


Rehabilitasi medik Kunjungan rumah Perawatan di rumah Kunjungan ke rumah sakit Layanan gawat darurat Ambulans

Prinsip Dasar
Ciri Pelayanan Kedokteran yang baik:
Terstruktur (Stuctured) Berkeadilan (Equity)

Merata (Equality)
Terjangkau (Affordable) Aman (Safe) Bermutu (Quality) Dalam Satu Kesisteman (Terpadu)

Dapat dan maukah behavior kita berubah?

Tertiary Secondary Sistem Rujukan Primary Care Tertiary Care Unstructured

Self Care

Structured

Standar Pelayanan Dokter Keluarga

Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia- Ikatan Dokter Indonesia

31

1. Standar pemeliharaan kesehatan di klinik

Standar Pelayanan Paripurna 2. Standar Pelayanan Medis 3. Standar Pelayanan Menyeluruh 4. Standar Pelayanan Terpadu
1. 5.

Standar Pelayanan Bersinambung

Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia- Ikatan Dokter Indonesia

32

2. Standar perilaku dalam praktik


1.
2. 3.

4.
5.

Standar perilaku terhadap pasien Standar perilaku dengan mitra kerja di klinik Standar perilaku dengan sejawat Standar pengembangan ilmu dan ketrampilan praktik Standar partisipasi dalam kegiatan masyarakat di bidang kesehatan

Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia- Ikatan Dokter Indonesia

33

3. Standar pengelolaan praktik

Standar sumber daya manusia 2. Standar manajemen keuangan 3. Standar manajemen klinik
1.

Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia- Ikatan Dokter Indonesia

34

4. Standar sarana dan prasarana

1. 2.

3.

Standar fasilitas praktik Standar peralatan klinik Standar proses-proses penunjang praktik

Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia- Ikatan Dokter Indonesia

35

Kelompok Standar Pemeliharaan Kesehatan di klinik

1.1. Pelayanan Paripurna


Pelayanan yang disediakan dokter keluarga adalah pelayanan medis strata pertama untuk semua orang yang bersifat paripurna (comprehensive), yaitu termasuk pemeliharaan dan peningkatan kesehatan (promotive), pencegahan penyakit dan proteksi khusus (preventive & spesific protection), pemulihan kesehatan (curative), pencegahan kecacatan (disability limitation) dan rehabilitasi setelah sakit (rehabilitation) dengan memperhatikan kemampuan sosial serta sesuai dengan mediko legal etika kedokteran
Pelayanan medis strata pertama untuk semua orang Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan Pencegahan penyakit dan proteksi khusus Deteksi dini Kuratif medik Rehabilitasi medik dan sosial Kemampuan sosial keluarga Etik medikolegal

:www.iom.ipko.org/Mission_Statement_link.htm

Kelompok Standar Pemeliharaan Kesehatan di klinik

1.2. Pelayanan Medis


Pelayanan yang disediakan dokter keluarga merupakan pelayanan medis yang melaksanakan pelayanan kedokteran secara lege artis
Anamnesis Pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang Penegakkan diagnosis dan diagnosis banding Prognosis Konseling Konsultasi Rujukan Tindak lanjut Tindakan Pengobatan rasional Pembinaan keluarga

Kelompok Standar Pemeliharaan Kesehatan di klinik

1.3. Pelayanan Menyeluruh


Pelayanan yang disediakan dokter keluarga bersifat menyeluruh, yaitu peduli bahwa pasien adalah seorang manusia seutuhnya yang terdiri dari fisik, mental, sosial dan spiritual, serta berkehidupan di tengah lingkungan fisik dan sosialnya
Pasien adalah manusia seutuhnya Pasien adalah bagian dari keluarga dan lingkungannya Pelayanan menggunakan segala sumber disekitarnya

Kelompok Standar Pemeliharaan Kesehatan di klinik

1.4.Pelayanan Terpadu
Pelayanan yang disediakan dokter keluarga bersifat terpadu, selain merupakan kemitraan antara dokter dengan pasien pada saat proses penatalaksanaan medis, juga merupakan kemitraan lintas program dengan berbagai institusi yang menunjang pelayanan kedokteran, baik dari formal maupun informal.
Koordinator penatalaksanaan pasien Mitra dokter-pasien Mitra lintas sektoral medik Mitra lintas sektoral alternatif dan komplimenter medik

Kelompok Standar Pemeliharaan Kesehatan di klinik

1.5.Pelayanan Bersinambung
Pelayanan yang disediakan dokter keluarga merupakan pelayanan bersinambung, yang melaksanakan pelayanan kedokteran secara efektif efisien, proaktif dan terus menerus demi kesehatan pasien.
Pelayanan proaktif Rekam medik bersinambung Pelayanan efektif efisien Pendampingan

http://www.mackenzieleather.co.uk/medical.htm

Kelompok Standar Perilaku dalam praktik

2.1. Perilaku Terhadap Pasien


Pelayanan dokter keluarga menyediakan kesempatan bagi pasien untuk menyampaikan kekhawatiran dan masalah kesehatannya, serta memberikan kesempatan kepada pasien untuk memperoleh penjelasan yang dibutuhkan guna dapat memutuskan pemilihan penatalaksanaan yang akan dilaksanakannya
Informasi memperoleh pelayanan Masa konsultasi Informasi medik menyeluruh Komunikasi efektif Menghormati hak dan kewajiban pasien dan dokter

http://www.grinningplanet.com/2003/life-expectancy/doctor-picture-copyright2.gif

Kelompok Standar Perilaku dalam praktik

2.2. Perilaku Dengan Mitra Kerja Di Klinik

Pelayanan dokter keluarga mempunyai seorang dokter keluarga sebagai pimpinan manajemen untuk mengelola klinik secara profesional
Hubungan profesional dalam klinik Bekerja dalam tim Pemimpin klinik

Kelompok Standar Perilaku dalam praktik

2.3. Perilaku Dengan Sejawat Pelayanan dokter keluarga menghormati dan menghargai pengetahuan, ketrampilan dan kontribusi kolega lain dalam pelayanan kesehatan dan menjaga hubungan baik secara profesional
Hubungan profesional antar profesi Hubungan baik sesama dokter Perkumpulan profesi

http://www.lakeshoremedicalclinics.com/art/group-docs-large.jpg

Kelompok Standar Perilaku dalam praktik

2.4. Pengembangan Ilmu dan Ketrampilan Praktik Pelayanan dokter keluarga selalu berusaha mengikuti kegiatan-kegiatan ilmiah guna memelihara dan menambah ketrampilan praktik serta meluaskan wawasan pengetahuan kedokteran sepanjang hayatnya
Mengikuti kegiatan ilmiah Program jaga mutu Partisipasi dalam kegiatan pendidikan Penelitian dalam praktik Penulisan ilmiah

Kelompok Standar Perilaku dalam praktik

2.5. Partisipasi Dalam Kegiatan Masyarakat Di Bidang Kesehatan


Pelayanan dokter keluarga selalu berusaha berpartisipasi aktif dalam segala kegiatan peningkatan kesehatan disekitarnya dan siap memberikan pendapatnya pada setiap kondisi kesehatan di daerahnya .
Menjadi anggota perkumpulan sosial Partisipasi dalam kegiatan pengabdian masyarakat bidang kesehatan Partisipasi dalam penanggulangan bencana di sekitarnya

www.tempointeraktif.com

Kelompok Standar Pengelolaan Praktik

3.1. Sumber Daya Manusia

Dalam pelayanan dokter keluarga, selain dokter keluarga, juga terdapat petugas kesehatan dan pegawai lainnya yang sesuai dengan latar belakang pendidikan atau pelatihannya
Dokter keluarga Perawat Bidan Administrator klinik

http://pusat.jakarta.go.id/images/foto_berita/rumah%20sakit%20perawat.jpg

www.primamedika.com

Kelompok Standar Pengelolaan Praktik

3.2.Manajemen Keuangan
Pelayanan dokter keluarga mengelola keuangannya dengan manajemen keuangan profesional
Pencatatan keuangan Jenis sistim pembiayaan praktik

Kelompok Standar Pengelolaan Praktik

3.3. Manajemen Klinik


Pelayanan dokter keluarga dilaksanakan pada suatu tempat pelayanan yang disebut klinik dengan manajemen yang profesional
Pembagian kerja Program pelatihan Program kesehatan dan keselamatan kerja (K3) Pembahasan administrasi klinik

www.geocities.com/hotsprings/spa/9987/tht4.jpg

Kelompok Standar Sarana dan Prasarana

4.1. Fasilitas Praktik


Pelayanan dokter keluarga memiliki fasilitas pelayanan kesehatan strata pertama yang lengkap serta beberapa fasilitas pelayanan tambahan sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekitarnya
Fasilitas untuk praktik Kerahasiaan dan privasi Bangunan dan interior Alat komunikasi Papan nama

http://www.medisave.co.uk/images/signature_doherty.JPG

Kelompok Standar Sarana dan Prasarana

4.2.Peralatan Klinik
Pelayanan dokter keluarga memiliki peralatan klinik yang sesuai dengan fasilitas pelayanannya yaitu pelayanan kedokteran di strata pertama (tingkat primer)
Peralatan medis Peralatan penunjang medis Perabotan klinik

http://www.yourdictionary.com/images/ahd/jpg/A4instru.jpg

Kelompok Standar Sarana dan Prasarana

4.3. Proses-proses penunjang medik


Pelayanan dokter keluarga memiliki panduan proses-proses yang menunjang kegiatan praktik dokter keluarga
Pengelolaan rekam medik Pengelolaan rantai dingin Pengelolaan pencegahan infeksi Pengelolaan limbah Pengelolaan air bersih Pengelolaan obat

Manajemen Biaya dalam Praktik Dokter Keluarga

Komponen Biaya
Biaya Investasi
Alkes & alat non-medis Gedung Surat-menyurat/perizinan Penyiapan prosedur (SOP, protap) Rekrutmen SDM
SDM Medis SDM paramedis SDM non-medis

Komponen Biaya
Biaya operasional
Gaji dan honor TAL Biaya-biaya lain Pemasaran Administratif

Komponen Biaya
Biaya Pemeliharaan
Perbaikan alat medis dan non-medis Perbaikan gedung IPAL Pengembangan SDM

SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB ?

Di negeri antah berantah, tersebutlah kisah tentang 4 orang yang bernama : 1. SEMUA ORANG 2. SESEORANG 3. SETIAP ORANG 4. TAKSEORANG PUN
.

Ada tugas penting yang harus diselesaikan dan SEMUA ORANG diminta mengerjakannya. SETIAP ORANG dapat mengerjakan tugas tersebut, dan SEMUA ORANG yakin bahwa SESEORANG akan mengerjakannya. Tetapi TAKSEORANG PUN yang melakukannya. SESEORANG menjadi amat marah akan kejadian tersebut, karena tugas tersebut merupakan tanggung jawab SEMUA ORANG. SEMUA ORANG berfikir bahwa SETIAP ORANG dapat mengerjakannya tetapi TAKSEORANG PUN menyadari bahwa SEMUA ORANG tidak mau melakukannya. Akhirnya SEMUA ORANG akan menyalahkan SESEORANG bila TAKSEORANG PUN melakukan apa yang dapat dikerjakan oleh SETIAP ORANG

Pengelolaan Klinik
Tujuan
Pelayanan yang bermutu dari dimensi pasien, dimensi dokter dan dimensi penyandang dana

Indikator Keberhasilan:
Ketersediaan layanan yang dibutuhkan Konsistensi waktu pelayanan Kecukupan dana

Unsur penting dalam pengelolaan klinik:


Jenis layanan kesehatan Ruangan, peralatan dan tata letak Dana Tata usaha/administrasi

Sistem Pembayaran Tenaga Kesehatan


Tarif per tindakan (Fee for service) cenderung meningkatkan biaya kesehatan Gaji (salary) Cenderung menurunkan mutu pelayanan kesehatan, sangat tergantung pada etik Kapitasi (pembayaran pra upaya) memacu pelayanan yang berorientasi preventif dan promotif, menjaga mutu pelayanan kesehatan, mengendalikan biaya kesehatan

Sistem pembayaran kapitasi

Cara pembayaran oleh pengelola dana (resources management) kepada penyelenggara pelayanan kesehatan (health provider) untuk pelayanan yang diselenggarakannya, yang besar biayanya tidak dihitung berdasarkan jenis dan ataupun jumlah pelayanan kesehatan yang diselenggarakan untuk tiap pasien, melainkan berdasarkan jumlah pasien yang menjadi tanggungannya

Konsep dasar sistem kapitasi


Prinsip kemungkinan timbulnya risiko (risk pooling) Prinsip membagi risiko (risk sharing) Prinsip pelayanan yang profesional (professionalism)

Metode perhitungan tarif kapitasi


1. 2. 3. 4. Menetapkan jenis2 pelayanan yang akan dicakup Menghitung rate utilisasi Menetapkan biaya per pelayanan (unit cost) Menghitung biaya per kapita per bulan untuk tiap pelayanan 5. Menjumlahkan biaya per kapita per bulan untuk seluruh pelayanan

Jenis pelayanan yang dicakup


Rawat jalan tingkat I (rawat jalan tingkat dasar) Rawat jalan tingkat II (rawat jalan spesialistik Pemeriksaan penunjang diagnostik Rawat inap Gawat darurat

Menghitung rate utilisasi


Dihitung berdasarkan angka kunjungan, bukan jumlah orang yang ditanggung. Bentuk dalam persen Dihitung per 1000 anggota untuk satu tahun pelayanan Lebih baik dilakukan dalam grup Perhatikan kelompok risiko tinggi (e.g. lansia, bumil, bayi dan balita) Buat risk adjusted capitation (umur, jenis kelamin, gaya hidup dll)

Menetapkan biaya per pelayanan


Rata2 biaya pelayanan di wilayah tersebut, bila data tidak ada dilakukan negosiasi

Biaya per kapita per bulan untuk tiap pelayanan Biaya per kapita per bulan = (rates tahunan x rata2 biaya) : 12 bulan

Contoh perhitungan biaya kapitasi


No. Jenis pelayanan Utilisasi (%) Unit cost (Rp) Biaya kapitasi

1.

Biaya rawat jalan tingkat I


dokter umum Dokter gigi obat 12,20 1,06 16,26 4.000 8.000 5.000

1.385,80
488,00 84,80 813,00 495,00 1,895 1,890 0,440 10.000 15.000 5.000 189,50 283,50 22,00

2.

Biaya rawat jalan tingkat II dokter spesialis obat spesialis penunjang diagnosa

3.

Biaya rawat inap/khusus RS

849,20

Manfaat kapitasi
1. Jaminan tersedianya anggaran untuk pelayanan kesehatan per anggota 2. Dorongan untuk merangsang perencanaan yang baik dalam pelayanan kesehatan Pengendalian biaya pelayanan kesehatan Pengendalian tingkat penggunaan pelayanan kesehatan

Manfaat Kapitasi (contd)


Efisiensi biaya dengan penyerasian upaya promotif-preventif dengan kuratif-rehabilitatif Rangsangan untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang bermutu, efektif dan efisien Peningkatan pendapatan untuk PPK yang bermutu Peningkatan kepuasan anggota sehingga menjamin tersedianya sumber dana untuk kelangsungan JPKM

Kegiatan Analisis Aktuarial


Mempelajari jenis pelayanan yang harus ditanggung Mencari informasi tentang angka pemanfaatan (utilization rate) Menghitung unit biaya (unit cost) Menghitung biaya kapitasi untuk semua jenis pelayanan kesehatan yang merupakan jumlah perkalian angka pemanfaatan dengan unit biaya Membandingkan biaya kapitasi hasil perhitungan dengan yang ditawarkan

Kegiatan Underwriting
Adalah kegiatan penilaian terhadap besarnya risiko terhadap klien/pasien, mis:
1. 2. 3. 4. 5. 6. Golongan umur Jenis kelamin Pekerjaan Pola kebiasaan hidup (lifestyle) Riwayat kesehatan Riwayat penyakit dalam keluarga