Anda di halaman 1dari 4

1

MODUL MAHASISWA
DEMAM, LESU, BERCAK PUTIH & BINTIK-BINTIK MERAH DI KULIT

KEDOKTERAN TROPIS

Disajikan pada Mahasiswa Semester VI Fakultas Kedokteran Unhas

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN 2011

2 Tujuan pembelajaran pada skenario kedokteran tropis Tujuan: memastikan bahwa diskusi pada tutorial 1, 2 dan 3 membahas semua tujuan pembelajaran dibawah ini. A. Topik: Demam Skenario: Seorang laki-laki berumur 22 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan demam selama seminggu, selera makan kurang dan disertai sakit kepala. Sepuluh hari yang lalu penderita baru datang dari Papua. Tujuan pembelajaran 1. Membuat defenisi demam, dan pembagian demam: 2. Thermoregulator tubuh dan penyebab demam: Demam dapat disebabkan oleh infeksi dan non infeksi. Pada kedokteran tropis hanya dibahas penyakit infeksi dan penyakit infeksi dengan gejala klinik demam adalah: malaria, dhf, hiv, tifoid, limphatic filariasis, leptospirosis dan flu burung 3. Etiologi dan patomekanisme bagaimana malaria, dhf, hiv, tifoid, limphatic filariasis, leptospirosis dan flu burung menyebabkan demam. 4. Gejala klinik dari malaria, dhf, hiv, tifoid, limphatic filariasis, leptospirosis dan flu burung menyebabkan demam. 5. Anamnesis tambahan untuk malaria, dhf, hiv, tifoid, limphatic filariasis, leptospirosis dan flu burung menyebabkan demam. 6. Diagnosis penunjang untuk malaria, dhf, hiv, tifoid, limphatic filariasis, leptospirosis dan flu burung menyebabkan demam. 7. Penatalaksanaan dan prognosis untuk infeksi berulang causa malaria, dhf, hiv, tifoid, limphatic filariasis, leptospirosis dan flu burung menyebabkan demam. 8. Pertanyaan yang belum terjawab 9. Kesimpulan: membuat tabulasi berdasarkan kata kunci dan diagnosis B. Topik: Lesu Skenario: Seorang anak perempuan berumur 8 tahun diantar ibunya ke puskesmas dengan keluhan lesu. Gejala ini juga disertai dengan penurunan nafsu makan dan tidak mempunyai keinginan belajar dan bermain. Keadaan ini dialami oleh anak tersebut sejak 8 bulan yang lalu sejak pulang dari berlibur di kampungnya di Kabupaten Mamuju selama 1 bulan. Tujuan pembelajaran: 1. Membuat kata kunci skenario dan menjabarkan defenisi lesu: 2. Mencari penyebab lesu: lesu dapat disebabkan oleh: anemia karena proses hemolisis (misalnya malaria), anemia karena darah diambil oleh parasit (misalnya infeksi cacing tambang, strongiloidosis,), infeksi kronis oleh parasit yang mengambil nutrisi (ascariasis, taeniasis, filariasis, schistosomiasis), gangguan tidur (enterobiasis). 3. Peranan eritrosit dan nutrisi dalam proses metabolisme tubuh

3 4. Etiologi dan patomekanisme malaria, infeksi cacing tambang, strongiloidosis, ascariasis, taeniasis, filariasis, schistosomiasis dan enterobiasis dan bagaimana penyakit tersebut menyebabkan lesu. 5. Gejala klinik dari malaria, infeksi cacing tambang, strongiloidosis, ascariasis, taeniasis, filariasis, schistosomiasis dan enterobiasis 6. Anamnesis tambahan untuk malaria, infeksi cacing tambang, strongiloidosis, ascariasis, taeniasis, filariasis, schistosomiasis dan enterobiasis 7. Diagnosis penunjang (metode dan interpretasi) untuk malaria, infeksi cacing tambang, strongiloidosis, ascariasis, taeniasis, filariasis, schistosomiasis dan enterobiasis 8. Penatalaksanaan dan prognosis malaria, infeksi cacing tambang, strongiloidosis, ascariasis, taeniasis, filariasis, schistosomiasis dan enterobiasis 9. Pertanyaan yang belum terjawab 10. Kesimpulan: membuat tabulasi berdasarkan kata kunci dan diagnosis C. Topik: Bercak putih Skenario: Seorang laki-laki kulit, sawo matang, umur 17 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak-bercak berwarna putih pada kulit, berbentuk bulat atau lonjong, diameter 1 3 cm. Bercak putih tersebut muncul 1 bulan yang lalu di daerah punggung Tujuan pembelajaran: 1. Membuat kata kunci skenario: 2. Anatomi, vaskularisasi dan persyarafan pada kulit serta jenis jenis effloresensi kulit 3. Penyebab bercak putih dikulit: bercak putih dikulit dapat disebabkan oleh infeksi (leprosi, P. versicolor, p.alba) dan herediter (vitiligo). 4. Etiologi dan patomekanisme leprosi, P. versicolor, P.alba, vitiligo. 5. Gejala klinik leprosi, P. versicolor, p.alba, vitiligo. 6. Anamnesis tambahan untuk leprosi, P. versicolor, P.alba, vitiligo. 7. Diagnosis penunjang (metode dan interpretasi) untuk leprosi, P. versicolor, P.alba, vitiligo. 8. Penatalaksanaan dan prognosis leprosi, P. versicolor, P.alba, vitiligo. 9. Pertanyaan yang belum terjawab 10. Kesimpulan: membuat tabulasi berdasarkan kata kunci dan diagnosis D. Topik: Bintik-bintik merah di kulit Skenario: Ani 10 tahun diantar oleh ibunya ke dokter dengan keluhan bintik bintik merah di kulit disertai gatal. Keluhan dialami sejak 1 minggu lalu yang makin lama makin mengganggu. Daerah yang gatal sudah diberi bedak salisil namun tidak ada perubahan 1. Membuat kata kunci skenario 2. Anatomi, vaskularisasi dan persyarafan pada kulit serta jenis jenis gangguan pada kulit

4 3. Mencari penyebab bintik bintik merah pada kulit: skabiasis, cutaneus larva migran, infeksi jamur, herpes simplex, herpes zoster, varicella, verucca vulgaris, molluscum contagiosum. 4. Etiologi dan patomekanisme skabiasis, cutaneus larva migran, infeksi jamur, herpes simplex, herpes zoster, varicella, verucca vulgaris, molluscum contagiosum. 5. Gejala klinik skabiasis, cutaneus larva migran, infeksi jamur, herpes simplex, herpes zoster, varicella, verucca vulgaris, molluscum contagiosum. 6. Anamnesis tambahan untuk skabiasis, cutaneus larva migran, infeksi jamur, herpes simplex, herpes zoster, varicella, verucca vulgaris, molluscum contagiosum. 7. Diagnosis penunjang (metode dan interpretasi) untuk skabiasis, cutaneus larva migran, infeksi jamur, herpes simplex, herpes zoster, varicella, verucca vulgaris, molluscum contagiosum. 8. Penatalaksanaan dan prognosis skabiasis, cutaneus larva migran, infeksi jamur, herpes simplex, herpes zoster, varicella, verucca vulgaris, molluscum contagiosum. 9. Pertanyaan yang belum terjawab 10. Kesimpulan: membuat tabulasi berdasarkan kata kunci dan diagnosis