Anda di halaman 1dari 2

IKLAN VS DISKON, eh...

POTONGAN HARGA VS MEDIA PROMOSI

Beberapa waktu yang telah lewat, @ku melakukan adventure di sebuah mall di kota seribusungai ruko/rukan. Sebenarnya, tulisan ini mau dibuat setelah adventure itu finish, namun baru sekarang tulisan ini bisa direalisasikan. Hal yang pertama akan dibahas adalah adanya diskon yang membahana badai (ujar). Ada sebuah pusat perbelanjaan yang memasang diskon dari 20% sampai 70%. Awalnya, @ku mikir, wah, keren banget. Seperti obralan saja. Namun, setelah didekati, diterawang, diraba, belangnya akhirnya muncul juga. Sebenarnya itu tidak pantas disebut belang. Semua orang yang memiliki ilmu ekonomi yang mumpuni, pastilah mengetahui arti dibalik tanda diskon tersebut. Itu semua sudah ada dalam buku ilmu perdagangan. Misalkan harga normal sepasang sepatu hak tinggi (yang menyakitkan) itu adalah Rp 100.000,00 maka di medan diskon 50%, sepatu hak tinggi (yang menyiksa betis) itu akan memasang label Rp 200.000,00. Jadi, sudah jelas bahwa kata-kata diskon adalah mantra yang sangat mengerikan bagi para konsumen yang tidak mengerti ilmu how to trap buyer atau seperti @ku yang khilaf sejenak saat mantra diskon ini menusuk mataku. Mantra diskon ini cukup menyiksa karena berserakan dimana-mana. Mata yang kelilipan mantra ini pasti akan mendekat dan mensurvey label harga barang-barang yang ada di dalam keranjang diskon. Apakah diskon itu termasuk kebohongan publik? Saa, wakaranai desu. Dikatakan iya, ya tidak. Dikatakan tidak, ya iya. Barangnya memang benar di diskon, tapi yang di diskon adalah harga baru, bukan harga normal barang tersebut. Jadi, agak sulit mengklasifikasikan makhluk ini dalam kingdom flora atau fauna. Yang jelas, penulis hanya bisa memperingatkan agar semua makhluk yang bernafas waspada. Jangan mudah tergoda bujuk rayu diskon, potongan harga dan mantra-mantra lainnya, apalagi sampai kelilipan diskon. Yang bisa dipercaya adalah pusat belanja yang berani memberi diskon 99%. Fenomena lainnya yang turut mengharu-birukan dunia (per-teve-an) adalah iklan. Iklan yang dimaksud adalah iklan elektronik dengan durasi minimal 30 detik. Siapa sih orang di Indonesia yang tidak kenal dengan iklan? Katro banget kali. @ku sangat kenal dengan iklan. Dialah yang suka menyunat durasi anime-anime impor menjadi lebih pendek dari durasi normal. Iklan adalah salah satu alasan @ku meninggalkan dunia per-teve-an dan beralih ke dunia downloader. Iklan yang akan dibahas bukanlah iklan biasa melainkan iklan yang luar biasa. Percaya nggak? Begini ceritanya. Ada sebuah iklan yang menggambarkan seorang anak yang tidak bersemangat. Setelah

itu dia makan sesuatu (bukan katinon sih) pemberian ortunya. Seketika itu juga, dia bisa berlari dengan (amat sangat) cepat (sekali) hingga mampu mendahului sebuah bajaj, eh... bemo beroda tiga yang sedang melaju (cukup kencang). Menurut @ku, itu iklan sangat (amat) hiperbolis, atau istilah kerennya lebay alay. @ku tidak begitu khawatir dengan iklan dewasa. Yang mengusik aku adalah iklan yang dibintangi anak-anak. Iklan itu pasti ditujukan untuk anak-anak yang biasanya memiliki imajinasi tinggi. Iklan semacam itu bisa menyesatkan. Ada sebuah iklan makanan anak-anak. Setelah makan itu, anak-anak bisa berubah wujud, eh... henshin menjadi jagoan yang sakti. Di dunia nyata, mana ada yang macam itu. Makanan itu cuman bisa mengubah warna lidah mereka menjadi berwarna-warni saja. Ada juga iklan sebuah minuman yang menggunakan seorang pahlawan bertopeng sebagai dutanya. Saat @ku melihatnya, yang terlintas dalam otakku adalah Dekaranger atau Power Ranger SPD. Parah banget nih iklan. Jika ingin bahasan lebih jauh, silahkan buka bab tentang plagiat. Terima kasih. sebenarnya Pokoknya, iklan anak-anak itu serba lebay alay. Apakah itu memang bagus buat pertumbuhan anak-anak? Bagus untuk menumbuhkan imajinasi mereka? Andalah yang menentukan. Iklan ada juga yang menurutku cukup rasis, yaitu iklan pemutih kulit. Tokoh yang melakukannya sudah putih, ya mesti putih akhirnya. Seumur hidup, belum pernah ketemu iklan pemutih yang dibintangi orang Afrika. @ku juga yakin, pemutih kulit itu gak laku di dunia Afrika. Pemutih itu hanya berlaku bagi orang-orang yang tidak bersyukur dengan apa yang sudah diberikan Tuhan pada dirinya. Jadi, iklan semacam itu pasti terkena roaming di beberapa daerah di Indonesia. Iklan yang cukup aneh adalah iklan rokok. Dalam iklan ini, tidak pernah diperlihatkan aktivitas merokok. Ilustrasi yang digambarkan juga sama sekali tidak ada hubungannya dengan rokok. Namun iklan ini perlu diwaspadai karena berserakan dimana-mana sehingga bisa mempengaruhi makhluk lugu yang tidak kebal terhadap mantra iklan. Selain menghiasi teve, iklan ini juga sering nampang di billboard dan bando yang melintang di jalan-jalan, baik itu arteri maupun kolektor. Oya, sebelum lupa, ijinkan saya menyampaikan sebuah peraturan dari pemerintah yang melarang adanya bando/papan reklame yang dipasang melintang jalan. Papan reklame semacam itu harus segera dimusnahkan. Iklan lain yang termasuk lebay alay adalah iklan para tokoh politik saat memasuki masa pemilihan. Iklan ini hanya menggambarkan sisi positif tokoh (yang belum tentu valid) dan tidak pernah mengangkat keluhan umat terhadap keberadaan dirinya. Iklan ini memiliki daya hipnotis yang cukup besar. Orang yang melihat iklan (kampanye) ini setiap hari, maka dalam alam bawah sadarnya akan tertanam dengan kuat akan tokoh tersebut. Saat pemilihan tiba, maka orang tersebut akan memilih tokoh yang paling banyak muncul dalam pikirannnya. Iklan juga bisa menyesatkan. Masa dia bilang jikalau kuman menjadi lebih kuat karena telah berevolusi. Ada tokoh dokternya (mungkin masih professor) yang menjelaskan hal itu pada seorang anak. Jika salah satu informasi dalam iklan itu salah, maka kebenaran dan kredibilitas dari informasi lain dalam iklan itu patut dipertanyakan dan di usut ke pihak yang berwajib. Okay,berhubung sudah lewat tengah malam, mari kita akhiri tulisan ini dengan tenang.(Zet.@, 16 Februari 2013 pukul 00.00 malam lewat sedikit).