Anda di halaman 1dari 14

BAB I : ILMU MAKRO EKONOMI Hal penting bagi kita mencoba memahami mengapa sebagian negara tumbuh lebih

cepat atau lebih lambat dari yang lain atau mengapa sebagian punya fluktuasi inflasi dan pengangguran yang lebih besar. Keadaan makroekonomi mempengaruhi setiap orang dalam banyak hal. Ini memainkan peran penting dalam dunia politik sementara juga mempengaruhi kebijakan publik dan kesejahteraan sosial, pada tingkat nasional dan global. Beberapa variabel makroekonomi terpenting yang digunakan untuk

mengukur performa ekonomi adalah GDP riil, tingkat inflasi dan tingkat pengangguran. Ahli makroekonomi juga memberi perhatian pada hal-hal seperti kebijakan moneter dan fiscal. Ahli ekonomi menggunakan model untuk memahami apa yang terjadi dalam ekonomi. Ada dua hal penting tentang model: variabel endogen dan variabel eksogen. Variabel endogen adalah sesuatu yang model coba jelaskan. Variabel eksogen adalah variabel yang model anggap sudah benar. Pendeknya, endogen adalah variabel di dalam model, dan eksogen adalah variabel di luar model. Model Permintaan dan Penawaran

Ini adalah model ekonomi paling terkenal. Model ini menggambarkan hubungan antara pembeli dan penjual ekuilibrium. di pasar. Titik potongnya disebut

Kliring pasar (market clearing) adalah proses penyesuaian di mana keputusan antara pemasok dan pencari barang/jasa mencapai ekuilibrium.

BAB II : DATA MAKRO EKONOMI Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product, GDP) adalah nilai mata uang seluruh barang dan jasa yang diproduksi dalam satu negara pada perioda waktu tertentu.

Indeks harga konsumen (Consumer Price Index, CPI) mengukur tingkat harga. Tingkat pengangguran menyatakan jumlah pekerja yang tidak memiliki pekerjaan. Aliran Pendapatan dan Pengeluaran

Nilai barang jadi dan jasa yang diukur dengan harga berlaku disebut

GDP

nominal. Ini bisa berubah setiap saat, baik karena ada perubahan dalam jumlah (nilai riil) barang dan jasa atau ada perubahan dalam harga barang dan jasa tersebut. Sehingga, GDP nominal Y = P y, di mana P adalah tingkat harga dan y adalah output riildi sini output dan GDP serupa. GDP Riil atau, y = Y P adalah nilai barang dan jasa yang diukur menggunakan harga konstan. Konversi dari satuan nominal ke riil ini memungkinkan kita untuk menghilangkan masalah yang muncul ketika mengukur nilai rupiah yang berubah sepanjang waktu sebagaimana tingkat harga berubah. Deflator GDP, disebut juga deflator harga implisit untuk GDP, mengukur harga output relativ terhadap harganya pada tahun dasar. Ini mencerminkan apa yang sedang terjadi pada seluruh tingkat harga dalam perekonomian. GDP Nominal mengukur nilai uang yang berlaku dari output perekonomian.

GDP Riil mengukur output yang dinilai pada harga konstan. Identitas Pos Pendapatan Nasional : Y=C+I+G+NX Y = Jumlah permintaan untuk output domestik (GDP) C = Konsumsi rumah tangga I = Investasi oleh sector usaha dan rumah tangga G = Pembelian pemerintah NX = Ekspor neto atau permintaan luar negeri neto

Untuk melihat bagaimana ukuran-ukuran pendapatan alternatif itu saling terkait, kita mulai dengan GDP dan menambah atau mengurangi berbagai kuantitas. Untuk mendapatkan produk nasional bruto (gross national product, GNP), kita menambah penerimaan dari pendapatan faktor produksi (upah, laba, dan sewa) dari seluruh dunia dan mengurangi seluruh dunia. GNP = GDP + Pembayaran faktor dari mancanegara Pembayaran faktor ke mancanegara Bila GDP mengukur pendapatan total yang diproduksi secara domestik, GNP mengukur pendapatan total yang diperoleh oleh negara (penduduk suatu negara). Untuk mendapatkan produk nasional netto (net national product, NNP), kita kurangi depresiasi modaljumlah persediaan pabrik, peralatan, dan struktur residensial yang habis dipakai selama setahun : Depresiasi Indeks harga konsumen (IHK) atau Consumer Price Index (CPI) mengubah harga berbagai barang dan jasa menjadi sebuah indeks tunggal yang mengukur seluruh tingkat harga. Biro Statistik Tenaga Kerja mengukur semuanya dengan menghitung harga sekeranjang barang dan jasa yang dibeli oleh konsumen tipikal. CPI adalah harga saat ini relatif terhadap harga saat yang sama pada tahun dasar. CPI VS Deflator GDP Deflator GDP mengukur harga semua barang diproduksi, sementara CPI mengukur harga hanya barang dan jasa yang dibeli konsumen. Sehingga, peningkatan harga barang yang dibeli hanya oleh perusahaan-perusahaan dan pemerintah akan muncul dalam deflator GDP, bukan dalam CPI. Perbedaan lain adalah deflator GDP hanya mencakup barang dan jasa yang diproduksi secara domestik. Barang-barang impor bukan bagian dari GDP dan karenanya tidak muncul dalam deflator GDP. Perbedaan ketiga adalah cara keduanya mengagregasi harga. CPI menerapkan timbangan tetap pada harga barang yang berbeda-beda, sementara deflator GDP menerapkan timbangan yang berubah. Mengukur Pengangguran NNP = GNP pembayaran dari pendapatan faktor ke

Angkatan kerja (labor force) didefinisikan sebagai jumlah orang yang bekerja dan orang yang menganggur, dan tingkat pengangguran (unemployment rate) didefinisikan sebagai persentase dari angkatan kerja yang tidak bekerja. Tingkat partisipasi angkatan kerja (labo r-force participation rate) adalah persentase dari populasi orang dewasayang ada dalam angkatan kerja. BAB 3 Pendapatan Nasional : Dari Mana Berasal dan Ke Mana Perginya Model Klasik Model ini sangat sederhana namun kuat, dibangun antara pembeli dan penjual mengejar kepentingan mereka sendiri (dalam aturan yang dibuat pemerintah). Penekanannya pada konsekuensi kompetisi dan harga/upah fleksibel untuk keseluruhan angkatan kerja dan output riil. Ini bermula sejak 1776 pada buku Adam Smith, Wealth of Nations. Buku ini menyatakan bahwa ekonomi dikendalikan oleh tangan yang tak terlihat di mana sistem pasar, bukannnya pemerintah, yang merupakan mekanisme terbaik untuk perekonomian yang Kita akan sehat. Inti sistem pasar terletak pada proses kliring pasar dan konsekuensi dari individu-individu yang mengejar kepentingannya masing-masing. ekonomi. Output barang dan jasa suatu perekonomian (GDP) bergantung pada : (1) jumlah input >> FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI (2) kemampuan mengubah input menjadi output >> FUNGSI PRODUKSI Faktor-faktor produksi adalah input yang digunakan untuk memproduksi barang dan jasa. Dua faktor produksi terpenting adalah modal dan tenaga kerja. Kita menetapkan Faktor-faktor ini sebagai hal yang sudah pasti (sehingga huruf batang menyatakan bahwa nilai-nilai ini sudah pasti). K (modal) = K ; L (tenaga kerja) = L Y = Pendapatan F = Fungsi dari K = Modal L = Tenaga Kerja Y = F (K, L) mengembangkan model klasik dasar untuk menjelaskan berbagai interaksi

Teknologi produksi yang tersedia menentukan seberapa banyak output diproduksi dari jumlah tertentu modal (K) dan tenaga kerja (L). Fungsi produksi merepresentasikan transformasi input menjadi output. Asumsi penting adalah fungsi produksi memiliki skala hasil konstan, berarti bila kita meningkatkan input sebesar z, output juga akan meningkat sebesar z. Distribusi pendapatan nasional ditentukan oleh harga-harga faktor.Hargaharga faktor (factor prices) adalah jumlah yang dibayar ke faktor-faktor produksiupah yang diterima pekerja dan sewa yang dikumpulkan pemilik modal. Karena kita mengasumsikan jumlah tetap dari modal dan tenaga kerja, kurva penawaran faktor berbentuk garis vertikal. Produk marjinal tenaga kerja (marginal product of labor, MPL) adalah jumlah output tambahan yang didapat perusahaan dari satu unit tenaga kerja tambahan dengan modal tetap,digambarkan dengan fungsi produksi: MPL = F(K, L + 1) - F(K, L) Sebagian besar fungsi produksi memiliki sifat produk marjinal menurun (diminishing marginal product): dengan modal tetap, kerja menurun bila jumlah tenaga kerja meningkat. Perusahaan memutuskan berapa banyak modal yang disewa dengan cara sama seperti memutuskan berapa banyak tenaga kerja yang digunakan. Produk marjinal modal (marginal product of capital), atau MPK, adalah jumlah output tambahan yang perusahaan dapatkan dari unit modal tambahan, dengan jumlah tenaga kerja konstan : MPK = F (K + 1, L) F (K, L). produk marjinal tenaga

Maka, MPK adalah perbedaan antara jumlah output yang dihasilkan modal unit K+1 dan yang dihasilkan modal unit K. Seperti tenaga kerja, modal bersifat produk marjinal menurun. Peningkatan laba dari menyewa mesin tambahan adalah penerimaan tambahan dari menjual output mesin tersebut dikurangi harga sewa mesin : D Laba = D Penerimaan - D Biaya = (P MPK) R. Untuk memaksimalkan laba, perusahaan terus menyewa modal lebih banyak sampai MPK turun sama dengan harga sewa riil, MPK = R/P. Harga sewa modal riil (real rental price of capital) diukur dalam unit barang bukan rupiah. Perusahaan meminta tiap faktor produksi sampai produk marjinal faktor tersebut turun sama dengan harga faktor riilnya.

Kecenderungan mengkonsumsi marjinal (marginal propensity to consume, MPC) adalah jumlah perubahan konsumsi ketika pendapatan disposabel (Y - T) meningkat satu dollar. Tingkat bunga nominal (nominal interest rate) adalah tingkat bunga yang biasa dilaporkan; tingkat bunga yang dibayar investor untuk meminjam uang. Tingkat bunga riil (real interest rate) adalah tingkat bunga nominal yang dikoreksi untuk menghilangkan pengaruh inflasi. Fungsi investasi menghubungkan jumlah investasi I dengan tingkat bunga riil r. Investasi bergantung pada tingkat bunga riil karena tingkat bunga adalah biaya pinjaman. Fungsi investasi melandai ke bawah; ketika tingkat bunga naik, semakin sedikit proyek investasi yang menguntungkan.

Peningkatan Belanja Pemerintah: Jika kita tingkatkan belanja pemerintah sebesar DG, dampak langsungnya adalah meningkatkan permintaan barang dan jasa sebesar DG. Tetapi karena output total ditetapkan oleh faktor-faktor produksi, kenaikan belanja pemerintah harus dipenuhi dengan penurunan beberapa kategori permintaan lain. Karena Y-T disposable tak berubah, konsumsi tak berubah. Kenaikan belanja pemerintah harus dipenuhi oleh penurunan investasi dalam jumlah sama. Agar investasi turun, tingkat bunga harus naik. Jadi, kenaikan belanja pemerintah menyebabkan tingkat bunga meningkat dan investasi menurun. Sehingga, belanja pemerintah dikatakan investasi crowd out. BAB 4. : UANG DAN INFLASI Uang dapat diartikan persediaan aset; digunakan untuk transaksi; salah satu jenis kekayaan. Sedangkan fungsinya uang berperan sebagai penyimpan nilai, unit hitung, dan media pertukaran. Kemudahan uang dikonversi menjadi sesuatu yang lain seperti barang dan jasakadang disebut likuiditas uang. Penerimaan yang ditingkatkan melalui pencetakan uang disebut

seigniorage. Ketika mencetak uang untuk mendanai pengeluaran, pemerintah meningkatkan jumlah uang beredar. Kenaikan jumlah uang beredar, pada

gilirannya,

menyebabkan

inflasi.

Mencetak

uang

untuk

meningkatkan

penerimaan adalah seperti menetapkan pajak inflasi. Para ekonom menyebut tingkat bunga yang bank bayar sebagai tingkat bunga nominal dan kenaikan daya beli Anda sebagai tingkat bunga riil.

=i-
Ini menunjukkan hubungan antara tingkat bunga nominal dan tingkat inflasi, di mana r adalah tingkat bunga riil, i adalah tingkat bunga nominal dan p adalah tingkat inflasi, dan ingat bahwa p hanyalah persentase perubahan tingkat harga P. Sebagaimana teori kuantitas uang jelaskan, jumlah uang beredar dan permintaan uang sama-sama menentukan tingkat harga ekuilibrium. Perubahan tingkat harga adalah, oleh definisi, tingkat inflasi. Inflasi, lalu, mempengaruhi tingkat bunga nominal melalui efek Fisher. Tapi sekarang, karena tingkat bunga nominal adalah biaya memegang uang, tingkat bunga nominal mengumpan balik kepada permintaan uang. Hiperinflasi didefinisikan sebagai inflasi yang melebihi 50 persen per bulan, lebih dari 1 persen per hari. Para ekonom menyebut pemisahan determinan variabel riil dan nominal dikotomi klasik (classical dichotomy). Penyederhanaan teori ekonomi, ini menyatakan perubahan jumlah uang beredar tak mempengaruhi variabel riil. Ketidakrelevanan uang untuk variabel riil ini disebut netralitas moneter (monetary neutrality). Untuk belajar isu-isu jangka-panjangnetralitas moneter mendekati benar. BAB 5 : PEREKONOMIAN TERBUKA Dalam bab sebelumnya kita permudah snalisis dengan menggunakan asumsi perekonomian tertutup. Namun dalam kenyataannya, sebagian besar perekonomian dunia adalah perekonomian terbuka: yaitu mengekspor barang dan jasa ke luar negeri, mengimpor barang dan jasa dan luar negeri, serta meminjam dan dan memberi pinjaman pada pasar modal dunia. 5-1 Arus Modal dan Barang Internasional Ketika perekonomian disebut, terbuka, berarti pengeluaran negara di tiap tahun tertentu tidak sama dengan output barang dan jasanya. Suatu negara bisa

melakukan pengeluaran lebih banyak ketimbang produksinya dengan meminjam dari luar negeri, atau bisa melakukan pengeluaran lebih kecil dari produksinya dan memberi pinjaman pada negara lain. Mari kita lihat perhitungan pendapatan nasional untuk menjelaskannya. Hal ini dapat ditunjukkan dengan rumus sebagai berikut: Y = C + I + G + NX Y = Jumlah permintaan untuk output domestik C = Konsumsi rumag tangga I = Invesstasi oleh sektor usaha dan rumah tangga G = Pembelian pemerintah NX = ekspor neto atau permintaan luar negeri neto NX definisikan sebagai EX - IM. Dalam hal ini juga bahwa pengeluaran domestik atas seluruh barang dan jasa adalah jumlah pengeluaran untuk barang dan jasa domestik serta barang dan jasa mancanegara. 5-2 Tabungan dan Investasi dalam Perekonomian Terbuka Kecil Dalam hal ini Kita akan mengembangkan model arus modal dan barang internasional. Lalu kita akan membahas isu seperti bagaimana neraca perdagangan merespons terhadap perubahan kebijakan. Mobilitas Modal dan Tingkat Bunga Dunia Telah dijelaskan bahwa neraca perdagangan sama dengan arus modal ke luar neto, yang lalu sama dengan tabungan dikurangi investasi. Maka model kita berfokus pada tabungan dan investasi. Kita gunakan bagian model dari Bab 3, tapi tidak mengasumsikan tingkat bunga riil menyeimbangkan tabungan dan investasi. Sebaliknya, kita biarkan perekonomian mengalami defisit perdagangan dan meminjam dari negara lain, atau mengalami surplus perdagangan dan memberi pinjaman pada negara lain. Misalkan perekonomian terbuka kecil dengan mobilitas modal sempurna di mana tingkat bunga di dalamnya sama dengan tingkat bunga dunia r*, dinotasikan r = r*. Dalam perekonomian tertutup, yang menentukan tingkat bunga adalah keseimbangan tabungan domestik dan investasidan dunia,

seperti perekonomian tertutupkarenanya, keseimbangan tabungan dunia dan investasi dunia menentukan tingkat bunga dunia. Model Untuk mengembangkan model perekonomian terbuka kecil, kita dapat mengambil 3 asumsi: 1. output perekonomian Y ditentukan oleh faktor faktor produksi dan fungsi produksi kita nyatakan dengan Y = Y = F(K, L) 2. konsumsi C berhubungan secara positif dengan pendapatan disposabel Y T. Kita nyatakan fungsi konsumsi dengan C = C (Y-T) 3. investasi I berhubungan secara negatif dengan tingkat bunga riil r. Kits nyatakan fungsi investasi dengan I = I (r)

4. Identitas pos pendapatan nasional, diekspresikan dalam tabungan dan investasi. Kita nyatakan dengan fungsi NX = (Y-C-G) - I atau NX = S - I Mensubstitusi tiga asumsi dari Bab 3 dan asumsi bahwa tingkat bunga sama dengan tingkat bunga dunia, r*. NX = (Y-C(Y-T) - G) - I (r*) NX = S - I (r*) Persamaan ini menunjukkan bahwa neraca perdagangan ditentukan oleh selisih antara tabungan dan investasi pada tingkat bunga dunia. Bagaimana Kebijakan Mempengaruhi neraca Perdagangan Anggaplah perekonomian berada pada posisi perdagangan berimbang (balanced trade). Dengan kata lain, pada tingkat bunga dunia, investasi.sama dengan tabungan S, dan ekspor neto sama dengan nol. Mari kita gunakan model kita untuk memprediksi dampak kebijakan di dalam dan luar negeri.

5-3 KURS Mekanisme Bursa Valuta Asing

Misalnya Amerika Serikat dan Jepang dalam hubungan dagang. Tiap negara punya budaya, bahasa dan mata uang berbeda, semuanya dapat menghambat perdagangan. Tapi, karena bursa valuta asing, transaksi perdagangan jadi lebih efisien. Bursa valuta asing adalah pasar global di mana bank-bank terhubung lewat sistem telekomunikasi hi-tech untuk membeli mata uang untuk pelanggan mereka. Slide berikut adalah representasi grafis dari arus perdagangan antara Amerika Serikat dan Jepang, dan bagaimana campuran barang-barang dagangan dapat berbeda, tapi selalu seimbang. Juga, perhatikan bagaimana bursa valuta asing berperan sebagai perantara pada transaksi-transaksi ini. Contohnya, bursa valuta asing mengkonversi penawaran dolar dari AS ke dalam permintaan untuk yen, dan sebaliknya, penawaran yen ke dalam permintaan untuk dolar. Kurs Nominal dan Riil Kurs nominal dan riil adalah Kurs antara dua negara adalah harga yang penduduk negara-negara tersebut tukarkan satu sama lain. Kurs nominal adalah harga relatif mata uang dua negara. = e (P/P*) Kurs riil antara dua negara dihitung dari kurs nominal dan tingkat harga di kedua negara. Jika kurs riil tinggi, barang-barang luar negeri relatif murah, dan barang-barang domestik relatif mahal. Jika kurs riil rendah, barangbarang luar negeri relatif mahal, dan barang-barang domestik relatif murah. BAB 6 : Pengangguran Pengangguran menunjukkan adanya sumber daya yang terbuang. Para pengangguran memiliki potensi untuk memberikan kontribusi pada pendapatan nasional, tetapi mereka tidak melakukannya. 6-1 Pemutusan Kerja, Perolehan Pekerjaan, dan Tingkat Pengangguran Alamiah Tingkat pengangguran rata-rata dalam perekonomian yang berfluktuasi disebut tingkat pengangguran alamiah (natural rate of unemployment). Ini bisa dipandang sebagai tingkat pengangguran di mana perekonomian bergravitasi dalam jangka panjang. Beberapa persamaan dasar yang.

membangun model dinamika angkatan-kerja yang menunjukkan apa yang menentukan tingkat alamiah : L = E + U L = Angkatan kerja E = Jumlah orang yang bekerja U = Jumlah pengangguran Dalam notasi ini, tingkat pengangguran adalah U/L.Kita menotasikan tingkat pemutusan kerja sebagai s. Lalu f menotasikan tingkat perolehan pekerjaan. Bersama keduanya menentukan tingkat pengangguran. Tingkat pengangguran kondisi mapan f U=sE f U = Jumlah orang yang menemukan pekerjaan s E = Jumlah orang yang kehilangan pekerjaan 6-2 Pencarian Kerja dan Pengangguran Friksional Pengangguran yang disebabkan oleh waktu yang dibutuhkan pekerja untuk mencari pekerjaan disebut pengangguran friksional.Ekonom menyebut perubahan komposisi permintaan di antara industri atau daerah sebagai pergeseran sektoral (sectoral shift). Karena perge-seran sektoral selalu terjadi, dan karena dibutuhkan waktu bagi pekerja untuk mengubah pekerjaan, pengangguran friksional selalu ada.Dalam usaha mengurangi pengangguran friksional, beberapa kebijakan secara tidak sengaja meningkatkan jumlah pengangguran friksional. Salah satunya asuransi pengangguran (unemployment insurance). Pada program ini, pekerja dapat mengambil sebagian upah mereka untuk periode tertentu setelah kehilangan pekerjaan mereka. 6-3 Kekakuan Upah-Riil dan Pengangguran Struktural Kekakuan upah (Wage rigidity) adalah gagalnya upah melakukan penyesuaian sampai penawaran tenaga kerja sama dengan permintaannya.Pengangguran yang disebabkan keka- kuan upah dan penjatahan pekerjaan disebut pengangguran struktural (structural nemployment).Orang meng-anggur bukan karena mereka tak bisa

menemukan pekerjaan yang paling se-suai dengan keahliannya, tapi karena, pada upah yang berlaku, penawaran tenaga kerja melebihi permintaannya. Pekerja ini hanya menunggu pekerjaan yang akan tersedia. Undang-Undang Upah- Minimum Pemerintah menyebabkan kekakuan upah ketika mencegah upah turun ke tingkat ekuilibrium. Banyak ekonom dan pembuat kebijakan percaya bahwa keringanan pajak lebih baik daripada meningkatkan upah minimumjika tujuan kebijakan adalah untuk meningkatkan pendapatan pekerja miskin. Keringanan pajak pendapatan yand didapat (earned income tax credit) adalah jumlah yangkeluarga pekerja miskin diizinkan untuk dikurangi dari pajak mereka.Ekonom percaya upah minimum memiliki dampak terbesar pada pengangguran remaja/pemuda. Penelitian menunjukkan bahwa kenaikan 10-persenpada upah minimum mengurangi pengangguran pemuda sebesar 1 sampai 3 persen. Pemuda berkeahlian paling kecil, memiliki produktivitas marjinal terendah, dan mendapatkan kompensasi mereka dalam bentuk magang (on-the-job-training), katakanlah, di Mankiws Burgers. Bicara tentang burgers, sekitar tiga-perempat dari semua pekerja yang diberiupah minimum atau kurang ada pada industri layanan makanan. Apprenticeship adalah contoh klasik dari latihan yang ditawarkan sebagai pengganti upah. BAB 7 : Pertumbuhan Ekonomi I Model Pertumbuhan Solow Model pertumbuhan Solow (Solow Growth Model) dirancang untuk menunjukkan bagaimana pertumbuhan persediaan modal, pertumbuhan angkatan kerja, dan kemajuan teknologi berinteraksi dalam suatu perekonomian, dan bagaimana pengaruhnya terhadap output total barang dan jasa suatu negara.Mari kita sekarang memeriksa bagaimana model ini menangani akumulasi modal. 7-1 Akumulasi Modal Penawaran barang dan fungsi produksi Fungsi produksi merepresentasikan transformasi dari input (angkatan kerja (L), modal (K), teknologi produksi) ke dalam output (barang jadi dan jasa pada waktu tertentu).

Dan dapat dinyatakan sebagai berikut : z Y = F ( zK ,z L ) Fungsi produksi dengan skala pengembalian konstan memungkinkan kita menganalisis seluruh variable dalam perekonomian dibandingkan dengan jumlah angkatan kerja. Untuk melihat kebenarannya, gunakan z = 1/L dalam persamaan diatas untuk mendapatkan Y/L = F(k/L, 1) Skala hasil konstan mengimplikasikan bahwa ukuran perekonomian sebagaimana diukur oleh jumlah pekerja tak mempengaruhi hubungan antara output tiap pekerja dan modal tiap pekerja. Jadi, dari sekarang, kita notasikan semua kuantitas dalam istilah tiap pekerja dalam huruf kecil. Di sini fungsi produksi kita , y = f( k ) di mana f(k) = F(k,1). 7-2 Tingkat Modal Kaidah Emas Nilai kondisi-mapan k yang memaksimalkan konsumsi disebut Tingkat Modal Kaidah Emas (Golden Rule Level of Capital). Untuk menemukan konsumsi tiap pekerja pada kondisi-mapan, kita mulai dengan identitas pos pendapatan nasional : y = c + i , dan disusun ulang : c = y - i. Persamaan ini menyatakan konsumsi adalah output dikurangi investasi. Karena kita ingin menemukan konsumsi kondisi-mapan, kita substitusi nilai kondisi-mapan untuk output dan investasi. Output tiap pekerja pada kondisimapan adalah f (k*) di mana k* adalah persediaan modal tiap pekerja pada kondisi-mapan. Lalu, karena persediaan modal tidak berubah pada kondisimapan, investasi sama dengan depresiasi dk*. Mensubstitusi f (k*) untuk y dan dk* untuk i, konsumsi tiap pekerja pada kondisi mapan : c* = f (k*) - dk*. 7-3 Pertumbuhan Populasi Model Solow dasar menunjukkan bahwa akumulasi modal, sendiri, takbisa menjelaskan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan : tingkat tabungan tinggi menyebabkan pertumbuhan tinggi sementara, tapi perekonomianakhirnya mendekati kondisi mapan di mana modal dan output konstan.Untuk menjelaskan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, kita harus memperluas model Solow untuk mencakup dua sumber lain daripertumbuhan ekonomi. Jadi, kita tambahkan pertumbuhan populasi pada model. Kita akanmengasumsikan bahwa populasi dan angkatan kerja tumbuh dengan tingkat konstan n.

Pertumbuhan Populasi (n) Perubahan persediaan modal per pekerja : Dk = i (d+n)k hasil substitusi sf(k) untuk i: Dk = (sfk) (d+n)k, Persamaan ini menunjukkan bagaimana investasi, depresiasi dan pertumbuhan populasi baru mempengaruhi persediaan modal per-pekerja. Investasi baru meningkatkan k, sementara depresiasi dan pertumbuhan populasi menurunkan k. Ketika kita tidak memasukkan variabel n dalam versi sederhana kitakita sedang mengasumsikan kasus khusus di mana pertumbuhan populasi adalah 0.