Anda di halaman 1dari 28

LOG BOOK PJBL-NC BLOK SISTEM GASTRO INTESTINAL TRACT (GIT)

SIROSIS HEPATIS

Disusun Oleh Desak Gede Prema Wahini (105070201131010)

NURSING K3LN PROGRAMME MEDICAL FACULTY OF BRAWIJAYA UNIVERSITY MALANG 2013

A.

ANATOMI DAN FISIOLOGI HATI Hati adalah organ yang terbesar yang terletak di sebelah kanan

atas rongga perut di bawah diafragma. Beratnya 1.500 gr atau 2,5 % dari berat badan orang dewasa normal. Pada kondisi hidup berwarna merah tua karena kaya akan persediaan darah. Hati terbagi menjadi lobus kiri dan lobus kanan yang dipisahkan oleh ligamentum falciforme, di inferior oleh fissure dinamakan dengan ligamentum teres dan di posterior oleh fissure dinamakan dengan ligamentum venosum. . Lobus kanan hati enam kali lebih besar dari lobus kirinya dan mempunyai 3 bagian utama yaitu : lobus kanan atas, lobus caudatus, dan lobus quadrates. Hati dikelilingi oleh kapsula fibrosa yang dinamakan kapsul glisson dan dibungkus peritorium pada sebagian besar keseluruhan permukaannnya Hati disuplai oleh dua pembuluh darah yaitu : Vena porta hepatica yang berasal dari lambung dan usus, yang kaya akan nutrien seperti asam amino, monosakarida, vitamin yang larut dalam air, dan mineral dan Arteri hepatica, cabang dari arteri kuliaka yang kaya akan oksigen. Untuk lebih jelasnya anatomi hati dapat dilihat pada gambar berikut :

Hati selain salah satu organ di badan kita yang terbesar , juga mempunyai fungsi yang terbanyak. Fungsi dari hati dapat dilihat sebagai organ keseluruhannya dan dapat dilihat dari sel-sel dalam hati. 1. Fungsi hati sebagai organ keseluruhannya diantaranya adalah : a. Ikut mengatur keseimbangan cairan dan elekterolit, karena semua cairan dan garam akan melewati hati sebelum ke jaringan ekstraseluler lainnya. b. Hati bersifat sebagai spons akan ikut mengatur volume darah, misalnya pada dekompensasio kordis kanan maka hati akan membesar. c. d. Sebagai alat saringan (filter). Semua makanan dan berbagai macam substansia

yang telah diserap oleh intestine akan dialirkan ke organ melalui sistema portal. 2. Fungsi dari sel-sel hati dapat dibagi a. Fungsi Sel Epitel di antaranya ialah : Sebagai pusat metabolisme di antaranya metabolisme karbohidrat, protein, lemak, empedu, Proses metabolisme akan diuraikan sendiri Sebagai alat penyimpan vitamin dan bahan hasil metabolisme. Hati menyimpan makanan

makanan tersebut tidak hanya untuk kepentingannnya sendiri tetapi untuk organ lainya juga. Sebagai alat sekresi untuk keperluan badan kita: diantaranya akan mengeluarkan glukosa, protein, factor koagulasi, enzim, empedu. Proses detoksifikasi, dimana berbagai macam toksik baik eksogen maupun endogen yang masuk ke badan akan mengalami detoksifikasi dengan cara oksidasi, reduksi, hidrolisa atau konjugasi. b. Fungsi sel kupfer sebagai sel endotel mempunyai fungsi sebagai sistem retikulo endothelial.

Sel akan menguraikan Hb menjadi bilirubin Membentuk a-globulin dan immune bodies Sebagai alat fagositosis terhadap bakteri dan

elemen puskuler atau makromolekuler.

C.

PENGKAJIAN KEPERAWATAN 1. Identitas klien


-

Nama Usia Jenis kelamin Agama Pekerjaan Pendidikan Alamat Tanggal masuk Tanggal pengkajian Diagnosa medis Rencana terapi lamivudin untuk

: Ny. A : 48 tahun : Perempuan : Islam : Pedagang : SMA : Jalan Veteran No. X Malang : 11 Maret 2013 : 11 Maret 2013 : Sirosis Hepatis : Pemberian interferon alfa penatalaksanaan hepatitis B.

dan

Penatalaksanaan asites dengan tirah baring, diet rendah garam dan pemberian diuretic. 2. Keluhan utama/alasan masuk rumah sakit : Klien mengeluh mudah lelah, lemah dan perut terasa kembung. 3. Riwayat kesehatan sekarang : Sejak seminggu yang lalu klien mengeluh mual-mual dan nafsu makannya menurun, kadang diikuti perasaan sesak. Klien juga mengeluh fesesnya berwarna pucat dan air kemihnya berwarna coklat pekat seperti teh. Berdasarkan hasil inspeksi terdapat penguningan pada mata dan kulit. Terdapat edema pada kaki klien dan pembesaran abdomen akibat penumpukan cairan. Auskultasi : bising usus 5 kali/ menit di tiap kuadran. Perkusi : Terdapat pembesaran hati dengan nilai GMK : 14 cm dan GMS : 9 cm. Palpasi : nyeri tekan bagian epigastrik (+). BB : 69 kg, TB : 167 cm, dan LLA : 27 cm. Konjungtiva anemis. TD: 100/80 mmHg, Suhu: 38,20C, RR: 24 x/mnt, Nadi 100 x/mnt ireguler. Pada pemeriksaan penunjang didapatkan : SGOT/SGPT meningkat, Hipoalbumin, Trombositopenia, Anemia, ECG kesan AF rapid respon ireguler, RO thorak CTR > 50%. Hasil USG Hepar terdapat kesan Serosis Hati.

4. Riwayat kesehatan lalu


-

Penyakit

yang

pernah

dialami

Klien

mengaku

didiagnosa mengidap hepatitis B sejak 2 tahun lalu. Sudah 1 tahun ini, klien tidak pernah kontrol kerumah sakit. Riwayat klien sering meminum jamu-jamu tradisional yang dijual di warung. Klien bekerja mulai dari jam 8 pagi sampai jam 6 malam sebagai pedagang. Kecelakaan yang pernah dialami : Keracunan : Penyakit anggota keluarga : Genogram : -

5. Riwayat kesehatan keluarga

6. Riwayat psikososial : 7. Riwayat hospitalisasi : -

8. Pola aktivitas sehari-hari : Nutrisi

Sejak seminggu yang lalu klien mengeluh mual-mual dan nafsu makannya menurun.

Cairan

Eliminasi (BAB dan BAK)

Klien juga mengeluh berwarna pucat

fesesnya

Klien juga mengeluh air kemihnya berwarna coklat pekat seperti teh.

Istirahat/tidur

Olahraga

Personal hygiene

Aktifitas/mobilisasi fisik
Klien bekerja mulai dari jam 8 pagi sampai jam 6 malam sebagai pedagang.

Rekreasi

9. Pemeriksaan fisik -

Keadaan umum klien : lemah Tanda-tanda vital : TD: 100/80 mmHg, Suhu: 38,20C, Inspeksi : terdapat penguningan pada mata dan kulit.

RR: 24 x/mnt, Nadi 100 x/mnt ireguler.


-

Terdapat edema pada kaki klien dan pembesaran abdomen akibat penumpukan cairan.
-

Auskultasi : bising usus 5 kali/ menit di tiap kuadran.

Perkusi : terdapat pembesaran hati dengan nilai GMK : Palpasi : nyeri tekan bagian epigastrik (+). Hasil tes asites (+) : terdapat penumpukan cairan di Kepala dan wajah : berdasarkan hasil inspeksi terdapat Leher : Dada/thorax : kadang diikuti perasaan sesak. Abdomen : klien mengeluh mudah lelah, lemah dan perut dan nafsu makannya menurun, pembesaran

14 cm dan GMS : 9 cm.


-

abdomen. penguningan pada mata. Konjungtiva anemis.


-

terasa kembung. Sejak seminggu yang lalu klien mengeluh mual-mual abdomen akibat penumpukan cairan. Klien juga mengeluh fesesnya berwarna pucat dan air kemihnya berwarna coklat pekat seperti teh.
-

Ekstremitas Punggung : Genetalia :

terdapat

edema

pada

kaki

klien.

Penguningan pada kulit.


-

10. Pemeriksaan diagnostik Laboratorium : SGOT/SGPT meningkat, Hipoalbumin, RO thorak : CTR > 50%. CT Scan : ECG : kesan AF rapid respon ireguler. USG : Hepar terdapat kesan Serosis Hati. Trombositopenia, Anemia.
-

11. Terapi Pemberian interferon alfa dan lamivudin untuk penatalaksanaan hepatitis B. Penatalaksanaan asites dengan tirah baring, diet rendah garam dan pemberian diuretic.

D.

ANALISA DATA Data Obyektif : - Berdasarkan terdapat hasil inspeksi pada

Data Subyektif :
-

Ny. A usia 48 tahun.

penguningan

mata dan kulit. Terdapat edema pada kaki klien dan pembesaran abdomen cairan.
-

akibat

penumpukan

Mengeluh dan

mudah perut

lelah, terasa

Auskultasi : bising usus 5

lemah

kali/ menit di tiap kuadran.

kembung.
-

Sejak seminggu yang lalu mengeluh nafsu mual-mual makannya diikuti

Perkusi

Terdapat

klien dan

pembesaran hati dengan nilai GMK : 14 cm dan GMS : 9 cm.

menurun,

kadang

perasaan sesak. - Klien juga mengeluh Palpasi : nyeri tekan bagian

fesesnya berwarna pucat dan air kemihnya berwarna coklat pekat seperti teh. - Klien mengaku didiagnosa mengidap hepatitis B sejak 2 tahun lalu. - Sudah 1 tahun ini, klien tidak pernah kontrol kerumah sakit. - Riwayat meminum tradisional warung. yang klien sering dijual di

epigastrik (+).

BB : 69 kg, TB : 167 cm, dan

LLA : 27 cm.

Konjungtiva anemis.

TTV : TD: 100/80 mmHg,

jamu-jamu

Suhu: 38,20C, RR: 24 x/mnt, Nadi 100 x/mnt ireguler.

- Klien bekerja mulai dari jam 8 pagi sampai jam 6 malam sebagai pedagang.

Keadaan

umum

klien

lemah.

Laboratorium : SGOT/SGPT Hipoalbumin,

meningkat,

Trombositopenia, Anemia.
-

RO thorak : CTR > 50%. USG : Hepar terdapat kesan

Serosis Hati.
-

ECG

kesan

AF

rapid

respon ireguler.

No.

Data

Etiologi

Diagnosa Keperawatan

Ds :
-

Riwayat klien sering Sejak seminggu lalu klien meminum jamu-jamu tradisional yang dijual di warung. Klien mengaku didiagnosa mengaku mengidap hepatitis B sejak 2 tahun lalu. Sudah 1 tahun ini, klien tidak pernah kontrol kerumah sakit. Perkusi : Terdapat pembesaran hati klien meminum dengan nilai GMK : 14 cm dan GMS : 9

Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

yang

mengeluh mual-mual dan nafsu makannya menurun. Klien

didiagnosa mengidap hepatitis B sejak 2 tahun lalu. Sudah 1 tahun ini, tidak pernah kerumah

klien kontrol sakit. -

Riwayat

sering

jamu-jamu tradisional yang dijual di warung. Do : Perkusi : hati

cm. Palpasi : nyeri tekan bagian epigastrik (+). SGOT/SGPT meningkat, Hipoalbumin, Trombositopenia, Anemia, ECG kesan AF rapid respon ireguler, RO thorak CTR > 50%. Hasil USG Hepar terdapat kesan Serosis Hati. Keadaan umum klien : lemah. Sejak seminggu yang lalu klien mengeluh mual-mual dan nafsu makannya menurun. BB : 69 kg, TB : 167 cm, dan LLA : 27 cm. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

Terdapat pembesaran dengan nilai GMK : 14 cm dan GMS : 9 cm. Palpasi : nyeri bagian

tekan epigastrik (+). -

BB : 69 kg, TB :

167 cm, dan LLA : 27 cm. Keadaan umum

klien : lemah.
-

Laboratorium

SGOT/SGPT meningkat, Hipoalbumin, Trombositopenia, Anemia.


-

RO thorak : CTR

> 50%.
-

USG

Hepar kesan

terdapat Serosis Hati.


-

ECG : kesan AF

rapid respon ireguler. 2 Ds : Mengeluh mudah Riwayat klien sering meminum jamu-jamu tradisional yang dijual di warung. Klien mengaku didiagnosa mengidap hepatitis B sejak 2 tahun lalu. pernah kerumah Klien bekerja mulai dari jam 8 pagi sampai jam 6 malam sebagai pedagang. klien meminum Sudah 1 tahun ini, klien tidak pernah kontrol kerumah sakit. Perkusi : Terdapat pembesaran hati dengan nilai GMK : 14 cm dan GMS : 9 cm. Keadaan umum Palpasi : nyeri tekan bagian epigastrik (+). : hati SGOT/SGPT meningkat, Hipoalbumin, Trombositopenia, Anemia, ECG kesan AF rapid respon Keletihan

lelah, lemah. Klien mengaku

didiagnosa mengidap hepatitis B sejak 2 tahun lalu. Sudah 1 tahun ini, tidak

klien kontrol sakit. -

Riwayat

sering

jamu-jamu tradisional yang dijual di warung. Klien bekerja

mulai dari jam 8 pagi sampai jam 6 malam sebagai pedagang. Do : -

klien : lemah. Perkusi

Terdapat pembesaran dengan nilai GMK : 14 cm dan GMS : 9 cm.

Laboratorium

ireguler, RO thorak CTR > 50%. Hasil USG Hepar terdapat kesan Serosis Hati. Keadaan umum klien : lemah. Mengeluh mudah lelah, lemah.

SGOT/SGPT meningkat, Hipoalbumin, Trombositopenia, Anemia.


-

RO thorak : CTR

> 50%.
-

USG

Hepar kesan

terdapat Serosis Hati.


-

Keletihan

ECG : kesan AF

rapid respon ireguler. 3 Ds : Perut terasa Riwayat klien sering meminum jamu-jamu tradisional yang dijual di warung. mengaku Klien mengaku didiagnosa mengidap hepatitis B sejak 2 tahun lalu. pernah kerumah Sudah 1 tahun ini, klien tidak pernah kontrol kerumah sakit. klien meminum SGOT/SGPT meningkat, Hipoalbumin, Trombositopenia, Anemia, ECG kesan Gangguan rasa nyaman

kembung. Klien

didiagnosa mengidap hepatitis B sejak 2 tahun lalu. Sudah 1 tahun ini, tidak

klien kontrol sakit. -

Riwayat

sering

jamu-jamu tradisional yang dijual di warung. Do :

Perkusi

: hati

AF rapid respon ireguler, RO thorak CTR > 50%. Hasil USG Hepar terdapat kesan Serosis Hati.

Terdapat pembesaran dengan nilai GMK : 14 cm dan GMS : 9 cm. Palpasi : nyeri bagian

tekan epigastrik (+).


-

Perkusi : Terdapat pembesaran hati dengan nilai GMK : 14 cm dan GMS : 9 cm. Palpasi : nyeri tekan bagian epigastrik (+). Perut terasa kembung. Gangguan rasa

Laboratorium

SGOT/SGPT meningkat, Hipoalbumin, Trombositopenia, Anemia.


-

RO thorak : CTR

> 50%.
-

USG

Hepar kesan

nyaman

terdapat Serosis Hati.


-

ECG : kesan AF

rapid respon ireguler. 4 Ds : Klien mengaku Riwayat klien sering meminum jamu-jamu tradisional yang dijual di warung. Klien mengaku didiagnosa mengidap hepatitis B sejak 2 tahun lalu. Kelebihan volume cairan

didiagnosa mengidap hepatitis B sejak 2 tahun lalu. Sudah 1 tahun ini, tidak pernah kerumah

klien kontrol

sakit. Riwayat klien meminum

Sudah 1 tahun ini, klien tidak pernah kontrol kerumah sakit. SGOT/SGPT meningkat, Hipoalbumin,

sering

jamu-jamu tradisional yang dijual di warung. Do : Terdapat edema

Trombositopenia, Anemia, ECG kesan AF rapid respon ireguler, RO thorak CTR > 50%. Hasil USG Hepar terdapat kesan Serosis Hati. Perkusi : Terdapat pembesaran hati dengan nilai GMK : 14 cm dan GMS : 9 cm. Terdapat edema pada kaki klien dan pembesaran abdomen akibat penumpukan cairan. Kelebihan volume cairan

pada kaki klien dan pembesaran abdomen akibat penumpukan cairan. Perkusi : hati

Terdapat pembesaran dengan nilai GMK : 14 cm dan GMS : 9 cm.


-

Laboratorium

SGOT/SGPT meningkat, Hipoalbumin, Trombositopenia, Anemia.


-

RO thorak : CTR

> 50%.
-

USG

Hepar kesan

terdapat Serosis Hati.


-

ECG : kesan AF

rapid respon ireguler. 5 Ds : Perut terasa Riwayat klien sering meminum jamu-jamu tradisional yang dijual di warung. diikuti Klien mengaku didiagnosa sejak 2 tahun lalu. Sudah 1 tahun ini, klien tidak pernah kontrol kerumah sakit. SGOT/SGPT meningkat, klien meminum Hipoalbumin, Trombositopenia, Anemia, ECG kesan AF rapid respon ireguler, RO thorak CTR > 50%. Hasil Terdapat akibat USG Hepar terdapat kesan Serosis Hati. Perkusi : Terdapat pembesaran hati : hati dengan nilai GMK : 14 cm dan GMS : 9 cm. Terdapat pembesaran abdomen akibat pernah kerumah Ketidakefektifan pola nafas

kembung. Kadang

perasaan sesak. Klien

mengaku mengidap hepatitis B

didiagnosa mengidap hepatitis B sejak 2 tahun lalu. Sudah 1 tahun ini, tidak

klien kontrol sakit. -

Riwayat

sering

jamu-jamu tradisional yang dijual di warung. Do :


-

pembesaran abdomen penumpukan cairan. Perkusi

Terdapat pembesaran dengan nilai GMK : 14 cm dan GMS : 9 cm.

RR: 24 x/mnt. Laboratorium :

penumpukan cairan. Perut terasa kembung. Kadang diikuti perasaan sesak. RR: 24 x/mnt. Ketidakefektifan pola nafas

SGOT/SGPT meningkat, Hipoalbumin, Trombositopenia, Anemia.


-

RO thorak : CTR

> 50%.
-

USG

Hepar kesan

terdapat Serosis Hati.


-

ECG : kesan AF

rapid respon ireguler. 6 Ds : Klien mengaku Riwayat klien sering meminum jamu-jamu tradisional yang dijual di warung. Klien mengaku didiagnosa mengidap hepatitis B sejak 2 tahun lalu. Sudah 1 tahun ini, klien meminum klien tidak pernah kontrol kerumah sakit. SGOT/SGPT meningkat, Hipoalbumin, Perkusi : Trombositopenia, Hipertermia

didiagnosa mengidap hepatitis B sejak 2 tahun lalu. Sudah 1 tahun ini, tidak pernah kerumah

klien kontrol sakit. -

Riwayat

sering

jamu-jamu tradisional yang dijual di warung. Do : -

Terdapat pembesaran hati dengan nilai GMK : 14 cm dan GMS : 9 cm.


-

Anemia, ECG kesan AF rapid respon ireguler, RO thorak CTR > 50%. Hasil USG Hepar terdapat : kesan Serosis Hati. Perkusi : Terdapat pembesaran hati dengan nilai GMK : 14 cm dan GMS : 9 cm. Proses inflamasi pada hepar. : Hepar kesan Suhu: 38,20C Hipertermia

Laboratorium

SGOT/SGPT meningkat, Hipoalbumin, Trombositopenia, Anemia.


-

RO thorak : CTR

> 50%.
-

USG

terdapat Serosis Hati.


-

ECG : kesan AF

rapid respon ireguler.


-

Suhu: 38,20C

E.

DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d faktor biologis diakibatkan perasaan tidak nyaman pada abdomen karena proses inflamasi pada hepar. 2. Keletihan b.d gangguan metabolisme karbohidrat,lemak dan protein pada proses inflamasi di hepar. 3. Gangguan rasa nyaman b.d pembesaran hepar, penumpukan cairan di abdomen karena proses inflamasi pada hepar. 4. Kelebihan volume cairan b.d gangguan mekanisme regulasi karena gangguan metabolisme protein di hepar.

5. Ketidakefektifan pola nafas b.d keletihan dan penekanan di diafragma akibat penumpukan cairan di abdomen. 6. Hipertermia b.d proses inflamasi pada hepar. F. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN Rencana Keperawatan No Diagnosa Keperawatan 1 Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan diakibatkan perasaan nyaman abdomen proses pada hepar. tidak pada karena inflamasi tubuh b.d faktor biologis Tujuan dan Kriteria Hasil
-

Intervensi dan Rasional


a. Diskusikan dengan -

Evaluasi

Setelah

S : Klien

dilakukan asuhan keperawatan selama jam nutrisi membaik. Kriteria klien hasil : nafsu makan klien menghabiska n yang disediakan, tidak terjadi penurunan berat badan. makanan meningkat, 3x24 status klien

klien

tentang

mengatakan nafsu makannya bertambah.


-

pentingnya nutrisi bagi klien (Rasional : nutrisi yang baik dapat proses mempercepat penyembuhan).
b. Anjurkan

O : Klien makanan

menghabiska klien tapi : n yang disediakan dan terjadi penurunan BB pada klien.
-

makan sering

sedikit (Rasional

peningkatan intraabdominal asites saluran menurunkan kapasitasnya, dengan tapi porsi sering GI

tekanan akibat dan makan sedikit mampu menekan

tidak

Masalah teratasi sepenuhnya.


-

mengoptimalkan proses pencernaan pada saluran GI).


c. Pantau intake klien

Intervensi dihentikan, dilanjutkan dengan monitoring intake nutrisi

sesuai

dengan

diet

yang telah disediakan

(Rasional yang kriteria intervensi diberikan)

intake adekuat

klien.

merupakan salah satu keberhasilan yang

d. Timbang BB klien

setiap hari (Rasional : memastikan pada klien). e. Batasi cairan 1 jam sebelum dan sesudah makan cairan (Rasional : dapat tidak terjadi penurunan BB

menurunkan masukan dan nafsu makan).


f.

Pertahankan

oral :

hygiene akumulasi makanan

(Rasional di

partikel mulut

dapat menambah bau dan rasa tak sedap yang menurunkan makan).
g. Batasi

dapat nafsu

makanan lemak empedu

yang pada

tinggi aliran

(Rasional : kerusakan menyebabkan

malabsorbsi lemak). 2 Keletihan gangguan metabolisme karbohidrat,lemak dan protein pada proses inflamasi di hepar. b.d Setelah
a. Pantau

tingkat klien

S : Klien secara

dilakukan asuhan keperawatan selama klien berkurang.


-

keletihan dapat

mengungkapk an verbal keletihan yang dirasakan berkurang


-

(Rasional : keletihan mengganggu 2x24 kemampuan fisik dan psikologis klien). b. Pantau TTV klien (Rasional : penurunan TTV mengindikasikan kelemahan adanya

jam keletihan

O : Wajah tampak batas

Kriteria : klien secara

klien dalam 120/80

hasil an verbal

rileks dan TTV normal, TD :

mengungkapk

dan keletihan) c. Anjurkan klien

keletihan yang dirasakan berkurang, ekspresi wajah dan dalam 120/80 mmHg, RR 370C) : N : 80-100 x/mnt, 16-20 x/mnt, S : 36klien TTV batas tampak rileks

untuk menutup mata, meluruskan kaki dan rileks (Rasional : posisi yang nyaman memudahkan relaksasi otot dan menurunkan keletihan). d. Tingkatkan tirah

mmHg, RR 370C)
-

80-100 x/mnt, : 16-20 x/mnt, S : 36A :

Masalah teratasi sepenuhnya.


-

normal, TD :

baring klien (Rasional : frekuensi istirahat yang mencukupi yang dirasakan) dapat menurunkan keletihan

Intervensi dihentikan, dilanjutkan dengan monitoring tingkat keletihan klien.

Gangguan nyaman

rasa b.d

Setelah

a. Anjurkan untuk

klien

klien secara rasa

dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam terdapat peningkatan rasa nyaman pada klien. - Kriteria hasil : klien mengungkap kan secara verbal rasa nyamannya meningkat dan klien terlihat dapat mempertahan kan tirah baring.

mengungkapk an verbal ketika gangguan pada dapat dan hati dari metabolisme nyaman baring

pembesaran hepar, penumpukan cairan di abdomen karena proses inflamasi pada hepar.

mempertahankan tirah baring mengalami rasa tirah

nyamannya meningkat.
-

abdomen (Rasional : mengurangi kebutuhan metabolik melindungi aktifitas

O : klien

terlihat dapat mempertahan kan baring.


-

tirah :

yang berlebihan).
b. Kolaborasi

Masalah teratasi sepenuhnya.


-

pemberian sedatif dan antispasmodik tidak sesuai (Rasional antispasmodic sedatif yang order : dan dapat hepatotoksik

Intervensi dihentikan, dilanjutkan dengan monitoring rasa nyaman klien.

mengurangi iritabilitas traktus gastrointestinal dan gangguan rasa yang nyaman diakibatkannya).
c. Anjurkan

klien dan jika : asupan cairan

untuk asupan cairan

mengurangi natrium

diinstruksikan (Rasional natrium dan

yang berlebihan dapat memperparah asites yang dialami klien) 4 Kelebihan cairan gangguan mekanisme regulasi gangguan metabolisme protein di hepar. karena volume b.d - Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam status volume cairan klien membaik. - Kriteria hasil : terdapat penurunan lingkar perut sebesar 2 cm dalam 3 hari dan klien menyatakan perasaan penuh pada abdomen berkurang.
a. Batasi

asupan

klien

cairan dan natrium jika diinstruksikan (Rasional meminimalkan pembentukan dan edema).
b. Kolaborasi

menyatakan perasaan penuh abdomen pada

: asites

berkurang.
-

terdapat diuretik, order : dan penurunan lingkar perut sebesar 2 cm dalam 3 hari.
-

pemberian protein

suplemen kalium dan sesuai (Rasional cairan berlebih

meningkatkan eksresi mempertahankan keseimbangan volume cairan). c. Catat : menilai intake dan

Masalah teratasi sepenuhnya.


-

Intervensi dihentikan, dilanjutkan dengan monitoring volume cairan catat perut pada asites klien.

output cairan (Rasional efektifitas terapi dan kecukupan asupan cairan). d. Ukur lingkar perubahan pembentukan dan dan

(Rasional : memantau

penumpukan

cairan). e. Jelaskan pembatasan (Rasional meningkatkan pemahaman dan sikap kooperatif klien dalam melaksanakan pembatasan dan cairan). 5 Ketidakefektifan pola nafas b.d dan di akibat keletihan penekanan diafragma di abdomen. - Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 4x24 jam pola nafas klien berangsur membaik.
-

rasional cairan :

dan natrium pada klien

natrium

a. Ajarkan klien untuk sesekali posisi semifowler meninggikan tempat tekanan pada tidur mengubah tidur menjadi atau kepala klien

klien

menyatakan keluhan sesaknya berkurang.


-

penumpukan cairan

RR

(Rasional : mengurangi abdominal dan diafragma

klien rentang

dalam

normal 16-20 x/menit.


-

Kriteria

memungkinkan pengembangan toraks dan ekspansi paru yang optimal). b. Edukasi klien unutk mengurangi aktifitas dan kebutuhan energi (Rasional : mengurangi kebutuhan metabolik dan oksigen klien). c. Bantu dan

hasil : klien menyatakan keluhan sesaknya berkurang dan RR klien dalam rentang normal 16-20 x/menit.

Masalah teratasi sepenuhnya.


-

Intervensi dihentikan, dilanjutkan dengan monitoring pola klien. nafas

dampingi klien dalam

menjalani parasentesis dan torakosentesis : dan yang untuk cairan toraks) tindakan (Rasional parasentesis torakosentesis (tindakan dilakukan mengeluarkan dari rongga merupakan

yang menakutkan bagi klien. Bantu klien agar bekerja sama menjalani prosedur ini dengan meminimalkan resiko dan gangguan rasa nyaman).
d. Pantau pola nafas

dan kecepatan nafas klien, normalnya RR : 16-20 x/menit (Rasional : memonitor keberhasilan intervensi yang dilakukan). 6 Hipertermia proses pada hepar. b.d
-

Tujuan

a. Pantau suhu tubuh klien sekali. setiap 6 jam : (Rasional

S : Tidak

inflamasi

setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 1x24 jam tubuh kembali suhu klien

terdapat keluhan demam klien.


-

merupakan keberhasilan intervensi)


b. Kolaborasi

indikasi

dari

O : Suhu klien

tubuh

pemberian

interferon

dalam rentang

normal.
-

alfa

dan :

lamivudin. penyakit

normal 370C. A

36-

Kriteria klien 36dan

(Rasional

hasil : suhu tubuh normal 370C keluhan demam klien. dari dalam rentang

hepatitis B yang kronis menyebabkan inflamasi pada hepar dan peningkatan suhu tubuh secara sistemik, interferon lamivudin farmakologis penatalaksanaan Hepatitis B)
c. Kolaborasi

Masalah teratasi sepenuhnya. P :

tidak terdapat

alfa

dan untuk

merupakan

Intervensi dihentikan, dilanjutkan dengan monitoring suhu klien.

pemberian yang : farmakologi bekerja suhu tubuh) d. Berikan

antipiretik tidak merupakan yang menurunkan

hepatotoksik. (Rasional

kompres

pada bagian axilla dan lipat paha. (Rasional : menurunkan tubuh klien) suhu

DAFTAR PUSTAKA Nanda International. 2013. Nursing Diagnoses : Definitions And Classification 20122014. Jakarta : EGC Price, Sylvia A dan Lorraine M. Wilson. 1994. Patofisiologi, Konsep Klinis ProsesProses Penyakit. Jakarta : EGC MC, closky J dan Bulaceck. 2000. Nursing Intervension Classification (NIC). Mosby : Philadelphia Sunardi. 2006. Asuhan Keperawatan Pasien dengan Sirosis Hati pada Tn. MS di Ruang Inap Irna B Lantai IV Kanan RSCM. Jakarta :FIK UI Sutadi, Sri Maryani. 2003. Sirosis Hepatis. Medan : USU