Anda di halaman 1dari 2

PENDIDIKAN BERBASIS ICT

Pendidikan di Indonesia saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat terutama dalam teknologi pendidikan. Berbagai lembaga pendidikan atau sekolah mulai dari SD sampai SLTA mulai menerapkan atau memakai komputer maupun LCD dalam setiap pembelajarannya. Bahkan sekolah yang bertaraf internasional mewajibkan muridnya mempunyai laptop. Hal ini di lakukan karena arus globalisasi yang mulai merambah Indonesia, siapa yang mampu menguasai teknologi dialah yang bisa bersaing di pasar internasional. Penggunaan teknologi di sekolah berdampak pada besar dan mahalnya biaya pendidikan, sehingga hanya orang tua yang ekonomi menengah ke atas yang mampu menyekolahkan anaknya di sekolah yang sudah menggunakan berbagai peralatan yang berbasis teknologi komunikasi dan informasi. Selain itu tenaga pendidik pun harus menguasai teknologi, sehingga bisa menyajikan pembelajaran melalui berbagai teknologi yang sudah di sediakan pihak sekolah. Jadi jika antara wali murid sekolah dan pendidik mampu bekerja sama dalam memanfaatkan teknologi pendidikan dengan tepat akan mampu menghasilkan lulusan ataupun output yang juga unggul dalam iptek. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan, jangan sampai mengesampingkan pendidikan karakter dan nilai-nilai luhur sebgai bangsa indonesia, sehingga generasi muda dalam arus globalisasi tetap menghargai nilai-nilai, etika kesopanan sebagai bangsa Indonesia.

PENDIDIKAN DI INDONESIA SAAT INI


Peningkatan mutu pendidikan di Indonesia saat ini menjadi prioritas penting pemerintah, terbukti 20% dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara dialokasikan dibidang pendidikan. Hal ini penting karena makin maju pendidikan suatu negara otomatis masyarakatnya semakin cerdas dan kemakmuran akan tercapai. Dana yang diberikan pemerintahdigunakan oleh sekolah untuk meningkatkan diri sekolah, hal ini terbukti sekarang ini banyak sekali sekolah atau lembaga pendidikan berlomba- lomba meningkatkan status sekolah dari yang biasa menjadi standar nasional, dari yang standar nasional menjadi rintisan berstandar internasional bahkan ada yang menjadi bertaraf atau berstandar Internasional. Berbagai persyaratan harus mereka penuhi untuk mencapai suatu status tertentu baik dari sisi guru atau pendidik, sarana prasarana maupun kegiatan pembelajarannya semakin tinggi suatu status setelah semakin banyak masyarakat yang ingin menyekolahkan anaknya disekolah tersebut walaupun dengan biaya yang mahal. Anak- anak yang sekolah disekolah tersebut memang mampu menguasai teknologi dan cerdas secara intelektual karena hari- hari mereka hanya belajar dan belajar, dari pagi sampai sore hari, tetapi anak- anak tersebut kurang cerdas secara social karena tak ada waktu untuk bersosialisasi di lingkungan rumah tinggal mereka dan kurang cerdas secara emosi, cenderung individual dan kurang respect terhadap pelajaran bahasa dan budaya daerah. Dampaknya adalah banyaknya tawuran antar pelajar, antar mahasiswa hanya karena hal- hal yang dianggap sepele. Banyak anak- anak kota yang menganggap bahasa daerah adalah bahasa kuno dan tak penting, mereka lebih bangga bila bisa bahasa inggris, jepang, dll. Begitu juga dengan budayanya banyak anak- anak muda yang bangga memakai produk luar negeri daripada produksi sendiri. Kalau hal ini tidak dibenahi akan membawa kehancuran bangsa. Untuk itu sekarang ini pemerintah mulai memasukan pendidikan nasionalisme dan pendidikan karakter bangsa ke dalam pelajaran disekolah sebagai antisipasi arus globalisasi yang membawa budaya barat. Dengan demikian diharapkan anak- anak Indonesia menjadi generasi yang cerdas secara intelektual menguasai teknologi maupun bersaing dengan bangsa lain diera globalisasi dan mempunyai karakter dan jati diri sebagai bangsa Indonesia.