Anda di halaman 1dari 31

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Oksigenasi adalah pemenuhan akan kebutuhan oksigen (O2). Kebutuhan fisiologis oksigenasi merupakan kebutuhan dasar manusia yang digunakan untuk kelangsungan metabolisme sel tubuh, untuk mempertahankan hidupnya, dan untuk aktivitas berbagai organ atau sel. Apabila lebih dari 4 menit orang tidak mendapatkan oksigen maka akan berakibat pada kerusakan otak yang tidak dapat diperbaiki dan biasanya pasien akan meninggal. 1.2 Rumusan Masalah 1. Jelaskan bagaimana tentang proses oksigenasi ? 2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kebutuhan Oksigenasi ? 3. Apa saja Jenis Pernapasanitu ? 1.3 Tujuan Penulisan Tujuan umum penyusunan makalah ini adalah agar mahasiswa mengetahui tentang konsep serta asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan oksigen.

BAB II TINJAUAN TEORI

2.1 Pengertian Oksigenasi Kebutuhan oksigenasi merupakan kebutuhan dasar manusia yang di gunakan untuk kelangsungan metabolism sel tubuh mempertahankan hidup dan aktivitas berbagai organ atau sel. 2.2 Proses Oksigenasi A. Ventilasi Merupakan proses keluar masuknya oksigen dari atmosfer ke dalam alveoli atau dari alveoli ke atmosfer.Proses ventilasi di pengaruhi oleh beberapa hal, yaitu adanya perbedaan tekanan antara atmosfer dengan paru, semakin tinggi tempat maka tekanan udara semakin rendah, demikian sebaliknya, semakin rendah tempat tekanan udara semakin tinggi. Pengaruh proses ventilasi selanjutnya adalah complienci dan recoil. Complience merupakan kemampuan paru untuk mengembang.sedangkan recoil adalah kemampua CO2 atau kontraksi menyempitnya paru. B. Difusi Gas Difusi gas merupakan pertukaran antara oksigen dialveoli dengan kapiler paru dan co2 di kapiler dengan alveoli.Proses pertukaran ini dipengaruhi oleh beberapa paktor, yaiti luasnya permukaan paru, tebal membran respirasi / permeabilitas yang terdiri atas epitel alveoli dan interstisial( keduanya dapat mempengaruhi proses difusi apabila terjadi proses penebalan).Perbedaan tekanan dan konsentrasi O2 (hal ini sebagai mana o2 dari alveoli masuk kedalam darah oleh karena tekanan O2 dalam rongga alveoli lebih tinggi dari tekanan O2 dalam darah vena pulmonalis, masuk dalam darah secara difusi). C. Transfortasi Gas Transfortasi gas merupakan proses pendistribusian O2 kapiler ke jaringan tubuh dan Co2 jaringan tubuh ke kaviler.Transfortasi gas dapat dipengaruhi olehy beberapa factor, yaitu curah jantung (kardiak output), kondisi pembuluh darah,latihan (exercise), perbandingan sel darah dengan darah secara keseluruhan (hematokrit), serta elitrosit dan kadar Hb

2.3 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kebutuhan Oksigenasi Saraf Otonomik Rangsangan simpatis dan parasimpatis dari saraf otonomik dapat

mempengaruhi kemampuan untuk dilatasi dan konstriksi, hal ini dapat terlihat simpatis maupun parasimpatis.Ketika terjadi rangsangan, ujung saraf dapat mengeluarkan neurotsransmiter (untuk simpatis dapat mengeluarkan norodrenalin yang berpengaruh pada bronkodilatasi dan untuk parasimpatis mengeluarkan asetilkolin yang berpengaruh pada bronkhokonstriksi) karena pada saluran pernapasan terdapat reseptor adrenergenik dan reseptor kolinergik. Alergi pada Saluran Napas Banyak faktor yang dapat menimbulkan alergi, antara lain debu yang terdapat dalam hawa pernapasan , bulu binatang, serbuk benang sari bunga, kapuk, makanan, dan lain-lain. Perkembangan Tahap perkembangan anak dapat memengaruhi jumlah kebutuhan oksigenasi, karena usia organ dalam tubuh berkembang seiring usia perkembangan. Lingkungan Kondisi lingkungan dapat memengaruhi kebutuhan oksigenasi, seperti faktor alergi, ketinggian tanah, dan suhu.kondisi tersebut memengaruhi kemampuan adaptasi. Perilaku Factor perilaku yang dapat memengaruhi kebutuhan oksigenasi adalah perilaku dalam mengkonsumsi makanan (status nutrisi). 2.4 Jenis Pernapasan Pernapasan Eksternal Pernapasan eksternal merupakan proses masuknya O2 dan keluarnya CO2dari tubuh, sering disebut sebagai pernapasan biasa.Proses pernapasan ini dimulai dari masuknya oksigen melalui hidung dan mulut pada waktu bernapas, kemudian oksigen masuk melalui trakea dan pipa bronchial ke alveoli, lalu oksigen akan menembus membrane yang akan diikat oleh Hb sel darah merah dan dibawa ke jantung. Setelah itu, sel darah merah dipompa oleh arteri ke seluruh tubuh untuk kemudian meninggalkan paru dengan tekanan oksigen 100 mmHg. Pernapasan Internal

Pernapasan internal merupakan proses terjadinya pertukaran gas antar seljaringan dengan cairan sekitarnya yang sering melibatkan proses Semua hormon termasuk derivate catecholamine dapat melebarkan saluran pernapasan. 2.5 Masalah Kebutuhan Oksigen Hipoksia Hipoksia merupakan kondisi tidak tercukupinya pemenuhan kebutuhan oksigen dalam tubuh akibat difisiensi oksigen atau peningkatan penggunaan oksigen dalam tingkat sel, di tandai dengan adanya warna kebiruan pada kulit (sianosis). Perubahan pola pernapasan 1. Tachipnea, merupakan pernafasan yang memiliki frekuensi lebih dari 24 kali per menit. 2. Bradypnea, merupakan pola pernapasan yang lambat dan kurang dari 10 kali per menit. 3. Hiperventilasi, merupakan cara tubuh dalam mengompensasi peningkatan jumlah oksigen dalam paru agar pernapasan lebih cepat dan dalam. 4. Kusmaul, merupakan pola pernapasan cepat dan dangkal yang dapat Nditemukan pada orang dalam keadaan asidosis metabolic. 5. Hipoventilasi, merupakan upaya tubuh untuk mengeluarkan karbondioksida dengan cukup yang dilakukan pada saat ventilasi alveolar serta tidak cukupnya penggunaan oksigen yang ditandai dengan adanya nyeri kepala, penurunan kesadaran disorientasi, atau ketidakseimbangan elektrolit yang dapat terjadi akibat atelektasis, lumpuhnya otot-otot pernafasan, depresi pusat pernafasan,

peningkatan tahanan jalan udara, penurunan tahanan jaringan paru, dan torak 6. Dispnea, merupakan perasaan sesal dan berat saat pernafasan 7. Orthopnea, merupakan kesulitan bernafas kecuali dalam posisi duduk atau berdiri dan pola ini sering ditemukan pada seseorang yang mengalami kongestif paru. 8. Cheyne stokes, merupakan siklus pernafasan yang amplitudonya mula-mula naik, turun, berhenti, kemudian mulai dari siklus baru. 9. Pernapasan paradoksial, merupakan pernapasan yang ditandai dengan pergerakan dinding paru yang berlawanan atah dari keadaan normal, seriong ditemukan pada keadaan atelektasis. 10. Biot, merupakan pernapasan dengan irama yang mirip dengan cheyne stokes, tetapi amplitudonya tidak teratur.

11. Esteridor, merupakan pernapasan bising yang terjadi karena penyempitan pada saluran pernapasan 2.6Diagnosa Keperawatan Diagnosa keperawatan yang lazim terjadi pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan oksigenasi diantaranya adalah : a. Bersihan jalan nafas tidak efektif b. Pola napas tidak efektif c. Gangguan pertukaran gas d. Penurunan kardiak output e. Rasa berduka f. Koping tidak efektif g. Perubahan rasa nyaman h. Potensial/resiko infeksi i. Interaksi sosial terganggu j. Intoleransi aktifitas, dll sesuai respon klien 1. Bersihan jalan napas tidak efektif Yaitu tertumpuknya sekresi atau adanya obstruksi pada saluran napas. Tanda-tandanya : o Bunyi napas yang abnormal o Batuk produktif atau non produktif o Sianosis o Dispnea o Perubahan kecepatan dan kedalaman pernapasan Kemungkinan faktor penyebab : o Sekresi yang kental atau benda asing yang menyebabkan obstruksi o Kecelakaan atau trauma (trakheostomi) o Nyeri abdomen atau nyeri dada yang mengurangi pergerakan dada o Obat-obat yang menekan refleks batuk dan pusat pernapasan o Hilangnya kesadaran akibat anasthesi o Hidrasi yang tidak adekuat, pembentukan sekresi yang kental dan sulit untuk di expektoran o Immobilisasi o Penyakit paru menahun yang memudahkan penumpukan sekresi

2. Pola napas tidak efektif Yaitu respon pasien terhadap respirasi dengan jumlah suplay O2 kejaringan tidak adekuat Tanda-tandanya : o Dispnea o Peningkatan kecepatan pernapasan o Napas dangkal atau lambat o Retraksi dada o Pembesaran jari (clubbing finger) o Pernapasan melalui mulut o Penambahan diameter antero-posterior o Sianosis, flail chest, ortopnea o Vomitus o Ekspansi paru tidak simetris Kemungkinan faktor penyebab : o Tidak adekuatnya pengembangan paru akibat immobilisasi, obesitas, nyeri o Gangguan neuromuskuler seperti : tetraplegia, trauma kepala, keracunan obat anasthesi o Gangguan muskuloskeletal seperti : fraktur dada, trauma yang menyebabkan kolaps paru o CPPO seperti : empisema, obstruksi bronchial, distensi alveoli o Hipoventilasi akibat kecemasan yang tinggi o Obstruksi jalan napas seperti : infeksi akut atau alergi yang menyebabkan spasme bronchial atau oedema o Penimbunan CO2 akibat penyakit paru 3. Gangguan pertukaran gas Yaitu perubahan asam basa darah sehingga terjadi asidosis respiratori dan alkalosis respiratori. 4. Penurunan kardiak output Tanda-tandanya : o Kardiak aritmia o Tekanan darah bervariasi

o Takikhardia atau bradikhardia o Sianosis atau pucat o Kelemahan, vatigue o Distensi vena jugularis o Output urine berkurang o Oedema o Masalah pernapasan (ortopnea, dispnea, napas pendek, rales dan batuk) Kemungkinan penyebab : o Disfungsi kardiak output akibat penyakit arteri koroner, penyakit jantung o Berkurangnya volume darah akibat perdarahan, dehidrasi, reaksi alergi dan reaksi kegagalan jantung o Cardiak arrest akibat gangguan elektrolit o Ketidakseimbangan elektrolit seperti kelebihan potassiom dalam darah 2.7 Rencana Keperawatan 1. Mempertahankan terbukanya jalan napas
a. Pemasangan jalan napas buatan

Jalan napas buatan (artificial airway) adalah suatu alat pipa (tube) yang dimasukkan ke dalam mulut atau hidung sampai pada tingkat ke-2 dan ke-3 dari lingkaran trakhea untuk memfasilitasi ventilasi dan atau pembuangan sekresi Rute pemasangan : Orotrakheal : mulut dan trakhea Nasotrakheal : hidung dan trakhea Trakheostomi : tube dimasukkan ke dalam trakhea melalui suatu insisi yang diciptakan pada lingkaran kartilago ke-2 atau ke-3 Intubasi endotrakheal

b. Latihan napas dalam dan batuk efektif

Biasanya dilakukan pada pasien yang bedrest atau post operasi Cara kerja : Pasien dalam posisi duduk atau baring Letakkan tangan di atas dada Tarik napas perlahan melalui hidung sampai dada mengembang

Tahan napas untuk beberapa detik Keluarkan napas secara perlahan melalui mulut dampai dada berkontraksi Ulangi langkah ke-3 sampai ke-5 sebanyak 2-3 kali Tarik napas dalam melalui hidung kemudian tahan untuk beberapa detik lalu keluarkan secara cepat disertai batuk yang bersuara

Ulangi sesuai kemampuan pasien Pada pasien post op. Perawat meletakkan telapak tangan atau bantal pada daerah bekas operasi dan menekannya secara perlahan ketika pasien batuk, untuk menghindari terbukanya luka insisi dan mengurangi nyeri

c. Posisi yang baik

Posisi semi fowler atau high fowler memungkinkan pengembangan paru maksimal karena isi abdomen tidak menekan diafragma

Normalnya ventilasi yang adekuat dapat dipertahankan melalui perubahan posisi, ambulasi dan latihan

d. Pengisapan lendir (suctioning)

Adalah suatu metode untuk melepaskan sekresi yang berlebihan pada jalan napas, suction dapat dilakukan pada oral, nasopharingeal, trakheal, endotrakheal atau trakheostomi tube.
e. Pemberian obat bronkhodilator

Adalah obat untuk melebarkan jalan napas dengan melawan oedema mukosa bronkhus dan spasme otot dan mengurangi obstruksi dan meningkatkan pertukaran udara. Obat ini dapat diberikan peroral, sub kutan, intra vena, rektal dan nebulisasi atau menghisap atau menyemprotkan obat ke dalam saluran napas. 2. Mobilisasi sekresi paru Hidrasi Cairan diberikan secara oral dengan cara menganjurkan pasien mengkonsumsi cairan yang banyak 2 - 2,5 liter perhari, tetapi dalam batas kemampuan/cadangan jantung. Humidifikasi Pengisapan uap panas untuk membantu mengencerkan atau melarutkan lendir. Postural drainage Adalah posisi khusus yang digunakan agar kekuatan gravitasi dapat membantu di dalam pelepasan sekresi bronkhial dari bronkhiolus yang bersarang di dalam
8

bronkhus dan trakhea, dengan maksud supaya dapat membatukkan atau dihisap sekresinya. Biasanya dilakukan 2 - 4 kali sebelum makan dan sebelum tidur / istirahat. Tekniknya : Sebelum postural drainage, lakukan : Nebulisasi untuk mengalirkan sekret Perkusi sekitar 1 - 2 menit Vibrasi 4 - 5 kali dalam satu periode

Lakukan postural drainage, tergantung letak sekret dalam paru.

3. Mempertahankan dan meningkatkan pengembangan paru a. Latihan napas Adalah teknik yang digunakan untuk menggantikan defisit pernapasan melalui peningkatan efisiensi pernapasan yang bertujuan penghematan energi melalui pengontrolan pernapasan Jenis latihan napas : Pernapasan diafragma Pursed lips breathing Pernapasan sisi iga bawah Pernapasan iga dan lower back Pernapasan segmental

b. Pemasangan ventilasi mekanik Adalah alat yang berfungsi sebagai pengganti tindakan pengaliran / penghembusan udara ke ruang thoraks dan diafragma.Alat ini dapat mempertahankan ventilasi secara otomatis dalam periode yang lama. Ada dua tipe yaitu ventilasi tekanan negatif dan ventilasi tekanan positif. c. Pemasangan chest tube dan chest drainage Chest tube drainage / intra pleural drainage digunakan setelah prosedur thorakik, satu atau lebih chest kateter dibuat di rongga pleura melalui pembedahan dinding dada dan dihubungkan ke sistem drainage. Indikasinya pada trauma paru seperti : hemothoraks, pneumothoraks, open pneumothoraks, flail chest. Tujuannya :

o Untuk melepaskan larutan, benda padat, udara dari rongga pleura atau rongga thoraks dan rongga mediastinum o Untuk mengembalikan ekspansi paru dan menata kembali fungsi normal kardiorespirasi pada pasien pasca operasi, trauma dan kondisi medis dengan membuat tekanan negatif dalam rongga pleura. Tipenya : The single bottle water seal system The two bottle water The three bottle water

4. Mengurangi / mengoreksi hipoksia dan kompensasi tubuh akibat hipoksia Dengan pemberian O2 dapat melalui : Nasal canule Bronkhopharingeal khateter Simple mask Aerosol mask / trakheostomy collars ETT (endo trakheal tube)

5. Meningkatkan transportasi gas dan Cardiak Output Dengan resusitasi jantung paru (RJP), yang mencakup tindakan ABC, yaitu : A : Air way adalah mempertahankan kebersihan atau membebaskan jalan napas B : Breathing adalah pemberian napas buatan melalui mulut ke mulut atau mulut ke hidung C : Circulation adalah memulai kompresi jantung atau memberikan sirkulasi buatan Jadi secara umum intervensi keperawatan mencakup di dalamnya : 1) Health promotion Ventilasi yang memadai Hindari rokok Pelindung / masker saat bekerja Hindari inhaler, tetes hidung, spray (yang dapat menekan nervus 1) Pakaian yang nyaman 2) Health restoration and maintenance o Mempertahankan jalan napas dengan upaya mengencerkan sekret o Teknik batuk dan postural drainage o Suctioning
10

o Menghilangkan rasa takut dengan penjelasan, posisi fowler/semi fowler, significant other o Mengatur istirahat dan aktifitas dengan memberikan HE yang bermanfaat, fasilitasi lingkungan, tingkatkan rasa nyaman, terapi yang sesuai, ROM o Mengurangi usaha bernapas dengan ventilasi yang memeadai, pakaian tipis dan hangat, hindari makan berlebih dan banyak mengandung gas, atur posisi o Mempertahankan nutrisi dan hidrasi juga dengan oral hygiene dan makanan yang mudah dikunyah dan dicerna o Mempertahankan eliminasi dengan memberikan makanan berserat dan ajarkan latihan o Mencegah dan mengawasi potensial infeksi dengan menekankan prinsip medikal asepsis o Terapi O2 o Terapi ventilasi o Drainage dada 2.8 Implementasi Keperawatan Dan Evaluasi Implementasi keperawatan sesuai dengan intervensi dan evaluasi dilakukan sesuai tujuan dan kriteria termasuk di dalamnya evaluasi proses.

11

BAB III FORMAT ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN GANGGUAN OKSIGENASI


Ruang/Poli/Unit/Instalasi : St Yusuf Namapasien Umur Alamat : Ny. SNo Reg. : 200578 JenisKelamin : Perempuan

: 47 tahun

: Jl. Nanas RT. 10/RW.03, Tajinan, Malang Jam __13.20______

Tanggal waktu datang ___9 November 2012_________

Orang yang bisadihubungi /penganggungjawab (Nama) : P. Hasan

Alamat :Jl. Nanas RT. 10/RW.03, Tajinan, Malang No Telp.:__________________

Diterimadari: __ Poliklinik ________________ __ RS _____________________ __ Lainnya :___________________ Cara Datang : __ Kursiroda __ Ambulans

__ IRD __RS Panti Nirmala_____ __ Dokter _______________

___Jalan kaki __ Brankar

AlasanDirawat : ______________sesak nafas dan batuk dahak disertai darah___________

TerakhirMasukRumahSakit (RS) :Tanggal___20_Juli_2012_

Alasan__batuk_____________

__________________________________________________________________________________ Riwayat Medis Lalu : _TBC______________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________________

12

DAFTAR PENGOBATAN SEKARANG (diresepkan) NamaObat


Codein Kalnex Rimstar Cefriaxon Novorapid

Dosis
10 mg 500 mg Oral Oral Oral IV SC

Cara pemberian

Frekwpemberian
3x1 3x1 1x1 (3-0-0) 2x1 3x1 (8-8-8)

Levemir

SC

1x1 (0-0-0-10)

POLA PERSEPSI PENGELOLAAN PEMELIHARAAN KESEHATAN : Merokok:___ Tidak ___> 2 pak/hari Alkohol :___ Tidak _____ YaJumlah : ____< 1 botol/hari ____1- 2 botol/hari ____ YaJumlah __<1 pak/hari ___ 1-2 pak/hari

___>2 botol/hariJenis : _____________________________________________________ Mengkonsumsiobat obatandijualbebas /tanparesep : ___ Tidak __ YaMacam :

_____________________________________________________________________ Alergi( Obat, makanan, plester, cairan ) : ____ Tidak ____________________________ _____ YaMacam : _________

Reaksi :___________________________________

Harapan dirawat di rumahsakit/poliklinik/unit : pasien mengata kan setelah ia dirawat, bisa cepat sembuh dan beraktifitas seperti semula

Pengetahuan tentang penyakit/masalah kesehatan saat ini ( pengertian, penyebab, tanda gejala, cara perawatan) : Pasien cukup mengetahui tentang TBC itu disebabkan oleh bakteri, tanda gejalanya batuk darah dan cara perawatannya selama kurang lebih 6 bulan

Pengetahuan tentang pencegahan penyakit/masalah kesehatan saat ini (cara-cara pencegahan) : Pasien tahu kalau dengan memakai masker dapat mencegah penularan TBC kepada orang lain

Pengetahuan tentang keamanan/keselamatan (pencegahan terhadap cedera/kecelakaan) : POLA AKTIVITAS LATIHAN 13

KEMAMPUAN PERAWATAN DIRI : 0= Mandiri 1= Alat Bantu 2= Dibantu orang lain 4= Ketergantungan/tidakmampu 0 Makanminum Mandi Berpakaian/dandan Toileting Mobilitasditempattidur Berpindah Berjalan Naiktangga Berbelanja Memasak Pemeliharaanrumah ALAT BANTU :__ Tidak __ Kruk __ Pispotdisampingtempattidur __ Tongkat __ Kursiroda __ Walker 1 2 3 4

3= Dibantu orang danperalatan

__ Lain- lain, sebutkan___________________

POLA NUTRISI DAN METABOLIK Jenis diet khusus/suplemen____________DM_________________________________________ Diet/makananpantangan :__Tidak __ YaMacam : __Gula Murni, makanan yang banyak mengandung gula________________________________________________________________ Instruksidiitsaatini :____Tidak ____ Ya, macam : __Diet bubur ______________________

14

Jumlahporsisetiap kali makan:__1 porsi_________ Frekwensi dalam1 hari:_______3 kali_________ Nafsumakan:____Normal __Bertambah ____Mual __Muntah __ Berkurang ___Penurunansensasi rasa

__Stomatitis ___ naik. _____Kg

Fluktuasiberatbadan 6 bulanterakhir: __tidaknaik/turun___48____Kg Kesukaranmenelan: __Tidak Gigi palsu: __Tidak ___ Ya ___Ya __ bagianatas ___Bagianatas ____padat ___cairan ___bagianbawah ___Bagianbawah

Gigi ompong : __Tidak

____Ya

___Sebagaianbesar

Jumlahcairan/minum : ___< 1 ltr/hri

__ 1-2 ltr/

____ > 2 ltr/hari

Jeniscairan : __air putih______________________ Riwayatmasalahpenyembuhankulit __ Tidak ada ___Penyembuhan Abnormal __ada ruam ___Kering ___ ada luka/lesi ____Pruritus

POLA ELIMINASI Kebiasaandefekasi (BAB): _1_ kali/hari _5-6_ kali/minggu TglDefekasiterakhir___________ ____ Konstipasi ___Diare ___Inkontinensia

Pola BAB saatini : ___ dalambatas normal ___Nyeri

___KeluardarahWarnafaeces : _______________ ___Ya Dapatmerawatsendiri ___Tidak ____Malamseringberkemih ___Menetes/oliguri ___Anuri

Colostomy : ___ tidak

Kebiasaan BAK: _5-6_ kali/hariJumlah _____ cc/hari ___Kesukaranmenahan/beser WarnaUrin:_kuning jernih______ POLA TIDUR-ISTIRAHAT ___Nyeri/disuri

Alat Bantu: ___Folleykateter ____kondomkateter

Kebiasaantidur: _3-4___jam/malamhari ____ jam /tidursiang Nyenyaktidur __Ya __tidak Masalah tidur ___Tidak ada ___Mimpi buruk ___ Ya ____ terbangun malam hari ____Sulit tidur/ Insomnia

___ Nyeri/tdk nyaman ____Gangg. Psikologis, sebutkan

__________________________________________________________________________________ 15

POLA KOGNITIF-PERSEPTUAL Keadaan mental: ___ stabil ___Afasia ___Sukarbercerita ___Disorientasi ___Kacau mental

___Menyerang/agresif ___Tidak ada respons Berbicara: __Normal ___Bicara tidak jelas ___Tdk dapat berkomunikasi verbal, ___Berbicara inkoheren

Bahasa yang dikuasai: __Indonesia Lain-lain :

____________bahasa daerah___ _________________________________________________ Kemampuan memahami:___Ya ___Tidak Ansientas: ___Ringan ___Sedang ____Berat ___Panik Ketakutan : ___Tidak ____Ya ______________________________ Pendengaran:__DBN ___Terganggu (__Ka __Ki) ___Tuli (___Ka ___Ki) ___Alat Bantu dengar ___Tinitus Penglihatan: ___DBN ___Kacamata ___Lensa kontak ___Mata kabur ___Kanan___Kiri ___Tidak

__Buta ___Kanan ___KiriVergito: ___Ya

Nyeri:______ Tidak ___Ya ___Akut ____Kronis Lokasi Nyeri _______dada pada saat batuk Nyeri berkurang dengan cara :_pemberian obat________________ POA TOLERANSI KOPING STRES/PERSEPSI DIRI/KONSEP DIRI Masalah utama sehubungan dengan dirawat dirumah sakit atau penyakit : Adakah ancaman perubahan penampilan/kehilangan anggota badan ___Tidak Adakah penurunan harga diri : ___Tidak ____Ya _____Ya _____ Ya ___ Ya

Adakah ancaman kematian : _____ Tidak

Adakah ancaman terhadap kesembuhan penyakit : ________Tidak Adakah masalah biaya perawatan di RS : __Tidak _____ Ya

Pola koping individual : __ Konstruktif /efektif ____Tdk efektif

___Tidak mampu

16

POLA SEXSUALITAS/ REPRODUKSI Periode Menstruasi Terakhir (PMT)____-___________Masalah Menstruasi/Hormonal: __Tidak ___Ya ________________________Pap Smear Terakhir:_________________ Pemeriksaan Payudara/Testis sendiri ___Ya ___TidakGangguanseksual _________ _________________ Penyebab : _______________________________________________

POLA PERAN-HUBUNGAN Peran saat ini yang dijalankan : __Ibu rumah tangga______________________________ Penampilanperansehubungandengansakit : ___ Tidakadamasalah ___Ada masalah, sebutkan

:____________________________________________________________________ Sistem pendukung: ___Pasangan(Istri/Suami) ____Saudara/famili ____ temandekat ____ tetangga ____Orang tua/wali

Interaksidengan orang lain : ___Baik ___ Ada masalah ___________________________ Menutupdiri : ___ Tidak ____ Ya ___________________________________________ ____ Ya ________________________

Mengisolasidiri/diisolasi orang lain : ___Tidak

POLA NILAI-KEYAKINAN Agama yang dianut: _____Islam_____Pantangan agama:____Tidak ___Ya(sebutkan)__ ___________________________________________________________________________ MemintadikunjungiRohaniawan: ___Ya ____Tidak Nilai/keyakinanterhadap penyakit yang diderita: Sakit itu adalah cobaan dari Allah DistresSpiritual : __ Tidak _____ Ya, sebutkan_____________________________________

17

PENGKAJIAN FISIK (Objektif) 1 KEADAAN UMUM DAN VITAL SIGN Keadaan umum : ___ Baik __ Lemah/ berbaring di TT Kesadaran : __CM ___Somnolen __

Apatis ____Coma Suhu_37,2 c_Nadi : 96x/mnt Tekanandarah : 120/80 mmHg Nadi: __ ____Lemah ____Tidakteratur 2 PERNAFASAN/SIRKULASI Kualitas: ____DBN Batuk: ___Tidak Auskultasi: LobusKa. Atas Lobus Ki. Atas ___DBN __DBN Suara abnormal _wheezing__________________________ Suaraabnormal ________________________________ ____Dangkal ___Cepat- dalam ___Cepatdangkal RR 28x/mntBB _48 Kg__ TB _156 cm_

___YaSputum : ___ Tidakada ___Warna putih campur darah___

LobusKa. Bawah ___DBN Suaraabnomal__ronkhi______________________ LobusKi. Bawah __DBN Suara abnormal_________________________________ Bunyijantung : ___ DBN ____Bunyi abnormal ________________________________ ___Ya Edema tungkai : ___Tidak

Pembesaran vena jugularis : ____Tidak

____YaSebutkan ___________________________________________________________ Nadi kaki kanan (pedalis): Nadikaki kiri (pedalis): _kuat __kuat ___lemah ___lemah ____takada ____takada

3. METABOLIK- INTEGUMEN Kulit: Warna: ___DBN ___Pucat ___Sianosis ___Kuning/ikterik ___Lain-

lain________________________________________________________________ Suhukulit: ___DBN ___Hangat Edema: __tidakada ___dingin Turgor __DBN ___Buruk

___Ya(jelaskan/lokasi)____________________________ 18

Lesi: __Tidakada

___Ya(jelaskan /lokasi) _____________________________

Memar: __Tidakada ___Ya(jelaskan/lokasi)_____________________________ Kemerahan: __Tidakada ___Ya(jelaskan/lokasi)__________________________ Gatal-gatal: __Yidak ___Ya(jelaskan/ lokasi _____________________________ ___Ya ________Mulut:__________

TerpasangSelangInfus/ cateter : ____Tidak Gusi: __DBN ____stomatitis

___perdarahan___________________________ ____Berlobang

Gigi: __DBN ___Caries Abdomen Bisingusus: __Ada Nyeritekan : __Tidak Kembung : ___Tidak

___Tidakada

Ascites

__tidak

___Ya

____YaJelaskan _____________________________ ____YaTearabamassa/tumor : __Tidak ___Ya

Regio _____________________________________________________________ 4. NEURO/SENSORI Pupil: __Sama Reaksiterhadapcahaya Kiri: __Ya ___Tidak/Sebutkan_________ ___Tidaksebutkan________________________________ ___Tidakmantap __Tidaksama ____ Kiri: ___Kanan: ____Ki danKa

Kanan: __Ya

Keseimbangandangayaberjalan: __Mantap

Genggamantangan: ___ SamaKuat ___Lemah/Paralisis ( ___Ka ___Ki) Otot kaki: ___SamaKuat ___Lemah paralysis (___Ka ___Ki) Parastesia/kesemutan : ____Tidak ____YaSebutkan ___________________ Anastesia : __ Tidak _____YaSebutkan _________________________

19

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK 1.Laboratorium Jenis Hb GDP/GD 2 Jam PP HDL/ Uric Ureum Widal Lain-2 Px sputum sesaat Hasil Tgl 2. FotoRontgen : 3. ECG 4. USG 5. Lain-lain : : : : TBC 330/370 10-11-2012 + BTA 11-11-2012 Lain-2 ..

LDL/VLDL Acid

DIAGOSA MEDIS

PERENCANAAN PULANG Hidupsendiri ___Ya ___TidakJelaskan ___Bersama suami dan cucu_____________

Tujuansetelahpulang: ___ Kerumahsendiri ___Lain-lain____________________________ Transportasisetelahpulang: ___Mobil sendir/sewa ___Ambulan sekarang Antisipasikeperawatanmandirisetelahpulang ? ___Tidakmampu ___Mampu Perluperawatan di rumahsetelahpulang : ___ Tidak ____YaSebutkantenagakesehatan yang ___ Belum dapat ditentukan

diinginkan _____________________________________________________________ Perlubantuanalat-alatsetelahpulang? ___Tidak ___Ya____________________________ Penyuluhankesehatan yang diperlukansetelahpulang :sebutkan _Diit DM, pengobatan DM dan TBC___________________________________________________________________________ RencanaKontrolselanjutnya :sebutkan __________________________________________ NAMA PERAWAT: JABATAN:_____ TANDA TANGAN : ______ TANGGAL 20 :_________________

PENGKAJIAN FOKUS
Tanggal/ NamaPerawat 13-11-2012 Pola Oksigenasi S: pasien mengatakan batuk berdarah darah Bersihan Jalan nafas tidak efektif DataFokus Masalah

O: batuk +, dahak +, darah + TD : 120/80 mmHg, N : 96x/menit RR : 28x/menit, S : 37,2 C

13-11-2012

Pola Oksigenasi S: pasien mengatakan nafas sesak, sesak bertambah jika batuk

Gangguan pertukaran gas

O: Keadaan umum cukup, pasien sesak, memakai nasal canul, akral dingin TD : 120/80 mmHg, N : 96x/menit RR : 28x/menit, S : 37,2 C

13 11 - 2012

Pola istirahat tidur S: Keluarga pasien mengatakan pasien sering terbangun pada malam hari,sesak gelisah dan cemas

Gangguan rasa nyaman pada istirahat tidur

21

O: Pasien terlihat sesak, lemas, gelisah, wajah pucat, konjungtiva anemis, mata cowong.

Pola .. S:

O:

22

Lampiran:ANALISA DATA Identifikasimasalah/diagnosekeperawatan yang muncul, denganmembuat baganPohonmasalah

TBC

Batuk, bersin, debu lingkungan, dngan basil tuberkulosa

Saluran pencernaan

Jalan nafas

Luka terbuka neurofit+makrofag

Alveoli pada atas para/bagian atas lobus bawah

Reaksi peradangan

Edema bronkhial

Alveoli konsolidasi

Kerusakan pertukaran gas

Pneumoni akut

Fibrosis

Sembuh tanpa cacat

Nyeri dada

Sesak nafas

kelelahan

Gangguan rasa

Jalan nafas Tidak efektif

Gangguan rasa nyaman pada istirahat tidur 23

DAFTAR DIAGNOSA KEPERAWATAN


NamaKlien : Ny. S Ruang : St. Yusuf

Evaluasi Kemajuan Diagnosa Keperawatan/Masalah Kolaboratif Tgl Tgl Tgl 15-11-2012 13-11-2012 14-11-2012 Ketidakefektifan bersihan jalan nafas berhubungan dengan penumpukan sekret dikarenakan batuk darah produktif Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan infeksi pada paru ditandai dengan sesak nafas, RR 28x/menit
*T M M

*T

Gangguan rasa nyaman pada istirahat tidur berhubungan dengan gangguan pernafasan ditandai dengan sering bangun pada malam hari

TK

TK

Kode Status KodeEvaluasi

A = Aktif S = Stabil

T = Teratasi M = Membaik

D = Disingkirkan *B = Memburuk

*T = TidakBerubah K = Kemajuan *TK= Tidakada Kemajuan

24

Format Rencana Asuhan Keperawatan


NamaKlien : Ny. S Ruang : St. Yusuf

DiagnosaKeperaw atan/MasalahKola boratif

TujuandanKriteriaHa sil

Tgl/Inisial Perawat

Intervensi

Ketidakefektifan bersihan jalan nafas berhubungan dengan penumpukan sekret dikarenakan batuk darah produktif

- Tujuan 14-11Kebersihan jalan 2012/ nafas efektif dalam Dina waktu 7 hari - Kriteria hasil a. Batuk berkurang b. Sekret tidak ada c. RR normal 1620x/menit

1. Jelaskan klien tentang kegunaan batuk yang efektif dan mengapa terdapat penumpukan sekret di sal. pernapasan. 2. Ajarkan klien tentang metode yang tepat pengontrolan batuk. 3. Napas dalam dan perlahan saat duduk setegak mungkin. 4. Lakukan pernapasan diafragma. (Tahan napas selama 3 - 5 detik kemudian secara perlahan-lahan, keluarkan sebanyak mungkin melalui mulut.Lakukan napas ke dua , tahan dan batukkan dari dada dengan melakukan 2 batuk pendek dan kuat) 5. Auskultasi paru sebelum dan sesudah klien batuk. 6. Dorong atau berikan perawatan mulut yang baik setelah batuk. 7. Kolaborasi dengan tim kesehatan lain (dengan dokter, radiologi dan fisioterapi) dengan pemberian expectoran, pemberian antibiotika, dan konsul photo toraks. 1. Berikan posisi yang nyaman, biasanya dengan peninggian kepala tempat tidur. Balik ke sisi yang sakit. Dorong klien untuk duduk sebanyak mungkin. Observasi fungsi pernapasan, catat frekuensi pernapasan, dispnea atau perubahan tandatanda vital.

- Tujuan Gangguan Pertukarangas pertukaran gas adekuat berhubungan - Kriteria hasil dengan infeksi pada a. Memperlihatkan paru ditandai frekuensi dengan sesak nafas, pernapasan yang RR 28x/menit efektif (1620x/menit) 25

2.

b. Mengalami perbaikan pertukaran gas-gas pada paru. c. Sesak nafas berkurang

3.

Jelaskan pada klien bahwa tindakan tersebut dilakukan untuk menjamin keamanan. Jelaskan pada klien tentang etiologi/faktor pencetus adanya sesak atau kolaps paru-paru. Pertahankan perilaku tenang, bantu pasien untuk kontrol diri dnegan menggunakan pernapasan lebih lambat dan dalam.

4.

5.

6. Kolaborasi dengan tim kesehatan lain : Dengan dokter, radiologi dan fisioterapi. Pemberian antibiotika. Pemeriksaan sputum dan kultur sputum. Konsul photo toraks.

Gangguan rasa nyaman pada istirahat tidur berhubungan dengan gangguan pernafasan ditandai dengan sering bangun pada malam hari

- Tujuan Pasien dapat tidur nyenyak setelah diberi asuhan keperawatan selama 1x24 jam - Kriteria Hasil Mata tidak cowong dan terlihat lebih segar atau tidak lemas

1. Pantau keadaan umum pasien dan TTV 2. Kaji Pola Tidur. 3. Kaji fungsi pernapasan: bunyi napas, kecepatan, irama. 4. Kaji faktor yang menyebabkan gangguan tidur (nyeri, takut, stress,ansietas, mobilitas,gangguan eliminasi seperti sering berkemih,gangguan metabolisme, gangguan transportasi,lingkungan yang asing, temperature,aktivitas yang tidak adekuat). 5. Catat tindakan kemampuan untuk mengurangikegelisahan. 6. Ciptakan suasananyaman, Kurangi atau hilangkan distraksi lingkungandan gangguan tidur. 26

7. Batasi pengunjung selama periode istirahat yang optimal (mis; setelah makan). 8. Minta klien untuk membatasi asupan cairan pada malam hari dan berkemih sebelum tidur. 9. Anjurkan atau berikan perawatan pada petang hari (mis; hygienepersonal, linen dan baju tidur yang bersih). 10. Gunakan alat bantu tidur (misal; air hangat untuk kompres rilaksasi otot, bahan bacaan,pijatan di punggung, music yang lembut, dll). 11. Ajarkan relaksasi distraksi. 12. Beri obat dengan kolaborasi dokter.

27

CATATAN KEMAJUAN KEPERAWATAN (SOAPIE)


NamaKlien : Ny. S Ruang : St. Yusuf

Tanggal, /Jam/ Diagnosa Keperawatan


13-11-2012 1

CATATAN
S : pasien mengatakan masih batuk, dahak disertai darah O : KU pasien cukup, batuk +, dahak disertai darah + A : Masalah Teratasi Sebagian P Intrevensi dilanjutkan

Nama/TandaTang anPerawat

S : pasien mengatakan sesak O : KU pasien cukup, sesak + A : Masalah Teratasi Sebagian P Intervensi dilanjutkan

S :Pasien mengatakan sering terbangun pada malam hari O :mata cowong A :masalah teratasi sebagian P :intervensi dilanjutkan

14-11-2012 1

S : pasien mengatakan batuk berkurang, dahak disertai darah masih ada O : KU pasien cukup, batuk +, dahak disertai darah masih ada A : Masalah Teratsi Sebagian P Intervensi dilanjutkan S : pasien mengatakan sesak berkurang O : KU pasien cukup, sesak +, oksigen terpasang, posisi semi flower A : Masalah Teratasi Sebagian P Intervensi dilanjutkan S : pasien mengatakan masih sering bangun pada malam hari O : mata cowong A :masalah teratasi sebagian P :intervensi dilanjutkan S : pasien mengatakan batuk sudah tidak ada, dahak disertai darah berkurang O : KU pasien cukup, batuk tidak ada, dahak disertai darah berkurang A : Masalah Teratasi Sebagian P Intervensi dilanjutkan

15-11-2012 1

28

S : pasien mengatakan sesak sudah tidak ada O : KU pasien cukup, sesak tidak ada, oksigen dilepas, posisi semi flower A : Masalah Teratasi Sebagian P Intervensi dilanjutkan S : Pasien mengatakan tidurnya sudah nyenyak O : mata sudah tidak cowong A : masalah teratasi total P : intervensi dihentikan

29

BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan Kebutuhan oksigenasi merupakan kebutuhan dasar manusia yang di gunakan untuk kelangsungan metabolisme sel tubuh mempertahankan hidup dan aktivitas berbagai organ atau sel. Proses Oksigenasi : TransportasiGas Ventilasi DifusiGas Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kebutuhan Oksigenasi Saraf Otonomik Alergi pada SaluranNapas Perkembangan Perilaku Lingkungan Jenis Pernapasan 1. Pernapasan Eksternal 2. Pernapasan Internal 4.2 Saran Dengan selesainya makalah ini disarankan kepada para pembaca agardapat lebih memperdalam lagi pengetahuan tentang pemenuhan kebutuhan oksigeni pada Rumah Sakit serta dapat mengaplikasikannya dalam dunia keperawatan. Diharapkan perawat serta tenaga kesehatan lainnya mampu memahami dan mendalami Kebutuhan fisiologis oksigenasi yang merupakan kebutuhan dasar manusia yang sangat mendasar

30

DAFTAR PUSTAKA

Allen, CarolVestal, 1998,MemahamiProses Keperawatan DenganPendekatan Latihan,, alih A.Aziz Alimul H.Pengantar Kebutuhan DasarManusia.SalembaMedika.2006 . Jakarta. Greven, Ruth, 1999, fundamental of nursing: human health and function, Philadelphia: lippincott. bahasa Cristantie Effendy, Jakarta: EGC

31