Anda di halaman 1dari 27

A.

Paku Simpai
Cibotium baranetz J. Sm. (Nama umum) Indonesia: Paku simpai, pakis simpai, pakis monyet, pakis emas, pakis hanoman

Klasifikasi Kingdom Subkingdom Divisi Kelas Sub Kelas Ordo Famili Genus Spesies

: Plantae (Tumbuhan) : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) : Pteridophyta (paku-pakuan) : Pteridopsida : Cyatheatae : Cyatheales : Dicksoniaceae : Cibotium : Cibotium baranetz J. Sm.

A.Pengertian Tumbuhan Paku Tumbuhan paku sudah dapat di bedakan antara akar, batang, dan daun sehingga tumbuhan paku adalah tumbuhan yang lebih tinggi perkembangannya bila di bandingkan dengan dengan tumbuhan lumut. Daur hidup tumbuhan paku memperlihatkan pergiliran keturunan tetapi berbeda dengan tumbuhan lumut. Generasi yang menonjol adalah sporofitnya. Sporofit merupakan tumbuhan pakunya yang memiliki sistem pembuluh angkut yaitu xilem dan floemyang gametofitnya merupakan akar talus yang disebut protalium. Tumbuhan paku adalah merupakan salah satu salah satu kelompok tumbuhan yang tertua yang masih dapat di jumpai di daratan. Diduga tumbuhan paku merupakan tumbuhan berkormus tertua yang menghuni daratan bumi. Tumbuhan berkormus adalah tumbuhan yang memiliki akar, batang dan daun yang sebenarnya, artinya batang akar dan daunnya sudah memiliki pembuluh angkut. Daun tumbuhan paku pada umumnya merupakan daun majemuk. Pada permukaan sebelah bawah daun tumbuhan paku dewasa umumnya terdapat bercak berbentuk bulat/memanjang berwarna karat.yaitu sporangium dan disebut sorus(sekelompok kotak suara) Tumbuhan paku tersebar di seluruh bagian dunia, kecuali daerah bersalju abadi dan daerah kering (gurun). Total spesies yang diketahui hampir 10.000, dengan perkiraan 3.000 di antaranya tumbuh di Indonesia. Sebagian besar anggota pakupakuan tumbuh di daerah tropika basah yang lembab.

Paku-pakuan cenderung ditemukan pada kondisi tumbuh marginal, seperti lantai hutan yang lembab, tebing perbukitan, merayap pada batang pohon atau batuan, di dalam kolam/danau, daerah sekitar kawah vulkanik, serta sela-sela bangunan yang tidak terawat. Meskipun demikian, ketersediaan air yang mencukupi pada rentang waktu tertentu diperlukan karena salah satu tahap hidupnya tergantung pada keberadaan air, yaitu sebagai media bergeraknya sel sperma menuju sel telur.

B.Struktur Tumbuhan Paku Pernahkah kaliian mendengar istilah tumbuhan paku? Mungkin istilah tumbuhan paku tidak umum dalam masyarakat. Masyarakat lebih mengenaltumbuhan pakis misalnya suplir,adiantum,dan tanduk rusa. Tumbuhan pakis adalah tumbuhan paku. Salah satu ciri tumbuhan paku adalah saat masih tunas daunnya menggulung. Pada paku tertentu, ukuran daun tidak sama, ada daun kecil (mikrofil)dan daun besar (makrofil). Pada mikrofil tidak terdapat tangkai daun dan tulang daun. Daun tumbuhan paku ada yang khusus menghasilkan spora dan di sebut sporofil, dan ada yang tidak menghasilkan spora di sebut tropofil. Tropofil hanya berfungsi untuk fotosintesis. Pada adantium(pakis)dan suplir tidak ada daun yang berfungsi khusus.

Akar, batang,dan daun tumbuhan paku memiliki berkas pengangkut xilem dan floem. Xiliem atau pembuluh kayu berfungsi untuk mengangkut air dan zat hara dari tanah kedaun. Sedangkan floem berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh Struktur dan fungsi tumbuhan paku: 1. memiliki berkas pembuluh xilem dan floem:untuk jarigan pengangkut 2.batang tinggal di dalm tanah(rizom) 3.daun majemuk menyirip penghasil spora dan untuk fotosintesis. 4.spora dihasilkan oleh kotak spora (sporangium) a. generasi sporofit generasi sporofit atau tumbuhan penghasil spora adalah tumbuhan paku itu sendiri. Jadi , tumbuhan paku yang kita lihat itu merupakan tumbuhan dalam fase sporofit . sporofit paku berumur lebih lama dibandingkan gametofit. Sporofit dapat tumbuh, bertunas sehingga jumlahnya bertambah banyak. Ini merupakan reproduksi secara Aseksual.

b. generasi gametofit generasi gametofit atau tumbuhan penghasil gamet adalah tumbuhan yang dikenal dengan nama protalium. Protalium yang berbentuk talus itu berukuran kira-kira 1-2 cm. Bentuknya seperti daun waru, biasanya tumbuh di permukaan lembab lainnya. Berbeda dengan tumbuhan lumut, gametofit paku hanya berumur beberapa minggu.

Tumbuhan Paku (Pteridophyta)

Tumbuhan paku merupakan salah satu kelompok tumbuhan tertua. Ciri-ciri tumbuhan paku diantaranya adalah: 1. Akar, batang dan daun memiliki berkas pembuluh angkut berupa xilem dan floem. 2. Dapat ditemukan di air, di tempat lembab, menempel pada tumbuhan lain sebagai epifit atau di sisa-sisa tumbuhan lain/sampah-sampah sebagai saprofit. 3. Tidak menghasilkan biji, tetapi menghasilkan spora. Spora terdapat di dalam kotak spora atau sporangium. Kotak-kotak spora tersebut terkumpul dalam sorus. Sorus-sorus ini berkumpul di permukaan bawah dari helaian daun. 4. Mengalami pergiliran keturunan (metagenesis). Tumbuhan paku yang kita lihat sehari-hari disebut generasi sporofit.

5. Daun yang masih muda menggulung. Daun tumbuhan paku ada yang khusus menghasilkan spora, disebut sporofil. Daun yang tidak menghasilkan spora disebut tropofil, berfungsi untuk fotosintesis. 6. Tidak berbunga. 7. Umumnya memiliki rizom (batang yang terdapat di dalam tanah). Tumbuhan paku dibagi menjadi 4 kelas, yaitu: 1. 2. 3. 4. Paku Purba (Psilophytinae) Paku Kawat (Lycopodiinae) Paku Ekor Kuda (Equisetinae) Paku Sejati (Filicinae)

1. Paku Purba (Psilophytinae)

Paku purba merupakan salah satu jenis tumbuhan paku yang hampir punah. Tumbuhan ini hidup di zaman purba dan sekarang ditemukan dalam bentuk fosil. Daunnya kecil, terkadang tidak berdaun. Species yang masih ada adalah Psilotum. Contohnya adalah paku ekor kuda (Equisetum debile).

2. Paku Kawat (Lycopodiinae)

Paku kawat memiliki ciri-ciri: berdaun kecil dengan susunan spiral, batang seperti kawat, sporangium muncul di ketiak daun dan berkumpul membentuk strobilus (kerucut), umumnya hidup di darat. Kelas Eligulopsida merupakan paku kawat yang tidak memiliki ligula, contohnya Lycopodium sp. Sedangkan Ligulopsida merupakan paku kawat yang memiliki ligula, contohnya paku rane (Selaginella sp.).

3. Paku Ekor Kuda (Equisetinae)

Ciri-ciri tumbuhan ini adalah berdaun tunggal dengan ukuran kecil dan tersusun spiral, batang berwarna hijau dan beruas-ruas. Sporangium terletak di dalam strobilus (kerucut). Contoh paku kuda adalah Rhynia sp. yang merupakan paku purba berdaun dan Psilotum nudum yang merupakan paku purba tidak berdaun.

4. Paku Sejati (Filicinae)

Tumbuhan ini sering kita sebut dengan pakis. Ciri-cirinya adalah daun berukuran besar, daun muda menggulung dan sporangium terdapat pada sporofil (daun penghasil spora). Berdasarkan tempat hidupnya, paku sejati dikelompokkan menjadi: 1. Tumbuhan paku yang hidup di tanah seperti pada lereng pegunungan. Contoh: paku tiang (Alsophilla glauca), suplir (Adiantum cuneatum) dan pakis (Nephrolepis sp.) 2. Tumbuhan paku yang tumbuh di perairan. Contoh: semanggi (Marsilea crenata) dan paku air (Azolla pinnata). 3. Tumbuhan paku yang menempel pada tumbuhan lain/epifit. Contoh: paku tanduk rusa (Platycerium bifurcatum) dan paku sarang burung (Asplenium nidus)

Contoh tanaman paku sejati adalah paku tanduk rusa (Plathycerium coronarium), paku sarang burung (Asplenium nidus), paku suplir (Adiantum sp.), paku sawah (Azolla pinnata), dan semanggi (Marsillea crenata).

c. Morfologi Bentuk tumbuhan paku bermacam-macam, ada yang berupa pohon (paku pohon, biasanya tidak bercabang), epifit, mengapung di air, hidrofit, tetapi biasanya berupa terna dengan rimpang yang menjalar di tanah atau humus dan ental (bahasa Inggris frond) yang menyangga daun dengan ukuran yang bervariasi (sampai 6 m). Ental yang masih muda selalu menggulung seperti gagang biola dan menjadi satu ciri khas tumbuhan paku. Daun pakis hampir selalu tersusun sebagai daun majemuk.

d. Daur hidup (metagenesis) Protalium (panah merah) dengan tumbuhan paku muda Daur hidup tumbuhan paku mengenal metagenesis /pergiliran keturunan, yang terdiri dari dua fase utama:gametofit dan sporofit. Tumbuhan paku yang mudah kita lihat merupakan bentuk fase sporofit karena menghasilkan spora. Bentuk generasi fase gametofit dinamakan protalus (prothallus) atau protalium (prothallium), yang berwujud tumbuhan kecil berupa lembaran berwarna hijau, mirip lumut hati, tidak berakar (tetapi memiliki rizoid sebagai penggantinya), tidak berbatang, tidak berdaun. Prothallium tumbuh dari spora yang jatuh di tempat yang lembap. Dari prothallium berkembang anteridium (antheridium, organ penghasil spermatozoid atau sel kelamin jantan) dan arkegonium (archegonium, organ penghasil ovum atau sel telur). Pembuahan mutlak memerlukan bantuan air sebagai media spermatozoid berpindah menuju archegonium. Ovum yang terbuahi berkembang menjadi zigot, yang pada gilirannya tumbuh menjadi tumbuhan paku baru. Tumbuhan berbiji (Spermatophyta) juga memiliki daur seperti ini tetapi telah berevolusi lebih jauh sehingga tahap gametofit tidak mandiri. Spora yang dihasilkan langsung tumbuh menjadi benang sari atau kantung embrio.

Daur Hidup Tumbuhan Paku : tumbuhan paku bereproduksi secara vegetatif dengan rizom. Rizom tumbuh menjalar kesemua arah dan membentuk kolonikoloni tumbuhan paku. Tumbuhan paku mengalami pergiliran keturunan atau metagenesis dengan dua generasi yaitu : generasi sporofit dan generasi gametofit. e. Manfaat dan khasiat tumbuhan paku Banyak orang yang mengangap tumbuhan paku adalah sebuah tumbuhan atau tanaman pengganggu. Tapi disisi lain tumbuhan paku juga sangat bermanfaat atau berkhasiat. Apalagi Tumbuhan paku sangat mudah dicari di alam sekitar kita. Mungkin manfaat tumbuhan paku masih banyak yang belum tahu. Diantaranya sebagai berikut : a. Sebagai tanaman hiasan : Platycerium nidus (paku tanduk rusa) Asplenium nidus (paku sarang burung) Adiantum cuneatum (suplir) Selaginella wildenowii (paku rane) b. Sebagai bahan penghasil obat-obatan : Asipidium filix-mas Dryopteris filix-mas Lycopodium clavatum c. Sebagai tanaman sayuran : Marsilea crenata (semanggi) Salvinia natans (paku sampan = kiambang) d. Sebagai pupuk hijau dalam pertanian : Azolla pinnata >> bersimbiosis dengan anabaena azollae (gangang biru)

e. Sebagai pelindung tanaman di persemaian : Gleichenia linearis f. Sebagai sumber bahan baku pembentukan batu bara : Tumbuhan paku yang sudah mati pada zaman purba.

Manfaat Tumbuhan Paku Bagi Manusia tumbuhan paku yang hidup pada zaman karbon telah memfosil, fosil tersebut berupa batu bara yang dapat dijadikan bahan bakar sebagai tanaman hias, seperti suplir , paku sarang burung, dan paku tanduk rusayang bentuknya seperti tanduk rusa dan sering ditanam dengan ditempelkan pada pohon. Selain itu ada spesies lain yaitu nephro lepis, merupakan pakis yang sering ditanam dikebun-kebun. . berguna untuk obat-obatan, misalnya dyoptoris filix-mas, lycopodium clavatum.

B. Sirih Hutan
Piper caducibracteum C.DC Nama umum Indonesia: Sirih hutan Klasifikasi Kingdom Subkingdom Super Divisi Divisi Kelas Sub Kelas Ordo Famili

: Plantae (Tumbuhan) : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) : Spermatophyta (Menghasilkan biji) : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) : Magnoliidae : Piperales : Piperaceae (suku sirih-sirihan)

Genus Spesies

: Piper : Piper caducibracteum C.DC

Ciri-ciri batang, daun, bunga/buah : Tanaman merambat ini bisa mencapai tinggi 15 m. Batang sirih berwarna coklat kehijauan,berbentuk bulat, beruas dan merupakan tempat keluarnya akar. Daunnya yang tunggal berbentuk jantung, berujung runcing, tumbuh berselangseling, bertangkai, dan mengeluarkan bau yang sedap bila diremas. Panjangnya sekitar 5 - 8 cm dan lebar 2 - 5 cm. Bunganya majemuk berbentuk bulir dan terdapat daun pelindung 1 mm berbentuk bulat panjang. Pada bulir jantan panjangnya sekitar 1,5 - 3 cm dan terdapat dua benang sari yang pendek sedang pada bulir betina panjangnya sekitar 1,5 - 6 cm dimana terdapat kepala putik tiga sampai lima buah berwarna putih dan hijau kekuningan. Buahnya buah buni berbentuk bulat berwarna hijau keabu-abuan. Akarnya tunggang, bulat dan berwarna coklat kekuningan. Kegunaan 1. Batuk 2. Sariawan 3. Bronchitis 4. Jerawat 5. Keputihan 6. Sakit gigi karena berlubang (daunnya) 7. Demam berdarah 8. Bau mulut 9. Haid tidak teratur 10. Asma 11. Radang tenggorokan (daun dan minyaknya) 12. Gusi bengkak (getahnya) 13. Membersihkan Mata 14. Bau ketiak Pemakaian luar 1. Eksim 2. Luka bakar 3. Koreng (pyodermi)

4. Kurap kaki 5. Bisul 6. Mimisan 7. Sakit mata 8. Perdarahan gusi 9. Mengurangi produksi ASI yang berlebihan 10. Menghilangkan gatal

Kandungnan dan Manfaat : Minyak atsiri dari daun sirih mengandung minyak terbang (betIephenol), seskuiterpen, pati, diatase, gula dan zat samak dan kavikol yang memiliki daya mematikan kuman, antioksidasi dan fungisida, anti jamur. Sirih berkhasiat menghilangkan bau badan yang ditimbulkan bakteri dan cendawan. Daun sirih juga bersifat menahan perdarahan, menyembuhkan luka pada kulit, dan gangguan saluran pencernaan. Selain itu juga bersifat mengerutkan, mengeluarkan dahak, meluruhkan ludah, hemostatik, dan menghentikan perdarahan. Biasanya untuk obat hidung berdarah, dipakai 2 lembar daun segar Piper betle, dicuci, digulung kemudian dimasukkan ke dalam lubang hidung. Selain itu, kandungan bahan aktif fenol dan kavikol daun sirih hutan juga dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan hama penghisap.

Cara Pemanfaatan Daun Sirih : 1. Bisul Bahan: daun sirih secukupnya Cara membuat: bahan dicuci bersih, ditumbuk halus. Cara menggunakan: dibalurkan pada bisul dan sekelilingnya,lalu balut dengan kain bersih. Ganti ramuan 2 kali sehari. 2. Menghilangkan bau badan dan keringat berlebihan Bahan: 17 lembar daun sirih segar Cara membuat: bahan dicuci bersih, direbus dengan 4 gelas air hingga tersisa 2 gelas. Tambahkan 1 sendok teh garam. Dinginkan lalu saring. Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore bersama 1 sendok makan madu. 3. Luka bakar Bahan: daun sirih secukupnya Cara membuat: bahan dicuci bersih, ditumbuk halus. Peras hasil tumbukan hingga diperoleh airnya. Tambahkan sedikit madu pada air perasan. Cara menggunakan: oleskan pada tempat luka bakar

4. Mimisan Bahan: daun sirih yang agak muda Cara membuat: bahan dicuci bersih, diremas-remas lalu gulung daun. Cara menggunakan: gunakan untuk menyumbat hidung berdarah 5. Mata gatal dan mata merah. Bahan: 7 lembar daun sirih muda segar Cara membuat: bahan dicuci bersih, rebus bahan dengan 1 gelas air hingga mendidih. Dinginkan, lalu saring. Cara menggunakan: digunakan untuk cuci mata dengan memakai gelas cuci mata. Lakukan 3 kali sehari sampai sembuh. 6. Mengurangi produk ASI yang berlebihan Bahan: 4 lembar daun sirih dan minyak kelapa secukupnya. Cara membuat: daun sirih diolesi dengan minyak kelapa, Kemudian dipanggang dengan api. Cara menggunakan: dalam keadaan masih hangat ditempelkan di seputar buah dada. 7. Keputihan Bahan: 7 10 lembar daun sirih. Cara membuat: direbus dengan 2,5 liter air sampai mendidih. Cara menggunakan: air rebusan daun sirih tersebut dalam keadaan masih hangat dipakai untuk membasuh/membersihkan seputar kemaluan secara berulang-ulang. 8. Sakit Jantung Bahan: 3 lembar daun sirih, 7 pasang biji kemukus, 3 siung bawang merah, 1 sendok jintan putih. Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk sampai halus, ditambah 5 sendok air panas, dibiarkan beberapa menit, kemudian diperas dan disaring. Cara menggunakan: diminum 2 kali 1 hari dan dilakukan secara teratur. 9. Sifilis Bahan : 25 30 lembar daun sirih bersama tangkainya; 0,25 kg gula aren dan garam dapur secukupnya. Cara membuat: semua bahan tersebut direbus bersama dengan 2 liter air sampai mendidih, kemudian disaring. Cara menggunakan: diminum 3 kali 1 hari secara terus menerus. 10. Alergi/biduren Bahan : 6 lembar daun sirih, 1 potong jahe kuning, 1,5 sendok minyak kayu putih. Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk bersama-sama sampai halus. Cara menggunakan : Dioleskan/digosokkan pada bagian badan yang gatal-gatal. 11. Diare Bahan: 4 6 lembar daun sirih, 6 biji lada, 1 sendok makan minyak kelapa. Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk bersama-sama sampai halus. Cara menggunakan: digosokkan pada bagian perut. 12. Menghentikan pendarahan gusi Bahan: 4 lembar daun sirih. Cara membuat: direbus dengan 2 gelas air

sampai mendidih Cara menggunakan : setelah dingin dipakai untuk kumur, diulang secara teratur sampai sembuh. 13. Menghentikan pendarahan hidung (mimisen = Jawa) Bahan: 1 lembar daun sirih. Cara membuat: daun sirih digulung sambil ditekan-tekan sedikit supaya keluar minyaknya. Cara menggunakan: dipakai untuk menyumbat hidung yang berdarah/mimisen. 14. Sakit gigi berlubang a. Bahan: 1 lembar daun sirih. Cara membuat: direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih Cara menggunakan: setelah dingin dipakai untuk kumur, diulang secara teratur sampai sembuh. b. Bahan: 2 lembar daun sirih diremas, Garam 0,5 sendok Cara membuat: diseduh dengan air panas 1 gelas, aduk sampai garam larut, biarkan sampai dingin Cara pemakaian: dipakai untuk berkumur-kumur. 15. Bronkhitis Bahan: 7 lembar daun sirih dan 1 potong gula batu. Cara membuat: daun sirih dirajang, kemudian direbus bersama gula batu dengan air 2 gelas sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, dan disaring Cara menggunakan: diminum 3 kali sehari 3 sendok makan. 16. Batuk a. Bahan: 4 lembar daun sirih. Cara membuat: direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih Cara menggunakan: setelah dingin dipakai untuk kumur, diulang secara teratur sampai sembuh. b. Bahan: 4 lembar daun sirih. Cara membuat: direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih Cara menggunakan: setelah dingin dipakai untuk kumur, diulang secara teratur sampai sembuh. c. Bahan: 4 lembar daun sirih, 3 lembar daun widoro upas dan madu secukupnya. Cara membuat: daun sirih diiris-iris, kemudian direbus bersama daun widoro dengan 2 gelas air sampai mendidih Cara menggunakan: setelah dingin dipakai untuk kumur, diulang secara teratur sampai sembuh. d. Bahan: 4 lembar daun sirih. Cara membuat: direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih Cara menggunakan: setelah dingin dipakai untuk kumur, diulang secara teratur sampai sembuh.

C. CAKAR AYAM

Indonesia: Cakar ayam Inggris: fulvous daylily, orange daylily

Klasifikasi Kingdom Subkingdom SuperDivisi Divisi Kelas SubKelas Ordo Famili Genus Spesies

:Plantae(Tumbuhan) :Tracheobionta(Tumbuhanberpembuluh) :Spermatophyta(Menghasilkanbiji) :Magnoliophyta(Tumbuhanberbunga) :Liliopsida(berkepingsatumonokotil) :Liliidae :Liliales :Liliaceae(sukubawang-bawangan) :Hemerocallis : Hemerocallis fulva L.

Deskripsi Spesies: Tanaman cakar ayam (Selaginella doederleinii Hieron.) termasuk divisi Pteridophyta, tumbuhan paku-pakuan ini tumbuh pada tebing, jurang, dan tempattempat teduh yang berhawa dingin. Batang tegak, tinggi 15 35 cm, keluar akar pada percabangan. Daunnya kecil-kecil, panjang 4 5 mm, lebar 2 mm, bentuk jorong, ujung meruncing, pangkal rata, warna daun bagian atas hijau tua, bagian bawah hijau muda. Daun tersusun di kiri kanan batang induk sampai kepercabangannya, yang menyerupai cakar ayam dengan sisik-sisiknya. NamaLokal :Rumput solo, cemara kipas gunung; Shi shang be (China). PenyakitYangDapatDiobati :Kanker paru, Bronkhitis, Radang paru, Tonsilis, Batuk, Koreng; Hepatitis, Perut busung, infeksi saluran kencing, Tulang patah, Reumatik. Pemanfaatan : BAGIAN YANG DIPAKAI : Seluruh tanaman, pemakaian kering.\ KEGUNAAN : Chorioepithelioma, choriocarcinoma, kanker nasopharynx, kanker paru. .infeksi saluran nafas, bronchitis, radang paru (Pneumonia), tonsilitis. Batuk, serak, koreng. Hepatitis, cholecystitis, cirrhosis (Pengecilan hati), perut busung (ascites), infeksi akut saluran kencing. Tulang patah (fraktur), rheumatik. PEMAKAIAN selama 3 4 jam. : 15 30 gr , untuk pengobatan kanker; 50 100 gr, rebus

PEMAKAIAN LUAR : Tanaman segar dilumatkan, tempel ke tempat yang sakit. CARA PEMAKAIAN: Kanker : 60 gr S. doederleinii kering direbus selama 3 4 jam dengan api kecil, minum setelah dingin. Batuk, radang paru, radang amandel (Tonsilitis): 30 gr S.doederleinii direbus, minum.

Jari tangan bengkak: Dilumatkan, tempel ke tempat yang sakit. Tulang patah: 15 30 gr S.doederleinii segar direbus, minum. Pemakaian Luar, dilumatkan dan ditempelkan ke tempat yang patahnya tertutup dan posisi tulangnya baik. . patah, bila

D. SOM JAWA

Klasifikasi : Som Jawa Talinum paniculatum Jacq Gaertn Nama umum Indonesia: Som jawa, ginseng jawa Melayu: Ginseng jawa

Klasifikasi Kingdom Subkingdom SuperDivisi Divisi Kelas SubKelas

: Plantae (Tumbuhan) :Tracheobionta(Tumbuhanberpembuluh) :Spermatophyta(Menghasilkanbiji) :Magnoliophyta(Tumbuhanberbunga) :Magnoliopsida(berkepingdua/dikotil) :Hamamelidae

Ordo Famili Genus Spesies Deskripsi

:Caryophyllales :Portulacaceae :Talinum : Talinum paniculatum Jacq Gaertn

Habitus : Herba Menahun tinggi 70-80cm Batang : Bulat , bercabang di bagian bawah , pangkal mengeras , ungu Daun : Tunggal, bulat telur, ujung membulat, pangkal tumpul, tepi rata, hijau. Bunga : Majemuk , bentuk malai, diujung, bercabang, Mahkota lima, bulat telur panjang 3- + 4 mm, benangsari lima sampai lima belas, tangkai bercabang, merah keunguan. Buah : Kotak, bulat , merah kecoklatan atau kuning. Biji : Pipih, kecil, hitam. Akar : Tunggang, coklat.

1. Manfaat Som Jawa Akar Som Jawa dapat dimanfatkan : Sebagai tonikum, yang dapat dimanfaatkan pada kondisi badan lemah, berkeringat dingin dan pusing. Aphrodisiak (obat kuat). Batuk dengan dahak dan darah, radang paru - paru. Diare, banyak kencing Haid tidak teratur, keputihan. Air Susu Ibu (ASI) sedikit. 2. Daun Som Jawa dapat dimanfaatkan : Sebagai obat bisul dan memperlancar Air Susu Ibu (ASI) 3. Kandungan kimia Kandungan kimia terutama saponin, flavonoid, tamin dan steroid (Kalium 41,44 %, Natrium 10,03 %, Kalsium 2,21 %, Magnesium 5,50 % dan Besi 0,32 %). Mungkin diantara kandungan kimia akar talinum paniculatum Gaertn mempunyai peranan seperti androgen/testosteron didalam tubuh sehingga mempengaruhi jumlah dan motilitas spermatozoa. Oleh karena itu dilakukan penelitian pengaruh infus akar Talinum paniculatum Gaertn terhadap jumlah dan motilitas spermatozoa. .

I. TEKNIK BUDIDAYA A. Persyaratan tumbuh Tanaman Som Jawa dapat tumbuh pada dataran rendah sampai ketinggian tempat 1.250 m diatas permukaan laut. Dengan curah hujan 2.000 4.000 mm/tahun. Jenis tanah yang dikhendaki adalah tanah liat berpasir, tanah berpasir dan cukup gembur/subur banyak mengandung humus atau kandungan bahan organik tinggi. Dapat tumbuh baik dengan intensitas cahaya tidak kurang 75 %. B. Bahan tanaman Bahan tanaman Som Jawa dapat diperbanyak secara vegetatif dan generatif (benih), namun lebih mudah menggunakan setek batang atau cabang yang berukuran panjang 12 cm. Bibit dari setek batang (bagian pucuk, tengah atau bawah) dapat ditanam langsung di kebun dengan tingkat keberhasilan lebih tinggi. Secara generatif, dengan menggunakan benih yang berkualitas baik hasil persilangan dan atau penyerbukan sendiri. Benih disemaikan terlebih dahulu dipesemaian, setelah seminggu umumnya lebih mudah tumbuh, kemudian dapat dipindah ke pertanaman setelah 1 1,5 bulan. Persentase daya tumbuh benih umumnya rendah. Disamping perbanyakan Som Jawa dengan biji maupun vegetatif dan juga dilakukan secara kultur jaringan. Keberhasilan perbanyakan menggunakan setek sangat ditentukan oleh kualitas bahan tanaman yang digunakan dan juga faktor lingkungan, dalam hal ini antara lain adalah (1) kelembaban, suhu, ketersediaan air dan jenis media (2) Bahan tanaman yang baik ditentukan oleh ketersediaan bahan setek tersebut (3). Untuk pertumbuhan akar faktor dalam yang berpengaruh adalah rooting cofactor, enzim dan kandungan karbohidrat. Dengan jenis media dan perbedaan panjang setek bertujuan untuk mendapatkan bibit Som Jawa yang bermutu sehingga meningkatkan produksi dan mutu hasilnya. C. Penamanan Penanaman Som Jawa dapat dilakukan dengan menggunakan jarak tanam : 70 x 40 cm ( Talinum triangulare) dan 50 x 40 cm (Talinum paniculatum). Keperluan bibit per Ha 40.000 50.000 setek batang bibit.

D. Pemeliharaan tanaman 1. Pemupukan tanaman : dilakukan dengan menggunakan pupuk organik dan anorganik, dengan dosis : A. Pupuk Organik : Pupuk kandang : 0,5 Kg / tanaman B. Pupuk Anorganik : Pupuk Urea : 5 gram / tanaman Pupuk TSP : 3 gram / tanaman Pupuk KCl : 6 gram / tanaman

C. Cara pemberian pupuk : Tanaman diberi pupuk kandang dan pupuk dasar sebanyak 1 gram urea, 3 gram TSP dan 3gram pupuk KCl diberikan satu hari sebelum tanam, sedangkan pupuk yang lainnya diberikan sebagai pupuk susulan pada tanaman umur 2 atau 4 bulan setelah tanam.. Untuk tanaman yang tidak dipupuk mempunyai nilai mutu akar masing masing kadar abu 8,82 %, kadar sari yang larut dalam air 5,20 % dan kadar sari yang larut dalam alkohol 21,78 %. Sedangkan tanaman yang di pupuk mempunyai nilai mutu akar masing masing berkisar antara : kadar abu 1,61 15,35 %, kadar sari yang larut dalam air 17,92 21,78 % dan kadar sari yang larut dalam alkohol 4,00 7,06 %. 2. Penyiraman Penyiraman atau pengairan dilakukan seperlunya, yaitu apabila lahan mengalami kekeringan antara lain pada musim kemarau. E. Panen Panen dilakukan tergantung dari permintaan atau pemakai. Untuk pengambilan daunnya tanaman Som Jawa dapat dipanen mulai umur 3 bulan sampai 6 bulan. Untuk pemanfaatan akar dilakukan setelah tanaman umur 7 bulan hingga lebih dari satu tahun. Cara pengambilan akar dengan mencabut atau membongkar tanaman dengan garpu, kemudian bagian pangkal akar dipotong dan dibersihkan denga air. Hasil panen untuk setiap tanaman adalah untuk jenis : Talinum paniculatum 140 220 gramakar segar/tanaman atau 20 35 gram akar kering / tanaman

dan Talinum triangulare 175 220 garm akar segar / tanaman atau 25 30 gram akar kering / tanaman IV. PENGOLAHAN HASIL A. Pengolahan untuk pemanfaatan daun a. Untuk bisul Daun segar dicuci bersih, serta ditambah gula merah secukupnya lalu digiling halus, kemudian ditempelkan pada tempat yang sakit. b. Memperlancar ASI Daun segar dicuci bersih, ditumis dengan bumbu kemudian dimakan sebagai sayur. B. Pengolahan untuk pemanfaatan akar Sebelum dipakai untuk pengobatan atau dikeringkan atau dikeringkan untuk penyimpanan, akar segar dicuci bersih, kemudian dikukus (diuapkan) terlebih dahulu. Sebab pemakai anakar segar secara langsungakan menimbulkan diare. Pada pemakaian untuk pengobatan bagian dalam( Aphrodisiah, akar diseduh / di godog sebanyak 30 60 gram , kemudian airnya diminum dengan ditambah brem. Sedangkan untuk pengobatan bagian luar, akar dilumatkan kemudian ditempelkan pada tempat yang sakit. Gusi bengkak Herba yang segar dipanggang sampai kering, dijadikan bubuk (dengan pengolahan). Oleskan bubuk tersebut ketempat yang sakit

SEJARAH Som Jawa (Talinum paniculatum (Jacq) Gaertn) merupakan tanaman yang berasal dari Amerika tropis yaitu Amerika Tenggara dan Selatan, yang tumbuh pada ketinggian 5 1.250 m diatas permukaan laut. Di Jawa ditanam sebagai tanaman tanaman obat, tanaman hias dan kadang kadang merupakan tanaman liar. Som Jawa adalah terna tahunan yang tumbuh tegak, akarnya berdaging tebal, biasa dipergunakan sebagai pengganti Kolesom.

Som Jawa merupakan salah satu tanaman obat yang akar dan daunnya mempunyai banyak khasiat sebagai obat tradional. Akarnya dapat digunakan sebagai tonikum, aphrodisiac/obat kuat, batuk-batuk, radang paru-paru, diare, haid tidak teratur, keputihan dan dapat memperbanyak ASI. Sedangkan daun segarnya dapat dipergunakan sebagai lalapan, sayur tumis, memperlancar ASI, untuk obat bisul dan pembengkakan (anti radang). Pernyataan tentang marphologi akar tersebut sangat mirip dengan ginseng (Panax ginseng atau panax pseudo ginseng), yang baerasal dari China dan telah digunakan secara luas untuk obat lemah syahwat. Tanaman panax ginseng telah dikenal di zaman dinasti Cho Chi Klu, 2000 tahun sebelum masehi dan dikenal sebagai Panasea, yaitu tanaman obat untuk segala macam penyakit. Sehubungan dengan berbagai manfaat tersebut, maka tanaman ini dapat dikatakan memiliki peluang untuk diluncurkan sebagai salah satu produk obat tradisional andalan ataupun produk minuman anggur kolesom. Selama ini simpliasia Som Jawa aman dikonsumsi dan khasiatnya tersebut terbukti benar lewat pengujian ilmiah. Tanaman Som Jawa dapat dikembangkan di pekarangan atau didalam pot, mengingat tanaman ini mudah diperbanyak secara vegetatif dan sifat tanaman relatif cepat petumbuhannya. Pengembangan tanaman Som Jawa pada lahan pekarangan secara tumpangsari dengan bernagai jenis tanaman mampu memberikan kontribusi terhadap pendapatan petani, pemeliharaan kesehatan keluarga, industri obat tradisional dan keperluan lainnya. Sedangkan untuk pola budidaya tanaman ataupun pola TOGA di pekarangan juga masih diterapkan, yang sewaktu waktu daunnya dapat dimanfaatkan untuk sayur atau obat luar. Untuk memperoleh khasiat yang optimal dari bahan akarnya diperlukan tanaman minimal berumur 7 bulan sampai lebih dari satu tahun, sedangkan untuk kebutuhan daun segar dapat dipanen pada tanaman berumur 3 sampai 6 bulan.

E. LAVENDA

Namailmiah Nama umum Klasifikasi Raya Divisi Order Keluarga Genus

:Lavandula : Lavender

:Plantae :Magnoliophyta :Lamiales :Lamiaceae : Lavandula

Deskripsi Lavender berbentuk seperti semak yang tumbuhbaik di ketinggian 600 1.350 m dpl. Daunnyabertulang sejajar, memiliki bunga kecil berwarnaungu kebiruan yang tumbuh di ujung cabang.Aroma tidak disukai serangga dan digunakanlangsung untuk pengusir nyamuk, bunganya jugamenghasilkan minyak yang digunakan sebagaibahan penolak serangga (repellant danantifeedant). Lavender dapat digunakan untukaroma terapi. Bunga Lavender nama latinnya Lavandula afficinalis syn.L. angustifolia (Lamiaceae), berbentuk kecil dan berwarna

ungu, itulah penampakan bunga lavender. Tanaman ini berasal dari Eropa, tepatnya di wilayah Perancis. Ia digunakan sebagai parfum

Cara penggunaan Tumbuh baik di ketinggian 600 1.350 m dpl di mana semakin tinggi tempat tumbuhnya, semakin baik kualitas minyak yang dihasilkannya. Perbanyakan tanaman lavender biasanya dengan menggunakan bijinya. Biji-biji yang tua dan sehat di-semaikan. Bila sudah tumbuh, dipindahkan ke polibeg. Ketika tingginya mencapai 15 20 cm, dapat dipindahkan ke dalam pot atau ditanam di halaman rumah. Warna ungu yang menarik ini dapat digosokkan ke kulit, selain aroma wangi, anda pun akan terhindar dari gigitan nyamuk. Untuk cara penanaman bunga lavender tergolong sangat mudah dan murah, tinggal sebar bijinya yang sudah tua, maka tumbuhlah dia. Harganya juga terjangkau lho, harganya sekitar 5-7 ribu rupiah per kantong plastik ukuran 3 x 5 cm, kira-kira isinya 30-50 biji lavender siap tanam dan mudah didapat juga tentunya,tinggal beli aja sama abang tukang kembang yang biasanya nangkring di pinggir jalan. Lavender adalah lebih sulit untuk tumbuh di daerah utara atau selatan sangat panas dan lembab negara. Dalam cuaca dingin, pilih salah satu varietas hardier seperti 'Munstead' atau 'Hidcote'. Anda mungkin kehilangan tanaman setelah musim dingin yang parah atau musim panas sangat lembab. Tapi Anda selalu bisa tumbuh lavender sebagai pot tahunan atau. Sedangkan komposisi utama dalam minyak lavender adalah linalool asetat yang mampu mengendorkan dan melemaskan sistem kerja urat-urat syaraf dan otot-otot yang tegang. Karena khasiat inilah bunga lavender sering digunakan

sebagai bahan lotion antinyamuk, aromaterapi, parfum, minyak gosok, ramuan untuk mandi dan obat-obatan.

Manfaat Selain itu lavender bisa digunakan untuk mandi. Campurkan ramuan lavender dengan air hangat. Selain aromanya dapat menenangkan pikiran, ramuannya juga dapat menyehatkan kulit Anda. Teh herbal dengan rasa lavender juga dapat menyembuhkan sakit kepala, sakit punggung dan sakit otot. Selain itu lavender juga dapat mengurangi reaksi alergi, radang tenggorokan dan mengobati kembung.

Manfaat lavender juga bisa dirasakan ketika tidur. Tidur dengan mencium aroma lavender akan membuat tidur Anda pulas karena efek aroma lavender yang menenangkan. Jika Anda mengalami kesulitan tidur, hiruplah aroma minyak lavender sebelum tidur. Cara ini cukup efektif untuk membuat tidur malam Anda lebih baik. Selain itu Anda bisa memercikkan sedikit minyak lavender ke bantal Anda untuk hasil yang lebih maksimal.

F. TEKIAN

Nama latin:Cyperus Rotundus Nama lokal: Rumput teki, manggasa bui, Karehawai. Tekan, Motta, Rukut Teki Wuta, Bulih

Klasifikasi Regnum Phyllum : Plantae : spermatopyta

Sub phylum : Angiospermae Class Sub class Ordo Sub ordo Family Genus :Monocotyled : Commelinidae : Cyperales : Cyperleae : Cyperaceae : Cyperus

species

: Cyperus Rotundus L

Diskripsi tanaman : Tanaman rumput teki ini juga termasuk tanaman yang dapat digunakansebagai pengobatan herbal : Termasuk tanaman terna, menahun, dengan tinggi antara 10 8 0 c m . T a n a m a n i n i d i p u l a u J a w a t u m b u h l i a r d i t e m p a t t e r b u k a a t a u j u g a b i s a t u m b u h ditempat yang sedikit terlindung dari sinar matahari. Dilahan pertanian jenis tanaman rumputteki ini merupakan gulma yang sukar diberantas. Ciri-ciri tanaman herbal rumput teki: Batang Daun : ada yang tumpul berbentuk segitiga dan tajam. : berisi 4 5 helai berjejal pada pangkal batang dengan

pelepah daun tertutup tanah, helaian daun berbentuk garis, bagian atas berwarna hijaumengkilat, panjang daun 10 60 cm, lebar daun 2 6 mm, anak bulir berkumpulmenjadi bulir pendek dan tipis, keseluruhan terkumpul lagi menjadi memanjang.Daun pembalut 3 4. Tepi daun kasar dan tidak rata. Jari-jari payung 6 9, yangterpanjang 3 10 cm. Yang terbesar bercabang sekali lagi. Pangkal tertutup olehdaun pelindung yang berbentuk tabung. Anak bulir terkumpul lagi dalam bulir,duduk, berbentuk garis, sangat gepeng, berwarna coklat panjang 1 3 cm denganlebar lebh kurang 2 mm. Bunga : Berisi 10 40. Sekam dengan punggung hijau dan sisi coklat, panjanglebih kurang 3 mm. Benang sari 3, kepala sari berwarna kuning cerah, tangkai putik bercabang 3. Buah : Buah memanjang sampai bulat telur sungsang, persegi tiga

berwarnacoklat dengan panjang lebih kurang 5 mm.

Kandungan zat dalam tanaman rumput teki Walaupun tanaman ini seakan tidak berguna, ternyata dalam rumput teki ini juga mengandung bahan berkhasiat yang dapatdigunakan sebagai bahan obat herbal Adapun zat berkhasiat dalam rumput teki tersebut adalah : Minyak Atsiri, Alkaloida, Glikosida, Flavonoida.Gulma teki-tekian

Kelompok ini memiliki daya tahan luar biasa terhadap pengendalian mekanik karena memiliki umbi batang di dalam tanah yang mampu bertahan berbulan-bulan. Selain itu