Anda di halaman 1dari 5

BED SITE TEACHING

EFUSI PLEURA

PRECEPTOR : Arto Yuwona Soeroto, dr., Sp. PD-KP

OLEH : I MADE ARYA SUBADIYASA

1301-1206-0045

BAGIAN ILMU PENYAKIT DALAM PERJAN RUMAH SAKIT HASAN SADIKIN FAKULTAS KEDOKTERAN UNPAD BANDUNG

Hari/Tanggal Nama Jenis Kelamin Umur Pekerjaan Alamat Status menikah Suku bangsa Keluhan utama : Sesak nafas Anamnesa khusus:

: Senin/15 Januari 2007 : Tn. Ajat : Laki - laki : 41 Tahun : Buruh kasar : Desa Cipelang Cianjur : Menikah : Sunda

Pasien mengeluh sesak nafas sejak tanggal 24 desember 2007, sesak nafas dirasakan menetap dan semakin lama semakin berat. Sesak nafas bertambah berat saat beraktifitas dan berkurang saat penderita setengah duduk atau berbaring ke arah kiri. Sesak nafas diikuti dengan nyeri pada ulu hati bertambah saat menarik nafas panjang dan nyeri di punggung seperti terbakar. Riwayat batuk lama atau batuk berdarah yang disertai panas badan yang tidak terlalu tinggi dan hilang timbul disangkal tetapi pasien mengakui adanya keringat malam dan merasa berat badan turun. Riwayat minum obat obatan jangka panjang disangkal. Riwayat sesak pada malam hari yang membuat pasien terbangun dari tidurnya setelah 1-2 jam tidur dan sering terbangun pada malam hari karena ingin BAK disangkal. Riwayat bengkak pada kedua kelopak mata yang terutama dirasakan pada pagi hari saat pasien bangun tidur dan menghilang saat siang atau sore hari disangkal. Riwayat bengkak pada perut disertai dengan keluhan mata kuning disangkal. Pasien mengaku merokok 5 batang perhari. Pasien mengaku pernah dilakukan pembuangan cairan dari rongga dada sebelah kiri sewaktu masih di UGD setinggi ICS VII

Pemeriksaan Fisik : Kesadaran Kesan sakit Tekanan darah Nadi Respirasi Suhu - Kepala Mata Konjungtiva Sklera Reflek pupil Telinga Hidung Mulut - Leher JVP KGB Trakea Tiroid - Thoraks Inspeksi Bentuk dada asimetris Gerak pernafasan dada kiri tertinggal Iktus kordis di ICS V dextra Palpasi Gerak dada asimetris Taktil fremitus kanan lebih teraba dari yang kiri : meningkat : tidak ada pembesaran : deviasi ke kanan : tidak membesar : tidak anemis : tidak ikterik : (+) : Compos mentis : Sakit sedang : 110/70 mmHg : 90 x/menit : 36 x/menit : 37,8 0C

: tidak ada kelainan pendengaran : tidak ada deviasi septum : tidak ada sianosis pada mukosa oral

Sela iga kiri lebih sempit dari kanan Perkusi Perkusi dada kanan sonor dan seluruh dada kiri dull Batas paru hepar di ICS 5, peranjakan hepar 2 cm Batas jantung kanan : linea parasternal kanan ICS IV kiri atas Auskultasi Wheezing (-/-), rhonki (-/-), VBS kiri > VBS kanan Bunyi jantung S1-S2 - Abdomen Inspeksi Bentuk cembung lembut Auskultasi Bising usus normal Bruit (-) Perkusi Timpani Palpasi Nyeri tekan daerah epigastrium Hepar BAC : 3 cm BPX : 5 cm Lien tidak teraba Diferential diagnosa : Efusi pleura sinistra ec DD/ TBC Malignant pleural efusion Usul pemeriksaan Thoraks foto : tidak terukur : tidak terukur

Analisis cairan pleura Pemeriksaan cairan pleura : BTA langsung, kultur BTA, kultur mikroorganisme + resistensi Sitologi cairan pleura Tatalaksana : - Beri oksigen - Pasien diposisikan setengah duduk - Thoracentesis terapeutik - Beri obat anti tuberkulosa (minimal 9 bulan) - Kortikosteroid dosis 0,75 1 mg/kgBB/hari selama 2 3 minggu, setelah ada respon diturunkan bertahap Prognosa : Dubia : tergantung penyebab Prognosis buruk pada efusi pleura maligna