Anda di halaman 1dari 8

Soal ! 1.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan pertumbuhan dan perkembangan remaja, serta jelaskan karakteristik dan 9 prinsip-prinsip perkembangan. Bagaimana pendidik harus menyikapi aspek-aspek perkembangan remaja ? 2. Jelaskan perbedaan ciri-ciri primer dan sekunder antara fisik remaja laki-laki dan perempuan dan pengaruhnya terhadap perilaku masing-masing. Bagaimana peranan sekolah mengoptimalisasikan pertumbuhan fisik remaja. Berikan sarannya sebagai guru. 3. Jelaskan aspek-aspek perkembangan sosial remaja dan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan sosial dan bahasa remaja. Bagaimana implikasinya dalam penyelenggaraan pendidikan ? 4. Jelaskan gejala-gejala perilaku bermasalah dan kenakalan remaja serta sumbernya, dan program pencegahan majemuknya dengan strategi primer, sekunder dan tersier 5. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Kesehatan Reproduksi Remaja dan Faktor apa yang mempengaruhi Kesehatan Reproduksi. Mengapa remaja perlu mengetahuinya ? Jawaban : 1. Remaja berasal dari bahasa latin adolescence, artinya tumbuh untuk mencapai kematangan. Remaja ditandai oleh adanya kematangan seksual, memantapkan identitas sebagai individu yang terpisah dari keluarga dan menghadapi tugas menentukan cara mencari mata pencaharian. Masa remaja sering dikenal dengan masa mencari jati diri, oleh Erickson di sebut dengan identitas ego (ego identity). Masa ini terjadi karena remaja merupakan peralihan antara masa kehidupan anak-anak dan kehidupan dewasa. Ditinjau dari segi fisik mereka bukan lagi anak-anak melainkan seperti orang dewasa tetapi belum menunjukkan sikap dewasa. Karakteristik remaja yang berhubungan dengan pertumbuhan (perubahan-perubahan fisik) ditandai oleh adanya kematangan seks primer dan sekunder.Sedangkan karakteristik yang relevan dengan perkembangan (perubahanperubahan aspek psikologis dan sosial). Prinsip perkembangan remaja meliputi: (1)

Perkembangan merupakan proses yang tidak pernah berhenti, (2) Semua aspek perkembangan saling mempengaruhi, artinya setiap aspek perkembangan individu, baik fisik maupun psikis (emosi dan inteligensi) maupun sosial, satu sama lain saling mempengaruhi, (3) Perkembangan mengikuti pola atau arah tertentu, artinya perkembangan terjadi secara teratur mengikuti pola atau arah tertentu dansetiap tahap

perkembangan merupakan hasil perkembangan dari tahap sebelumnya yang merupakan prasyarat bagi perkembangan selanjutnya, (4) Perkembangan terjadi pada tempo yang berlainan, artinya perkembangan fisik dan mental mencapai kematangan terjadi pada tempo dan waktu yang berbeda (ada yang cepat dan ada pula yang lambat), (5) Setiap fase perkembangan mempunyai ciri khas, dan (6) Setiap individu yang normal akan mengalami fase/tahap perkembangan, artinya bahwa dalam menjalani hidup yang normal dan berusia panjang individu akan mengalami fase-fase perkembangan: bayi, kanakkanak, remaja, dewasa, dan masa tua. Dalam proses pertumbuhan dan perkembangan manusia terdapat dua aspek penting yang berpengaruh yaitu kematangan dan pengalaman. Kedua aspek bagaikan pendulum tingkat kepentingannya bagi terjadinya proses pertumbuhan dan kematangan manusia. Keduanya merupakan aspek yang tidak dapat diabaikan oleh para pendidik. 2. Kematangan seks primer adalah ciri-ciri yang berhubungan dengan kematangan fungsi reproduksi. Kematangan seks primer bagi remaja perempuanditandai dengan datangnya menstruasi (menarche). Dengan timbulnya kematangan primer ini remaja perempuan merasa sakit kepala, pinggang, perut, dan sebagainya yang menyebabkan merasa capek, mudah lelah, cepat marah. Adapun kematangan seks primer bagi remaja laki-laki

ditandai dengan mimpi basah (noeturnalemmission). Kematangan seks primer adalah ciriciri yang berhubungan dengan kematangan fungsi reproduksi. Kematangan seks primer bagi remaja perempuanditandai dengan datangnya menstruasi (menarche). Dengan

timbulnya kematangan primer ini remaja perempuan merasa sakit kepala, pinggang, perut, dan sebagainya yang menyebabkan merasa capek, mudah lelah, cepat marah. Adapun kematangan seks primer bagi remaja laki-laki ditandai dengan mimpi basah (noeturnalemmission). Karekteristik seks skunder yaitu ciri-ciri fisik yang membedakan dua jenis kelamin. Perubahan ciri-ciri skunder pada remaja laki-laki nampak seperti timbulnya pubic hair rambut di daerah alat kelamin, timbulnya axillary hair rambut di ketiak, seringkali tumbuh dengan lebat rambut di lengan, kaki, dan dada, kulit menjadi lebih kasar dari pada anak-anak, timbulnya jerawat, kelenjar keringat bertambah besar dan bertambah aktif sehingga banyak keringat keluar. Otot kaki dan tangan membesar, dan timbulnya perubahan suara. Karakteristik seks skunder remaja perempuan ditandai seperti perkembangan pinggul yang membesar dan menjadi bulat, perkembangan buah

dada, timbul pubic hair rambut di daerah kelamin, tumbul axillary hair rambut di ketiak, kulit menjadi kasar dibandingkan pada anak-anak, timbul jerawat, kelenjar keringat bertambah aktif sehingga banyak keringat yang keluar dan tumbuhya rambut di lengan dan kaki. Jenis kegiatan yang dilakukan oleh sekolah yang dapat membantu optimalisasi pertumbuhan remaja seperti kelompok olahraga basket, voli, takraw, bulu tangkis dan lain-lain. Aktivitas fisik melalui olahraga membantu membentuk dan mempertahankan tulang dan otot yang sehat. Mengurangi depresi, kecemasan serta mencegah atau memperlambat hipertensi dan membantu mengurangi tekanan darah pada bebebrapa remaja yang menderita hipertensi. 3. Aspek-aspek perkembangan sosial remaja yaitu : (1) Arti kelompok bagi remaja, (2) Tugas-tugas perkembangan remaja, (3) Sosialisasi remaja, (4) Hambatan-hambatan sosial remaja. Sudah tentu yang menjadi fokus pembicaraan adalah: (5) Sikap-sikap sosial remaja. Ada ungkapan yang mengatakan "No man is an island" yang maksudnya kurang lebih bahwa tiada seorang manusiapun yang mampu hidup sendiri tanpa kehadiran orang lain. Demikian juga bagi kehidupan remaja tiada mungkin ia dapat sendirian, terlepas dari kelompok di mana dia berada. Remaja membutuhkan kelompok sosial (sudah tentu yang sehat) untuk perkembangan hidupnya yang sehat dan normal. Corak kelompok sosial remaja akan mempengaruhi hidupnya dan juga sebaliknya yaitu remaja dapat mempengaruhi kelompok sosial di mana dia berada. Tegasnya kelompok sosial remaja bersifat mempengaruhi dan dapat dipengaruhi oleh kehadiran seorang remaja di dalamnya. tugas-tugas perkembangan remaja: Pertama, remaja dituntut untuk mampu berperilaku yang sesuai dengan gender (jenis kelamin) yang telah menjadi takdirnya. Kedua, remaja dituntut untuk mampu mandiri atau bertanggungjawab baik secara emosional maupun secara ekonomis, remaja adalah bukan anak-anak lagi dan remajapun pada umumnya tidak mau dianggap sebagai anak-anak lagi. Ketiga, remaja dituntut untuk memiliki keterampilan intelektual dan konsep dalam perilaku sosial (disingkat dengan "Keterampilan Sosial"). Perkembangan sosial remaja menghendaki remaja untuk

mau membaurkan diri di dalam suatu kelompok remaja tertentu. Bila remaja mau dengan suka rela "terjun" dalam suatu kelompok remaja tertentu maka terjadilah sosialisasi remaja. Ada remaja yang mudah melaksanakan sosialisasi ini, akan tetapi tak jarang dijumpai remaja yang mengalami kemudahan dalam proses sosialisasinya pada umumnya

berasal dari keluarga/orangtua yang banyak mangadakan proses-proses sosialisasi di berbagai kelompok sosial di masyarakat. Hambatan-hambatan dalam sosialisasi ini penyebabnya dapat diketemukan di dalam diri remaja itu sendiri, pada orangtuanya, maupun pada watak kelompok tempat remaja ingin bersosialisasi. Sebagian telah disinggung yaitu latar belakang keluarga yang menyebabkan keberhasilan atau ketidakberhasilan remaja dalam melaksanakan proses sosialisasi. Hambatan-hambatan dalam sosialisasi ini penyebabnya dapat diketemukan di dalam diri remaja itu sendiri, pada orangtuanya, maupun pada watak kelompok tempat remaja ingin bersosialisasi. Sebagian telah disinggung yaitu latar belakang keluarga yang menyebabkan keberhasilan atau ketidakberhasilan remaja dalam melaksanakan proses sosialisasi. Kelompok remaja (yang sehat) merupakan wacana yang amat berharga bagi proses sosialisasi remaja sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya. Akan tetapi sekalipun demikian di dalam kehidupan kelompok remaja akan dijumpai variasi sikap-sikap remaja sebagai akibat dari watak kelompok dan interaksi sosial antar warga kelompok remaja. Kelompok remaja (yang sehat) merupakan wacana yang amat berharga bagi proses sosialisasi remaja sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya. Akan tetapi sekalipun demikian di dalam kehidupan kelompok remaja akan dijumpai variasi sikap-sikap remaja sebagai akibat dari watak kelompok dan interaksi sosial antar warga kelompok remaja. Kelas atau kelompok belajar pada dasarnya terdiri dari individu yang bervariasi bahasanya, baik kemampuannya maupun polanya. Menghadapi hal ini guru harus mengembangkan strategi belajar mengajar bidang bahasa dengan memfokuskan pada potensi dan

kemampuan anak. Pertama, anak perlu melakukan pengulangan (menceritakan kembali) pelajaran yang telah diberikan dengan kata dan bahasa yang disusun oleh siswa sendiri. Dengan cara ini senantiasa guru dapat melakukan identifikasi tentang pola dan tingkat kemampuan bahasa siswa-siswanya. Kedua, berdasar hasil identifikasi itu guru melakukan pengembangan bahasa siswa dengan menambahkan perbendaharaan bahasa lingkungan yang telah dipilih secara tepat dan benar oleh guru. Cerita siswa tentang isi pelajaran yang telah diperkaya itu diperluas untuk langkah-langkah selanjutnya, sehingga para siswa mampu menyusun cerita lebih komprehensif tentang isi bacaan yang telah dipelajari dengan menggunakan pola bahasa mereka sendiri. Perkembangan bahasa yang menggunakan model pengekspresian secara mandiri, baik lisan maupun tulis, dengan

mendasarkan bahan bacaan akan lebih mengembangkan kemampuan bahasa anak dan membentuk pola bahasa masing-masing. Dalam penggunaan model ini guru harus banyak memberikan rangsangan dan koreksi dalam bentuk diskusi atau komunikasi bebas. Dalam pada itu sarana perkembangan bahasa seperti buku, surat kabar, majalah, dan lainlainnya hendaknya disediakan di sekolah maupun di rumah. Kelas atau kelompok belajar pada dasarnya terdiri dari individu yang bervariasi bahasanya, baik kemampuannya maupun polanya. Menghadapi hal ini guru harus mengembangkan strategi belajar

mengajar bidang bahasa dengan memfokuskan pada potensi dan kemampuan anak. Pertama, anak perlu melakukan pengulangan (menceritakan kembali) pelajaran yang telah diberikan dengan kata dan bahasa yang disusun oleh siswa sendiri. Dengan cara ini senantiasa guru dapat melakukan identifikasi tentang pola dan tingkat kemampuan bahasa siswa-siswanya. Kedua, berdasar hasil identifikasi itu guru melakukan pengembangan bahasa siswa dengan menambahkan perbendaharaan bahasa lingkungan yang telah dipilih secara tepat dan benar oleh guru. Cerita siswa tentang isi pelajaran yang telah diperkaya itu diperluas untuk langkah-langkah selanjutnya, sehingga para siswa mampu menyusun cerita lebih komprehensif tentang isi bacaan yang telah dipelajari dengan menggunakan pola bahasa mereka sendiri. 4. Gejala-gejala perilaku bermasalah dan kenakalan remaja serta sumbernya : a. Kenakalan, kejahatan, dan perkelahian Banyak remaja yang melakukan pelanggaran lalu lintas. Pelanggaran tersebut terdiri atas tidak lengkapnya surat-surat (SIM dan STNK), melanggar rambu-rambu lalu lintas, kurangnya perlengkapan sepeda motor, tidak memakai helm pengaman, berboncengan sepeda motor lebih dari dua orang. Banyaknya kaum muda berusia antara 10 dan 17 tahun ditangkap sebagai akibat perbuatan perkosaan, perampokan, pembunuhan, atau penodongan. b. Penyalahgunaan obat Semakin banyak anak muda menggunakan obat-obat terlarang. Semakin banyak anak muda yang minum minuman beralkohol. Semakin tinggi usia remaja semakin banyak yang terlibat. Bahkan semakin tinggi usia disinyalir minum minuman beralkohol sehari-hari.

Semakin banyak anak-anak muda yang menghisap rokok sejak anak-anak usia SMP bahkan disinyalir banyak yang sudah mengkonsumsi rokok. c. Kegagalan Akademik Banyak anak muda yang drop out dari sekolah setiap tahunnya. Dari antara 100% anak sekolah dasar hanya sekitar 60% melanjutkan ke SMP, dari lulusan SMP hanya 40% yang masuk SMA atau SMK, sedangkan lulusan SMA dan SMK yang masuk ke perguruan tinggi hanya 11%. Banyak anak remaja yang mengulang kelas. d. Perilaku seksual beresiko Hasil penelitian di berbagai daerah di Indonesi menunjukkan peningkatan perilaku seksual para remaja. Sebagian dari remaja Indonesia (persentasi bervariasi) mulai melakukan hubungan seksual dengan lawan jenis sebelum menikah. Walaupun belum separah di Amerika yang menunjukkan angka 80% laki-laki dan 70% perempuan telah melakukan hubungan seksual sebelum nikah. Mulai muncul kasus-kasus remaja melahirkan anak di luar nikah. Ditemukan sejumlah penyakit seksual yang sebagian diidap oleh kaum remaja. e. Masalah Emosional Lebih dari 15% anak muda mengalami masalah-masalah emosional serius yang memerlukan treatment khusus. Sekitar 20% remaja mengalami gangguan depresi. Lebih dari 20% remaja putri mengalami gangguan perilaku makan, dan sebagian daripadanya mengalami anorexic. Program pencegahan majemuk yang terdiri atas strategi primer, sekunder, dan trertier dijelaskan sebagai berikut. Primer. Pencegahan dirancang untuk semua remaja tanpa kecuali, dengan asumsi

bahwa semua remaja membutuhkan informasi cara-cara untuk mencegah terjadinya perilaku target (perilaku bermasalah). Strategi ini dimaksudkan sebagai strategi universal berlaku untuk semua remaja. Dilakukan oleh orangtua dan berkolaborasi dengan anak remajanya. Sekunder. Pencegahan ditujukan kepada anggota populasi remaja yang oleh lingkungannya atau karakteristik individualnya diduga beresiko. Secara khusus

tidak meliputi perilaku yang menunjukkan gejala untuk dicegah, atau perilakunya belum teridentifikasi secara pasti sebagai perilaku beresiko tinggi. Tertier. Usaha intervensi terhadap perilaku yang benar-benar menunjukkan gejala beresiko tinggi. Intervensi ini dilakukan secara intensif oleh ahli dan dirancang untuk mengubah perilaku bermasalah dan juga untuk mencegah perilaku bermasalah kambuh di kelak kemudian hari. 5. Kesehatan reproduksi remaja merupakan suatu keadaan kesehatan yang sempurna baik secara fisik, mental, dan sosial dan bukan semata-mata terbebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi serta prosesnya. Kesehatan reproduksi remja ini mencakup tentang hal-hal sebagai berikut: 1) Hak seseorang untuk dapat memperoleh kehidupan seksual yang aman dan memuaskan serta mempunyai kapasitas untuk bereproduksi; 2) Kebebasan untuk memutuskan bilamana atau seberapa banyak melakukannya; 3) Hak dari laki-laki dan perempuan untuk memperoleh informasi serta memperoleh aksebilitas yang aman, efektif, terjangkau baik secara ekonomi maupun kultural; 4) Hak untuk mendapatkan tingkat pelayanan kesehatan yang memadai sehingga perempuan mempunyai kesempatan untuk menjalani proses kehamilan secara aman. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan reproduksi remaja, antara lain sebagai berikut: a. Faktor sosial-ekonomi dan demografi (terutama kemiskinan, tingkat pendidikan yang rendah, dan ketidaktahuan tentang perkembangan seksual dan proses reproduksi, serta lokasi tempat tinggal yang terpencil). b. Faktor budaya dan lingkungan (misalnya, praktek tradisional yang berdampak buruk pada kesehatan reproduksi, kepercayaan banyak anak banyak rejeki, informasi tentang fungsi reproduksi yang membingungkan anak dan remaja karena saling berlawanan satu dengan yang lain, dsb).

c. Faktor psikologis (dampak pada keretakan orang tua pada remaja, depresi karena ketidakseimbangan hormonal, rasa tidak berharga wanita pada pria yang membeli kebebasannya secara materi, dsb). d. Faktor biologis (cacat sejak lahir, cacat pada saluran reproduksi pasca penyakit menular seksual, dsb)