Anda di halaman 1dari 20

FUNGI

KELOMPOK 5 Nama Sapta Wahyu Agys .W Dian Fristiana Dewi Paksi Renaldi Ari Puspita Ita Andaryani NPM 11320056 11320061 11320045 11320085 11320070

FUNGI

Pengertian Fungi Struktur Tubuh Fungi Reproduksi Fungi Klasifikasi Fungi

Peranan Fungi Habitat Fungi

Pengertian Fungi
Jamur merupakan organisme heterotrof. Jamur mengabsorpsi makanan berupa senyawa organik dari organisme lain melalui hifa dan Miselium.

Struktur tubuh
Ciri-ciri Jamur (Fungi) adalah sebagai berikut :

Bersel banyak (multiseluler), tetapi ada sebagian kecil yang bersel tunggal.

Inti sel sudah memiliki membran inti (eukariotik).

Tidak memiliki klorofil dan bersifat heterotrof baik secara


parasit maupun saprofit.

Dinding sel tersusun atas zat kitin, glukan dan manan. Tubuh tersusun atas benang-benang halus yang disebut hifa.

Lanjutan. . .

Percabangan hifa membentuk jaringan miselium yang

berfungsi untuk menyimpan makanan

Hidup di tempat yang kaya akan zat organik, lembab, dan kurang cahaya.

Reproduksi secara aseksual melalui pembelahan dan secara seksual melalui peleburan inti sel dari dua sel induk.

Tidak memiliki akar, batang, dan daun sejati.

Reproduksi Jamur
Jamur dapat bereproduksi dengan dua cara, yaitu:
1. 2.

Aseksual Seksual

Secara aseksual jamur bereproduksi dengan

menghasilkan spora aseksual yaitu spora yang


dihasilkan melalui pembelahan mitosis yang akan tumbuh menjadi sporangiospora.

Secara seksual dengan konjugasi,

selanjutnya membentuk spora seksual.


Reproduksi seksual pada jamur bervariasi

bergantung pada jenis jamur, tetapi pada


setiap jamur selalu terjadi dengan konjugasi.

Konjugasi ini diikuti oleh Singami. Singami


melibatkan plasmogami dan kariogami.

Klasifikasi jamur
1. 2. 3. 4.

Zygomycota Deuteromycota Basidiomycota Ascomycota

Zygomycota

Tubuh multiseluler.

Habitat umumnya di darat sebagai saprofit.


Hifa tidak bersekat. Reproduksi:

- Vegetatif: dengan spora.


- Generatif: dengan konjugasi hifa (+) dengan hlifa (-) akan menghasilkan zigospora yang nantinya akan tumbuh menjadi individu baru.

Contoh spesies: a. Rhizopus oligosporus ( jamur tempe).

Deuteromycota
Jamur Deuteromycoa adalah jamur yang berkembang biak dengan konidia dan belum diketahui tahap seksualnya.

Basidiomycota

Ciri khasnya alat repoduksi generatifnya berupa

basidium sebagai badan penghasil spora.

Kebanyakan anggota spesies berukuran makroskopik. Contoh spesies:

1. Volvariella volvacea

2. Auricularia auricula
3. Pleurotus ostreatus

Ascomycota

Tubuh ada yang uniseluler dan ada yang multiseluler.

Ascomycotina, multiseluler hifanya bersekat dan berinti banyak.


Hidupnya: ada yang parasit, saprofit, ada yang bersimbiosis dengan ganggang membentuk Lichenes (Lumut kerak).

Reproduksi:
- Vegetatif : pada jamur uniseluler membentuk tunas-tunas, pada yang multiseluler membentuk spora dari konidia.

- Generatif: Membentuk askus yang menghasilkan askospora.

Contoh spesies: 1. Neurosprora sitophila (jamur oncom).

Volvariella volvacea

Rhizopus oligosporus

Neurosprora sitophila

Auricularia auricula

Pleurotus ostreatus

Peranan Fungi
Jamur berperan dalam keseimbangan lingkungan yaitu sebagai dekomposer. Sebagai dekomposer, jamur menguraikan sisa-sisa organisme yang telah mati sehingga bisa dimanfaatkan oleh organisme lain. Jamur juga bisa bersimbiosis dengan organisme lain.

Habitat Fungi
Fungi menempati lingkungan yang sangat

beragam yang berasosiasi secara simbiotik


dengan banyak organisme. Meskipun paling

sering ditemukan pada habitat darat, fungi


juga hidup dilingkungan akuatik, dimana

fungi tersebut berasosiasi dengan organisme


laut dan air tawar serta bangkainya.