P. 1
Perdarahan Saluran Cerna Presentasi Pelatihan Keperawatan Kritis.ppt Baru Print

Perdarahan Saluran Cerna Presentasi Pelatihan Keperawatan Kritis.ppt Baru Print

|Views: 228|Likes:
Dipublikasikan oleh Rika Gusneri Part II

More info:

Published by: Rika Gusneri Part II on Apr 25, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/20/2015

pdf

text

original

Askep Perdarahan Saluran Cerna Akut

Ns. Alfitri, M. kep Sp MB

Pendahuluan
• Masalah pencernaan/gastrointestinal (esofagus, gaster, duodenum, usus halus lain, kolon, anus): radang(itis), ulkus, tumor jinak, kanker, perdarahan, perforasi dll. • Masalah kegawat daruratan pencernaan: malnutrisi, dehidrasi, perdarahan saluran cerna atas/bawah, gangguan elektrolit, sindrom dispepsia, ileus(obstruksi/paralitik), akut abdomen(pankreatitis, perotinitis(akut/kronik), gagal usus(intestinal failure), trombosis arteri mesenterika, kolitis iskemik dll.

Perdarahan saluran cerna adalah perdarahan yang terjadi pada saluran cerna, baik saluran cerna bagian atas berupa hematemisis dan melena maupun perdarahan pada saluran cerna bagian bawah berupa pseudo-melena dan hematokezia. (Sujono Hadi, 2002; 281)

anus . gaster. kolon.Definisi • Hematemesis: Muntah darah hitam berasal dari saluran cerna bagian atas • Melena: Buang air besar darah hitam ter berasal dari saluran cerna bagian atas • Hematokezia: Buang air besar darah merah segar berasal dari saluran cerna bagian bawah • Saluran cerna bagian atas: Esofagus. proksimal jejunum diatas ligamentum Treitz • Saluran cerna bagian bawah: distal jejunum dibawh ligamentum Treitz. duodenum. ileum.

Perdarahan saluran cerna bagian atas (SMBA): Penyebab Hematemisis dan Melena: 1) Kelainan Esofagus: .Esofagitis dan Tukak Esofagitis .Varises Esofagus .Sindroma Mallory-Weiss .Karsinoma Esofagus .Esofagosgastritis Korosiva .a.

Gastritis Erosiva Hemoragika .Tukak Lambung .Karsinoma Papila Vateri .Tukak Duodeni .Karsinoma Lambung 3) Kelainan Duodeni: .2) Kelainan Lambung: .

Pecah varises esofagus(70%) Gastritis erosif Tukak peptik Sindrom Mallory Weiss Penyakit Keganasan Saluran cerna atas Penyakit sistemik(DIC) . 5. 4. 2. 3.Etiologi 1. 6.

Gastric varices Bleeding ulcers Esophageal Varices .

1 19. Rani AA. 2000: B64(A212) .1 0.2 0. HongKong March 10-14.5 1.8 1.Causes of upper gastrointestinal hemorrhage with endoscopic examination in Cipto Mangunkusumo Hospital (1996-1998) Causes Rupture of esophageal varices Mixed causes Erosive gastritis Portal hypertensive gastropathy Duodenal ulcer Gastric ulcer Rupture of gastric varices Duodenal carcinoma Gastric carcinoma Erosive esophagitis Esophageal ulcer Erosive duodenum Gastric polyp Angiodysplasi/hemangioma No abnormalities Percent(%) 27.4 0.2 0.7 5.9 0.0 11.2 22.2 3.3 Simadibrata M.7 0.7 5. 11 th Asian Pacific Congress of Gastroenterology and th 8th Asian Pacific Congress of Digestive Endoscopy.

.

Bad Predictor in upper gastrointestinal bleeding • • • • • • • • Age > 60 years Other comorbid Hypotension or shock Coagulopathy Bleeding onset in hospital Transfusion requirement > 6 unit Fresh bleeding from stomach Recurrens bleeding from the same lesion Triadapafilopoulos G. Aliment Pharmacol Ther 2005.22(suppl.3): 53-8 .

Figure 1 (A) Clean based ulcer at the incisura of the stomach (Forrest 3). . (B) visible vessel with some oozing (Forrest 1b).

.

riwayat tukak peptik • Pemeriksaan Fisik (SH: SEKASIH) • Laboratorium penunjang: Hb turun.makan obat rematik/jamu pegal linu .riwayat hepatitis kronik/sirosis .hematemesis melena .Diagnosis • Pengkajian : . tinja darah samar(+) • Pemeriksaan penunjang lain: Endoskopi SCBA dll .

asites .

> 1 selang infus Transfusi darah > hb 10 g%  darah biasa/PRC Sebelumnya NaCl 0.Perbaiki & pertahankan jalan napas + tanda vital Selang infus ukuran besar.9%/RL/Plasma ekspander – Hemodinamik stabil Cross Match Gangguan pembekuan darah  obati Pecah varises esofagus  puasa + bilas air es lambung Penyebab lain  DL I/ DH I cair .Suportif: . .atasi kehilangan darah  transfusi dll.Penatalaksanaan • 1.cegah hipovolemi & komplikasi .

Ligasi varises esofagus .Penatalaksanaan-2 • Tes Diagnostik: a. Somatostatin/sandostatin c. Endoskopi darurat(RS berfasilitas) c. Sengstaken Blake more tube(SBTube): diagnostik dan terapi b. Skleroterapi endoskopik f. propanolol e. Perdarahan masif/aktif terus  angiografi selektif 2. Pasang ngt ukuran besar(24 jam/>) Bilas lambung tiap 4-6 jam sampai jernih b. terlipresin d. Definitif: • Varises esofagus pecah: a.

air seni. Bycap 3. Gawat I: 8 jam I perlu transfusi > 2 l Gawat II: 24 jam berikut perlu transfusi >2l Gawat III: 3 x 24 jam walau sedikit 4.Penatalaksanaan-3 • Bukan varises esofagus: . tinja .Ulkus peptikum: hemostatik lokal per endoskopik: suntikan adrenalin suntikan aethoxy sclerol suntikan thrombin+ fibrin Heat probe Laser. Operatif. Ambil spesimen darah.

Thrombocyte.Indonesian Society of Gastroenterology NATIONAL CONCENSUS ON UPPER GASTROINTESTINAL BLEEDING MANAGEMENT IN: REFERRAL HOSPITAL TYPE A AND B(Endoscopy facilities is available) INITIAL ASSESMENT History & physical exam. Vital sign Large vore iv line Nasogastric tube Laboratory Exam. Hb.irical treatment RESUSSCITATION Crystalloid solution Colloid solution Blood transfusion Correction for coagulation factors Hemodynamic stable Bleeding stop Bleeding stop ELECTIVE UGI endoscopy EMERGENCY or EARLY UGI endoscopy Esophageal/gastric varices Sclerotherapy Or ligation or SB tube If fail Surgery Ulcer Hemostatic Injection or Urgent surgery Bleeding site non-visualized Interventional diagnostic & therapeutic radiology or Urgent surgery Hemodynamic stable Bleeding continued VASOACTIVE DRUGS Octreotide. hemostasis Hemodynamic stable No Active bleeding Emp. Somatostatin. Vasopressin Hemodynamic instability Active bleeding DEFINITIVE TREATMENT . Ht.

Discharge from hospital soon Major bleeding Resuscitation in High Care Unit Endoscopy Sign of bleeding New bleeding/major Endocopic therapy Hemostatic success Fail Varices No sign of new bleeding See other protocol Observation in general room Stabil H.Elective endoscopy .Observation in general room .Algorythm of the Management of Hematemesis Melena Hematemesis Melena Routine blood test & Cross match Minor bleeding .pylori eradication stop NSAID Rebleeding Repeat endoscopic therapy Success Palmer KR.51:iv1-iv6 Surgery Fail . Gut 2002.

Peptic ulcer hemorrhage • Endoscopic interventions • Thermal coagulation • Injected agents • Success rate – 95% initailly – 80% will not rebleed – Repeat treatment after 1st rebleed salvages 50% » Increased risk of mortality .

Interventional radiology management • Arteriography • Embolization therapy source of bleeding .

multiple co-morbidities .SURGICAL MANAGEMENT • Only 10% of patients • Complication : stenosis of pylorusduodenum. refracter ulcer • Failure of endoscopy • Emergency bleeding situation I . perforation.II(need transfusion > 2 ltr 8hrs -24hrs or need transfusion >6 units over 24 hours • Significant rebleeding after 1st endoscopy • Earlier for elderly.

• Improve the balance of aggressive factors and defensive factors • Psychotherapy .Treatment of active gastro-duodenal ulcer/erosion/abnormality • Suportive:nutrition etc.

Pemeriksaan Penunjang . Identitas Klien 2.Riwayat Kesehatan Dahulu .Riawayat Kesehatan Keluarga 3 Pemeriksaan Fisik 4.• Pengkajian 1.Riwayat Kesehatan Sekarang . Riwayat Kesehatan: .

Nyeri tekan abdomen. Tanda-tanda ansietas: gelisah. Karakter feses: diare. .• Pemeriksaan Fisik: - - - Kelemahan. gemetar dan perhatian menyempit. sianosis. pucat. disritmia. pengisian kapiler lambat. Hipotensi. kulit lembab. bau busuk. pucat. hiperaktif selama perdarahan. hipoaktif setelah perdarahan. Takikardi. kecoklatan. kadang-kadang merah cerah. Kelelahan. distensi. nadi perifer lemah. berkeringat. darah berwarna gelap. hiperventilasi. berbusa. Bu.

warna kopi gelap atau merah cerah. nyeri ulu hati. mual. turgor kulit buruk .• Haluaran urine menurun dan pekat. • Membran mukosa kering. ceegukan. muntah. • Anoreksia. • Muntah.

. hipovolemia) 3. ancaman kematian. Resti perubahan pola fikir berhubung dengan perubahan fisiologis. 2. Resiko tinggi cedera berhubung dengan profil darah abnormal. Kekurangan volume cairan (kehilangan aktif) berhubung dengan perdarahan. 5. peningkatan kadar amoniak serum. Diagnosis Keperawatan 1. kimia fisik. Resiko tinggi kerusakan perfusi jaringan ( faktor resiko. 4. Ketakutan/ansietas berhubung dengan perubahan status kesehatan. 6.• 2. rongga oral dan respon reflek spasme otot pada rongga perut. Nyeri akut atau kronis berhubung dengan luka bakar pada mukosa gaster.

Meningkatkan/mempertahankan stabilitas hemodinamik. Kontrol perdarahan b. . c. kebutuhan pengobatan dan potensial komplikasi.Memberikan informasi tentang proses penyakit/prognosis.Intervensi Keperawatan • Prioritas Keperwatan: a. Meningkatkan penurunan stres d.

. Dibuktikan oleh hipotensi. pucat.Kekurangan volume cairan (kehilangan aktif) b/d perdarahan. pengisian kapiler lambat. TTV stabil. berkeringat dan hemokonsentrasi Tujuan : Perbaikan keseimbangan cairan. turgor baik. takikardi.urine pekat/menurun. Kriteria Hasil : Haluran urin adekuat. Pengisian kapiler cepat. memberan mukosa lembab.

9. Catat tanda perdarahan baru 10. 6. 2. /darah hindari . 4. 3. Awasi TTV bandingkan degan hasil normal. Ukur CVP k/p 5. Berikan cairan jernih bila pemasukan dimulai lagi. Observasi perdarahan sekunder 11. Pertahankan pencatatan akurat sub total cairan selama terapi penggantian. 8. Catat kharakteristik muntah/drainase. Awasi intake dan output. Prtahankan tirah baring. Catat respon fisiologis individu terhadap perdarahan. 7. kafein dan karbonat.Intervensi: Mandiri: 1. Tingikan kepala TT selama pemberian antasida.

3. ranitidine. * Darah lengkap segar/kemasan sel darah merah. 4. Berikan cairan/darah sesuai indikasi. Masukan/pertahankan selang NG pada perdarahan akut. Beriakn obat sesuai indikasi: * Penghambat Histamin H2. Simetidin. * Plasma beku segar (FFP)/trombosit. 2. famotadin * Sukralfat * Omeprazol * Antasida . Lakukan lavase gaster dengan cairan garam faal sampai cairan aspirasi merah.KOLABORASI: 1.

* Beladona: atropin * Vasopresin (pitresin) * Vitamin K * Fenobarbital * Antiemetik * Vitamin B12 * Antibiotik 5. Awasi pemeriksaan laboratorium: * Hb/Ht. jumlah sel darah merrah (SDM) * BUN/kadar kreatinin .

Bantu/siapkan untuk: * Skleroterapi * Endoskopi * Elektrokoagulasi * Intervensi bedah .6.

dan nadi perifer lemah. kulit hanagt. kualitas. pengisian kapiler lambat. awasi keceptaan jantung/irama bila EKG kontinu ada. Auskulatsi nadi apikal. Selidiki perubahan tingkat kesadaran.2. sakit kepala. lamanya. keluaran urine adekuat. kaji kulit terhadap dingin. nadi perifr teraba GDA dalam batas normal. Catat lokasi. . Resiko tinggi kerusakan perfusi jaringan (faktor resiko. keluhan pusing. Intervensi: Mandiri: a. dan apa yang menghilangkan nyeri c. d. Selidiki keluhan nyeri dada. pucat.berkeringat. hipovolemia) Tujuan: Mempertahankan/memperbaiki perfusi jaringan Kriteria: TTV stabil. b.

. Berikan cairan IV sesuai indikasi. khusunya tiba-tiba. ubah posisi dengan sering. Catat laporan nyeri abdomen. c. kemerahan. Berikan oksigen tambahan sesuai indikasi. Kolaborasi: a. Pijat dengan minyak. Catat haluaran urine dan berat jenis. g. Observasi kulit terhadap pucat.e. f. nyeri hebat atau nyeri menyebar ke bahu. Awasi GDA/nadi oksimetri. b.

Monitor cairan. Manajemen sensasi perifer • Pencegahan syok. Manajemen cairan / elektrolit.Resiko Syok b/d Hipovolemia. Manajemen hipovolemia. Monitor tanda vital . Deteksi resiko. Keseimbangan cairan. Keseimbangan elektrolit dan asam / basa. Hidrasi. Perfusi jaringan : perifer. Hipotensi • Kriteria Evaluasi (NOC):Status sirkulasi . Pencegahan infeksi • Terapi oksigen. Status tanda vital  Intervensi Keperawatan (NIC): Perawatan sirkulasi. Resusitasi cairan.

Disfungsi hati. Anemia. Pemantauan TTV . gastroesofageal. Kriteria Evaluasi (NOC): •Eliminasi bowel •Keseimbangan elektrolit dan atau asam basa •Keseimbangan cairan •Hidrasi Perfusi jaringan: organ abdomen Intervensi (NIC): •Manajemen cairan/elektrolit •Manajemen nutrisi •Tube care: gastrointestinal •Regulasi hemodinamik. ketidakstabilan hemodinamik. varises. DM. Koagulopati ( anemia bulan sabit). Umur > 60tahun. penyakit gastrointestinal (tukak lambung). KID. Wanita. akut gastrointestinal.RESIKO KETIDAK EFEKTIFAN PERFUSI JARINGAN GASTROINTESTINAL Faktor Resiko : Pendarahan.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->