Anda di halaman 1dari 11

1

A. JUDUL

: MENUMBUHKAN KECINTAAN TERHADAP LINGKUNGAN HIDUP SEJAK USIA DINI BAGI ANAK SD INPRES KAMPUS IKIP MAKASSAR.

B. ANALISIS SITUASI: Saat ini banyak sekali masalah-masalah lingkungan yang timbul di Indonesia. Banjir bandang, tanah longsor, tsunami, atau kekeringan seolah-olah sudah menjadi fenomena tahunan yang terus dan terus terjadi. Sementara itu, pembalakan hutan, perburuan satwa liar, pembakaran hutan, penebangan liar, bahkan juga illegal loging (nyaris) tak pernah luput dari agenda para perusak lingkungan. Peristiwa kerusakan lingkungan yang tak pernah absen untuk hadir tersebut, banyak sekali terkait dengan pengrusakan kawasan hutan. Hutan merupakan salah satu bagian dari keanekaragaman hayati, yakni keanekaragaman hayati pada tingkat habitat, dan memiliki fungsi penting sebagai sistem penyangga kehidupan. Tuhusetya (2007) mengatakan bahwa, saat ini agaknya (nyaris) tidak ada lagi tanah di Indonesia yang nyaman bagi tanaman untuk tumbuh dengan subur dan lebat. Mulai pelosok-pelosok dusun hingga perkotaan hanya menyisakan celah-celah tanah kerontang yang gersang, tandus, dan garang. Di pelosokpelosok dusun, berhektar-hektar hutan telah gundul, terbakar, dan terbabat habis sehingga tak ada tempat lagi untuk resapan air. Satwa liar pun telah kehilangan habitatnya. Sementara itu, di perkotaan telah tumbuh cerobongcerobong asap pabrik-pabrik untuk mengeruk keuntungan tanpa

mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan. Polusi tanah, air, dan udara benar-benar telah mengepung masyarakat perkotaan sehingga tak ada tempat lagi untuk bisa bernapas dengan bebas dan leluasa. Limbah rumah tangga dan industri makin memperparah kondisi tanah dan air di daerah perkotaan sehingga menjadi sarang yang nyaman bagi berbagai jenis penyakit yang bisa mengancam keselamatan manusia di sekitarnya. Permasalahan lingkungan hidup yang terjadi saat ini perlu segera diatasi. Dunia Pendidikan sebagai bagian dari komponen bangsa Indonesia dapat mengambil peran yang aktif dalam mengatasi persoalan lingkungan hidup.

Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah dengan menanamkan kecintaan terhadap lingkungan hidup bagi anak-anak pada tingkat sekolah dasar. Menanamkan kecintaan terhadap lingkungan hidup kepada anak-anak sejak di usia sekolah dasar penting sekali bagi bangsa ini, karena anak-anak inilah yang kelak akan menjadi penentu kebijakan di Indonesia. Dengan bekal ilmu dan kecintaan yang telah tumbuh dalam jiwa mereka maka kondisi lingkungan di Indonesia di masa depan dapat terpelihara dan jauh dari kerusakan.

C. TINJAUAN PUSTAKA Lingkungan secara umum merujuk pada segala sesuatu di sekeliling kita. Ia meliputi udara, air, tanah, seluruh mahluk hidup, dan komponen tak hidup ( ). Ilmu lingkungan merupakan kajian tentang lingkungan, tentang komponenkomponen hidup dan tak hidup yang menyusun suatu lingkungan dan interaksi diantara komponen-komponen tersebut. Ilmu ini bertujuan untuk mencari jawaban terhadap berbagai persoalan-persoalan yang lingkungan yang sangat kompleks dan saling terkait seperti populasi, sumber daya, polusi, juga persoalan-persoalan yang mengancam kesejahteraan dan keselamatan umat manusia dalam jangka panjang ( ). Di dunia ini, banyak ekosistem yang dapat bertahan selama dekadedekade yang panjang, berabad-abad, bahkan jutaan tahun lamanya tanpa mengalami kerusakan yang berarti. Laju kepunahan pada ekosistemekosistem tersebut berlangsung sangat lambat. Pada sisi lain umat manusia saat ini melakukan berbagai pemusnahan pada sistem kehidupan yang ada ( ). Hal ini dapat dilihat pada hewan vertebrata, yang oleh karena ulah manusia, mengalami kepunahan satu spesies setiap sembilan bulan. Tanpa ulah manusia, laju kepunahan berlangsung sangat lambat, mencapai ratusan tahun ( ). Hutan hujan tropis basah adalah adalah satu ekosistem yang mengalami kepunahan dengan kecepatan yang luar biasa akibat ulah manusia ( ). Ulah manusia ini, pada gilirannya mengancam ekosistem-ekosistem yang secara langsung menunjang kehidupannya dan itu berarti juga mengancam keberadaan manusia di permukaan bumi.

Alam memiliki berkelanjutan, yaitu: (1) Daur Ulang

empat strategi untuk melaksnakan sistem yang

Ekosistem global adalah pengkonsumsi substansi-substansi yang dapat didaur ulang. Air, karbon, Oksigen, Nitrogen, dan substansi-substansi lainnya digunakan terus menerus secara berulang-ulang, sehingga generasi baru terbentuk dari yang lama. Masa depan ummat manusia dalam jangka tergantung strategi ini. (2) Pemanfaatan Sumberdaya yang Terbaharui Rahasia alam yang kedua adalah pemanfaatan sumberdaya alam yang terbaharui, yaitu sumberdaya alam yang memperbaharui dirinya sendiri melalui proses fisik, kimia, dan biologi yang berlangsung alami. Contohnya adalah kayu, air, dan angin. Selama sejarah manusia, mereka memanaskan rumahnya dengan kayu, dan memperindah barang-barang mereka dengan kulit-kulit pohon dan memperoleh makanan, obat-obatan, dan berbagai kebutuhan lainnyadari tumbuh-tumbuhan. Barulah pada 200 tahun belakangan ini kesetiaan manusia pada sumberdaya terbaharui berkurang dengan drastis. Saat ini ketergantungan manusia pada barangbarang plastik dan bahan-bahan sintesis yang terbuat dari minyak, logam, dan sebagainya demikian tingginya. Hal ini, dalam jangka panjang akan menjerat ummat manusia, sehingga tidak dapat dibiarkan berlangsung tanpa kendali. Masa depan manusia dalam jangka panjang sangat tergantung pada sumberdaya yang dapat memperbaharui diri mereka sendiri. Melindungi sumberdaya yang demikian ini adalah bentuk dari perlindungan terhadap kesejahteraan manusia itu sendiri. (3) Konservasi Rahasia alam yang ketiga adalah konservasi. Harimau atau rusa yang kegemukan tidak akan ditemukan di alam. Hampir dapat dipastikan bahwa, organisme-organisme selain manusia di alam hanya

menggunakan apa yang mereka butuhkan, tidak lebih dan tidak kurang. Pada sisi lain, masyarakat industri modern sering sekali rakus, makan berlebihan, mengkonsumsi barang-barang yang tidak dibutuhkan dan

secara semena-mena menghabiskan sesuatu. Ekologiwan menasihati kita bahwa sikap dan perbuatan demikian tak dapat dibiarkan. (4) Pengendalian Populasi Jumlah individu penyusun suatu populasi di alam selalu terjaga pada jumlah di sekitar rata-rata, tidak berlebihan dan tidak kurang. Hal ini dapat berlangsung dengan berbagai cara. Pemangsa memangsa mangsanya, penyakit menyingkirkan organisme yang lemah dan tua. Kondisi-kondisi lingkungan menjaga populasi agar tetap seimbang dan selaras dengan alam. Pada sisi lain, dengan adanya kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, maka manusia-manusia modern dapat mengatasi berbagai rintangan bagi pertumbuhan populasinya. Bahkan saat ini ledakan pertumbuhan populasi manusia berlangsung di banyak negara. Ini jelas mempunyai konsekuensi bagi lingkungan hidup, seperti atmosfer yang semakin memburuk, sumber air yang kotor, juga bentang alam yang tidak dapat dihuni oleh vegetasi dan hewan liar. Ekosistem harus dikorbankan untuk mendukung pertumbuhan ummat manusia. Menurut Chiras (1990), krisis lingkungan yang berlangsung saat ini secara umum dapat dibagi menjadi tiga, yaitu: (1) masalah ledakan pertumbuhan populasi manusia, (2) berkurangnya sumberdaya alam, dan (3) polusi. Selanjutnya Turk dan Turk (1988) menambahkan hal berikut ini, yaitu: (4) perubahan kondisi lingkungan global, dan (5) peperangan. Permasalahan krisis populasi ummat manusia saat ini dapat diringkaskan dalam kalimat berikut: terlalu banyak manusia yang bereproduksi terlalu cepat (Chiras, 1990). Kelebihan populasi dapat didefinisikan sebagai kehadiran penduduk pada suatu wilayah yang melebihi dari sumberdaya yang ada untuk mendukung keberadaan populasi pada wilayah yang bersangkutan ( ). Pada daerah-daerah pemukiman yang padat, msalah yang ditimbulkan oleh kepadatan penduduk adalah : (1) sosial, (2) mental, dan (3) penyakit fisik. Pertumbuhan populasi yang sangat cepat terjadi karena: (1) perkembangan peralatan, (2) revolusi pertanian, (3) revolusi industri, dan (4) dibukanya daerah-daerah baru untuk pemukiman manusia ( ).

Salah satu sumberdaya alam alam yang memiliki peranan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem adalah hutan. Definisi hutan menurut UU Kehutanan No. 5 tahun 1967 adalah suatu lapangan yang ditumbuhi oleh pepohonan yang secara keseluruhan merupakan persekutuan hidup alam hayati dan lingkungannya. Howard (1996) mengatakan bahwa hutan adalah seluruh lahan yang menunjang kelompok bervegetasi yang didominasi oleh pohon segala ukuran, dieksploitasi ataupun tidak, dapat menghasilkan kayu atau produksi hutan lainnya, mempengaruhi iklim, tata air, dan merupakan habitat bagi banyak mahluk hidup. Hasil hutan lainnya yang banyak di ekstraksi dari hutan antara lain adalah tanaman obat. Lebih dari 6000 spesies tumbuhan telah didaftar sebagai tanaman obat dan telah digunakan turun-temurun di daerah hutan hujan tropis timur jauh. Lebih dari separuh tanaman ini tumbuh secara alami di hutan. Menurut Sangat et al, (2000) di dalam ekosistem hutan hujan tropis basah Indonesia terkadung sekitar 1300 tumbuhan yang dikenal berkhasiat obat. Hasil hutan berupa buah-buahan sangat banyak terdapat di daerah hutan hujan tropis. Hasil hutan lainnya yang diperoleh dari tumbuhan adalah minyak esensial, rotan, resin, karet, dan tanin, dan lainnya telah dibudidayakan. Di perkirakan masih ribuan jenis tumbuhan lainnya yang berpotensi untuk dimanfaatkan oleh manusia namun belum terdeteksi karena berbagai faktor, terutama karena masalah penelitian. Selain itu berbagai jenis hewan yang ada di daerah hutan hujan tropis juga banyak sekali yang dimanfaatkan untuk kepentingan manusia, dan juga masih banyak yang memiliki potensi yang belum terdeteksi. Menurut Komunitas dan Perpustakaan Online Indonesia (2009), hutan memiliki banyak manfaat untuk kita semua, di antaranya adalah : (1) Manfaat/Fungsi Ekonomi: Hasil hutan dapat dijual langsung atau diolah menjadi berbagai barang yang bernilai tinggi, membuka lapangan pekerjaan, menyumbang devisa negara dari hasil penjualan produk hasil hutan ke luar negeri. (2) Manfaat/ Fungsi Klimatologis: Hutan dapat mengatur iklim, dan hutan berfungsi sebagai paru- paru dunia yang menghasilkan oksigen bagi kehidupan. (3) Manfaat/ Fungsi Hidrolis: Dapat menampung air hujan di

dalam tanah, mencegah intrusi air laut yang asin, dan menjadi pengatur tata air tanah. (4) Manfaat/Fungsi Ekologis: mencegah erosi dan banjir, menjaga dan mempertahankan kesuburan tanah sebagai wilayah untuk melestarikan kenaekaragaman hayati Berikut ini disebutkan beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk melestarikan dan mengkonservasi hutan hujan tropis basah, sebagaimana yang diutarakan oleh Soepadmo (1983), Gradwohl dan Greenberg (1991), dan IBSAP (2003): Reboisasi (Reforestation) : adalah penanaman pada kawasan hutan dengan jenis-jenis yang sudah biasa tumbuhan di situ (meranti, matoa, kenari, dan lain-lain) atau jenis yang didatangkan dari daerah lain (konservasi jenis). Penghijauan (Afforestation): adalah penanaman pada areal di luar kawasan hutan (tanah milik, tanah masyarakat, tanah negara) dengan spesies pohon hutan atau kombinasi spesies pohon non hutan. Penanaman kembali (Regeneration): penanaman kembali bekas tebangan hutan tanaman (jati, pinus, dan lain-lain). Perlindungan yang semakin ketat terhadap Kawasan Suaka Alam (KPA) dan kawasan Pelestarian Alam (KSA) serta hutan lindung Kawasan suaka alam terdiri atas: Cagar Alam dan Suaka Margasatwa. Kawasan Pelestarian Alam terdiri atas: Taman Nasional, Taman Wisatan Alam, dan Taman Buru. Perlindungan yang semakin ketat terhadap kawasan hutan yang berada di luar kawasan lindung. Perlindungan yang semakin ketat terhadap hutan-hutan adat maupun hutanhutan milik masyarakat. Pembuatan maupun perluasan area Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam maupun Hutan Lindung. Menghentikan untuk sementara eksploitasi hutan untuk pembalakan sampai hutan pulih kembali. Agroforestry, dan melibatkan masyarakat di dalam pengelolaan hutan.

D. IDENTIFIKASI DAN PERUMUSAN MASALAH Masalah pokok yang dihadapi oleh masyarakat sekitar hutan khususnya di kawasan Bantimurung adalah melestarikan kawasan hutan namun tetap dapat memanfaatkannya sesuai dengan kondisi ekosistem hutan yang ada dan undang-undang yang berlaku.

Penyuluhan mengenai pentingnya kawasan hutan adalah upaya penting yang dapat dilakukan dalam rangka pelestarian kawasan hutan, khususnya di kawasan Bantimurung. Hal ini penting untuk dilakukan agar kelestarian kawasan hutan di kawasan tersebut dapat terjamin dan masyarakat dapat memperoleh manfaat hutan baik yang bersifat langsung maupun tidak.

E. TUJUAN KEGIATAN Pada dasarnya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat di sekitar kawasan hutan Bantimurung tentang hutan hujan tropis dan upaya-upaya yang dapat dilakukan dalam rangka mengkonservasi dan melestarikan kawasan hutan tersebut. F. MANFAAT KEGIATAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat yang tinggal di sekitar hutan Bantimurung dalam meningkatnya pengetahuan tentang hutan hujan tropis, manfaat dari hutan tersebut, dan upaya-upaya yang dapat dilakukan dalam rangka mengkonservasi dan melestarikan kawasan hutan di Bantimurung.

G. KHALAYAK SASARAN Khalayak sasaran strategis dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan hujan tropis Bantimurung yang diharapkan akan menyebarluaskan pengetahuan yang telah diperoleh kepada anggota masyarakat lainnya khususnya yang tinggal di sekitar hutan.

H. KETERKAITAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terkait dengan program kerja Dinas Kehutanan, Pariwisata, dan Lingkungan Hidup Pemerintah Daerah Setempat dalam rangka konservasi dan pelestarian kawasan hutan. I. METODE KEGIATAN Metode kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian kepda masyarakat ini adalah dengan penyuluhan dan diskusi. Kegiatan penyuluhan

dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kawasan hutan hujan tropis, manfaatnya, serta upaya-upaya yang dapat dilakukan dalam rangka melestarika dan mengkonservasi kawasan tersebut. Selanjutnya diskusi dimaksudkan agar berbagai permasalahan yang ditemukan dalam penyuluhan materi dapat dibahas bersama dan diharapkan akan tercipta suatu solusi maupun jawaban yang tepat.

J. RENCANA EVALUASI Rencana evaluasi yang dilakukan pada kegiatan ini adalah dengan tanya jawab kepada peserta dalam rangka mengetahui sejauh mana pengetahuan yang telah dimiliki oleh mereka. K. RENCANA DAN JADUAL KEGIATAN Kegiatan ini direncanakan dilaksanakan pada bulan akhir Febuari 2010 hingga pertengahan bulan Maret 2010. Tahap kegiatan yang dilakukan meliputi: 1. Persiapan 2. Pelaksanaan 3. Pelaporan No Jenis Kegiatan Kegiatan dalam minggu 1 2 3 4

1 2

Survey lokasi Pelaksanaan Penyuluhan Pembekalan materi kepada peserta KKN UNM Penyuluhan lapangan Penyusunan Laporan Kegiatan

L. ORGANISASI PELAKSANA 1. Ketua Pelaksana Nama lengkap gelar akademik : Pangkat/Golongan/NIP Jabatan Fungsional Bidang Keahlian Fakultas/Program Studi 2. Anggota Pelaksana : : Lektor : Ekologi Vegetasi : MIPA/Biologi

Nama lengkap gelar akademik : Pangkat/Golongan/NIP Jabatan Fungsional Bidang Keahlian Fakultas/Program Studi : :: Entomologi : MIPA/Biologi

M. RENCANA BIAYA Mandiri

DAFTAR PUSTAKA Ahmad, A. 2006. Hubungan antara Struktur Komunitas Tumbuhan dengan Karakteristik Fasies Batuan Karbonat Di Kawasan Karst Maros-Pangkep Sulawesi Selatan. Disertasi. Program Pasca Sarjana, UNHAS, Makassar. Gradwohl, J. dan R. Greenberg. 1991. Menyelamatkan Hutan Hujan Tropika. Yayasan Obor, Jakarta. Hamilton, A and P. Hamilton. 2006. Plant conservation. An ecosystem approach. Earthsccan, London. Howard, A.J. 1996. Penginderaan Jarak Jauh untuk Sumber Daya Hutan. Teori dan Aplikasi. Diterjemahkan oleh Hartonono et al,. Gadjah Mada University Press, Yogjakarta. IBSAB. 2003. Strategi dan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati Indonesia 2003-2020. Dokumen Nasional, Buku ke-1. BAPPENAS, Jakarta. Jordan, C. F. 1995. Nutrient Cycling in Tropical Ecosystem. John Wiley and Sons, New York. Komunitas dan Perpustakaan Online Indonesia. 2009. Pengertian Hutan, Manfaat Hutan & Yang Mempengaruhi Persebaran Hutan. http://organisasi.org/pengertian-hutan-manfaat-hutan-yang-mempengaruhipersebaran-hutan [1 Febuari 2010] Sanches, P.S. 1992. Sifat-Sifat dan Penggolongan Tanah Tropika. Jilid 1. Terjemahan. Penerbit ITB, Bandung. Sangat, H.M., E.A.M. Zuhud., dan E.K. Damayanti. 2000. Kamus Penyakit dan Tumbuhan Obat Indonesia. Yayasan Obor Indonesia, Jakarta.

10

Soepadmo, E. 1983. Forest and Man. An Ecologycal Appraisal. An Inaugural Lecture delivered atau The University of Malaya. University of Malaya, Kuala Lumpur. Undang-Undang Republik Indonesia Tentang Kehutanan No. 5.1967. Walter, H. 1981. Ecology of Tropical and Sub Tropical Ecology. Van Nostrand Reinhold Co, New York.. Warsito, E. 1999. Kajian Klasifikasi Ekologis Hutan Hujan Tropis. Studi Kasus Di Lombok Barat. Disertasi. PPS Univ. Gadjah Mada, Jogjakarta. Tuhusetya, S. 2007. Membuyakan Cinta Lingkungan Hidup Melalui Pendidikan. http://sawali.wordpress.com/2007/10/15/membudayakan-cinta-lingkunganhidup-melalui-dunia-pendidikan/. [1 November 2009]

11

LAMPIRAN