Anda di halaman 1dari 3

Nama : Maulida Hayati NIM : I1A007030

BAB X. TERPAKSA KURETASE 1. Apakah informed consent yang dilakukan oleh dr.Aldy sudah tepat? Jawab : Tidak, Dalam informed consent itu seharusnya pasien juga diberi tahu tentang : Diagnosis Tindakan yang diusulkan atau direncanakan Prosedur alternatif jika ada Kepentingan dan manfaat dari tindakan medik tersebut Prosedur pelaksanaan atau cara kerja dokter dalam tindakan medik tersebut Risiko yang terjadi bila tidak dilakukan tindakan tersebut Risiko atau efek samping yang terkandung dalam tindakan tersebut Konfirmasi pemahaman pasien terhadap informasi yang disampaikan sehingga mampu mengambil keputusan Kesukarelaan pasien dalam memberikan izin. Prognosis

2. Apakah penanganan awal pada keadaan seperti ini memang harus dilakukan transfusi darah dan embriotomi? Penanganan pertama kasus ini adalah terapi cairan. Selanjutnya sambil melakukan penanganan pertama, lebih baik pasien ini segera dirujuk ke rumah sakit terdekat yang memiliki dokter spesialis kebidanan. Orang hamil 7 bulan, terjatuh kemudian perdarahan pervaginam, jika laserasi jalan lahir, perdarahannya tidak sebegitu hebat, kecuali kalau terjadi robekan portio. Jika ada tanda-tanda presyok, tangani ABC nya dulu, bebaskan jalan nafas, longgarkan pakaian, berikan oksigen jika ada, pasang infus dua jalur, jarum besar, cairan RL atau NaCl 0,9% bukan darah, gerojok sampai tanda vital membaik. 3. Pada kasus ini, berdasarkan proses terjadinya, termasuk abotus apakah pada pasien ini? Jawab : Abortus yang terjadi akibat kecelakaan. Seorang ibu yang sedang hamil bila mengalami rudapaksa, khususnya rudapaksa di daerah perut, misalnya karena terjatuh atau tertimpa sesuatu diperutnya, demikian pula bila ia menderita syok, akan dapat mengalami abortus yang biasanya disertai dengan perdarahan yang hebat. 4. Apakah abortus yang terjadi sebagai akibat kecelakaan mempunyai arti bila dipandang dari segi hukum ? Jawab : tidak 5. Abortus yang seperti apakah yang mempunyai arti bila dipandang dari segi hukum ? Jawab : abortus kriminalis yaitu abortus dilakukan dengan tujuan semata-mata untuk tujuan yang tidak baik dan melawan hukum, tindakan abortus ini tidak bias dipertanggungjawabkan secara medis dan dilakukan hanya untuk kepentingan si pelaku,

walaupun ada kepentingan juga dari si ibu yang malu akan kehamilannya dan dalam KUHP terdapat pasal-pasal yang berkaitan dengan abortus yaitu pasal 346,347, 348, 349 dan pasal 299 KUHP.