P. 1
1

1

|Views: 24|Likes:
Dipublikasikan oleh chimotona

More info:

Published by: chimotona on May 18, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/20/2014

pdf

text

original

Efektivitas Madu terhadap Penyembuhan Luka Gangren

Diabetes Mellitus di RSUP H. Adam Malik Medan
















Lisbet L Situmorang

Skripsi






Program Studi Ilmu Keperawatan
Fakultas kedokteran Universitas Sumatera Utara

Medan, 2009

Universitas Sumatera Utara
Judul : Efektivitas Madu Terhadap Penyembuhan Luka Gangren
Diabetes Mellitus
Peneliti : Lisbet Lasmawati Situmorang
NIM : 041101044
Jurusan : Program Studi Ilmu Keperawatan
Tahun Akademik : 2008/2009

Abstrak
Diabetes mellitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan
karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin. Penyakit
ini menjadi beban besar bagi pelayanan kesehatan dan perekonomian di Indonesia
baik secara langsung melalui komplikasi-komplikasinya. Komplikasi yang paling
sering terjadi adalah terjadinya perubahan patologis pada anggota gerak yaitu
luka. Luka diabetes yang tidak dirawat dengan baik akan berkembang menjadi
ulkus gangren. Gangren diabetes memiliki laju amputasi yang cukup tinggi
berkisar antara 15-30% sedangakan angka kematian berkisar antara 17-32%.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas madu terhadap
penyembuhan luka gangren diabetes mellitus dengan menggunakan desain quasi
eksperimen. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling dengan
jumlah sampel 4 orang masing-masing kelompok intervensi dan kontrol terdiri
dari 2 responden. Data demografi disajikan dalam bentuk distribusi dan frekuensi.
Untuk mengidentifikasi efektivitas madu pada luka gangren pre dan post terapi
madu dianalisa dengan menggunakan statistik non parametrik yaitu sign rank test
(Wilcoxon). Tidak ada perbedaan hasil uji wilcoxon dan Mann-Whitney pada
penelitian ini yaitu Ho diterima yaitu madu tidak efektif digunakan dalam
penyembuhan luka gangren diabetes dimana p value >0,05. Hasil penelitian ini
bertolak belakang dengan hasil penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa
madu efektif digunakan dalam perawatan luka gangren diabetes. Hasil penelitian
ini menunjukkan bahwa setelah dilakukan terapi madu, mulai hari kesepuluh
terjadi proses penyembuhan yang ditandai dengan tumbuhnya jaringan granulasi
diikuti jaringan epitel kemudia pada hari 13 luka mulai tertutup.
Dengan adanya penelitian ini diharapkan perawat perlu melakukan terapi
alternatif seperti madu karena kenyataan sebenarnya yang terjadi pada pasien
adalah luka diabetes dapat sembuh dengan cepat.

Kata Kunci : Penyembuhan , Efektivitas Madu, Luka Gangren Diabetes









Universitas Sumatera Utara
UCAPAN TERIMA KASIH

Puji dan syukur kepada Allah Bapa di surga karena berkat dan kasih
karunia-Nya skripsi ini dapat diselesaikan dengan judul “Efektivitas Madu
Terhadap Penyembuhan Luka Gangren Diabetes Mellitus ”.
Selama proses penelitian dan penulisan skripsi ini, penulis mendapatkan
banyak bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada
kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-
besarnya kepada Bapak Prof. dr. Gontar A. Siregar, Sp.PD-KGEH selaku Dekan
Fakultas Kedokteran USU, Bapak Prof. dr. Guslihan Dasa Tjipta, Sp.A (K) selaku
Pembantu Dekan I Fakultas Kedokteran USU, dan Ibu Erniyati, S.Kp, MNS
selaku Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan USU dan juga selaku dosen
penguji II saat sidang proposal penelitian. Terima kasih juga diucapkan kepada
Bapak Ikhsanuddin Ahmad H., S.Kp, MNS selaku dosen pembimbing skripsi
yang telah meluangkan waktu dan memberikan saran serta kritik yang bermanfaat
bagi skripsi ini, kepada Bapak Dudut Tanjung S.Kp, M.Kep yang telah
memberikan masukan dalam penyusunan proposal penelitian sekaligus sebagai
dosen penguji II dalam sidang skripsi, kepada Ibu Rika Endah S.Kp selaku dosen
penguji III yang telah memberikan masukan yang berharga bagi penulis, kepada
Ibu Ellyta Aizar S.Kp selaku dosen pembimbing akademik, seluruh staf dosen
PSIK FK USU yang telah memberikan ilmu yang bermanfaat sebagai bekal dalam
penyusunan skripsi ini, dan seluruh staf administratif kampus PSIK FK USU yang
telah memberikan bantuan administrasi dalam penyelesaian skripsi ini.
Universitas Sumatera Utara
Terima kasih juga diucapkan kepada pihak RSUP H. Adam Malik Medan
yang telah memberikan izin untuk penelitian ini, buat seluruh perawat di Ruang
Rawat Inap (Rindu A1 dan A2) yang telah membantu penulis dalam melakukan
penelitian, serta kepada pasien yang bersedia menjadi responden dan keluarga
pasien yang turut berpartisipasi dalam penelitian ini.
Terima kasih kepada seluruh keluargaku tercinta, Ayahanda A.
Situmorang, Ibunda R. Manurung, adik-adikku tersayang (Pamri, Marta, Jennis)
yang selalu memberikan semangat serta dukungan doa, daya, dan dana selama
proses penyusunan skripsi ini. Terima kasih buat kekasihku tercinta Charles
Lamsihar Hutabarat yang selalu menemani dengan penuh kesabaran,
mencurahkan segenap cinta, memberi semangat serta dukungan doa, daya, dan
dana, yang begitu berarti buat penulis. Serta semua teman-teman PSIK USU
stambuk 2004 tanpa terkecuali, terima kasih buat dorongan semangat yang telah
diberikan. Penulis juga mengucapkan terima kasih buat Martalena Siahaan, Mika
V. Aritonang, Rotua Pestauli Marbun, terima kasih buat doa dan semangat yang
telah diberikan, serta semua pihak yang tidak dapat disebutkan namanya satu
persatu terima kasih buat dukungan yang diberikan.
Biarlah Allah Bapa di surga yang mencurahkan berkat dan kasih-Nya
kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi
ini. Akhirnya penulis mengharapkan semoga skripsi ini bermanfaat dan dapat
memberikan informasi yang berharga bagi dunia keperawatan.

Medan, Juli 2007
Penulis
Universitas Sumatera Utara
DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN .................................... ......................................... i
KATA PENGANTAR .............. ...................................................................... ii
DAFTAR ISI ................................................................................................... iii
DAFTAR SKEMA ............................................................................................ iv
BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang .................................................................................. 1
2. Tujuan Penelitian .............................................................................. 5
3. .. Pertanyaan Penelitian ........................................................................ 5
4. Manfaat Penelitian ............................................................................ 5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA

1. Diabetes Mellitus ................................................................................ 7
1.1 Defenisi ..................................................................................... 7
1.2 Patofisiologi ............................................................................... 8
1.3 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Diabetes Mellitus ............... 11
1.4 Komplikasi Diabetes Mellitus ................................................... 13
2. Luka Diabetik ................................................................................ 14
2.1 Defenisi Luka Diabetik ............................................................ 15
2.2 Patofisiologi ............................................................................ 18
2.3 Perawatan Luka Diabetik .......................................................... 20
3. Proses Penyembuhan Luka ................................................................ 22
3.1 .Tahap Penyembuhan Luka ........................................................ 22
3.2 .Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Luka Gangren DM 27
3.3 Kriteria Luka Sembuh .............................................................. 29
Universitas Sumatera Utara
4. Madu ...................................................................................... 30
4.1 Kandungan Madu ................................................................. 30
4.2 Pemanfaatan madu ................................................................... 30
4.3 Terapi Madu pada Luka Gangren Diabetik ................................. 32
BAB III KERANGKA PENELITIAN
1. Kerangka Konseptual .................................................................... 35
2. Kerangka Penelitian ....................................................................... 36
3. Defenisi Operasional ...................................................................... 36
4. Hipotesa Penelitian ........................................................................ 37
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN
1. Desain Penelitian .......................................................................... 38
2. Populasi Penelitian dan Sampel Penelitian ..................................... 38
3. Lokasi Penelitian ............................................................................. 39
4. Pertimbangan Etik .......................................................................... 40
5. Instrumen Penelitian ....................................................................... 41
6. Alat dan Bahan .............................................................................. 41
7. Pengumpulan Data .......................................................................... 42
8. Rencana Analisa Data .................................................................... 43
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
1. Hasil Penelitian ......................................................................... 45
1.1 Karakteristik Demografi Responden ........................................ 45
1.2 Penyembuhan Luka Gangren Pre dan Post Terapi Madu .......... 46
Universitas Sumatera Utara
1.3 Uji Perbedaan Efektivitas Madu Terhadap Penyembuhan Luka
Gangren Diabetes Mellitus dengan Kelompok Kontrol ............. 47
2. Pembahasan ................................................................................ 48
2.1 Karakteristik Demografi Responden .......................................... 48
2.2 Penyembuhan Luka Gangren Diabetes Mellitus Pre dan Post
Terapi Madu …………………………………………………….48
2.3 Efektivitas Madu Terhadap Penyembuhan Luka Gangren Diabetes
pada Kelompok Intervensi dan Kontrol .................................... 49
BAB VI KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
1. Kesimpulan …………….. ......................................................... ..50
2. Rekomendasi …… ....................................................................... 50
2.1 Bagi Praktek Keperawatan ........................................................ 50
2.2 Bagi Pendidikan Keperawatan .................................................. 51
2.3 Bagi penelitian Keperawatan ..................................................... 51
DAFTAR PUSTAKA


















Universitas Sumatera Utara
LAMPIRAN
1. Formulir Persetujuan Menjadi Responden Penelitian
2. Instrumen Penelitian
3. Protokol Perawatan Luka Diabetes dengan Madu
4. Protokol Perawatan Luka Dibetes Tanpa Menggunakan Madu
5. Format Pengkajian
6. Hasil Analisa Data
7. Surat Izin Penelitian dari PSIK FK USU
8. Surat Izin Penelitian dari RSUP H. Adam Malik Medan
9. Curriculum Vitae












Universitas Sumatera Utara
DAFTAR SKEMA

1. Kerangka Penelitian Efektivitas Madu Terhadap Penyembuhan Luka Gangren
Diabetes





















Universitas Sumatera Utara
DAFTAR TABEL

1. Distribusi Frekuensi dan Persentase Karakteristik Demografi Responden
Kelompok Intervensi dan Kontrol (N=4)
2. Penyembuhan Luka Gangren Diabetes Pre dan Post Terapi Madu
3. Analisa Data Penelitian dengan Menggunakan Uji Non-Parametrik Sign Rank
Test (Wilcoxon) dan Uji Mann-Whitney





























Universitas Sumatera Utara

mulai hari kesepuluh terjadi proses penyembuhan yang ditandai dengan tumbuhnya jaringan granulasi diikuti jaringan epitel kemudia pada hari 13 luka mulai tertutup. Data demografi disajikan dalam bentuk distribusi dan frekuensi. Untuk mengidentifikasi efektivitas madu pada luka gangren pre dan post terapi madu dianalisa dengan menggunakan statistik non parametrik yaitu sign rank test (Wilcoxon). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setelah dilakukan terapi madu. Luka Gangren Diabetes Universitas Sumatera Utara . Penyakit ini menjadi beban besar bagi pelayanan kesehatan dan perekonomian di Indonesia baik secara langsung melalui komplikasi-komplikasinya.05. Efektivitas Madu. Tidak ada perbedaan hasil uji wilcoxon dan Mann-Whitney pada penelitian ini yaitu Ho diterima yaitu madu tidak efektif digunakan dalam penyembuhan luka gangren diabetes dimana p value > 0. Hasil penelitian ini bertolak belakang dengan hasil penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa madu efektif digunakan dalam perawatan luka gangren diabetes. Gangren diabetes memiliki laju amputasi yang cukup tinggi berkisar antara 15-30% sedangakan angka kematian berkisar antara 17-32%.Judul : Efektivitas Madu Terhadap Penyembuhan Luka Gangren Diabetes Mellitus Peneliti : Lisbet Lasmawati Situmorang NIM : 041101044 Jurusan : Program Studi Ilmu Keperawatan Tahun Akademik : 2008/2009 Abstrak Diabetes mellitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin. Kata Kunci : Penyembuhan . Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling dengan jumlah sampel 4 orang masing-masing kelompok intervensi dan kontrol terdiri dari 2 responden. Komplikasi yang paling sering terjadi adalah terjadinya perubahan patologis pada anggota gerak yaitu luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas madu terhadap penyembuhan luka gangren diabetes mellitus dengan menggunakan desain quasi eksperimen. Luka diabetes yang tidak dirawat dengan baik akan berkembang menjadi ulkus gangren. Dengan adanya penelitian ini diharapkan perawat perlu melakukan terapi alternatif seperti madu karena kenyataan sebenarnya yang terjadi pada pasien adalah luka diabetes dapat sembuh dengan cepat.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->