Anda di halaman 1dari 9

EPIDEMIOLOGI PENYAKIT MENULAR

dr. Yudhi Wibowo, M.PH

Sudah waktunya untuk menutup buku penyakit menular, mengumumkan bahwa perang melawan wabah telah dimenangkan dan mengalihkan sumber daya nasional ke penyakit-penyakit kronis seperti kanker dan penyakit jantung
Kepala Dinas Kesehatan Tentara AS William H. Stewart, 1967

Kita sedang berada di ambang krisis global penyakit menular. Tidak ada negara yang aman dari penyakit menular. Tidak ada negara yang dapat mengabaikan ancaman penyakit menular.
Hiroshima Nakajima, Direktur Jenderal WHO, 1996

PENDAHULUAN
Penyakit menular penyakit infeksi Penyakit infeksi adalah penyakit yang disebabkan oleh penularan agent infeksius tertentu atau produk toksiknya dari orang yang terinfeksi atau binatang kepada host yang rentan, baik secara langsung maupun tidak langsung

Pendahuluan (Cont.)
Penyakit infeksi merupakan masalah kesehatan yang paling penting di semua negara, termasuk Indonesia Morbiditas dan mortalitas tinggi(dgn transisi epidemiologi menjadi menurun) Tantangan dalam pengendalian:
Munculnya penyakit baru (new emerging diseases)

Legionnaires disease AIDS SARS AVIAN INFLUENSA (re emerging diseases)

Karateristik penyakit menular vs penyakit tidak menular :


NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 PENYAKIT MENULAR BYK DI NEGARA BERKEMBANG RANTAI PENULARAN JELAS ONSET AKUT ETIOLOGI MO JELAS BERSIFAT SINGLE-KAUSA DIAGNOSIS MUDAH AGAK MUDAH MENCARI PENYEBAB BIAYA RELATIF MURAH JELAS MUNCUL DI PERMUKAAN MORBIDITAS&MORTALITAS CENDERUNG MENURUN PENYAKIT TIDAK MENULAR NEGARA MAJU TIDAK ADA RANTAI PENULARAN PERLANGSUNGAN KRONIK ETIOLOGI TIDAK JELAS MULTIPLE-KAUSA DIAGNOSIS SULIT SULIT MENCARI PENYEBAB BIAYA MAHAL ICEBERG PHENOMEN CENDERUNG MENINGKAT

INVESTIGASI DAN PENGENDALIAN EPIDEMI PENYAKIT MENULAR


INVESTIGASI
Tujuan investigasi adalah mengidentifikasi penyebab dan cara terbaik untuk mengendalikan penyakit Langkah-langkah investigasi:
Preliminary investigation (investigasi pendahuluan /awal) Identifikasi kasus Pengumpulan dan analisa data Implementasi pengendalian penyakit Penyebaran hasil penemuan Follow-up

Investigasi (cont.)
Pada investigasi awal harus memastikan diagnosis pada suspek kasus dan menentukan adanya epidemi Investigasi awal menghasilkan perumusan hipotesis ttg sumber dan penyebaran penyakit dan menuntun kepada tindakan pengendalian yg bisa segera dilakukan Penentuan epidemi Surveillance yg terpenting dari sistem pelaporan kasus secara rutin

Manajemen dan Pengendalian


Manajemen epidemi meliputi:
Mengobati kasus Mencegah penyakit menyebar lebih luas Monitoring efek dari tindakan pengendalian

Pengendalian epidemi ditujukan terhadap:


Sumber infeksi Penyebaran infeksi Melindungi penduduk terekspose infeksi Memberi informasi kepada petugas kesehatan dan masyarakat tentang:
Penyebab epidemi Resiko bila terkena penyakit Langkah-langkah penting pengendalian epidemi

Control of Infectious Diseases


Control Measure
Control the source of the pathogen

Example
Remove contaminated IV fluid Remove infected blood Destroy contaminated animals Treat infectious cases Condom use Universal precautions Isolation procedures Control vector Vaccination Immune therapy

Interrupt transmission

Modify host immune response

EPIDEMIOLOGI APRIL 2005,DI GIRIJAYA,CIDAHU,SUKABUMI DITEMUKAN POLIOMYIELITIS SERANGAN VIRUS POLIO LIAR TIPE 1 IMPOR
Merupakan penyakit menular langsung(fecal-oral atau oral-oral), menyebar cepat ke daerah-daerah sekitar Menyerang epitel oropharing,tonsil,kelj limfe leher,usus kecil dan SSP Sifat virus polio :
Virus RNA keluarga picornaviridae Terdiri 3 serotipe: serotype 1(brunhilde) paling paralitogenik,serotype 2(Lunsig)paling jinak,serotype3(Leon) Menyerang semua kelp umur,terutama <3th (50-70%)

Epidemiologi polio
Sumber penularan: penderita infeksius Ditularkan melalui droplet yg dikeluarkan penderita dari oropharing dan tinja dari penderita infeksius Penularan terjadi pada waktu droplet terhirup ke dalam saluran pernapasan pada waktu 3 hari sebelum dan sesudah prodromal Virus polio tahan alkohol dan lisol, pada keadaan beku bertahan bertahun-tahun. Tranmisi virus dipermudah oleh sanitasi yang buruk, virus dapat bertahan lama di air limbah bahkan berkilo-kilo meter dari sumber penularan Manusia sebagi reservoir satu-satunya

Epidemiologi polio
Masa inkubasi 3-6 hari & kelumpuhan terjadi dalam waktu 7-21 hari Th 1998, World Health Assembly (WHA) menetapkan program Eradikasi Polio Global, tujuan mengeradikasi polio tahun 2000. Dasar pemikirannya : 1. Manusia satu-satunya reservoir, 2. Virus polio tdk bertahan lama di luar tubuh manusia & 3. Tersedia vaksin yang cukup efektif & murah 4 strategi global dari WHO: a. Imunisasi rutin dgn cakupan >80% b. National Immunization Days (PIN) c. Surveilen AFP & VPL d. Mopping-up

Polio (Cont.)
Th 1995, Indonesia : cakupan imunisasi polio rutin tercapai merata & transmisi VPL rendah 21 April 2005 di Girijaya,Cidahu,Sukabumi ditemukan anak umur 20 bulan dari tinjanya positif VPL tipe 1 27 Mei 2005 ditemukan15 penderita lumpuh layu dgn (+) virus polio yang sama dr tinjanya. Penderita tersebar di 8 kecamatan pd kab. Sukabumu & Bogor (Jawa Barat) & Kab Lebak (Prop Banten) Virus di Sukabumi = virus di Arab Saudi yang ditemukan Desember 2004 Virus polio di Indonesia mrpkn impor dari Nigeria Utara & Selatan

Polio (cont.)
Sebagai upaya menghentikan transmisi virus polio liar ini, DEPKES memutuskan: a. Imunisasi polio masal terbatas (mopping-up) pada semua anak balita di wilayah Prop Jawa Barat,Banten & Jakarta, serentak tgl 31 Mei & 28 Juni 2005 tanpa melihat status imunisasi polio sebelumnya. b. Pekan Imunisasi Nasional yg dilaksanakan dalam 2 putaran serentak di seluruh propinsi di Indonesia. Putaran pertama tgl 30 Agust 2005 dan putaran II tgl 27 Sept 2005.

REFERENSI
Beaglehole,Bonita,Kjellstrom.Dasar-dasar epidemiologi.UGM.Yogyakarta.1997. Bustan MN.Pengantar epidemiologi.Rineka Cipta,Jakarta.2002. Bustan MN.Epidemiologi Penyakit Tidak Menular.Rineka Cipta.Jakarta.2000. Judith S.M,Anita K.B. Epidemiology an Introductory Text.WB Saunders Company.Philadelphia.1974.