Anda di halaman 1dari 2

PROTAP PENANGANAN ACUTE CORONARY SINDROME (SINDROM KORONER AKUT )

DEFINISI Sindrom klinik yang mempunyai dasar patofisiologi yang sama yaitu adanya erosi, fisur, ataupun robeknya plak atheroma sehingga menyebabkan trombosis intravaskular yang menimbulkan ketidakseimbangan pasokan dan kebutuhan oksigen miokard. Yang termasuk sindroma koroner akut adalah: Angina pektoris tidak stabil (APTS, unstable angina): ditandai dengan nyeri dada yang mendadak dan lebih berat, yang serangannya lebih lama ( lebih dari 20 menit ) dan lebih sering. Angina yang baru timbul (kurang dari satu bulan), angina yang timbul dalam satu bulan setelah serangan infark juga digolongkan dalam angina tak stabil. Infark miokard akut (IMA): Nyeri angina pada infark jantung akut umumnya lebih berat dan lebih lama (30 menit atau lebih). Walau demikian infark jantung dapat terjadi tanpa nyeri dada (20 sampai 25%). Infark miokard akut dibagi menjadi dengan elevasi segmen ST (STEMI) dan tanpa elevasi segmen ST (NSTEMI).

PENGELOLAAN Tirah baring di ruang rawat intensif jantung (ICCU) Pasang infus intravena dengan NaCl 0.9% atau Dekstrosa 5% Oksigenasi dimulai dengan 2 liter/menit 2-3 jam, dilanjutkan jika saturasi oksigen arteri rendah (<90%) Diet: puasa sampai bebas nyeri, kemudian diet cair. Selanjutnya diet jantung. Pasang monitor EKG secara kontinu. Atasi nyeri dengan Nitrat sublingual/transdermal/nitrogliserin intravena titrasi (kontraindikasi bila Tekanan darah sistolik <90 mmhg, bradikardi < 50kali/menit), atau morfin 2.5 mg (2-4mg) intravena, dapat diulangi tiap 5 menit sampai dosis total 20mg atau petidin 25-50mg intravena atau tramaddol 25-50 mg intravena. Antitrombotik seperti aspirin (160-345mg), bila alergi atau intoleransi/tidak responsif bisa diganti dengan clopidogrel loading dose 4-8 tablet selanjutnya 1 tablet perhari. Trombolitik dengan streptokinase 1.5 juta unit dalam 1 jam atau aktivator plasminogen jaringan (t-PA) bolus 15mg dilanjutkan dengan 0.75mg/kgBB (maksimal 50mg) dalam jam pertama. Dan dosis 0.5mg/kgBB dalam 60 menit jika elevasi segmen ST > 0.1mv pada dua atau lebih sadapan ekstremitas berdampingan atau > 0.2mv pada dua atau lebih sadapan prekordial berdampingan, waktu mulai nyeri dada sampai terapi <12 jam, usia < 75 tahun. Antikoagulan seperti heparin diberikan dengan target aPTT 1.5-2 kali kontrol. Pada angina pektoris tak stabil diberikan 5000 unit bolus intravena, dilanjutkan dengan drip 1000 unit/jam sampai angina stabil dengan menyesuaikan aPTT 1.5-2 kali kontrol.

Pada infark miokard akut yang ST elevasi > 12 jam diberikan heparin bolus intravena 5000 unit dilanjutkan dengan infus selama rata-rata 5 hari. Atasi rasa takut atau cemas diazepam 3x2-5mg aral atau iv Pelunak tinja Penyekat beta diberikan bila tidak ada kontraindikasi Penghambat ACE diberikan bila keadaan mengijinkan terutama pada infark miokard akut yang luas, atau anterior, gagal jantung tanpa hipotensi, riwayat infark miokard akut. Antagonis kalsium : verapamil untuk infark miokard non ST elevasi atau angina pektoris tak stabil bila nyeri tak teratasi. Tindakan revaskularisasi jika keadaan sudah stabil atau tidak ada kontraindikasi.