0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan9 halaman

Binary Search

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut membahas dua metode pencarian data, yaitu pencarian berurutan dan pencarian biner 2. Pencarian berurutan memeriksa data secara berurut satu per satu, sedangkan pencarian biner memerlukan data yang terurut dan mencari datanya dengan membandingkan bagian tengah data 3. Dokumen tersebut juga memberikan contoh algoritma dan implementasi program dari kedua metode penc

Diunggah oleh

fpgavhdl8
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan9 halaman

Binary Search

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut membahas dua metode pencarian data, yaitu pencarian berurutan dan pencarian biner 2. Pencarian berurutan memeriksa data secara berurut satu per satu, sedangkan pencarian biner memerlukan data yang terurut dan mencari datanya dengan membandingkan bagian tengah data 3. Dokumen tersebut juga memberikan contoh algoritma dan implementasi program dari kedua metode penc

Diunggah oleh

fpgavhdl8
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Binary Search

Binary search, atau metode pencarian secara biner hanya bisa dilakukan jika data sudah terurut. Keunggulan dari proses binary search ini adalah sistem pencariannya yang relatif cepat dan efisien walaupun ada banyak data sekalipun. Karena data dicari dari depan, tengah dan belakang. Tetapi sintaks dan algoritmanya sedikit lebih rumit, karena kita harus mengurutkan data terlebih dahulu. Pengurutan data disini bisa dilakukan dengan metode ascending ataupun descending. Untuk dasar dari binary search ini, diberikan array dengan data yang telah diurut sebelumnya. Agar lebih mudah memahami dasar dari binary search ini. Adapun algoritma dari binary search ini adalah sebagai berikut. Membaca data yang ada di array Jika data belum terurut, maka lakukan pengurutan data Menentukan data yang akan dicari di dalam array Menentukan nilai elemen tengah array o Jika nilai elemen tengah array sama dengan data yang dicari, maka pencarian akan dihentikan o Jika elemen tengah tidak sama dengan data yang dicari, maka: Jika nilai tengah lebih besar dari nilai yang dicari, maka pencarian hanya dilakukan pada setengah array pertama Jika nilai tengah lebih kecil dari nilai yang dicari, maka pencarian hanya dilakukan pada setengah array sisa. Pencarian Berurutan (Sequential Searching) Pencarian berurutan sering disebut pencarian linear merupakan metode pencarian yang paling sederhana. Pencarian berurutan menggunakan prinsip sebagai berikut : data yang ada dibandingkan satu per satu secara berurutan dengan yang dicari sampai data tersebut ditemukan atau tidak ditemukan. Pada dasarnya, pencarian ini hanya melakukan pengulangan dari 1 sampai dengan jumlah data. Pada setiap pengulangan, dibandingkan data ke-i dengan yang dicari. Apabila sama, berarti data telah ditemukan. Sebaliknya apabila sampai akhir pengulangan tidak ada data yang sama, berarti data tidak ada. Pada kasus yang paling buruk, untuk N elemen data harus dilakukan pencarian sebanyak N kali pula. Algoritma pencarian berurutan dapat dituliskan sebagai berikut : 1i0 2 ditemukan false 3 Selama (tidak ditemukan) dan (i <= N) kerjakan baris 4 4 Jika (Data*i+ = x) maka ditemukan true, jika tidak i i + 1 5 Jika (ditemukan) maka i adalah indeks dari data yang dicari, jika tidak data tidak ditemukan Di bawah ini merupakan fungsi untuk mencari data menggunakan pencarian sekuensial. int SequentialSearch(int x) { int i = 0; bool ditemukan = false; while ((!ditemukan) && (i < Max)) { if(Data[i] == x) ditemukan = true; else i++;

} if(ditemukan) return i; else return -1; } Fungsi diatas akan mengembalikan indeks dari data yang dicari. Apabila data tidak ditemukan maka fungsi diatas akan mengembalikan nilai 1. Pencarian Biner (Binary Search) Salah satu syarat agar pencarian biner dapat dilakukan adalah data sudah dalam keadaan urut. Dengan kata lain, apabila data belum dalam keadaan urut, pencarian biner tidak dapat dilakukan. Dalam kehidupan sehari-hari, sebenarnya kita juga sering menggunakan pencarian biner. Misalnya saat ingin mencari suatu kata dalam kamus Prinsip dari pencarian biner dapat dijelaskan sebagai berikut : mula-mula diambil posisi awal 0 dan posisi akhir = N - 1, kemudian dicari posisi data tengah dengan rumus (posisi awal + posisi akhir) / 2. Kemudian data yang dicari dibandingkan dengan data tengah. Jika lebih kecil, proses dilakukan kembali tetapi posisi akhir dianggap sama dengan posisi tengah 1. Jika lebih besar, porses dilakukan kembali tetapi posisi awal dianggap sama dengan posisi tengah + 1. Demikian seterusnya sampai data tengah sama dengan yang dicari.Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut: Misalnya ingin mencari data 17 pada sekumpulan data berikut :

Mula-mula dicari data tengah, dengan rumus (0 + 9) / 2 = 4. Berarti data tengah adalah data ke-4, yaitu 15. Data yang dicari, yaitu 17, dibandingkan dengan data tengah ini. Karena 17 > 15, berarti proses dilanjutkan tetapi kali ini posisi awal dianggap sama dengan posisi tengah + 1 atau 5.

Data tengah yang baru didapat dengan rumus (5 + 9) / 2 = 7. Berarti data tengah yang baru adalah data ke-7, yaitu 23. Data yang dicari yaitu 17 dibandingkan dengan data tenah ini. Karena 17 < 23, berarti proses dilanjukkan tetapi kali ini posisi akhir dianggap sama dengan posisi tengah 1 atau 6.

Data tengah yang baru didapat dengan rumus (5 + 6) / 2 = 5. Berarti data tengah yang baru adalah data ke-5, yaitu 17. data yang dicari dibandingkan dengan data tengah ini dan ternyata sama. Jadi data ditemukan pada indeks ke-5. Pencarian biner ini akan berakhir jika data ditemukan atau posisi awal lebih besar daripada posisi akhir. Jika posisi sudah lebih besar daripada posisi akhir berarti data tidak ditemukan. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh pencarian data 16 pada data diatas. Prosesnya hampir sama dengan pencarian data 17. Tetapi setelah posisi awal 5 dan posisi akhir 6, data tidak ditemukan dan 16 < 17, maka posisi akhir menjadi posisi tengah 1 atau = 4 sedangkan posisi awal = 5.

Disini dapat dilihat bahwa posisi awal lebih besar daripada posisi akhir, yang artinya data tidak ditemukan. Algoritma pencarian biner dapat dituliskan sebagai berikut : 1L0 2RN-1 3 ditemukan false

4 Selama (L <= R) dan (tidak ditemukan) kerjakan baris 5 sampai dengan 8 5 m (L + R) / 2 6 Jika (Data*m+ = x) maka ditemukan true 7 Jika (x < Data*m+) maka R m 1 8 Jika (x > Data*m+) maka L m + 1 9 Jika (ditemukan) maka m adalah indeks dari data yang dicari, jika tidak data tidak ditemukan. Di bawah ini merupakan fungsi untuk mencari data menggunakan pencarian biner. int BinarySearch(int x) { int L = 0, R = Max-1, m; bool ditemukan = false; while((L <= R) && (!ditemukan)) { m = (L + R) / 2; if(Data[m] == x) ditemukan = true; else if (x < data[m]) R = m - 1; else L = m + 1; } if(ditemukan) return m; else return -1; } Fungsi diatas akan mengembalikan indeks dari data yang dicari. Apabila data tidak ditemukan maka fungsi diatas akan mengembalikan nilai 1. Jumlah pembandingan minimum pada pencarian biner adalah 1 kali, yaitu apabila data yang dicari tepat berada di tengah-tengah. Jumlah pembandingan maksimum yang dilakukan dengan pencarian biner dapat dicari menggunakan rumus logaritma, yaitu : C = 2log(N) Kesimpulan 1. Algoritma pencarian berurutan digunakan untuk mencari data pada sekumpulan data atau rekaman yang masih acak 2. Algoritma pencarian biner digunakan untuk mencari data pada sekumpulan data atau rekaman yang sudah dalam keadaan terurut. Berikut ialah contoh implementasi dalam bentuk program dari metode-metode searching yang telah dibahas:

MAKALAH BINARY SEARCH


PENDAHULUAN A. Latar Belakang Seiring dengan berkembangnya Teknologi Informasi, yang membutuhkan kecepatan dan ketepatan dalam berbagai aspek kehidupan. Kita dituntut untuk bergerak cepat dalam segala hal, termasuk juga dalam bidang komunikasi informasi. Salah satunya dalam bidang statistic yang meliputi pencarian data. Sehingga banyak programer yang membuat program yang mempermudah kerja dalam bidang statistika dan informasi, yakni dalam hal pencarian data. Dari program pencarian data terdapat algoritma-algoritma yang digunakan untuk mencari sebuah data, salah satunya adalah binary search. Binary search adalah algoritma pencarian untuk data yang terurut. Pencarian dilakukan dengan cara menebak apakah data yang dicari berada ditengah-tengah data, kemudian membandingkan data yang dicari dengan data yang ada ditengah. Bila data yang ditengah sama dengan data yang dicari, berarti data ditemukan. Namun, bila data yang ditengah lebih besar dari data yang dicari, maka dapat dipastikan bahwa data yang dicari kemungkinan berada disebelah kiri dari data tengah dan data disebelah kanan data tengah dapat diabai. Upper bound dari bagian data kiri yang baru adalah indeks dari data tengah itu sendiri. Sebaliknya, bila data yang ditengah lebih kecil dari data yang dicari, maka dapat dipastikan bahwa data yang dicari kemungkinan besar berada disebelah kanan dari data tengah. Lower bound dari data disebelah kanan dari data tengah adalah indeks dari data tengah itu sendiri ditambah 1. Demikian seterusnya.

B. Rumusan Masalah -Bagaimana cara mencari data dengan cepat dan ukurat?

C. Batasan Masalah Pada materi makalah ini akan dibahas mengenai salah satu metode pencarian, yaitu Binary Search. Pada sesi ini hanya akan membahas mengenai: Pengertian/konsep binary search Algoritma binary search Contoh study kasus Contoh program binary search D. Tujuan - Mempermudah pekerjaan manusia dalam bidang Informasi. - Mempermudah pekerjaan manusia dalam bidang Statistik. - Mempermudah pekerjaan manusia dalam bidang komputerisasi lainya terutama dalam bidang pencarian data. E. Manfaat - Pekerjaan manusia dalam bidang teknologi jadi lebih mudah, cepat, dan efisien waktu.

PEMBAHASAN 1. Konsep Pengertian Sebuah algoritma pencarian biner (atau pemilahan biner) adalah sebuah teknik untuk menemukan nilai tertentu dalam sebuah larik (array) linear, dengan menghilangkan setengah data pada setiap langkah, dipakai secara luas tetapi tidak secara ekslusif dalam ilmu komputer. Sebuah pencarian biner mencari nilai tengah (median), melakukan sebuah pembandingan untuk menentukan apakah nilai yang dicari ada sebelum atau sesudahnya, kemudian mencari setengah sisanya dengan cara yang sama. Pada intinya, algoritma ini menggunakan prinsip divide and conquer, dimana sebuah masalah atau tujuan diselesaikan dengan cara mempartisi masalah menjadi bagian yang lebih kecil. Algoritma ini membagi sebuah tabel menjadi dua dan memproses satu bagian dari tabel itu saja.Algoritma ini bekerja dengan cara memilih record dengan indeks tengah dari tabel dan membandingkannya dengan record yang hendak dicari. Jika record tersebut lebih rendah atau lebih tinggi, maka tabel tersebut dibagi dua dan bagian tabel yang bersesuaian akan diproses kembali secara rekursif. Penerapan terbanyak dari pencarian biner adalah untuk mencari sebuah nilai tertentu dalam sebuah list terurut. Jika dibayangkan, pencarian biner dapat dilihat sebagai sebuah permainan tebaktebakan, kita menebak sebuah bilangan, atau nomor tempat, dari daftar (list) nilai. Pencarian diawali dengan memeriksa nilai yang ada pada posisi tengah list; oleh karena nilai-nilainya terurut, kita mengetahui apakah nilai terletak sebelum atau sesudah nilai yang di tengah tersebut, dan pencarian selanjutnya dilakukan terhadap setengah bagian dengan cara yang sama. Metoda Pencarian Biner ( Binary Search) hanya bisa diterapkan jika data array sudah terurut. Pengurutan Array bisa menggunakan jenis sorting descending atau asscending.

Keunggulan Keunggulan utama dari algoritma binary search adalah kompleksitas algoritmanya yang lebih kecil daripada kompleksitas algoritma sequential search. Hal ini menyebabkan waktu yang dibutuhkan algoritma binary search dalam mencari sebuah record dalam sebuah table, lebih kecil daripada waktu yang dibutuhkan algoritma sequential search. eKelemahan

Data harus disorting dahulu dan algoritma lebih rumit, tidak baik untuk data berantai. algoritma ini hanya bisa digunakan pada tabel yang elemennya sudah terurut baik menaik maupun menurun. Fungsi Pencarian Biner (Binary Search) dilakukan untuk : Memperkecil jumlah operasi pembandingan yang harus dilakukan antara data yang dicari dengan data yang ada di dalam tabel, khususnya untuk jumlah data yang sangat besar ukurannya. Prinsip dasarnya adalah melakukan proses pembagian ruang pencarian secara berulang-ulang sampai data ditemukan atau sampai ruang pencarian tidak dapat dibagi lagi (berarti ada kemungkinan data tidak ditemukan). Syarat utama untuk pencarian biner adalah data di dalam tabel harus sudah terurut, misalkan terurut menaik. Prinsip dari pencarian biner dapat dijelaskan sebagai berikut : Data diambil dari posisi 1 sampai posisi akhir N Kemudian cari posisi data tengah dengan rumus (posisi awal + posisi akhir) / 2 Kemudian data yang dicari dibandingkan dengan data yang di tengah, apakah sama atau lebih kecil, atau lebih besar? Jika lebih besar, maka proses pencarian dicari dengan posisi awal adalah posisi tengah + 1 Jika lebih kecil, maka proses pencarian dicari dengan posisi akhir adalah posisi tengah 1 Jika data sama, berarti ketemu.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh berikut. Misalkan kita ingin mencari 17 pada sekumpulan data berikut:

1. Mulamula dicari data tengah, dengan rumus (1+ 9) / 2 = 5. 2. Berarti data tengah adalah data ke-5, yaitu 15. 3. Data yang dicari, yaitu 17, dibandingkan dengan data tengah ini. 4. Karena 17 > 15, berarti proses dilanjutkan tetapi kali ini posisi awal dianggap sama dengan posisi tengah + 1 atau 6.

1. Data tengah yang baru didapat dengan rumus (6 + 9) / 2 = 7. Berarti data tengah yang baru adalah data ke-7, yaitu 23. 2. Data yang dicari, yaitu 17 dibandingkan dengan data tengah ini.

3. Karena 17 < 23, berarti proses dilanjutkan tetapi kali ini posisi akhir dianggap sama dengan posisi tengah 1 atau 6.

1. Data tengah yang baru didapat dengan rumus (6 + 6) / 2 = 6. Berarti data tengah yang baru adalah data ke-6, yaitu 17. 2. Data yang dicari dibandingkan dengan data tengah ini dan ternyata sama. Jadi data ditemukan pada indeks ke-6. 3. Bagaimana jika data yang dicari tidak ada, misalnya 16? 4. Pencarian biner ini akan berakhir jika data ditemukan atau posisi awal lebih besar dari posisi akhir. 5. Jika posisi awal sudah lebih besar daripada posisi akhir berarti data tidak ditemukan.

Untuk lebih jelasnya perhatikan proses pencarian 16 pada data di atas. Prosesnya hampir sama dengan pencarian 17. Tetapi setelah posisi awal = posisi akhir = 6, proses masih dilanjutkan lagi dengan posisi awal = 6 dan posisi akhir = 5 Disini dapat dilihat bahwa posisi awal lebih besar daripada posisi akhir, yang artinya data tidak ditemukan. 2. Algoritma dari Binary search Algoritma pencarian biner dapat dituliskan sebagai berikut : 1L0 2RN-1 3 ketemu false 4 Selama (L <= R) dan (tidak ketemu) kerjakan baris 5 sampai dengan 8 5 m (L + R) / 2 6 Jika (Data*m+ = x) maka ketemu true 7 Jika (x < Data*m+) maka R m 1 8 Jika (x > Data*m+) maka L m + 1 9 Jika (ketemu) maka m adalah indeks dari data yang dicari, jika tidak data tidak ditemukan 3. Contoh Studi Kasus Sebuah contoh aksi pencarian biner adalah sebuah permainan tebak-tebakan dimana seorang pemain harus menebak sebuah bilangan bulat positif yang dipilih oleh pemain lain di antara 1 dan N, dengan memanfaatkan jawaban pertanyaan berupa ya dan tidak. Misalnya N adalah 16 dan angka yang dipilih adalah 11, permainan dapat berjalan sebagai berikut: Apakah angka lebih besar dari 8? (ya)

Apakah angka lebih besar dari 12? (tidak) Apakah angka lebih besar dari 10? (ya) Apakah angka lebih besar dari 11? (tidak) Sehingga, angka tersebut pasti 11. Pada setiap langkah, kita memilih sebuah angka yang tepat berada di tengah-tengah jangkauan nilai-nilai yang mungkin. Sebagai contoh, saat kita mengetahui angka tersebut lebih besar dari 8, tetapi lebih kecil atau sama dengan 12, kita mengetahui untuk memilih angka di tengah-tengah jangkauan [9, 12] (pada kasus ini 10 adalah yang optimal). 4. Program #include <iostream> #include <conio.h> int binary_s(int array[], int size, int elemen); int main() { int size=10; int data[10]={2, 3, 5, 6, 12, 44, 56, 65, 73 ,81} ; cout<<"Data Array"<<endl; int i; for(i=0;i<size;i++) cout<<data[i]<<" "; cout<<endl<<endl<<"masukkan data yang ingin anda cari: "; int cari; cin>>cari; // pencarian int hasil; hasil = binary_s(data, size, cari); if (hasil==0) cout<<"Nilai tidak ditemukan"; else cout<<"Nilai ditemukan"; getch(); } int binary_s(int array[], int size, int elemen) { int awal = 0; int akhir = size-1; int nilaiTengah = (awal+akhir)/2; while (nilaiTengah<=size && awal<=akhir) { nilaiTengah = (awal+akhir)/2; if (array[nilaiTengah]==elemen) return 1; else if (elemen<array[nilaiTengah]) akhir = nilaiTengah-1; else awal = nilaiTengah+1; } return 0; }

PENUTUP Kesimpulan Kesimpulan yang dapat ditarik dari makalah binary search ini yaitu Algoritma pencarian biner digunakan untuk mencari data pada sekumpulan data atau rekaman yang sudah dalam keadaan terurut. Selain itu kita dapat mempermudah pekerjaan manusia dalam bidang Informasi, mempermudah dalam bidang Statistik, mempermudah pekerjaan manusia dalam bidang komputerisasi lainya terutama dalam bidang pencarian data. Dengan binary search ini kita dapat mempermudah pekerjaan manusia di dalam hal mencari sebuah data. Sehingga dapat menciptakan suatu progam yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Saran - Teliti dalam menghitung binary code - Teliti dalam menghitung nilai tengah dari binary code - Dan yang terpenting adalah teliti dalam memasukan bahasa pemograman pada saat mengcompile(ngoding). DAFTAR PUSTAKA http://diankuusuma.blogspot.com/2012/01/v-behaviorurldefaultvmlo.html http://ekawirawanptn.blogspot.com/2010/05/algoritma-binary-search.html http://kabehatake.blogspot.com/2010/05/algoritma-binary-search.html http://aloen-pop.blogspot.com/2009/06/binary-searching.html http://lecturer.eepis-its.edu/...%20Algoritma/.../Data%20Structure-bab8.pdf http://mita.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/.../Divide%26Conquer.doc http://en.wikipedia.org/wiki/Binary_search

Common questions

Didukung oleh AI

The main advantage of binary search over sequential search is its efficiency in terms of time complexity. Binary search operates in O(log n) time complexity, making it much faster than sequential search, which operates in O(n) time complexity . This is because binary search continually divides the data set in half, reducing the number of comparisons needed. However, a disadvantage of binary search is that it requires a sorted data set before it can be performed . Additionally, the binary search algorithm is more complex compared to sequential search, which is simpler and does not require data to be sorted .

In binary search, the pseudocode involves initializing two pointers at the start and end of the data, calculating a midpoint, and iteratively adjusting the search range based on midpoint value comparisons . It uses a divide and conquer method to halve the search space until the target is found or the space is empty. Conversely, sequential search pseudocode involves iterating over each element in the data from start to end linearly, checking each element directly against the target value until a match is found or the end is reached . Binary search requires sorted data, while sequential search does not, impacting the complexity and applicability of each structure .

Binary search cannot be used on unsorted data because it relies on the ability to eliminate half of the potential matches in each step based on ordered relationships. If the data is not sorted, such comparisons could lead to incorrect elimination of parts of the search space. To prepare data for binary search, it needs to be sorted in ascending or descending order before the search algorithm is applied . Sorting can be done using algorithms such as quicksort or mergesort .

The divide and conquer principle in binary search involves breaking down the problem (searching a sorted array) into smaller subproblems (halving the search range). When searching for an element, the algorithm compares the target with the middle element of the array: if they are not equal, the problem is recursively reduced to searching in the half where the element might exist. This significantly reduces the number of elements to examine, improving efficiency from O(n) in linear search to O(log n) in binary search .

Limitations of binary search on very large datasets include the necessity for the data to already be sorted, which can be computationally expensive in terms of both time and processing resources. Additionally, due to its recursive or iterative nature, binary search can be less efficient in environments where memory management is critical, as maintaining stack frames for recursion or additional pointers in iteration for large datasets can strain system resources . Moreover, with extremely large datasets, factors like data integrity checks and system limitations in the size of the data addressable at once may hinder its practical implementation .

Binary search is described as using the 'divide and conquer' strategy because it systematically reduces the problem size by half with each step. The mid-point of the current search range is used to determine whether to focus on the left or right half of the dataset, discarding the irrelevant half. This results in an exponential reduction in problem size and search time, which is particularly beneficial for large datasets, as it significantly cuts down the number of required comparisons needed to reach a decision . This strategy also aids in optimizing space, as less memory is used for search operations compared to brute-force methods like linear search .

The maximum number of comparisons in a binary search would occur when the size of the dataset is a power of two minus one, necessitating each division to reach the base case. This situation arises when the target element is not found after examining progressively smaller subarrays down to a size of one. The number of comparisons is calculated using the logarithmic expression C = log2(N), where N is the number of elements in the dataset .

To enable binary search on a linked list, you would need to first convert it to a random access structure, such as an array or implement additional indexing mechanisms since linked lists do not allow direct access to elements. This conversion increases space complexity and undermines performance benefits since accessing the middle element of a linked list requires linear traversal, negating the binary search time complexity advantage. Thus, while theoretically possible, performing binary search directly on linked lists without modifying their structure is inefficient .

A real-world scenario where binary search would be more applicable than sequential search is searching for a word in a dictionary. Since dictionaries are organized alphabetically (sorted order), applying binary search allows for quick access to the desired word by dividing the search range in half with each comparison, thus significantly reducing the search time compared to examining every word sequentially .

Consider a sorted list of numbers: [2, 3, 5, 6, 12, 15, 23, 44, 56, 73]. To find the number 15 using binary search, the algorithm checks the middle element (12) first, then the middle element of the upper half (23), and then finds 15 in the lower half of that sublist on the second try. In contrast, linear search would examine each element sequentially from the beginning until it finds 15, leading to more comparisons and longer search times, particularly as list sizes increase .

Anda mungkin juga menyukai