Anda di halaman 1dari 5

PERCOBAAN: NON IDEAL MIXING IN CSTR (RTD)

1. Tujuan:

Menjajagi ke-tidak ideal-an percampuran (non-ideal mixing) dalam reaktor berpengaduk kontinyu (CSTR). Membandingkan grafik distribusi residence time reaktor dengan teori distribusi tangki berpengaduk sempurna. Menentukan residence time rata-rata reaktor (CSTR). Menghitung dead volume reaktor.

2. Skema alat: 3. Teori:


Didalam reaktor berpengaduk sempurna (CSTR), komposisi didalam tangki homogen seluruhnya sehinggga komposisi aliran keluar sama dengan yang didalam tangki. Setiap elemen fluida didalam tangki memiliki peluang mengalir keluar yang sama. Namun karena jumlah elemen didalam tangki yang banyak maka waktu tinggal didalam tangki terdistribusi (residence time distribution, RTD); apabila percampuran ideal, bentuk distribusinya adalah normal. Tetapi dalam kenyataan selalu muncul ke-tidak ideal-an. Antara lain dalam bentuk ruang mati (dead volume) atau by-pass.

ideal by pass

dead volume

Mean RTD ideal sama dengan waktu tinggal rata-rata dalam tangki
V F dengan V = volume tangki dan F = flowrate masuk = flowrate keluar tangki. =

(1)

Untuk menguji ke-ideal-an suatu CSTR, kedalam aliran masuk diinjeksikan tracer (misal larutan pekat NaCl) secara cepat (menyerupai impulse) dan diamati kadarnya dalam aliran keluar. Plot yang diperoleh dibandingkan dengan plot ideal. RTD 1 of 5

Percampuran Ideal
Model matematis kadar dalam tangki bila percampuran ideal dapat diturunkan sebagai berikut. Andaikan sebanyak Q0 kg tracer dimasukkan secara cepat kedalam tangki pada t = 0. Material balance tracer pada saat t > 0 adalah
V dC (t) = F C (t); dt dC (t) = C (t); dt t>0

(2)

Atau

t>0

(3)

Penyelesaian persamaan differential diatas dengan batas awal C0 C (0) = Q0 =V menghasilkan

t C (t) = C0 exp Fungsi RTD didefinisikan sebagai


E (t) = C (t) P

(4)

(5)

dan

P
Maka

Z1
0

C (t)dt

(6)

Dari pengukuran kadar C(t) setiap saat dari awal sampai akhir, dapat dihitung waktu tinggal rata-rata terukur

Z1
0

E (t) = 1

(7)

M = t

atau bila pengukuran dilakukan secara berkala dengan selang waktu t sebanyak M kali (bentuk diskrit)
M t
M X i=1

Z1
0

tE (t)dt

(8)

ti E (ti )t

(9)

M dengan menunjukkan ke-tidak-ideal-an. Volume non ideal dapat Selisih antara t dihitung sebagai berikut. M j VN on = F jt

(10)

RTD 2 of 5

Percampuran Non ideal


Ada beberapa pendekatan model non ideal mixing, antara lain yang populer adalah model tangki seri, model tangki paralel dead volume dan model paralel by-pass.

(a) Model tangki seri

1-

(b) Model tangki paralel dead volume a. Model tangki N buah seri

(c) Model paralel by-pass

Response E(t) model matematis untuk tangki N buah seri dengan volume sama adalah

N dapat diperkirakan dari dan adalah variance E(t)


2
2

tN 1 exp (Nt= ) E (t) = (N 1)!( =N )N


N = 2 = 2

(11)

(12)

Z1 M hX i = (t )2 dt t2 E ( t ) t 2 i i
0 0

(13)

b. Model matematis by-pass Model matematis by-pass menghasilkan

1 E (t) = (1 ) exp t

(14)

RTD 3 of 5

Dengan = fraksi volume tangki yang ideal, = fraksi aliran masuk/keluar yang ter-bypass, = Vtotal =F .

4. Persiapan dan Pengamatan


(a) Periksa sambungan kabel recorder; pastikan tersambung dengan baik. Periksa tinta recorder dan pastikan dapat menggambar dengan jelas. (b) Posisikan tombol Input pada 1V dan tombol Attenuation pada Calc. Posisikan tombol kecepatan recorder pada 30cm/hr. (c) Atur pengaduk pada posisi nol rpm. (d) Buka katup keluaran sesuai dengan level air dalam tangki yang diinginkan. Tutup katup keluaran yang dibawahnya. (e) Buka katup aliran masuk dan sesuaikan flowrate dengan waktu tinggal yang ditetapkan. (f) Tunggu sampai level dalam tangki tidak berubah. (g) Naikkan putaran pengaduk sampai putaran yang ditetapkan. (h) Buat larutan garam, NaCl, jenuh. (i) Ambil 10 ml dalam gelas ukur. Tuangkan dengan cepat kedalam tangki pada posisi tertentu. Mulai jalankan recorder. (j) Tunggu sampai response kembali seperti semula. (k) Matikan recorder. Tutup katup air masuk.

5. Perhitungan
(a) Ubah grafik response ke bentuk digital dengan interval waktu t. Z1 N X C (i)t dan buat grafik residence time distribution (b) Hitung P C (t)dt = percobaan E(t).
0 i=1
n 1 X (c) Hitung tM ti E (ti )t, bandingkan dengan = P i=1
V . F

(d) Hitung volume ke-tidak ideal-an dengan pers.(10).

(e) Perkirakan jumlah ekivalen tangki seri M yang sesuai dan fitting-kan ke response E(t).

RTD 4 of 5

6. Diskusi
(a) Apakah pengadukan berpengaruh terhadap ke-ideal-an CSTR? Bagaimana dengan flowrate dan ? (b) Model manakah yang paling cocok menggambarkan CSTR percobaan saudara? (c) Manakah yang dominan, by-pass atau dead volume?

RTD 5 of 5