SALINAN

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 85 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN STATUTA PERGURUAN TINGGI DENGAN RAKHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL, Menimbang : a. bahwa dalam rangka pelaksanaan Pasal 100 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 1999 Tentang Pendidikan Tinggi, perlu menetapkan statuta; b. bahwa untuk memudahkan perguruan tinggi dalam menyusun statuta, perlu menetapkan pedoman penyusunan statuta perguruan tinggi; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Pedoman Penyusunan Statuta Perguruan Tinggi; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);

3. Pasal 2 Statuta berisi dasar yang dipakai sebagai rujukan pengembangan peraturan umum. Fungsi. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2008. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 115. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 77/P Tahun 2007. Tugas. dan menyelenggarakan kegiatan fungsional sesuai dengan tujuan perguruan tinggi. Susunan Organisasi. 2 . Pasal 1 Statuta merupakan anggaran dasar bagi perguruan tinggi dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi yang dipakai sebagai acuan untuk merencanakan. peraturan akademik. Pasal 3 Setiap perguruan tinggi agar menyusun statuta sebagai dasar dalam penyelenggaraan Tridharma perguruan tinggi. 4. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3895). MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN STATUTA PERGURUAN TINGGI. dan prosedur operasional yang berlaku di perguruan tinggi.2. mengembangkan program.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 23 Desember 2008 MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. Pasal 5 Muatan dan sistematika statuta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dan Pasal 4. S. Salinan sesuai aslinya TTD Biro Hukum dan Organisasi Departemen Pendidikan Nasional BAMBANG SUDIBYO Kepala Bagian Penyusunan Rancangan Peraturan Perundang-undangan dan Bantuan Hukum II Putut Pujogiri.Pasal 4 Statuta perguruan tinggi negeri ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional. Pasal 6 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. NIP 131661278 3 .H. disusun dengan berpedoman pada Lampiran Peraturan Menteri ini.

dan evaluasi yang transparan. penelitian. TUJUAN Pedoman ini bertujuan untuk memberikan acuan bagi perguruan tinggi dalam penyusunan statuta. jaminan mutu. mengembangkan program dan menyelenggarakan kegiatan fungsional memuat dasar yang dipakai sebagai rujukan pengembangan peraturan umum. Untuk mewujudkan peran perguruan tinggi dalam pembangunan nasional tersebut perlu adanya upaya pengembangan manajemen perguruan tinggi yang lebih baik.SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 85 TAHUN 2008 TANGGAL 23 DESEMBER 2008 PEDOMAN PENYUSUNAN STATUTA PERGURUAN TINGGI A. Pengembangan manajemen perguruan tinggi harus dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip otonomi. akuntabilitas. Mengingat muatan statuta perguruan tinggi yang diusulkan oleh perguruan tinggi untuk ditetapkan oleh Mendiknas selama ini sangat bervariasi maka perlu disusun Pedoman Penyusunan Statuta. peraturan akademik dan prosedur operasional yang berlaku di perguruan tinggi (Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999). dan pengabdian kepada masyarakat harus dapat berperan sebagai sebuah institusi yang menghasilkan sumber daya manusia berkualitas agar mampu berperan serta dalam kegiatan pembangunan nasional dan memiliki daya saing yang tinggi dalam persaingan global di bidang ilmu pengetahuan. LATAR BELAKANG Perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan dengan tugas menyelenggarakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi penyelenggaraan pendidikan. dan/atau seni. teknologi. B. Statuta sebagai sebuah pedoman dasar penyelenggaraan kegiatan yang dipakai sebagai acuan untuk merencanakan. 4 . Pengembangan manajemen perguruan tinggi juga harus dapat diimplementasikan sesuai dengan tata nilai dan tingkat perkembangan masingmasing perguruan tinggi serta selaras dengan rencana strategis Departemen yang dituangkan dalam bentuk statuta.

BAB VII Susunan Organisasi. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan. 3. Pelaksana administrasi . 9. 11. BAB III Identitas. 2. 5. Senat. Peraturan Perundang-undangan terkait. BAB V Kebebasan Akademik dan Otonomi Keilmuan. BAB IX Dosen dan Tenaga Kependidikan. BAB VIII Tata cara Pengangkatan Pimpinan. dan Dewan Penyantun 10. ACUAN DASAR Dalam menyusun Statuta agar mengacu kepada : 1. 12. 5 1. BAB II Visi. BAB VI Gelar dan Penghargaan. BAB XI Kerjasama. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3895). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4502). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 115.C. 2. 6. BAB IV Penyelenggaraan Pendidikan. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496). Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41. Pelaksana akademik. 7. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2005. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 157. 5. SISTEMATIKA Mukadimah BAB I Ketentuan Umum. D. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4586). dan Tujuan. 7. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301). . 4. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78. 8. 3. 6. BAB X Mahasiswa dan Alumni. 4. Misi.

singkatan atau akronim yang digunakan dalam statuta. Visi Visi adalah suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan yang berisikan cita dan citra yang ingin diwujudkan perguruan tinggi. BAB XIII 15. MISI. DAN TUJUAN A. singkatan atau akronim yang dimuat dalam ketentuan umum hanyalah kata atau istilah yang digunakan berulang-ulang dalam pasal-pasal selanjutnya BAB II VISI. .13. . dan hal-hal lain yang relevan.hal-hal lain yang bersifat umum yang berlaku bagi pasal-pasal berikutnya dalam statuta. B. Pengawasan dan Akreditasi. diangkat dari sumber-sumber pertama yaitu Falsafah Negara. BAB XIV 16. BAB XV Sarana dan Prasarana. maksud. Batasan pengertian. Misi Misi adalah sesuatu yang harus diemban atau dilaksanakan oleh perguruan tinggi sebagai penjabaran visi yang telah ditetapkan. Pembiayaan. antara lain ketentuan yang mencerminkan asas. BAB I KETENTUAN UMUM Ketentuan umum berisi : . Falsafah Pendirian Perguruan Tinggi. 6 . BAB XII 14.batasan pengertian atau definisi . Ketentuan Penutup. MUKADIMAH Mukadimah menjelaskan tentang latar belakang disusunnya Statuta Perguruan Tinggi. dan tujuan.

Busana akademik bagi pimpinan perguruan tinggi. Lain-lain yang dianggap perlu. 6. 2. 5. Bendera perguruan tinggi (bentuk. 3. program pendidikan (diploma. magister. 3. Nama dan tempat kedudukan perguruan tinggi. dan penerimaan mahasiswa. warna. meliputi: 1. publikasi hasil penelitian. dan publikasi pengabdian kepada masyarakat. Identitas lain yang dianggap perlu. antara lain memuat kalender akademik. dan wisudawan (topi. Tujuan Tujuan adalah sesuatu (apa) yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu tertentu. Penyelenggaraan kegiatan akademik. isi. Penyelenggaraan penelitian (hak kekayaan intelektual (HKI). administrasi akademik. Lambang/logo (bentuk. 4. tata cara penyelenggaraan perkuliahan. 4. sarjana. doktor). toga. BAB IV PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN Bab ini menjelaskan tentang sistem penyelenggaraan pendidikan pada perguruan tinggi. kurikulum. yang memuat antara lain jenis dan tata cara penyelenggaraan. Pola Ilmiah Pokok.C. BAB III IDENTITAS Identitas perguruan tinggi menjelaskan jati diri perguruan tinggi. Hymne dan/atau mars. 2. bulan. dan pemanfaatan hasil penelitian). dan makna). penilaian hasil belajar (bentuk penilaian. Tanggal. guru besar. dan makna). spesialis. Penyelenggaraan pengabdian kepada masyarakat. dan tahun didirikan. 7 . dan 8. warna. waktu serta mekanisme dan tata cara). bahasa pengantar. isi. ukuran. dan kalung). yang memuat antara lain: 1. 7. jenis program studi.

senat. dan prosedur pemberian penghargaan kepada seseorang atau lembaga yang dipandang mempunyai prestasi sangat menonjol di bidang nonakademik. kriteria. 2. dan kepala unit pelaksana teknis. SENAT. ketua lembaga/kepala pusat.BAB V KEBEBASAN AKADEMIK DAN OTONOMI KEILMUAN Bab ini memuat penjabaran tentang kebebasan akademik dan otonomi keilmuan di perguruan tinggi. BAB VII SUSUNAN ORGANISASI Bab ini memuat: Susunan organisasi perguruan tinggi sebagaimana telah diatur dalam peraturan Menteri tentang organisasi dan tata kerja perguruan tinggi yang bersangkutan dan perubahannya. atau vokasi. pengangkatan. masa jabatan. PELAKSANA ADMINISTRASI . PELAKSANA AKADEMIK. serta jabatan akademik. dan pemberhentian pimpinan perguruan tinggi. BAB VI GELAR DAN PENGHARGAAN Bab ini menguraikan tentang: 1. dewan penyantun. profesi. Persyaratan pemberian penghargaan di bidang akademik dan penggunaan gelar akademik. BAB VIII TATA CARA PENGANGKATAN PIMPINAN. Bentuk. DAN DEWAN PENYANTUN Bab ini memuat tata cara pemilihan. 8 .

9 . bentuk. penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan perguruan tinggi dan pihak lain dalam dan luar negeri. 2. BAB XI KERJA SAMA Bab ini memuat tentang pengertian. Pengangkatan. mekanisme kerja sama dalam rangka penyelenggaran kegiatan akademik. BAB XII SARANA DAN PRASARANA Bab ini memuat tentang pengelolaan dan pendayagunaan sarana dan prasarana perguruan tinggi yang mengacu pada standar nasional pendidikan. 4. pengembangan karir dan pemberhentian dosen dan tenaga kependidikan. Pengaturan mengenai jenjang jabatan akademik guru besar atau profesor termasuk profesor paripurna. Jenjang jabatan akademik dosen dan kepangkatan tenaga kependidikan (termasuk pengaturan kewenangan jenjang jabatan akademik dan dosen tidak tetap). dan kegiatan mahasiswa serta wadah/organisasi alumni dan ikatan alumni dengan perguruan tinggi.BAB IX DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN Bab ini memuat tentang: 1. BAB X MAHASISWA DAN ALUMNI Bab ini memuat tentang: Hak dan kewajiban mahasiswa. Status dosen dan tenaga kependidikan. pembinaan. organisasi kemahasiswaan. 3.

BAB XIII PEMBIAYAAN Bab ini memuat tentang sumber. MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. evaluasi. dan akreditasi penyelenggaraan akademik dan administratif dalam kerangka sistem penjaminan mutu perguruan tinggi.H. S. BAB XV KETENTUAN PENUTUP Memuat ketentuan tentang kemungkinan perubahan statuta perguruan tinggi yang dilakukan senat serta tata cara perubahannya. NIP 131661278 10 . mekanisme dan sistem pertanggungjawaban pembiayaan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Salinan sesuai aslinya TTD Biro Hukum dan Organisasi Departemen Pendidikan Nasional BAMBANG SUDIBYO Kepala Bagian Penyusunan Rancangan Peraturan Perundang-undangan dan Bantuan Hukum II Putut Pujogiri. BAB XIV PENGAWASAN DAN AKREDITASI Bab ini memuat bentuk dan mekanisme pengawasan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful