Anda di halaman 1dari 43

www.fisikarno777.blogspot.

com

SMPK 6 PENABUR

MATA
Kornea : bagian terluar mata yang menerima cahaya

Aquaeous humor : cairan membiaskan cahaya yang masuk ke mata


Lensa mata : memfokuskan cahaya supaya jatuh tepat di bintik kuning Pupil : mengatur jumlah cahaya yang masuk ke mata

Iris : mengatur melebar atau menyempit pupil dan memberi warna mata
Retina : menangkap cahaya dari lensa mata

Sistem Indra Mata

JANGKAUAN PENGLIHATAN
PP = 25 cm PR

Jangkauan Penglihatan

Mata dapat melihat dengan jelas jika letak benda dalam jangkauan penglihatan, yaitu diantara titik dekat mata (punctum proximum) dan titik jauh mata (punctum remontum).
Untuk mata normal Titik dekat PP = 25 cm Titik jauh PR = tak terhingga

OPTIKA MATA

Ketika mata relaks (tidak berakomodasi), lensa mata pipih sehingga jarak fokusnya paling besar, dan benda yang sangat jauh difokuskan di retina. Ketika mata melotot ( berakomodasi), lensa mata mencembung sehingga jarak fokusnya paling kecil, dan benda yang sangat dekat difokuskan di retina. Benda pada jarak berbeda dapat difokuskan dengan cara menebal atau memipihkan lensa mata (akomodasi mata)
Bayangan yang terjadi di retina adalah nyata, terbalik, diperkecil.

Agar bayangan benda berada di retina perlu adanya perubahan panjang fokus lensa mata atau kekuatan lensa. Proses ini yang disebut sebagai akomodasi. Pada kondisi ini (melihat dekat) mata harus berakomodasi , sedangkan untuk melihat jauh mata mengalami relaksasi total.

Kerja Mata

CACAT MATA
Ketidaknormalan pada mata, dan dapat di atasi dengan memakai kacamata, lensa kontak atau melalui suatu operasi Rabun Jauh (Miopi) Rabun Dekat (Hipermetropi)

JENISNYA

Mata Tua (Presbiopi)


Astigmatisma Katarak dan Glaucoma

RABUN JAUH (MIOPI)


Dapat melihat dengan jelas pada jarak 25 cm tetapi tidak dapat melihat benda jauh dengan jelas. Karena lensa mata tidak dapat memipih, sehingga bayangan terletak di depan retina

RABUN JAUH (MIOPI)

PR tertentu

PP < 25 cm

Jangkauan Penglihatan Persamaan untuk menghitung kuat lensa yang diperlukan

P =

1 f

1 S

1 S

1 f

S = - PR = - titik jauh penderita

f = jarak fokus (m)


P = kuat lensa (dioptri)

Contoh Soal

Seorang penderita rabun jauh (miopi) dengan titik jauh 100 cm ingin melihat benda yang sangat jauh. Berapa jarak fokus dan kuat lensa yang harus digunakan?
Penyelesaian
f = -100 cm = -1 m

S =

100

Kuat Lensa
1 1 S = 1 f P P = f 1

S =
1 S 1

=
-1 = -1 dioptri

1 -100

1 f

RABUN DEKAT (HIPERMETROPI)


Dapat melihat dengan jelas benda jauh tetapi tidak dapat melihat benda benda dekat dengan jelas. Karena lensa mata tidak dapat menjadi cembung, sehingga bayangan terletak di belakang retina

RABUN DEKAT (HIPERMETROPI)

PR tak terhingga

PP > 25 cm

Jangkauan Penglihatan Persamaan untuk meng hitung kuat lensa yang diperlukan

P =

1 f

S = - titik dekat penderita 1 S

1 S

1 f

f = jarak fokus (m) P = kuat lensa (dioptri

Contoh Soal

Seorang penderita rabun dekat (hipermetropi) dengan titik dekat 100 cm ingin membaca pada jarak baca normal (25 cm). Berapa jarak fokus dan kuat lensa yang harus digunakan?
Penyelesaian S = 100
f = 100/3 cm =1/3 m

Kuat Lensa
1 1 S = 1 f P P = f 1

S = 25 cm
1 S 1 25 + +

=
1/3 = 3 dioptri

1 -100

1 f

PEMBENTUKAN BAYANGAN PADA KAMERA

aperture shuttter

NYATA TERBALIK

DIPERKECIL
S

S
1 S 1 S 1 f

Berlaku Persamaan:

KERJA KAMERA

KAMERA

PERBEDAAN

MATA

Film

Tempat Bayangan

Retina

Diafragma
Berubah, sesuai dengan jarak benda Tetap

Pengatur Cahaya
Jarak Bayangan Jarak Fokus

Iris

Tetap

Berubah sesuai dengan jarak benda

PERSAMAAN ANTARA MATA DENGAN KAMERA

SAMA SAMA MEMILIKI JENIS LENSA CEMBUNG

SIFAT BAYANGANNYA SAMA : NYATA, TERBALIK, DIPERKECIL

SLIDE PROYEKTOR
Berfungsi untuk memproyeksikan benda diapositif

NYATA
SIFAT BAYANGAN

TERBALIK DIPERBESAR

LUP
Lup (kaca pembesar) adalah alat optik yang terdiri dari sebuah lensa cembung. Fungsinya, untuk melihat benda benda kecil.
Benda diletakkan antara O dan F Sifat bayangannya maya, tegak diperbesar

PERBESARAN LUP
Perbesaran Lup untuk Mata Berakomodasi pada jarak x Sn f Sn x

+
M S= -X F S O

Sn = titik dekat mata normal F = fokus lensa

S = jarak benda S = jarak bayangan

Perbesaran Lup untuk Mata Berakomodasi Maksimum

M =

Sn f

Perbesaran Lup untuk Mata Tidak Berakomodasi

M =

Sn

Penggunaan normal sebuah lup adalah berakomodasi maksimum. Jika dalam soal tidak disebutkan, maka selalu dianggap lup digunakan mata berakomodasi maksimum

MIKROSKOP
Adalah alat untuk melihat benda yang sangat kecil

Terdiri dari 2 lensa positif (lensa cembung) Fokus Lensa Okuler > Fokus Lensa Obyektif Benda yang diamati diletakkan antara Fob dan 2 Fob

PEMBENTUKAN BAYANGAN PADA MIKROSKOP

Lensa Okuler

2Fob Fob

Fob

2Fob Fok

Lensa Obyektif
Lensa Obyektif :
SIFAT BAYANGAN

Nyata, Terbalik, Diperbesar Maya, Terbalik, Diperbesar

Lensa Okuler :

1 + Sob

1 Sob

1 f ob

2Fob Fob Fob Sob 2Fob Fok Sok

Sob d = Sob + S ok Sok


1 f ok

1 Sok

1 Sok

Perbesaran : M = Mob x Mok

KETENTUAN KETENTUAN UMUM UMUM


Untuk mata berakomodasi maksimum, bayangan dari lensa okuler terletak di depan lensa sejauh titik dekat pengamat. Sok = - Sn
Jika mikroskop digunakan oleh mata tidak berakomodasi maksimum, titik jauh berada di tak terhingga, sehingga jarak benda okuler sama dengan jarak fokus okuler. Sok = tak terhingga, shg Sok = Fok

PERBESARAN MIKROSKOP

M = Mob x Mok
h ob h ob

Perbesaran Lensa Obyektif

M ob =

-Sob S ob

Perbesaran Lensa Okuler


Mata berakomodasi maksimum M ok = Sn f ok Sn f ok + 1

Mata tidak berakomodasi

M ok =

Disebut juga TELESKOP


Fungsinya untuk melihat benda benda yang sangat jauh

JENISNYA

Teropong Bias Teropong Bintang (Teropong Astronomi)


Teropong Bumi Teropong Prisma (Binokuler) Teropong Panggung (Galileo) Teropong Pantul

TEROPONG BINTANG
Lensa Obyektif Lensa Okuler

d = f ob + f ok f ob = f ok

Perbesaran
f ob Sifat bayangan Maya , Diperbesar, Terbalik f ok Ma = f ob S ok

TEROPONG BUMI
Untuk mata tidak berakomodasi Lensa Obyektif Lensa Okuler

d = f ob + 4 fp + f ok
Lensa Pembalik

f ob

2fp Maya Diperbesar Tegak

2fp

fok
f ob Ma= S ok

Sifat bayangan

Perbesaran

TEROPONG PRISMA
Disebut juga teropong binokuler Untuk memperpendek teropong, lensa pembalik

diganti dengan dua prisma samakaki yang akan memantulkan bayangan secara sempurna Bayangan akhir tegak, maya, diperbesar
Pemantulan pada prisma

TEROPONG PANGGUNG (TEROPONG GALILEI) d = f ob + f ok T f ok f ob = f ok

L. Obyektif

L. Okuler f ob Perbesaran
f ob Ma= S ok

Sinar datang sejajar dari lensa obyektif membentuk bayangan tepat di fokusnya, sebagai benda maya lensa okuler
Sinar sejajar yang keluar dari lensa okuler menuju mata bersifat tegak di titik tak terhingga

TEROPONG TEROPONG PANTUL PANTUL


cermin cekung sebagai obyektif cermin datar

f ob

lensa okuler

Menggunakan cermin cekung besar yang berfungsi sebagai pemantul cahaya dengan alasan : cermin mudah dibuat diabndingkan lensa cermin tidak mengalami aberasi cermin lebih ringan daripada lensa